{"id":39450,"date":"2026-09-17T11:59:57","date_gmt":"2026-09-17T03:59:57","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=39450"},"modified":"2026-09-17T11:59:57","modified_gmt":"2026-09-17T03:59:57","slug":"bagaimana-ekstrakurikuler-membantu-siswa-mengenali-bakat-tersembunyi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-ekstrakurikuler-membantu-siswa-mengenali-bakat-tersembunyi\/","title":{"rendered":"Bagaimana Ekstrakurikuler Membantu Siswa Mengenali Bakat Tersembunyi?"},"content":{"rendered":"<p>Tidak semua kemampuan siswa langsung terlihat dari nilai akademik. Ada anak yang mungkin biasa saja ketika mengikuti pelajaran tertentu, tetapi menunjukkan kemampuan yang menarik ketika mengikuti kegiatan olahraga, seni, musik, teknologi, atau aktivitas lainnya. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa setiap siswa dapat memiliki potensi yang berkembang melalui jalur berbeda.<\/p>\n<p>Bakat juga tidak selalu muncul dalam bentuk yang langsung terlihat sejak kecil. Terkadang seorang siswa baru menyadari kemampuannya setelah mendapatkan kesempatan untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi salah satu ruang yang membantu siswa melakukan eksplorasi secara lebih luas.<\/p>\n<p>Lingkungan sekolah yang menyediakan beragam aktivitas memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal berbagai bidang. Dari proses mencoba, berlatih, dan mengikuti kegiatan secara rutin, siswa dapat mengetahui aktivitas yang membuatnya tertarik sekaligus bidang yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh.<\/p>\n<h2>Bakat Tidak Selalu Terlihat dari Pelajaran Akademik<\/h2>\n<p>Prestasi akademik memang menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan, tetapi kemampuan siswa sebenarnya jauh lebih beragam. Seorang anak dapat memiliki kemampuan komunikasi yang baik, koordinasi tubuh yang bagus, kreativitas tinggi, kemampuan bermusik, atau keterampilan memecahkan masalah.<\/p>\n<p>Perbedaan tersebut membuat penilaian terhadap kemampuan anak tidak sebaiknya hanya didasarkan pada satu bidang. Siswa membutuhkan pengalaman yang cukup agar dapat menunjukkan kemampuan dalam berbagai situasi.<\/p>\n<p>Misalnya, siswa yang kurang banyak berbicara saat pelajaran mungkin justru sangat aktif ketika mengikuti kegiatan kelompok. Ada pula siswa yang terlihat pendiam di kelas tetapi mampu menghasilkan karya gambar atau memainkan alat musik dengan tekun. Pengalaman di luar pembelajaran reguler dapat membuka kesempatan bagi kemampuan seperti ini untuk terlihat.<\/p>\n<h2>Ekstrakurikuler Menjadi Ruang untuk Mencoba<\/h2>\n<p>Salah satu manfaat kegiatan ekstrakurikuler adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba aktivitas yang berbeda dari rutinitas pembelajaran di kelas. Anak dapat mengenal bidang baru tanpa harus langsung memiliki kemampuan yang tinggi.<\/p>\n<p>Proses mencoba menjadi penting karena siswa belum tentu mengetahui apa yang benar-benar mereka sukai sebelum mengalaminya sendiri. Seorang anak mungkin mengira dirinya tidak tertarik pada teknologi, kemudian berubah pikiran setelah mengikuti kegiatan robotik.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan bidang olahraga atau seni. Siswa mungkin baru menemukan ketertarikannya terhadap olahraga tertentu setelah mendapatkan pengalaman latihan. Dari sinilah proses mengenali potensi dapat dimulai.<\/p>\n<h2>Dari Minat Menuju Kemampuan<\/h2>\n<p>Minat merupakan salah satu tanda yang dapat membantu siswa menemukan bidang yang ingin ditekuni. Namun, minat saja belum cukup untuk menghasilkan kemampuan yang matang.<\/p>\n<p>Siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk berlatih. Ketika anak merasa tertarik terhadap suatu kegiatan, biasanya akan lebih mudah baginya untuk meluangkan waktu, memperhatikan arahan, dan mencoba memperbaiki kesalahan.<\/p>\n<p>Proses tersebut dapat membantu membedakan ketertarikan sesaat dengan minat yang ingin dikembangkan lebih serius. Jika siswa tetap menikmati kegiatan setelah melewati berbagai tantangan, bidang tersebut dapat menjadi salah satu area yang berpotensi untuk ditekuni.<\/p>\n<h2>Latihan Membantu Potensi Berkembang<\/h2>\n<p>Bakat bukan berarti kemampuan yang langsung sempurna. Kemampuan tertentu tetap membutuhkan latihan, pengalaman, dan pembiasaan agar berkembang.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan olahraga, misalnya, siswa perlu mempelajari teknik dasar sebelum mampu melakukan gerakan yang lebih kompleks. Pada kegiatan musik, siswa juga perlu berlatih secara rutin agar koordinasi dan penguasaan alat musik semakin baik.<\/p>\n<p>Hal yang sama berlaku pada kegiatan teknologi. Siswa yang tertarik dengan robotik mungkin membutuhkan waktu untuk memahami cara kerja komponen dan logika pemrograman. Kesulitan tersebut justru dapat menjadi bagian penting dari proses pengembangan kemampuan.<\/p>\n<h2>Beberapa Tanda Potensi Siswa Mulai Terlihat<\/h2>\n<p>Potensi siswa dapat terlihat melalui berbagai perilaku selama mengikuti kegiatan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Siswa menunjukkan rasa ingin tahu terhadap kegiatan.<\/li>\n<li>Anak bersedia berlatih secara konsisten.<\/li>\n<li>Siswa menikmati proses meskipun menghadapi kesulitan.<\/li>\n<li>Anak cepat memahami instruksi tertentu.<\/li>\n<li>Siswa memiliki keinginan mencoba cara baru.<\/li>\n<li>Anak mampu mempertahankan fokus pada aktivitas yang diminatinya.<\/li>\n<li>Siswa menunjukkan perkembangan setelah mendapatkan latihan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tanda-tanda tersebut tidak berarti bahwa siswa otomatis memiliki bakat tertentu. Namun, semuanya dapat menjadi petunjuk awal untuk melihat bidang yang menarik bagi anak dan layak mendapatkan kesempatan pengembangan lebih lanjut.<\/p>\n<h2>Ekstrakurikuler Mengajarkan Siswa Mengenali Kelebihan<\/h2>\n<p>Mengikuti kegiatan secara rutin membuat siswa dapat melihat perubahan kemampuan dirinya sendiri. Pada awalnya, suatu aktivitas mungkin terasa sulit. Setelah beberapa kali latihan, anak mulai mampu melakukan hal yang sebelumnya belum dikuasai.<\/p>\n<p>Perkembangan tersebut dapat membantu siswa menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan yang dapat dilatih. Rasa percaya diri pun dapat tumbuh karena anak melihat hasil dari usaha yang dilakukan.<\/p>\n<p>Pengalaman seperti ini penting karena siswa belajar mengenali kelebihan dirinya berdasarkan pengalaman nyata, bukan sekadar berdasarkan perkataan orang lain.<\/p>\n<h2>Kegiatan Seni Membuka Ruang Kreativitas<\/h2>\n<p>Bidang seni dapat menjadi salah satu ruang bagi siswa yang memiliki kecenderungan kreatif. Menggambar, musik, maupun aktivitas seni lainnya memberikan kesempatan untuk menghasilkan sesuatu berdasarkan ide dan ekspresi masing-masing.<\/p>\n<p>Siswa yang mengikuti kegiatan menggambar, misalnya, dapat mengeksplorasi bentuk, warna, dan berbagai teknik. Anak yang mengikuti kegiatan gitar atau biola dapat belajar mengolah suara menjadi sebuah karya musik.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan tersebut, kemampuan kreatif tidak hanya dilihat dari hasil akhir. Proses menghasilkan ide, mencoba teknik, memperbaiki kesalahan, dan menemukan gaya sendiri juga menjadi bagian dari perkembangan kemampuan.<\/p>\n<h2>Olahraga Dapat Mengungkap Kemampuan yang Berbeda<\/h2>\n<p>Tidak semua potensi berkaitan dengan aktivitas akademik atau seni. Olahraga juga dapat membantu siswa menemukan kemampuan tertentu.<\/p>\n<p>Dalam olahraga, siswa dapat menunjukkan koordinasi tubuh, kecepatan mengambil keputusan, ketahanan fisik, konsentrasi, serta kemampuan bekerja sama. Kegiatan seperti futsal, basket, renang, panahan, atau bela diri memiliki karakter latihan yang berbeda.<\/p>\n<p>Seorang siswa mungkin menemukan bahwa dirinya menikmati aktivitas yang membutuhkan gerakan aktif. Siswa lain mungkin lebih tertarik pada olahraga yang membutuhkan ketenangan dan fokus. Perbedaan tersebut memberikan kesempatan bagi anak untuk mengenali karakter dirinya.<\/p>\n<h2>Robotik dan Teknologi Melatih Cara Berpikir<\/h2>\n<p>Kegiatan robotik dapat menjadi sarana untuk melihat kemampuan siswa dalam menghadapi persoalan yang membutuhkan logika. Anak tidak hanya membuat sesuatu, tetapi juga perlu memahami hubungan antara instruksi, komponen, dan hasil.<\/p>\n<p>Ketika rancangan tidak bekerja sesuai harapan, siswa perlu mencari penyebabnya. Mereka dapat memeriksa kembali langkah yang dilakukan, melakukan perubahan, dan mencoba kembali.<\/p>\n<p>Proses tersebut dapat membantu melihat kemampuan problem solving, ketelitian, kreativitas, dan ketekunan siswa. Potensi seperti ini mungkin tidak selalu terlihat melalui aktivitas pembelajaran yang bersifat teoritis.<\/p>\n<h2>Bakat Bisa Muncul dari Kesalahan<\/h2>\n<p>Kesalahan selama latihan sebenarnya dapat memberikan informasi mengenai cara belajar siswa. Anak yang mampu tetap mencoba setelah mengalami kegagalan menunjukkan adanya kemauan untuk memperbaiki diri.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan ekstrakurikuler, kesalahan biasanya dapat langsung dilihat dan diperbaiki. Siswa dapat mengetahui bagian yang belum dikuasai kemudian mencoba kembali.<\/p>\n<p>Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa kemampuan tidak harus langsung muncul pada percobaan pertama. Proses memperbaiki kesalahan dapat menjadi bagian dari perjalanan menemukan dan mengembangkan potensi.<\/p>\n<h2>Peran Pembimbing dalam Mengenali Potensi<\/h2>\n<p>Pembimbing ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam mengamati perkembangan siswa. Mereka dapat melihat bagaimana anak mengikuti latihan, menerima arahan, bekerja sama, dan menghadapi tantangan.<\/p>\n<p>Pengamatan tersebut dapat menjadi bahan untuk memberikan masukan kepada siswa. Namun, arahan sebaiknya tetap mempertimbangkan minat dan kenyamanan anak.<\/p>\n<p>Tujuan pembimbing bukan menentukan masa depan siswa secara sepihak, tetapi membantu anak memahami kemampuan yang mulai terlihat serta memberikan kesempatan untuk mengembangkannya.<\/p>\n<h2>Orang Tua Perlu Memberikan Ruang Eksplorasi<\/h2>\n<p>Orang tua juga dapat membantu proses mengenali bakat dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai kegiatan. Dukungan tidak harus selalu berupa tuntutan agar anak mencapai prestasi tertentu.<\/p>\n<p>Anak membutuhkan ruang untuk menikmati proses. Ketika orang tua terlalu cepat menuntut hasil, kegiatan yang awalnya menyenangkan dapat berubah menjadi tekanan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, ketika orang tua tertarik mendengarkan pengalaman anak, mereka dapat mengetahui kegiatan apa yang membuat anak bersemangat dan bagian mana yang terasa menantang.<\/p>\n<h2>Tidak Semua Minat Harus Menjadi Profesi<\/h2>\n<p>Salah satu hal penting dalam pengembangan bakat adalah memahami bahwa tidak semua kegiatan yang disukai anak harus diarahkan menjadi profesi masa depan.<\/p>\n<p>Siswa boleh mengikuti musik hanya karena menyukainya. Anak juga boleh bermain olahraga untuk menjaga kebugaran dan menikmati kebersamaan dengan teman.<\/p>\n<p>Aktivitas yang dilakukan untuk kesenangan tetap memiliki manfaat. Siswa dapat memperoleh pengalaman, keterampilan sosial, kedisiplinan, dan rasa percaya diri tanpa harus menjadikannya sebagai pekerjaan.<\/p>\n<h2>Memberikan Kesempatan yang Seimbang<\/h2>\n<p>Sekolah dan keluarga dapat membantu siswa dengan menyediakan keseimbangan antara akademik dan kegiatan pengembangan diri. Ekstrakurikuler sebaiknya tidak membuat siswa mengabaikan waktu belajar maupun istirahat.<\/p>\n<p>Pengaturan jadwal menjadi penting agar anak dapat menjalani kegiatan secara nyaman. Jika aktivitas terlalu banyak, siswa justru dapat mengalami kelelahan dan kehilangan kesempatan menikmati proses.<\/p>\n<p>Karena itu, pilihan kegiatan sebaiknya disesuaikan dengan usia, minat, kemampuan, jadwal, dan kebutuhan siswa.<\/p>\n<h2>Ketika Minat Siswa Berubah<\/h2>\n<p>Siswa dapat mengalami perubahan minat seiring bertambahnya usia. Kegiatan yang disukai saat ini belum tentu tetap menjadi pilihan beberapa tahun kemudian.<\/p>\n<p>Perubahan tersebut dapat menjadi bagian dari proses eksplorasi. Anak mungkin mencoba satu kegiatan, mendapatkan pengalaman, kemudian menemukan ketertarikan baru.<\/p>\n<p>Memberikan ruang untuk perubahan membuat siswa tidak merasa terjebak pada pilihan yang pernah dibuat sebelumnya. Mereka dapat terus mengenali dirinya berdasarkan pengalaman yang semakin luas.<\/p>\n<h2>Ekstrakurikuler sebagai Pengalaman Mengenal Diri<\/h2>\n<p>Pada akhirnya, kegiatan ekstrakurikuler bukan hanya tentang mengisi waktu setelah pelajaran selesai. Aktivitas tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan siswa dalam mengenali minat, kemampuan, karakter, dan cara belajar dirinya.<\/p>\n<p>Siswa mendapatkan kesempatan untuk mencoba, mengalami kesulitan, berlatih, bekerja sama, menerima masukan, serta melihat perkembangan kemampuan dari waktu ke waktu. Setiap proses tersebut dapat memberikan informasi baru mengenai dirinya.<\/p>\n<p>Dengan memberikan ruang yang cukup bagi berbagai kegiatan, sekolah membantu siswa menemukan bahwa kemampuan seseorang tidak selalu muncul melalui nilai di ruang kelas. Ada potensi yang baru terlihat ketika anak diberi kesempatan untuk mencoba, berlatih, dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak semua kemampuan siswa langsung terlihat dari nilai akademik. Ada anak yang mungkin biasa saja ketika mengikuti pelajaran tertentu, tetapi menunjukkan kemampuan yang menarik ketika mengikuti kegiatan olahraga, seni, musik, teknologi, atau aktivitas lainnya. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa setiap siswa dapat memiliki potensi yang berkembang melalui jalur berbeda. Bakat juga tidak selalu muncul dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":39414,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana Ekstrakurikuler Membantu Siswa Mengenali Bakat Tersembunyi? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Tidak semua kemampuan siswa langsung terlihat dari nilai akademik. Ada anak yang mungkin biasa saja ketika mengikuti pelajaran tertentu, tetapi menunjukkan kema"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[7832,6889,7431,10222,7871,8662],"class_list":["post-39450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-bakatsiswa","tag-ekstrakurikulersiswa","tag-kegiatansekolah","tag-minatanak","tag-pengembanganpotensi","tag-sekolahalmasoembandung"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0653-3.jpg",1440,1920,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0653-3-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0653-3-225x300.jpg",225,300,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0653-3-768x1024.jpg",768,1024,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0653-3-768x1024.jpg",768,1024,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0653-3-1152x1536.jpg",1152,1536,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0653-3.jpg",1440,1920,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0653-3-9x12.jpg",9,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Tidak semua kemampuan siswa langsung terlihat dari nilai akademik. Ada anak yang mungkin biasa saja ketika mengikuti pelajaran tertentu, tetapi menunjukkan kemampuan yang menarik ketika mengikuti kegiatan olahraga, seni, musik, teknologi, atau aktivitas lainnya. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa setiap siswa dapat memiliki potensi yang berkembang melalui jalur berbeda. Bakat juga tidak selalu muncul dalam bentuk yang langsung terlihat sejak kecil. Terkadang seorang siswa baru menyadari kemampuannya setelah mendapatkan kesempatan untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi salah satu ruang yang membantu siswa melakukan eksplorasi secara lebih luas. Lingkungan sekolah yang menyediakan beragam&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 3","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":7832,"label":"BakatSiswa"},{"value":6889,"label":"ekstrakurikulersiswa"},{"value":7431,"label":"KegiatanSekolah"},{"value":10222,"label":"MinatAnak"},{"value":7871,"label":"pengembanganpotensi"},{"value":8662,"label":"sekolahAlMa\u2019soemBandung"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0653-3-768x1024.jpg",768,1024,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 3","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":10669,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":10669,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4492,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":4492,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7832,"name":"BakatSiswa","slug":"bakatsiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":7832,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":14,"filter":"raw"},{"term_id":6889,"name":"ekstrakurikulersiswa","slug":"ekstrakurikulersiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":6889,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":25,"filter":"raw"},{"term_id":7431,"name":"KegiatanSekolah","slug":"kegiatansekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":7431,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":249,"filter":"raw"},{"term_id":10222,"name":"MinatAnak","slug":"minatanak","term_group":0,"term_taxonomy_id":10222,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":7871,"name":"pengembanganpotensi","slug":"pengembanganpotensi","term_group":0,"term_taxonomy_id":7871,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":36,"filter":"raw"},{"term_id":8662,"name":"sekolahAlMa\u2019soemBandung","slug":"sekolahalmasoembandung","term_group":0,"term_taxonomy_id":8662,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1016,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39466,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39450\/revisions\/39466"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}