{"id":42467,"date":"2026-09-19T14:36:45","date_gmt":"2026-09-19T06:36:45","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=42467"},"modified":"2026-09-19T14:36:45","modified_gmt":"2026-09-19T06:36:45","slug":"membentuk-generasi-future-skills-melalui-kurikulum-holistik-smp-al-masoem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/membentuk-generasi-future-skills-melalui-kurikulum-holistik-smp-al-masoem\/","title":{"rendered":"Membentuk Generasi Future Skills Melalui Kurikulum Holistik SMP Al Ma&#8217;soem"},"content":{"rendered":"<p>Memilih sekolah menengah pertama tidak lagi cukup hanya dengan melihat nilai akademik atau kelengkapan mata pelajaran. Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis membuat siswa perlu memiliki kemampuan yang lebih luas. Mereka membutuhkan kemampuan berpikir, beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus memiliki karakter yang kuat. Karena itu, konsep <em>future skills<\/em> menjadi salah satu hal yang semakin penting dalam pendidikan jenjang SMP.<\/p>\n<p>SMP Al Ma&#8217;soem menghadirkan pendekatan pendidikan melalui konsep kurikulum holistik yang tidak hanya memperhatikan pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kemandirian, kedisiplinan, kemampuan sosial, kegiatan keagamaan, serta pengembangan minat dan bakat. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk siswa yang mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan nilai-nilai moral.<\/p>\n<h2>Apa yang Dimaksud dengan Future Skills?<\/h2>\n<p><em>Future skills<\/em> dapat dipahami sebagai seperangkat kemampuan yang membantu seseorang menghadapi kebutuhan masa depan. Di usia SMP, kemampuan tersebut tidak harus langsung diarahkan pada pekerjaan tertentu. Justru, siswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang membuat mereka terbiasa berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi, bertanggung jawab, dan beradaptasi.<\/p>\n<p>Pendidikan yang berorientasi pada <em>future skills<\/em> juga berarti memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui berbagai pengalaman. Pembelajaran tidak berhenti ketika guru selesai menjelaskan materi di kelas. Siswa dapat mengembangkan kemampuan melalui kokurikuler, ekstrakurikuler, kegiatan ilmiah, olahraga, kegiatan keagamaan, maupun aktivitas pengembangan diri.<\/p>\n<p>Pendekatan semacam ini relevan untuk siswa SMP karena masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan dan karakter. Kebiasaan bertanggung jawab, disiplin, berani menyampaikan pendapat, serta mampu menyelesaikan tugas dapat menjadi bekal yang berguna ketika siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.<\/p>\n<h2>Kurikulum Holistik Tidak Hanya Berfokus pada Akademik<\/h2>\n<p>Salah satu karakter pendidikan holistik adalah melihat siswa sebagai individu yang memiliki banyak aspek perkembangan. Nilai rapor memang penting, tetapi pendidikan juga perlu memperhatikan karakter dan kemampuan nonakademik.<\/p>\n<p>Di SMP Al Ma&#8217;soem, konsep tersebut terlihat dari adanya berbagai program yang berjalan berdampingan dengan pembelajaran utama. Program Tahfidz, misalnya, menjadi bagian dari pembinaan keagamaan. Materinya mencakup target minimal tiga juz dengan kegiatan Ziyadah dan Mutqin. Pembiasaan ibadah juga mencakup shalat wajib berjamaah dan Dhuha bersama.<\/p>\n<p>Pada sisi lain, siswa mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat. Sekolah menyediakan pilihan ekstrakurikuler yang variatif dan siswa diwajibkan memilih minimal satu ekstrakurikuler. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya memberikan ruang bagi siswa yang kuat di bidang akademik, tetapi juga bagi mereka yang memiliki potensi di olahraga, seni, keterampilan, organisasi, atau bidang lainnya.<\/p>\n<h2>10 Kokurikuler untuk Memberikan Pengalaman Belajar yang Beragam<\/h2>\n<p>Salah satu bagian menarik dari konsep pendidikan SMP Al Ma&#8217;soem adalah keberadaan 10 program kokurikuler. Kegiatannya mencakup Math Day, Cooking Day, Expression Day, Moeslim Day dan Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, serta Career Day. Selain itu terdapat Bulan Bahasa dan kegiatan berkaitan dengan Sumpah Pemuda.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan dapat dibuat lebih kontekstual. Math Day dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk melihat matematika melalui aktivitas yang berbeda dari pembelajaran rutin. Sains Day memberikan ruang untuk mengenal ilmu pengetahuan secara lebih aplikatif. Sementara Career Day dapat membantu siswa mulai mengenali berbagai bidang dan kemungkinan masa depan.<\/p>\n<p>Kegiatan seperti Cooking Day juga dapat memberikan pengalaman praktis. Siswa dapat belajar mengikuti instruksi, membagi tugas, bekerja sama, dan menyelesaikan aktivitas sampai selesai. Hal-hal sederhana seperti itu sebenarnya berkaitan dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h2>Tidak Ada Jam Kosong dan Ada Otonomi Wali Kelas<\/h2>\n<p>Pengembangan <em>future skills<\/em> membutuhkan lingkungan belajar yang terstruktur. Karena itu, pengelolaan waktu sekolah menjadi bagian penting. SMP Al Ma&#8217;soem menerapkan konsep tidak ada jam kosong dan memberikan otonomi kepada wali kelas.<\/p>\n<p>Keberadaan jadwal yang terarah membuat waktu siswa dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran maupun pengembangan diri. Siswa tidak sekadar datang ke sekolah, mengikuti beberapa mata pelajaran, lalu memiliki banyak waktu tanpa aktivitas. Setiap bagian dari kegiatan sekolah diarahkan agar tetap memiliki tujuan pendidikan.<\/p>\n<p>Otonomi wali kelas juga dapat membantu pengelolaan siswa secara lebih dekat. Wali kelas dapat menjadi salah satu pihak yang memahami perkembangan siswa, baik dari sisi pembelajaran maupun kebiasaan sehari-hari.<\/p>\n<h2>Pendidikan Karakter Berjalan Bersama Sistem Poin<\/h2>\n<p>Pendidikan karakter membutuhkan aturan yang jelas. SMP Al Ma&#8217;soem menerapkan sistem poin sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan tidak menggunakan sanksi fisik. Pendekatan tersebut menempatkan aturan dan konsekuensi sebagai bagian dari proses pendidikan.<\/p>\n<p>Sistem poin juga dapat membantu siswa memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Pada saat yang sama, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar bertanggung jawab terhadap pilihan dan perilakunya.<\/p>\n<p>Namun, terdapat pelanggaran tertentu yang berdasarkan ketentuan sekolah dapat langsung dikenai sanksi tanpa melalui tahapan poin, seperti narkoba, tindakan asusila, mencontek, tindakan kriminal, dan menjadi pemukul pertama dalam perkelahian.<\/p>\n<h2>Fasilitas Mendukung Pengembangan Potensi<\/h2>\n<p>Lingkungan belajar juga menjadi bagian dari pendidikan holistik. SMP Al Ma&#8217;soem menyediakan berbagai fasilitas seperti dome, lapangan panahan, studio mini dan podcast, reading corner, ruang multimedia, laboratorium, sarana olahraga, ruang konselor, hingga laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa.<\/p>\n<p>Keberadaan fasilitas tersebut membuka lebih banyak ruang bagi siswa untuk belajar berdasarkan pengalaman. Laboratorium dapat mendukung kegiatan akademik, sedangkan studio mini dan podcast dapat menjadi sarana pengembangan kreativitas dan komunikasi.<\/p>\n<p>Bagi siswa yang memilih program boarding, tersedia pula fasilitas pesantren dengan pondok putra dan putri yang terpisah, kamar berkapasitas 4\u20136 orang, laundry, catering, keamanan 24 jam, CCTV, internet, serta sistem informasi santri berbasis Android.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Membentuk generasi dengan <em>future skills<\/em> membutuhkan pendidikan yang tidak hanya mengejar nilai akademik. Siswa perlu dibiasakan untuk berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, bertanggung jawab, beradaptasi, dan memiliki karakter yang kuat.<\/p>\n<p>Melalui kurikulum holistik, program Tahfidz, kokurikuler, ekstrakurikuler, sistem kedisiplinan, pembelajaran tanpa jam kosong, serta fasilitas yang beragam, SMP Al Ma&#8217;soem menghadirkan lingkungan pendidikan yang mencakup berbagai aspek perkembangan siswa. Konsep Full Day maupun Boarding juga memberikan pilihan lingkungan belajar sesuai kebutuhan keluarga.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan tersebut, pendidikan SMP dapat menjadi tahap penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi jenjang pendidikan berikutnya sekaligus membangun kebiasaan dan keterampilan yang relevan untuk masa depan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memilih sekolah menengah pertama tidak lagi cukup hanya dengan melihat nilai akademik atau kelengkapan mata pelajaran. Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis membuat siswa perlu memiliki kemampuan yang lebih luas. Mereka membutuhkan kemampuan berpikir, beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus memiliki karakter yang kuat. Karena itu, konsep future skills menjadi salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":26344,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Membentuk Generasi Future Skills Melalui Kurikulum Holistik SMP Al Ma'soem - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Memilih sekolah menengah pertama tidak lagi cukup hanya dengan melihat nilai akademik atau kelengkapan mata pelajaran. Perkembangan teknologi, perubahan dunia k"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[7025,6978,8576,6863],"class_list":["post-42467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-futureskills","tag-kurikulumholistik","tag-sekolahsmpbandung","tag-smpalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-10-23-at-10.27.21-2.jpeg",1920,1441,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-10-23-at-10.27.21-2-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-10-23-at-10.27.21-2-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-10-23-at-10.27.21-2-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-10-23-at-10.27.21-2-1024x769.jpeg",1024,769,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-10-23-at-10.27.21-2-1536x1153.jpeg",1536,1153,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-10-23-at-10.27.21-2.jpeg",1920,1441,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-10-23-at-10.27.21-2-16x12.jpeg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Memilih sekolah menengah pertama tidak lagi cukup hanya dengan melihat nilai akademik atau kelengkapan mata pelajaran. Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis membuat siswa perlu memiliki kemampuan yang lebih luas. Mereka membutuhkan kemampuan berpikir, beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus memiliki karakter yang kuat. Karena itu, konsep future skills menjadi salah satu hal yang semakin penting dalam pendidikan jenjang SMP. SMP Al Ma&#8217;soem menghadirkan pendekatan pendidikan melalui konsep kurikulum holistik yang tidak hanya memperhatikan pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kemandirian, kedisiplinan, kemampuan sosial, kegiatan keagamaan, serta pengembangan minat dan bakat. Konsep tersebut menjadi bagian dari&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 6","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":7025,"label":"FutureSkills"},{"value":6978,"label":"KurikulumHolistik"},{"value":8576,"label":"SekolahSMPBandung"},{"value":6863,"label":"smpalmasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2025-10-23-at-10.27.21-2-1024x769.jpeg",1024,769,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 6","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":13154,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":13154,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4468,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":4468,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7025,"name":"FutureSkills","slug":"futureskills","term_group":0,"term_taxonomy_id":7025,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":16,"filter":"raw"},{"term_id":6978,"name":"KurikulumHolistik","slug":"kurikulumholistik","term_group":0,"term_taxonomy_id":6978,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":9,"filter":"raw"},{"term_id":8576,"name":"SekolahSMPBandung","slug":"sekolahsmpbandung","term_group":0,"term_taxonomy_id":8576,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":24,"filter":"raw"},{"term_id":6863,"name":"smpalmasoem","slug":"smpalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":6863,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1720,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42467"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42467\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42512,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42467\/revisions\/42512"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}