{"id":37878,"date":"2026-09-15T17:48:44","date_gmt":"2026-09-15T09:48:44","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=37878"},"modified":"2026-09-15T17:48:44","modified_gmt":"2026-09-15T09:48:44","slug":"bagaimana-siswa-belajar-menjaga-sikap-saat-mengikuti-kegiatan-di-lapangan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-siswa-belajar-menjaga-sikap-saat-mengikuti-kegiatan-di-lapangan-sekolah\/","title":{"rendered":"Bagaimana Siswa Belajar Menjaga Sikap Saat Mengikuti Kegiatan di Lapangan Sekolah?"},"content":{"rendered":"<p>Lapangan sekolah merupakan salah satu ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas siswa. Kegiatan olahraga, upacara, perlombaan, permainan kelompok, latihan ekstrakurikuler, hingga aktivitas pembelajaran tertentu dapat dilakukan di area tersebut. Karena melibatkan banyak siswa dan memiliki ruang yang lebih terbuka dibandingkan kelas, kegiatan di lapangan membutuhkan kebiasaan dan sikap yang sedikit berbeda.<\/p>\n<p>Siswa tidak hanya dituntut untuk mengikuti kegiatan sesuai arahan, tetapi juga perlu memperhatikan keselamatan, kenyamanan teman, kondisi fasilitas, dan aturan yang berlaku. Suasana yang lebih bebas terkadang membuat siswa mudah terbawa suasana, terutama ketika kegiatan melibatkan permainan atau kompetisi. Karena itu, lapangan dapat menjadi tempat yang baik untuk melatih kemampuan mengendalikan diri sekaligus membangun kerja sama.<\/p>\n<h2>Lapangan Sekolah Bukan Hanya Tempat Berolahraga<\/h2>\n<p>Ketika mendengar kata lapangan sekolah, banyak siswa mungkin langsung menghubungkannya dengan olahraga. Padahal, fungsi lapangan dapat jauh lebih luas. Sekolah dapat memanfaatkannya sebagai tempat berkumpul, melaksanakan kegiatan tertentu, melakukan pembelajaran di luar kelas, atau mengadakan acara yang membutuhkan ruang terbuka.<\/p>\n<p>Perbedaan jenis kegiatan membuat siswa perlu menyesuaikan sikap. Ketika sedang mengikuti olahraga, siswa mungkin perlu bergerak lebih aktif. Namun, ketika lapangan digunakan untuk kegiatan resmi, mereka perlu mengikuti arahan dan menjaga ketertiban.<\/p>\n<p>Kemampuan menyesuaikan perilaku berdasarkan situasi merupakan salah satu keterampilan sosial yang penting. Siswa belajar bahwa sebuah tempat dapat digunakan untuk berbagai tujuan sehingga cara bersikap tidak selalu sama.<\/p>\n<h2>Mengikuti Arahan Sebelum Kegiatan Dimulai<\/h2>\n<p>Kegiatan di lapangan biasanya memiliki instruksi yang perlu dipahami sebelum siswa mulai bergerak. Guru atau pembina dapat menjelaskan posisi, aturan permainan, pembagian kelompok, atau batas area yang boleh digunakan.<\/p>\n<p>Siswa perlu mendengarkan arahan tersebut dengan baik. Jika belum memahami, mereka dapat bertanya sebelum kegiatan dimulai daripada melakukan kesalahan ketika aktivitas sudah berlangsung.<\/p>\n<p>Kebiasaan mengikuti instruksi juga membantu kegiatan berjalan lebih teratur. Ketika setiap siswa memahami perannya, guru tidak perlu terus-menerus menghentikan kegiatan untuk mengulang penjelasan yang sama.<\/p>\n<h2>Menjaga Jarak dan Memperhatikan Keselamatan<\/h2>\n<p>Lapangan memberikan ruang gerak yang lebih luas, tetapi bukan berarti siswa dapat bergerak tanpa memperhatikan orang lain. Ketika banyak siswa melakukan aktivitas secara bersamaan, kemungkinan bertabrakan atau mengganggu teman dapat meningkat.<\/p>\n<p>Siswa perlu memperhatikan posisi orang di sekitarnya, terutama ketika melakukan kegiatan yang melibatkan gerakan cepat. Mereka juga perlu memahami batas area yang telah ditentukan oleh guru atau pembina.<\/p>\n<p>Keselamatan menjadi tanggung jawab bersama. Siswa tidak hanya perlu menjaga dirinya sendiri, tetapi juga menghindari tindakan yang dapat membahayakan teman.<\/p>\n<h2>Mengapa Sportivitas Penting dalam Kegiatan Lapangan?<\/h2>\n<p>Sebagian kegiatan di lapangan berbentuk permainan atau pertandingan. Dalam situasi seperti ini, siswa dapat merasakan kegembiraan ketika menang maupun kekecewaan ketika hasilnya tidak sesuai harapan.<\/p>\n<p>Kemenangan memang dapat menjadi hasil yang menyenangkan, tetapi proses bermain juga memiliki nilai penting. Siswa perlu belajar mengikuti aturan, menerima keputusan, dan menghargai lawan.<\/p>\n<p>Sportivitas membantu siswa memahami bahwa kompetisi bukan alasan untuk merendahkan orang lain. Menang dengan cara yang baik dan menerima kekalahan dengan sikap yang sehat sama-sama menjadi bagian dari pengalaman belajar.<\/p>\n<h2>Tidak Mengganggu Kelompok Lain<\/h2>\n<p>Lapangan sering digunakan oleh beberapa kelompok atau kelas dalam kegiatan yang berbeda. Kondisi tersebut membutuhkan kesadaran terhadap aktivitas orang lain.<\/p>\n<p>Siswa yang sedang menunggu giliran sebaiknya tidak memasuki area kelompok yang sedang melakukan kegiatan tanpa izin. Mereka juga perlu menjaga suara agar tidak mengganggu instruksi guru atau konsentrasi kelompok lain.<\/p>\n<p>Sikap seperti ini terlihat sederhana, tetapi dapat melatih kemampuan menghargai ruang bersama. Siswa memahami bahwa dirinya bukan satu-satunya orang yang memiliki kepentingan di lapangan.<\/p>\n<h2>Menjaga Perlengkapan yang Digunakan<\/h2>\n<p>Kegiatan di lapangan dapat menggunakan berbagai perlengkapan seperti bola, cone, raket, matras, alat permainan, atau perlengkapan pendukung lainnya. Barang-barang tersebut perlu digunakan sesuai fungsi.<\/p>\n<p>Siswa dapat membiasakan diri memeriksa kondisi perlengkapan sebelum digunakan dan melaporkan apabila menemukan kerusakan. Setelah kegiatan selesai, perlengkapan juga perlu dikembalikan ke tempat yang telah ditentukan.<\/p>\n<p>Kebiasaan tersebut mengajarkan tanggung jawab terhadap barang yang digunakan bersama. Siswa tidak hanya memikirkan bagaimana menggunakan sebuah alat, tetapi juga bagaimana menjaga agar alat tersebut dapat digunakan kembali oleh siswa lain.<\/p>\n<h2>Belajar Mengendalikan Diri Saat Bermain<\/h2>\n<p>Permainan yang seru dapat membuat siswa terbawa suasana. Mereka mungkin berbicara lebih keras, bergerak lebih cepat, atau menjadi sangat bersemangat ketika kelompoknya sedang berusaha menang.<\/p>\n<p>Antusiasme tentu merupakan hal yang positif. Namun, siswa tetap perlu mengetahui batas agar semangat tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan orang lain.<\/p>\n<p>Mengendalikan diri berarti mampu berhenti ketika ada arahan, menerima keputusan wasit atau guru, dan tidak melakukan tindakan impulsif karena emosi. Kemampuan tersebut tidak hanya berguna ketika bermain, tetapi juga dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.<\/p>\n<h2>Belajar Menunggu Giliran<\/h2>\n<p>Tidak semua siswa dapat menggunakan lapangan secara bersamaan. Beberapa kegiatan membutuhkan pembagian kelompok atau sistem giliran.<\/p>\n<p>Menunggu giliran terkadang terasa membosankan, terutama ketika siswa sangat ingin segera bermain. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi latihan kesabaran.<\/p>\n<p>Siswa dapat menggunakan waktu menunggu untuk memperhatikan jalannya kegiatan, mempersiapkan perlengkapan, atau memahami strategi permainan. Dengan demikian, waktu menunggu tidak selalu harus dianggap sebagai waktu yang terbuang.<\/p>\n<h2>Menjaga Kebersihan Setelah Kegiatan<\/h2>\n<p>Setelah kegiatan selesai, siswa perlu memperhatikan kondisi lapangan dan area sekitarnya. Sampah dari kemasan makanan, botol minuman, kertas, atau perlengkapan kegiatan tidak seharusnya ditinggalkan begitu saja.<\/p>\n<p>Kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab setelah menggunakan ruang bersama. Siswa dapat memastikan barang yang dibawa sudah kembali dan tidak ada sampah yang tertinggal.<\/p>\n<p>Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten, siswa akan memahami bahwa sebuah kegiatan tidak selesai hanya ketika permainan atau acara berakhir. Ada tanggung jawab untuk mengembalikan lingkungan dalam kondisi yang baik.<\/p>\n<h2>Menyesuaikan Sikap dengan Jenis Kegiatan<\/h2>\n<p>Setiap kegiatan di lapangan membutuhkan sikap yang berbeda. Saat olahraga, siswa perlu aktif dan memperhatikan keselamatan. Saat upacara, mereka perlu menjaga ketertiban dan mengikuti rangkaian kegiatan. Saat pembelajaran luar kelas, mereka perlu memperhatikan materi dan instruksi guru.<\/p>\n<p>Kemampuan menyesuaikan diri seperti ini dapat membantu siswa menjadi lebih peka terhadap situasi. Mereka tidak sekadar mengikuti kebiasaan yang sama di setiap tempat.<\/p>\n<p>Kecerdasan sosial salah satunya terlihat dari kemampuan seseorang memahami konteks. Siswa belajar kapan harus aktif, kapan harus tenang, kapan perlu berbicara, dan kapan harus mendengarkan.<\/p>\n<h2>Peran Teman dalam Menjaga Ketertiban<\/h2>\n<p>Kebiasaan baik di lapangan tidak harus selalu datang dari guru. Siswa juga dapat saling mengingatkan dengan cara yang baik.<\/p>\n<p>Jika ada teman yang lupa mengembalikan perlengkapan atau membuang sampah sembarangan, siswa dapat mengingatkannya tanpa mempermalukan. Begitu pula ketika ada anggota kelompok yang belum memahami aturan permainan, teman dapat membantu menjelaskan.<\/p>\n<p>Saling mengingatkan dapat menjadi bentuk kerja sama. Namun, siswa juga perlu memahami bahwa jika masalah berkaitan dengan keselamatan atau pelanggaran serius, guru atau pembina tetap perlu dilibatkan.<\/p>\n<h2>Kegiatan Lapangan dan Kemampuan Bekerja Sama<\/h2>\n<p>Banyak aktivitas di lapangan membutuhkan kerja sama. Siswa harus berkomunikasi dengan anggota kelompok, membagi posisi, mengikuti strategi, dan membantu teman ketika menghadapi kesulitan.<\/p>\n<p>Dalam kerja sama, setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda. Ada yang lebih cepat bergerak, ada yang memiliki kemampuan strategi, dan ada yang mampu memberikan semangat kepada kelompok.<\/p>\n<p>Perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan ketika setiap anggota saling menghargai. Siswa belajar bahwa keberhasilan kelompok tidak selalu bergantung pada satu orang.<\/p>\n<h2>Lapangan sebagai Ruang Belajar Karakter<\/h2>\n<p>Kegiatan di lapangan memberikan pengalaman langsung yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas. Siswa menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan cepat, pengendalian emosi, komunikasi, dan kemampuan mengikuti aturan.<\/p>\n<p>Nilai-nilai seperti disiplin, sportivitas, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian dapat dipraktikkan melalui aktivitas nyata. Siswa tidak hanya mengetahui pengertian nilai tersebut, tetapi juga mengalami situasi yang mengharuskan mereka menerapkannya.<\/p>\n<p>Dalam lingkungan pendidikan seperti Al Ma\u2019soem Bandung, berbagai kegiatan siswa dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Pembelajaran tidak selalu berlangsung melalui buku atau penjelasan guru, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari.<\/p>\n<h2>Menghadapi Perbedaan Kemampuan<\/h2>\n<p>Ketika mengikuti kegiatan lapangan, siswa akan menemukan teman dengan kemampuan fisik dan keterampilan yang berbeda. Ada yang cepat memahami aturan permainan, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada pula yang sangat percaya diri dan ada yang masih ragu mengikuti kegiatan.<\/p>\n<p>Perbedaan tersebut sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengejek. Siswa dapat belajar memberikan dukungan dan memahami bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan.<\/p>\n<p>Dengan menciptakan suasana yang saling mendukung, kegiatan lapangan menjadi lebih menyenangkan. Siswa juga dapat merasa lebih aman untuk mencoba sesuatu yang belum dikuasainya.<\/p>\n<h2>Membawa Kebiasaan Baik dari Lapangan ke Kehidupan Sehari-hari<\/h2>\n<p>Pelajaran dari kegiatan di lapangan dapat diterapkan di banyak situasi. Kemampuan menunggu giliran berguna ketika berada di tempat umum. Kemampuan mengikuti aturan berguna ketika menggunakan fasilitas bersama. Kemampuan menerima kekalahan dapat membantu seseorang menghadapi kegagalan.<\/p>\n<p>Begitu pula dengan kemampuan bekerja sama. Dalam kehidupan sekolah, siswa akan terus menemukan tugas dan kegiatan yang membutuhkan kontribusi bersama.<\/p>\n<p>Karena itu, kegiatan di lapangan bukan sekadar aktivitas untuk membuat siswa bergerak. Di dalamnya terdapat banyak kesempatan untuk melatih kebiasaan yang mendukung perkembangan pribadi dan sosial.<\/p>\n<h2>Membentuk Siswa yang Aktif sekaligus Bertanggung Jawab<\/h2>\n<p>Lapangan sekolah dapat menjadi ruang yang menyenangkan ketika siswa mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan bergerak dan tanggung jawab. Mereka dapat bermain, berolahraga, mengikuti kegiatan, dan berinteraksi dengan teman tanpa melupakan aturan.<\/p>\n<p>Sikap yang baik terlihat dari hal-hal sederhana seperti mendengarkan instruksi, menjaga jarak, menghormati giliran, menggunakan perlengkapan dengan benar, menjaga kebersihan, serta menerima hasil kegiatan dengan sportif.<\/p>\n<p>Melalui kebiasaan tersebut, siswa belajar bahwa menjadi aktif bukan berarti bebas melakukan apa saja. Aktivitas yang baik tetap membutuhkan kesadaran terhadap diri sendiri, teman, fasilitas, dan lingkungan. Dari pengalaman di lapangan, siswa dapat membawa nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab ke berbagai kegiatan lain selama berada di sekolah maupun ketika menghadapi lingkungan yang lebih luas.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lapangan sekolah merupakan salah satu ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas siswa. Kegiatan olahraga, upacara, perlombaan, permainan kelompok, latihan ekstrakurikuler, hingga aktivitas pembelajaran tertentu dapat dilakukan di area tersebut. Karena melibatkan banyak siswa dan memiliki ruang yang lebih terbuka dibandingkan kelas, kegiatan di lapangan membutuhkan kebiasaan dan sikap yang sedikit berbeda. Siswa tidak hanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":37889,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana Siswa Belajar Menjaga Sikap Saat Mengikuti Kegiatan di Lapangan Sekolah? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Lapangan sekolah merupakan salah satu ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas siswa. Kegiatan olahraga, upacara, perlombaan, permainan kelompok, lat"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[8761,7028,11615,7431,7492,6875,8121],"class_list":["post-37878","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-etikasiswa","tag-kedisiplinansiswa","tag-kegiatanlapangan","tag-kegiatansekolah","tag-kerjasamasiswa","tag-pendidikankarakter","tag-siswasekolah"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-4-13.jpg",738,415,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-4-13-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-4-13-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-4-13.jpg",738,415,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-4-13.jpg",738,415,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-4-13.jpg",738,415,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-4-13.jpg",738,415,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-4-13-18x10.jpg",18,10,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Lapangan sekolah merupakan salah satu ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas siswa. Kegiatan olahraga, upacara, perlombaan, permainan kelompok, latihan ekstrakurikuler, hingga aktivitas pembelajaran tertentu dapat dilakukan di area tersebut. Karena melibatkan banyak siswa dan memiliki ruang yang lebih terbuka dibandingkan kelas, kegiatan di lapangan membutuhkan kebiasaan dan sikap yang sedikit berbeda. Siswa tidak hanya dituntut untuk mengikuti kegiatan sesuai arahan, tetapi juga perlu memperhatikan keselamatan, kenyamanan teman, kondisi fasilitas, dan aturan yang berlaku. Suasana yang lebih bebas terkadang membuat siswa mudah terbawa suasana, terutama ketika kegiatan melibatkan permainan atau kompetisi. Karena itu, lapangan dapat menjadi tempat yang baik untuk&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 3","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":8761,"label":"EtikaSiswa"},{"value":7028,"label":"KedisiplinanSiswa"},{"value":11615,"label":"KegiatanLapangan"},{"value":7431,"label":"KegiatanSekolah"},{"value":7492,"label":"KerjaSamaSiswa"},{"value":6875,"label":"PendidikanKarakter"},{"value":8121,"label":"SiswaSekolah"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-4-13.jpg",738,415,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 3","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":9616,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":9616,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3766,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":3766,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":8761,"name":"EtikaSiswa","slug":"etikasiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":8761,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":23,"filter":"raw"},{"term_id":7028,"name":"KedisiplinanSiswa","slug":"kedisiplinansiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":7028,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":137,"filter":"raw"},{"term_id":11615,"name":"KegiatanLapangan","slug":"kegiatanlapangan","term_group":0,"term_taxonomy_id":11615,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":7431,"name":"KegiatanSekolah","slug":"kegiatansekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":7431,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":213,"filter":"raw"},{"term_id":7492,"name":"KerjaSamaSiswa","slug":"kerjasamasiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":7492,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":64,"filter":"raw"},{"term_id":6875,"name":"PendidikanKarakter","slug":"pendidikankarakter","term_group":0,"term_taxonomy_id":6875,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1363,"filter":"raw"},{"term_id":8121,"name":"SiswaSekolah","slug":"siswasekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":8121,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":538,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37878"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37878\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37890,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37878\/revisions\/37890"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}