{"id":41168,"date":"2026-09-18T15:24:03","date_gmt":"2026-09-18T07:24:03","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=41168"},"modified":"2026-09-18T15:24:03","modified_gmt":"2026-09-18T07:24:03","slug":"mengapa-siswa-perlu-belajar-membedakan-informasi-utama-dan-informasi-pendukung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/mengapa-siswa-perlu-belajar-membedakan-informasi-utama-dan-informasi-pendukung\/","title":{"rendered":"Mengapa Siswa Perlu Belajar Membedakan Informasi Utama dan Informasi Pendukung?"},"content":{"rendered":"<p>Saat membaca buku pelajaran, artikel, materi digital, atau penjelasan tertulis dari guru, siswa akan menemukan banyak informasi dalam satu pembahasan. Tidak semua informasi tersebut memiliki tingkat kepentingan yang sama. Ada gagasan yang menjadi inti pembahasan, sementara informasi lainnya berfungsi memberikan contoh, penjelasan tambahan, data, atau rincian agar gagasan utama lebih mudah dipahami.<\/p>\n<p>Kemampuan membedakan informasi utama dan informasi pendukung dapat membantu siswa membaca dengan lebih terarah. Mereka tidak perlu menghafalkan seluruh kalimat yang ditemukan, tetapi dapat menentukan bagian mana yang menjadi inti dan bagian mana yang digunakan untuk memperjelas inti tersebut. Keterampilan ini juga dapat membantu ketika siswa membuat catatan, rangkuman, presentasi, maupun mempersiapkan diri menghadapi ujian.<\/p>\n<h3>Apa yang Dimaksud dengan Informasi Utama?<\/h3>\n<p>Informasi utama adalah gagasan atau informasi yang menjadi inti dari sebuah pembahasan. Jika informasi utama dihilangkan, pembaca biasanya akan kesulitan memahami pokok yang sedang dibicarakan.<\/p>\n<p>Dalam sebuah paragraf, informasi utama dapat menjelaskan topik yang sedang dibahas beserta gagasan penting mengenai topik tersebut. Sementara itu, kalimat lain mungkin memberikan contoh atau alasan yang mendukung gagasan tersebut.<\/p>\n<p>Siswa dapat mencoba menemukan informasi utama dengan bertanya, \u201cSebenarnya paragraf ini sedang membahas apa?\u201d Setelah mengetahui jawabannya, mereka dapat melihat kalimat lain untuk memahami bagaimana informasi tersebut dijelaskan.<\/p>\n<h3>Lalu Apa Fungsi Informasi Pendukung?<\/h3>\n<p>Informasi pendukung berfungsi membantu menjelaskan, memperkuat, atau memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai informasi utama. Bentuknya dapat berupa contoh, data, alasan, penjelasan tambahan, ilustrasi, atau rincian tertentu.<\/p>\n<p>Misalnya, sebuah bacaan membahas pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Gagasan mengenai pentingnya kebersihan dapat menjadi informasi utama, sedangkan contoh kegiatan seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, dan merawat fasilitas dapat menjadi informasi pendukung.<\/p>\n<p>Informasi pendukung tetap penting karena membuat gagasan utama tidak berdiri sendiri. Namun, siswa perlu mengetahui perannya agar tidak menganggap seluruh informasi memiliki fungsi yang sama.<\/p>\n<h3>Mengapa Siswa Perlu Mempelajarinya?<\/h3>\n<p>Ketika siswa belum terbiasa membedakan informasi utama dan pendukung, mereka mungkin mencoba menghafalkan seluruh isi bacaan. Cara tersebut dapat membuat proses belajar menjadi lebih lama, terutama jika materi yang dibaca cukup panjang.<\/p>\n<p>Dengan mengetahui informasi utama, siswa dapat memusatkan perhatian pada gagasan yang paling penting terlebih dahulu. Setelah itu, informasi pendukung digunakan untuk memperjelas pemahaman.<\/p>\n<p>Keterampilan ini bukan berarti siswa boleh mengabaikan detail. Informasi pendukung tetap perlu dibaca dan dipahami, terutama jika detail tersebut membantu menjelaskan konsep. Yang berubah adalah cara siswa menentukan prioritas ketika mempelajari sebuah bacaan.<\/p>\n<h3>Mulai dari Judul dan Topik<\/h3>\n<p>Salah satu langkah sederhana untuk menemukan informasi utama adalah memperhatikan judul. Judul biasanya memberikan petunjuk mengenai topik yang akan dibahas.<\/p>\n<p>Setelah membaca judul, siswa dapat mencoba memprediksi informasi apa yang mungkin muncul. Kemudian, setelah membaca isi, mereka dapat membandingkan perkiraan tersebut dengan pembahasan sebenarnya.<\/p>\n<p>Cara ini membuat siswa membaca dengan tujuan tertentu. Mereka tidak hanya mengikuti setiap kalimat tanpa arah, tetapi memiliki pertanyaan awal mengenai informasi yang ingin ditemukan.<\/p>\n<h3>Mencari Gagasan yang Terus Dibahas<\/h3>\n<p>Dalam sebuah bacaan, topik utama biasanya muncul dalam beberapa bagian. Siswa dapat memperhatikan kata atau gagasan yang sering berkaitan satu sama lain.<\/p>\n<p>Jika sebuah paragraf membicarakan manfaat membaca, misalnya, kalimat-kalimat berikutnya mungkin memberikan alasan, contoh kegiatan membaca, atau dampaknya bagi siswa. Dari pola tersebut, siswa dapat melihat bahwa manfaat membaca merupakan gagasan yang menjadi pusat pembahasan.<\/p>\n<p>Namun, siswa tetap perlu membaca keseluruhan paragraf. Gagasan utama tidak selalu berada pada kalimat pertama. Terkadang inti pembahasan muncul setelah beberapa kalimat penjelasan.<\/p>\n<h3>Menggunakan Pertanyaan Sederhana<\/h3>\n<p>Pertanyaan dapat membantu siswa menentukan mana informasi yang lebih penting. Setelah membaca satu paragraf, siswa dapat mencoba menjawab beberapa pertanyaan:<\/p>\n<ul>\n<li>Apa topik utama yang dibicarakan?<\/li>\n<li>Apa hal terpenting yang ingin disampaikan penulis?<\/li>\n<li>Kalimat mana yang menjelaskan inti pembahasan?<\/li>\n<li>Informasi mana yang hanya memberikan contoh?<\/li>\n<li>Apa yang akan hilang jika bagian tertentu tidak ada?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan latihan berulang, siswa dapat semakin terbiasa mengenali struktur sebuah bacaan. Mereka tidak harus selalu memberi tanda pada setiap kalimat karena mulai memahami hubungan antarbagian secara alami.<\/p>\n<h3>Membuat Catatan Berdasarkan Tingkat Kepentingan<\/h3>\n<p>Kemampuan membedakan informasi utama dan pendukung juga dapat diterapkan ketika membuat catatan. Siswa dapat menuliskan gagasan utama dengan ukuran atau posisi yang lebih menonjol, kemudian meletakkan detail pendukung di bawahnya.<\/p>\n<p>Contohnya:<\/p>\n<p><strong>Gagasan utama:<\/strong><br \/>\nKegiatan olahraga membantu menjaga kebugaran siswa.<\/p>\n<p><strong>Informasi pendukung:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Olahraga membantu tubuh tetap aktif.<\/li>\n<li>Aktivitas fisik dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan.<\/li>\n<li>Sekolah dapat menyediakan kegiatan olahraga sesuai kebutuhan siswa.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan pola tersebut, siswa dapat melihat struktur materi hanya dengan membaca catatannya. Ketika perlu mengingat kembali topik tersebut, mereka dapat memulai dari gagasan utama lalu melihat detail pendukung.<\/p>\n<h3>Tidak Semua Kalimat Panjang Merupakan Informasi Utama<\/h3>\n<p>Siswa terkadang mengira kalimat yang paling panjang atau memiliki banyak istilah adalah bagian terpenting dari sebuah bacaan. Padahal, panjang pendeknya kalimat tidak menentukan apakah informasi tersebut merupakan gagasan utama.<\/p>\n<p>Sebuah kalimat pendek dapat menjadi inti pembahasan, sementara paragraf berikutnya memberikan penjelasan yang lebih panjang. Karena itu, siswa perlu melihat fungsi informasi dalam keseluruhan bacaan, bukan hanya bentuk kalimatnya.<\/p>\n<p>Kebiasaan ini dapat membantu siswa membaca dengan lebih teliti. Mereka belajar memahami hubungan antara gagasan dan detail daripada menentukan kepentingan informasi hanya berdasarkan tampilannya.<\/p>\n<h3>Berlatih dengan Teks Pendek Terlebih Dahulu<\/h3>\n<p>Kemampuan ini dapat dilatih secara bertahap. Siswa tidak harus langsung menggunakan buku dengan bab yang sangat panjang.<\/p>\n<p>Guru dapat memberikan satu paragraf pendek dan meminta siswa menandai satu gagasan utama serta dua informasi pendukung. Setelah siswa terbiasa, latihan dapat dilanjutkan dengan beberapa paragraf atau artikel yang lebih panjang.<\/p>\n<p>Latihan juga dapat dilakukan melalui bacaan yang dekat dengan kehidupan siswa. Misalnya, teks tentang lingkungan sekolah, kegiatan olahraga, teknologi, kebiasaan belajar, atau aktivitas sehari-hari. Topik yang familiar dapat membuat siswa lebih mudah berkonsentrasi pada struktur informasi.<\/p>\n<h3>Diskusi Membantu Melihat Perbedaan Pemahaman<\/h3>\n<p>Dalam kegiatan kelompok, siswa dapat membaca teks yang sama kemudian menentukan informasi utamanya masing-masing. Setelah itu, mereka membandingkan jawaban.<\/p>\n<p>Jika terdapat perbedaan, siswa dapat menjelaskan alasan mengapa mereka memilih bagian tertentu sebagai informasi utama. Diskusi tersebut dapat membantu mereka memahami bahwa menemukan gagasan utama membutuhkan perhatian terhadap keseluruhan isi.<\/p>\n<p>Guru dapat membantu dengan menunjukkan hubungan antara informasi utama dan detail pendukung. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengetahui jawaban, tetapi juga memahami proses yang digunakan untuk menemukannya.<\/p>\n<h3>Berguna Saat Membuat Rangkuman<\/h3>\n<p>Rangkuman yang baik tidak perlu memasukkan setiap detail dari sumber. Siswa dapat menggunakan informasi utama sebagai kerangka, kemudian memilih beberapa informasi pendukung yang benar-benar diperlukan.<\/p>\n<p>Jika seluruh kalimat dari sumber dimasukkan ke dalam rangkuman, hasilnya mungkin hanya menjadi tulisan yang lebih pendek tanpa benar-benar menunjukkan pemahaman. Sebaliknya, jika siswa mampu memilih gagasan utama dan menjelaskan detail penting menggunakan bahasa sendiri, rangkuman dapat menjadi lebih efektif.<\/p>\n<p>Kemampuan ini juga berkaitan dengan kegiatan belajar menjelang ujian. Siswa dapat menggunakan informasi utama sebagai bagian inti catatan, lalu menggunakan informasi pendukung untuk memahami konsep secara lebih mendalam.<\/p>\n<h3>Membantu Saat Membuat Presentasi<\/h3>\n<p>Ketika membuat bahan presentasi, siswa juga perlu memilih informasi dengan hati-hati. Slide yang berisi terlalu banyak tulisan dapat membuat pesan utama sulit terlihat.<\/p>\n<p>Siswa dapat menempatkan gagasan utama sebagai inti setiap bagian presentasi, kemudian menggunakan beberapa data, contoh, atau ilustrasi untuk mendukung penjelasan tersebut. Detail yang tidak berhubungan langsung dengan tujuan presentasi dapat dipertimbangkan untuk tidak dimasukkan.<\/p>\n<p>Dengan cara ini, siswa belajar bahwa menyampaikan informasi bukan hanya tentang memasukkan sebanyak mungkin materi. Mereka juga perlu menentukan apa yang harus mendapat perhatian utama dari audiens.<\/p>\n<h3>Membiasakan Diri Membaca dengan Tujuan<\/h3>\n<p>Membedakan informasi utama dan pendukung pada akhirnya membuat kegiatan membaca menjadi lebih terarah. Siswa belajar menentukan apa yang perlu dipahami terlebih dahulu, apa yang berfungsi sebagai penjelasan tambahan, dan bagaimana berbagai informasi saling berhubungan.<\/p>\n<p>Keterampilan tersebut dapat digunakan ketika membaca buku pelajaran, mengerjakan tugas, mencari informasi digital, membuat rangkuman, berdiskusi, maupun mempersiapkan presentasi. Semakin sering dilatih, siswa akan semakin terbiasa melihat struktur sebuah bacaan tanpa harus menghafalkan seluruh isinya.<\/p>\n<p>Dengan kemampuan tersebut, siswa dapat belajar menjadi pembaca yang lebih aktif. Mereka tidak hanya bertanya \u201capa isi bacaan ini?\u201d, tetapi juga mulai memperhatikan \u201cmana inti pembahasannya?\u201d, \u201cinformasi apa yang mendukungnya?\u201d, dan \u201cbagaimana semua bagian tersebut saling berhubungan?\u201d.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat membaca buku pelajaran, artikel, materi digital, atau penjelasan tertulis dari guru, siswa akan menemukan banyak informasi dalam satu pembahasan. Tidak semua informasi tersebut memiliki tingkat kepentingan yang sama. Ada gagasan yang menjadi inti pembahasan, sementara informasi lainnya berfungsi memberikan contoh, penjelasan tambahan, data, atau rincian agar gagasan utama lebih mudah dipahami. Kemampuan membedakan informasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":38330,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Mengapa Siswa Perlu Belajar Membedakan Informasi Utama dan Informasi Pendukung? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Saat membaca buku pelajaran, artikel, materi digital, atau penjelasan tertulis dari guru, siswa akan menemukan banyak informasi dalam satu pembahasan. Tidak sem"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[12523,12522,12326,10311,8110,8662,8070],"class_list":["post-41168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-informasipendukung","tag-informasiutama","tag-kemampuanberpikirsiswa","tag-kemampuanmembaca","tag-literasiinformasi","tag-sekolahalmasoembandung","tag-strategibelajar"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-1-29-1.jpg",500,331,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-1-29-1-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-1-29-1-300x199.jpg",300,199,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-1-29-1.jpg",500,331,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-1-29-1.jpg",500,331,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-1-29-1.jpg",500,331,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-1-29-1.jpg",500,331,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-1-29-1-18x12.jpg",18,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Saat membaca buku pelajaran, artikel, materi digital, atau penjelasan tertulis dari guru, siswa akan menemukan banyak informasi dalam satu pembahasan. Tidak semua informasi tersebut memiliki tingkat kepentingan yang sama. Ada gagasan yang menjadi inti pembahasan, sementara informasi lainnya berfungsi memberikan contoh, penjelasan tambahan, data, atau rincian agar gagasan utama lebih mudah dipahami. Kemampuan membedakan informasi utama dan informasi pendukung dapat membantu siswa membaca dengan lebih terarah. Mereka tidak perlu menghafalkan seluruh kalimat yang ditemukan, tetapi dapat menentukan bagian mana yang menjadi inti dan bagian mana yang digunakan untuk memperjelas inti tersebut. Keterampilan ini juga dapat membantu ketika siswa membuat catatan,&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 3","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":12523,"label":"InformasiPendukung"},{"value":12522,"label":"InformasiUtama"},{"value":12326,"label":"KemampuanBerpikirSiswa"},{"value":10311,"label":"KemampuanMembaca"},{"value":8110,"label":"LiterasiInformasi"},{"value":8662,"label":"sekolahAlMa\u2019soemBandung"},{"value":8070,"label":"StrategiBelajar"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-1-29-1.jpg",500,331,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 3","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":10334,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":10334,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4161,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":4161,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":12523,"name":"InformasiPendukung","slug":"informasipendukung","term_group":0,"term_taxonomy_id":12523,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":12522,"name":"InformasiUtama","slug":"informasiutama","term_group":0,"term_taxonomy_id":12522,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":12326,"name":"KemampuanBerpikirSiswa","slug":"kemampuanberpikirsiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":12326,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":11,"filter":"raw"},{"term_id":10311,"name":"KemampuanMembaca","slug":"kemampuanmembaca","term_group":0,"term_taxonomy_id":10311,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":16,"filter":"raw"},{"term_id":8110,"name":"LiterasiInformasi","slug":"literasiinformasi","term_group":0,"term_taxonomy_id":8110,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":36,"filter":"raw"},{"term_id":8662,"name":"sekolahAlMa\u2019soemBandung","slug":"sekolahalmasoembandung","term_group":0,"term_taxonomy_id":8662,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":842,"filter":"raw"},{"term_id":8070,"name":"StrategiBelajar","slug":"strategibelajar","term_group":0,"term_taxonomy_id":8070,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":57,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41168"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41168\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41194,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41168\/revisions\/41194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}