{"id":37248,"date":"2026-09-15T12:41:09","date_gmt":"2026-09-15T04:41:09","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=37248"},"modified":"2026-09-15T12:41:09","modified_gmt":"2026-09-15T04:41:09","slug":"mengapa-math-day-bisa-membuat-pembelajaran-matematika-siswa-smp-lebih-menarik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/mengapa-math-day-bisa-membuat-pembelajaran-matematika-siswa-smp-lebih-menarik\/","title":{"rendered":"Mengapa Math Day Bisa Membuat Pembelajaran Matematika Siswa SMP Lebih Menarik?"},"content":{"rendered":"<p>Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang cukup dekat dengan kehidupan siswa SMP. Hampir setiap hari siswa berhadapan dengan angka, perhitungan, pola, pengukuran, maupun persoalan yang membutuhkan kemampuan berpikir logis. Meskipun demikian, tidak semua siswa langsung merasa nyaman dengan matematika. Sebagian anak mungkin menikmati proses mencari jawaban, sementara sebagian lainnya justru merasa kesulitan ketika berhadapan dengan rumus dan soal yang panjang. Perbedaan pengalaman tersebut membuat cara penyampaian pembelajaran menjadi hal yang penting.<\/p>\n<p>Salah satu kegiatan yang dapat memberikan pengalaman berbeda adalah <strong>Math Day<\/strong>. SMP Al Ma\u2019soem Bandung mencantumkan Math Day sebagai salah satu kegiatan kokurikuler sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program yang juga mencakup Cooking Day, Expression Day, Moeslim Day dan Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, serta Bulan Bahasa &amp; Sumpah Pemuda. Kehadiran Math Day menunjukkan bahwa matematika mendapatkan ruang dalam kegiatan sekolah yang lebih beragam, tidak hanya melalui pembelajaran rutin di kelas.<\/p>\n<h2>Matematika Tidak Selalu Harus Berupa Soal di Buku<\/h2>\n<p>Ketika mendengar kata matematika, sebagian siswa mungkin langsung membayangkan rumus, angka, dan lembar soal. Padahal, matematika juga berkaitan dengan kemampuan menemukan pola, memecahkan masalah, memperkirakan sesuatu, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi. Kemampuan tersebut dapat muncul dalam berbagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Math Day menjadi menarik karena memberikan kesempatan untuk melihat matematika dari sudut pandang yang berbeda. Meskipun materi sekolah tidak menjelaskan secara rinci mengenai bentuk kegiatan Math Day, jadwal, jenis perlombaan, atau metode yang digunakan, keberadaannya sebagai kokurikuler dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar matematika yang lebih bervariasi.<\/p>\n<p>Bagi siswa, variasi tersebut dapat membantu mengurangi kesan bahwa matematika hanya berkaitan dengan mengerjakan soal. Anak dapat mulai melihat bahwa kemampuan berhitung dan berpikir logis juga dapat digunakan untuk memahami berbagai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan.<\/p>\n<h2>Apa Hubungan Matematika dengan Kemampuan Berpikir Logis?<\/h2>\n<p>Matematika mempunyai hubungan erat dengan proses berpikir yang sistematis. Ketika menyelesaikan soal, siswa tidak hanya mencari angka terakhir sebagai jawaban, tetapi juga perlu memahami informasi yang diberikan, menentukan langkah, dan memeriksa apakah hasilnya masuk akal.<\/p>\n<p>Proses tersebut melatih siswa untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Mereka belajar memecah sebuah persoalan menjadi bagian yang lebih kecil agar lebih mudah dipahami. Kebiasaan tersebut dapat berguna di luar mata pelajaran matematika karena banyak persoalan kehidupan juga membutuhkan cara berpikir yang terstruktur.<\/p>\n<p>Kegiatan seperti Math Day dapat menjadi salah satu kesempatan untuk membawa pengalaman tersebut ke dalam aktivitas yang berbeda. Jika kegiatan dikemas dalam bentuk tantangan atau permainan edukatif, siswa dapat merasakan bahwa proses berpikir untuk menemukan solusi juga dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan. Namun, bentuk tersebut merupakan contoh kemungkinan kegiatan dan bukan rincian resmi Math Day SMP Al Ma\u2019soem yang tercantum dalam brosur.<\/p>\n<h2>Math Day dan Pengembangan Minat Akademik<\/h2>\n<p>Tidak semua siswa mempunyai minat akademik yang sama. Ada yang lebih menyukai bahasa, sains, olahraga, seni, atau bidang lainnya. Sebagian siswa mungkin mempunyai ketertarikan khusus terhadap matematika dan senang menghadapi soal yang membutuhkan tantangan lebih tinggi.<\/p>\n<p>SMP Al Ma\u2019soem juga mencantumkan <strong>Peminatan Olimpiade<\/strong> sebagai salah satu program sekolah. Program tersebut menjadi pilihan yang menarik bagi siswa yang memiliki ketertarikan terhadap tantangan akademik, meskipun materi sekolah tidak menjelaskan secara spesifik cabang olimpiade apa saja yang tersedia.<\/p>\n<p>Math Day dan peminatan Olimpiade merupakan dua program yang berbeda. Math Day tercantum sebagai kegiatan kokurikuler, sedangkan peminatan Olimpiade merupakan program tersendiri. Keduanya dapat memberikan pengalaman akademik yang berbeda bagi siswa yang tertarik dengan matematika, tetapi mekanisme hubungan antara kedua program tersebut tidak dijelaskan dalam materi sekolah.<\/p>\n<h2>Belajar dari Kesalahan Saat Menyelesaikan Masalah<\/h2>\n<p>Matematika juga mengajarkan siswa bahwa mendapatkan jawaban yang salah bukan berarti proses belajar berhenti. Kesalahan dapat menjadi kesempatan untuk melihat kembali langkah yang dilakukan. Siswa dapat mencari bagian mana yang keliru dan mencoba cara lain untuk mendapatkan hasil yang benar.<\/p>\n<p>Kebiasaan tersebut dapat mendukung karakter tangguh yang menjadi bagian dari gambaran pendidikan SMP Al Ma\u2019soem. Sekolah menampilkan tujuan membentuk generasi yang takwa, disiplin, tangguh, memiliki akhlak, jujur, bermanfaat, cerdas, adaptif, dan mandiri.<\/p>\n<p>Dalam pembelajaran matematika, ketangguhan dapat terlihat ketika siswa tetap mencoba meskipun soal pertama belum berhasil diselesaikan. Anak belajar bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan. Hal ini juga dapat membantu mengubah pandangan bahwa seseorang harus langsung pintar agar bisa menyukai matematika.<\/p>\n<h2>Mengapa Aktivitas Kelompok Bisa Membantu?<\/h2>\n<p>Matematika memang sering dikerjakan secara individual, tetapi proses belajar juga dapat dilakukan bersama. Ketika siswa bekerja dalam kelompok, mereka dapat membandingkan cara berpikir dan melihat bahwa satu persoalan mungkin mempunyai lebih dari satu pendekatan.<\/p>\n<p>Diskusi juga membuat siswa belajar menjelaskan alasan di balik jawabannya. Seorang siswa mungkin menemukan hasil yang benar, tetapi ketika diminta menjelaskan prosesnya, ia perlu menyusun pemikiran secara lebih teratur. Kemampuan menjelaskan seperti ini dapat membantu memperkuat pemahaman.<\/p>\n<p>Jika Math Day menggunakan kegiatan kelompok, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran sosial. Namun, karena brosur sekolah tidak merinci format pelaksanaan Math Day, kegiatan kelompok tidak dapat disebut sebagai bagian resmi dari program tersebut tanpa informasi tambahan dari pihak sekolah.<\/p>\n<h2>Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari<\/h2>\n<p>Salah satu cara membuat matematika terasa dekat dengan siswa adalah menghubungkannya dengan situasi sehari-hari. Konsep angka dan perhitungan sebenarnya dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan sederhana, seperti menghitung uang, mengatur waktu, membaca ukuran, memperkirakan jarak, atau membandingkan jumlah.<\/p>\n<p>Pengalaman tersebut membantu siswa memahami bahwa matematika bukan sesuatu yang hanya digunakan ketika mengerjakan ujian. Kemampuan berhitung dan berpikir logis dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih terukur.<\/p>\n<p>Contohnya, ketika siswa mengatur jadwal kegiatan, mereka perlu memperkirakan berapa lama waktu yang tersedia. Saat melakukan aktivitas memasak, terdapat ukuran bahan dan perbandingan yang perlu diperhatikan. Bahkan ketika mengikuti olahraga, siswa dapat berhadapan dengan skor, waktu, jarak, atau perhitungan tertentu.<\/p>\n<p>Menariknya, SMP Al Ma\u2019soem juga mempunyai <strong>Cooking Day<\/strong> dan <strong>Sport Day<\/strong> sebagai bagian dari kokurikuler. Meskipun tidak ada keterangan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut secara resmi diintegrasikan dengan materi matematika, berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa dapat hadir dalam banyak bentuk.<\/p>\n<h2>Fasilitas Laboratorium Komputer Mendukung Keterampilan Numerik<\/h2>\n<p>SMP Al Ma\u2019soem mencantumkan <strong>Laboratorium Komputer<\/strong> sebagai salah satu fasilitas sekolah. Selain itu, terdapat laboratorium Biologi, Fisika, Kimia, dan Bahasa. Fasilitas tersebut menunjukkan adanya sarana yang mendukung kegiatan pembelajaran dalam berbagai bidang.<\/p>\n<p>Matematika juga mempunyai hubungan dengan teknologi dan sains. Siswa yang mempunyai kemampuan matematika dapat menggunakan keterampilan tersebut untuk memahami data, pola, pengukuran, dan berbagai konsep yang muncul dalam bidang lain. Namun, brosur sekolah tidak menjelaskan secara khusus bagaimana Laboratorium Komputer digunakan untuk pembelajaran matematika.<\/p>\n<p>Karena itu, manfaat fasilitas tersebut perlu dipahami secara proporsional. Keberadaan Laboratorium Komputer merupakan fasilitas sekolah, sedangkan penggunaan spesifiknya dalam kegiatan matematika membutuhkan informasi lebih lanjut dari sekolah.<\/p>\n<h2>Math Day Dapat Menjadi Ruang untuk Siswa yang Menyukai Tantangan<\/h2>\n<p>Siswa yang menyukai matematika biasanya menikmati persoalan yang membutuhkan strategi. Bagi mereka, kegiatan yang memberikan tantangan dapat menjadi pengalaman yang menarik. Tantangan tidak selalu harus berupa soal yang sangat sulit, tetapi dapat berupa persoalan yang membutuhkan cara berpikir berbeda.<\/p>\n<p>Ketika siswa menghadapi tantangan, mereka belajar membuat strategi. Jika strategi pertama tidak berhasil, mereka dapat mencoba pendekatan lain. Proses ini membantu anak memahami bahwa pemecahan masalah bukan sekadar mengingat rumus, tetapi juga membutuhkan kreativitas dalam menentukan langkah.<\/p>\n<p>Hal tersebut sejalan dengan konsep Future Skills yang ditampilkan SMP Al Ma\u2019soem. Materi sekolah menempatkan Future Skills bersama karakter cerdas, adaptif, dan mandiri. Kemampuan menghadapi masalah secara sistematis dapat menjadi salah satu pengalaman yang mendukung perkembangan keterampilan tersebut.<\/p>\n<h2>Tidak Semua Siswa Harus Menjadi Juara Matematika<\/h2>\n<p>Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan akademik adalah tidak menjadikan prestasi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Siswa mempunyai kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Ada anak yang cepat memahami konsep matematika, sementara yang lain membutuhkan lebih banyak latihan.<\/p>\n<p>Math Day dapat dipandang sebagai kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman, bukan hanya mengejar kemenangan. Anak yang belum mendapatkan hasil terbaik tetap dapat memperoleh manfaat dari proses mencoba, bekerja sama, dan menyelesaikan tantangan.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut juga dapat membantu siswa membangun hubungan yang lebih sehat dengan pembelajaran. Mereka tidak harus merasa bahwa matematika hanya menyenangkan ketika mendapatkan nilai sempurna. Proses memahami materi dan melihat perkembangan kemampuan diri juga merupakan bagian dari keberhasilan belajar.<\/p>\n<h2>Hubungan Math Day dengan Kepercayaan Diri<\/h2>\n<p>Kepercayaan diri dalam bidang akademik dapat tumbuh ketika siswa menyadari bahwa dirinya mampu menyelesaikan sesuatu yang sebelumnya dianggap sulit. Pengalaman kecil seperti berhasil memahami konsep atau menyelesaikan persoalan dapat memberikan motivasi untuk mencoba tantangan berikutnya.<\/p>\n<p>Jika kegiatan matematika dilakukan dengan suasana yang positif, siswa dapat melihat kemampuan mereka secara lebih objektif. Mereka dapat mengetahui bagian yang sudah dikuasai dan bagian yang masih membutuhkan latihan.<\/p>\n<p>Bagi siswa yang sebelumnya menganggap matematika sebagai pelajaran sulit, pengalaman belajar yang berbeda dapat membantu mengubah persepsi. Mereka mungkin mulai menemukan cara belajar yang lebih cocok dan menyadari bahwa kesulitan dalam satu topik bukan berarti tidak mampu memahami matematika secara keseluruhan.<\/p>\n<h2>Peran Guru dalam Membantu Siswa Menikmati Matematika<\/h2>\n<p>Guru mempunyai peran besar dalam membangun suasana belajar matematika. Materi yang sama dapat terasa berbeda tergantung bagaimana siswa mendapatkan pengalaman mempelajarinya. Penjelasan yang jelas, contoh yang dekat dengan kehidupan, latihan bertahap, dan kesempatan berdiskusi dapat membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik.<\/p>\n<p>Kegiatan kokurikuler seperti Math Day juga dapat menjadi pelengkap pengalaman pembelajaran. Siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan matematika melalui konteks yang berbeda dari pembelajaran reguler. Namun, bentuk dan metode pelaksanaan Math Day di SMP Al Ma\u2019soem tidak dirinci dalam brosur, sehingga guru dan pihak sekolah tentu menjadi sumber informasi yang lebih tepat mengenai program tersebut.<\/p>\n<p>Yang terpenting, siswa perlu merasa bahwa matematika adalah kemampuan yang dapat dilatih. Mereka tidak harus langsung memahami seluruh materi. Dengan latihan dan pendampingan, kemampuan dapat berkembang secara bertahap.<\/p>\n<h2>Orang Tua Dapat Membantu dari Rumah<\/h2>\n<p>Dukungan orang tua juga dapat membuat pengalaman belajar matematika menjadi lebih positif. Orang tua tidak harus selalu memberikan soal tambahan dalam jumlah banyak. Mereka dapat mengajak anak melihat penggunaan matematika dalam aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Misalnya, anak dapat dilibatkan ketika menghitung pengeluaran sederhana, mengatur waktu, membaca ukuran, atau membuat perbandingan. Aktivitas tersebut dapat membantu anak melihat bahwa matematika mempunyai fungsi praktis.<\/p>\n<p>Ketika anak mengalami kesulitan, orang tua juga dapat membantu dengan menghindari label seperti \u201ctidak pintar matematika\u201d. Sebaliknya, anak dapat diarahkan untuk melihat kesulitan sebagai bagian dari proses belajar. Dukungan seperti ini dapat membantu menjaga motivasi anak agar tidak mudah menyerah.<\/p>\n<h2>Math Day dalam Lingkungan Pendidikan yang Holistik<\/h2>\n<p>SMP Al Ma\u2019soem mencantumkan <strong>Kurikulum Holistik<\/strong> sebagai bagian dari program pendidikannya. Selain itu, terdapat berbagai kegiatan yang mencakup bidang akademik, keagamaan, bahasa, olahraga, kreativitas, budaya, dan pengenalan karier. Dalam lingkungan seperti ini, Math Day menjadi salah satu kegiatan yang memberikan perhatian terhadap kemampuan numerik dan logika.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut dapat melengkapi pengalaman siswa yang tidak hanya berfokus pada satu jenis kemampuan. Siswa yang menyukai matematika dapat menemukan ruang untuk mengembangkan minatnya, sedangkan siswa lain dapat mengenal matematika melalui aktivitas yang lebih beragam.<\/p>\n<p>Dengan adanya Math Day sebagai bagian dari kokurikuler, matematika memperoleh tempat di luar rutinitas pembelajaran biasa. Bagi siswa SMP, pengalaman semacam ini dapat membantu membangun rasa ingin tahu, keberanian mencoba, kemampuan memecahkan masalah, serta pemahaman bahwa matematika tidak hanya terdiri dari angka dan rumus, tetapi juga merupakan cara untuk melatih pola pikir yang teratur dan logis.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang cukup dekat dengan kehidupan siswa SMP. Hampir setiap hari siswa berhadapan dengan angka, perhitungan, pola, pengukuran, maupun persoalan yang membutuhkan kemampuan berpikir logis. Meskipun demikian, tidak semua siswa langsung merasa nyaman dengan matematika. Sebagian anak mungkin menikmati proses mencari jawaban, sementara sebagian lainnya justru merasa kesulitan ketika berhadapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":34251,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Mengapa Math Day Bisa Membuat Pembelajaran Matematika Siswa SMP Lebih Menarik? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang cukup dekat dengan kehidupan siswa SMP. Hampir setiap hari siswa berhadapan dengan angka, perhitungan, pola, p"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[7247,8560,6863],"class_list":["post-37248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-kegiatansiswa","tag-pembelajaranmatematika","tag-smpalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48-18x12.jpg",18,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang cukup dekat dengan kehidupan siswa SMP. Hampir setiap hari siswa berhadapan dengan angka, perhitungan, pola, pengukuran, maupun persoalan yang membutuhkan kemampuan berpikir logis. Meskipun demikian, tidak semua siswa langsung merasa nyaman dengan matematika. Sebagian anak mungkin menikmati proses mencari jawaban, sementara sebagian lainnya justru merasa kesulitan ketika berhadapan dengan rumus dan soal yang panjang. Perbedaan pengalaman tersebut membuat cara penyampaian pembelajaran menjadi hal yang penting. Salah satu kegiatan yang dapat memberikan pengalaman berbeda adalah Math Day. SMP Al Ma\u2019soem Bandung mencantumkan Math Day sebagai salah satu kegiatan kokurikuler sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 6","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":7247,"label":"KegiatanSiswa"},{"value":8560,"label":"pembelajaranmatematika"},{"value":6863,"label":"smpalmasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 6","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":9936,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":9936,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3852,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":3852,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7247,"name":"KegiatanSiswa","slug":"kegiatansiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":7247,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":79,"filter":"raw"},{"term_id":8560,"name":"pembelajaranmatematika","slug":"pembelajaranmatematika","term_group":0,"term_taxonomy_id":8560,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":15,"filter":"raw"},{"term_id":6863,"name":"smpalmasoem","slug":"smpalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":6863,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":949,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37248"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37251,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37248\/revisions\/37251"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}