{"id":36371,"date":"2026-09-15T06:31:21","date_gmt":"2026-09-14T22:31:21","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=36371"},"modified":"2026-09-15T06:31:23","modified_gmt":"2026-09-14T22:31:23","slug":"bagaimana-sma-al-masoem-memadukan-pendidikan-dan-kedisiplinan-dalam-pembelajaran-pesantren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-sma-al-masoem-memadukan-pendidikan-dan-kedisiplinan-dalam-pembelajaran-pesantren\/","title":{"rendered":"Bagaimana SMA Al Ma\u2019soem Memadukan Pendidikan dan Kedisiplinan dalam Pembelajaran Pesantren?"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan di tingkat SMA bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana siswa membangun karakter, kemandirian, akhlak, dan kedisiplinan sebagai bekal menghadapi masa depan. Konsep tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan di SMA Al Ma\u2019soem. Melalui konsep Full Day &amp; Boarding School, SMA Al Ma\u2019soem memadukan pendidikan akademik dengan pembelajaran pesantren sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk tahun ajaran 2027\u20132028, SMA Al Ma\u2019soem membawa semangat \u201cUnggul Dalam Prestasi, Berakhlakul Karimah dan Berdisiplin\u201d. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui pembentukan karakter CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR menggambarkan pribadi yang takwa, disiplin, dan tangguh. BAGEUR berarti memiliki akhlak, jujur, dan mampu memberikan manfaat. Sementara itu, PINTER menggambarkan siswa yang cerdas, adaptif, dan mandiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pendidikan Akademik dan Karakter Berjalan Bersamaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu cara SMA Al Ma\u2019soem memadukan pendidikan dan kedisiplinan adalah dengan tidak memisahkan pencapaian akademik dari pembentukan karakter. Program pendidikan yang ditawarkan mencakup Kurikulum Merdeka, Kelas Internasional, Program Sukses PTN, kelas interaktif, serta dukungan native teacher. Dengan demikian, siswa memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran yang dinamis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, sekolah juga menempatkan nilai agama dan kedisiplinan sebagai bagian dari kehidupan siswa. Program Tahfidz minimal tiga juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama menjadi bagian dari kegiatan yang dirancang untuk membangun kebiasaan positif. Artinya, pembelajaran keagamaan tidak hanya disampaikan sebagai materi di kelas, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pola tersebut membuat siswa belajar bahwa disiplin bukan sekadar menaati aturan sekolah. Disiplin juga berkaitan dengan kemampuan mengatur waktu, menjalankan kewajiban, mengikuti kegiatan secara konsisten, serta bertanggung jawab terhadap target yang telah ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Pembelajaran Pesantren Diterapkan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran pesantren di SMA Al Ma\u2019soem memiliki sejumlah materi keagamaan yang mendukung pembentukan karakter siswa. Berdasarkan informasi program pendidikan, pembelajaran pesantren mencakup Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, Bahasa Arab, dan materi lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi tersebut memberikan keseimbangan antara pemahaman keagamaan dan pembentukan perilaku. Al Quran dan Tahfidz membantu siswa membangun kedekatan dengan Al Quran, sedangkan Fiqih Ibadah memberikan pemahaman mengenai praktik ibadah. Aqidah Akhlaq menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan perilaku, sementara Bahasa Arab dan Kitab Kuning memperluas pembelajaran keislaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan adanya berbagai materi tersebut, pendidikan pesantren dapat berjalan berdampingan dengan pendidikan akademik SMA. Siswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki dasar nilai yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Disiplin Dibangun Melalui Kebiasaan Sehari-hari<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedisiplinan akan lebih mudah terbentuk apabila diterapkan melalui kebiasaan. Konsep inilah yang terlihat dalam program SMA Al Ma\u2019soem. Kegiatan seperti shalat wajib berjamaah dan Dhuha bersama memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun rutinitas ibadah secara teratur. Program Tahfidz juga membutuhkan konsistensi karena pencapaian target hafalan tidak dapat dilakukan secara instan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi siswa boarding, pembentukan kebiasaan tersebut berlangsung dalam lingkungan pondok. Fasilitas pesantren mencakup pondok putra dan putri yang terpisah, kamar berkapasitas empat sampai enam orang dengan kamar mandi di dalam, laundry dan catering, keamanan 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lingkungan seperti ini mendukung siswa untuk belajar hidup lebih teratur dan mandiri. Kehidupan boarding membuat aktivitas pendidikan tidak berhenti ketika jam pelajaran sekolah selesai. Siswa tetap berada dalam lingkungan pendidikan yang memungkinkan pembiasaan, interaksi, serta pengembangan tanggung jawab berlangsung lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tidak Ada Jam Kosong, Waktu Belajar Lebih Terarah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu informasi yang menjadi ciri khusus SMA Al Ma\u2019soem adalah konsep tidak adanya jam kosong. Wali kelas juga memiliki otonomi, sedangkan kegiatan tambahan seperti wisata dan kunjungan ilmiah bersifat sukarela. Ekstrakurikuler juga dibuat variatif dengan ketentuan siswa wajib memilih minimal satu kegiatan ekstrakurikuler.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep tidak adanya jam kosong dapat membantu siswa memanfaatkan waktu secara lebih terarah. Dalam konteks pendidikan dan kedisiplinan, waktu menjadi salah satu unsur penting. Siswa belajar bahwa setiap bagian dari hari memiliki aktivitas yang perlu dijalankan dengan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan di luar pelajaran akademik. Dengan kewajiban memilih minimal satu ekstrakurikuler, siswa mendapatkan pengalaman mengelola komitmen terhadap kegiatan yang dipilih.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sistem Kedisiplinan Menggunakan Poin, Bukan Hukuman Fisik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedisiplinan di SMA Al Ma\u2019soem juga diterapkan melalui sistem yang tegas tanpa menggunakan sanksi fisik. Dalam informasi program sekolah disebutkan bahwa tidak ada sanksi fisik, tetapi terdapat sistem poin. Beberapa pelanggaran berat, seperti narkoba, asusila, tindakan kriminal, mencontek, dan menjadi pemukul pertama, disebut mendapatkan sanksi langsung tanpa tahapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan memiliki batas yang jelas. Siswa diberikan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan mereka, tetapi tetap terdapat konsekuensi terhadap perilaku yang melanggar aturan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem seperti ini juga dapat membantu siswa memahami hubungan antara tindakan dan tanggung jawab. Disiplin bukan berarti memberikan hukuman secara fisik, melainkan menciptakan aturan yang jelas dan konsekuensi yang dapat dipahami oleh siswa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kemandirian Menjadi Bagian dari Pendidikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembentukan karakter mandiri juga menjadi bagian dari pendekatan SMA Al Ma\u2019soem. Hal tersebut terlihat dari adanya Tes Kemandirian dan Tes Bidang Keagamaan dalam program sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam lingkungan boarding, kemandirian menjadi semakin relevan karena siswa menjalani kehidupan pendidikan sekaligus kehidupan pesantren. Mereka berada dalam lingkungan yang memiliki aturan, jadwal, dan berbagai kegiatan yang perlu diikuti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemandirian bukan berarti siswa dibiarkan berjalan sendiri. Sebaliknya, siswa berada dalam sistem yang terarah sehingga secara bertahap dapat belajar bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Lingkungan tersebut dapat menjadi sarana bagi siswa untuk belajar mengatur kebutuhan, waktu, kegiatan belajar, ibadah, dan aktivitas lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penghargaan untuk Mendorong Motivasi Siswa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menerapkan aturan dan kedisiplinan, SMA Al Ma\u2019soem juga menyediakan bentuk penghargaan. Dalam program yang ditawarkan terdapat Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, penghargaan Muadzin, Khatam Qur&#8217;an, serta bebas DOP bagi siswa berprestasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adanya penghargaan memberikan pendekatan yang seimbang. Pendidikan karakter tidak hanya berbicara mengenai larangan dan konsekuensi, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap siswa yang menunjukkan pencapaian atau perilaku positif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program seperti Santri of The Month, misalnya, dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap kehidupan siswa sebagai santri. Sementara itu, penghargaan yang berkaitan dengan Tahfidz dan Khatam Qur&#8217;an menunjukkan bahwa pencapaian dalam bidang keagamaan juga mendapatkan perhatian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Full Day dan Boarding Memperluas Lingkungan Pendidikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep Full Day &amp; Boarding School membuat pendidikan SMA Al Ma\u2019soem memiliki lingkungan pembelajaran yang lebih luas. Pada satu sisi, siswa mengikuti pendidikan formal dengan Kurikulum Merdeka dan berbagai program akademik. Pada sisi lainnya, siswa dapat mengikuti pembelajaran pesantren dengan materi Al Quran, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas sekolah, seperti masjid, dome, ruang konselor, ruang seminar, ruang multimedia, reading corner, sarana olahraga, laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia dan bahasa, hingga klinik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fasilitas tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan dirancang tidak hanya berpusat pada satu jenis pembelajaran. Siswa memiliki ruang untuk belajar akademik, keagamaan, olahraga, pengembangan diri, maupun aktivitas lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana dengan Kelas Internasional?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep pendidikan SMA Al Ma\u2019soem juga memiliki pilihan Kelas Internasional. Program tersebut menggunakan Cambridge curriculum dan dirancang dengan fokus pada kemampuan bahasa Inggris, keunggulan akademik, serta nilai moral. Materinya mencakup pembelajaran interaktif dan purposeful, integrated syllabus, pengembangan kemampuan bahasa inti, serta topik yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Kelas Internasional juga menawarkan pembelajaran bilingual dalam bahasa Indonesia dan Inggris, integrated curriculum yang menggabungkan Intensive English Course dan standar Cambridge, native English teacher, serta extended English learning hours.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini memperlihatkan bahwa penguatan pendidikan agama dan karakter dapat berjalan berdampingan dengan orientasi pendidikan internasional. Siswa tetap diarahkan memiliki nilai moral yang kuat sekaligus memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris dan akademik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Membangun Generasi CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, perpaduan pendidikan dan kedisiplinan di SMA Al Ma\u2019soem dapat dilihat dari tujuan pembentukan generasi CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR menekankan takwa, disiplin, dan ketangguhan. BAGEUR menekankan akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan. PINTER menekankan kecerdasan, kemampuan adaptasi, dan kemandirian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga nilai tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik. Siswa juga perlu memiliki karakter yang baik, mampu menjalankan tanggung jawab, memiliki kedisiplinan, dan dapat beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui perpaduan pendidikan formal, pembelajaran pesantren, pembiasaan ibadah, kegiatan Tahfidz, kehidupan boarding, ekstrakurikuler, sistem poin, serta penghargaan terhadap pencapaian siswa, SMA Al Ma\u2019soem berusaha membangun lingkungan pendidikan yang menyatukan prestasi dengan karakter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan bagaimana SMA Al Ma\u2019soem memadukan pendidikan dan kedisiplinan dalam pembelajaran pesantren dapat dilihat dari keseluruhan sistemnya. Pendidikan akademik tetap menjadi bagian utama, tetapi berjalan bersama pendidikan agama dan pembentukan karakter. Kedisiplinan tidak hanya disampaikan sebagai teori, melainkan dibangun melalui rutinitas, aturan, tanggung jawab, kehidupan boarding, dan kegiatan pembelajaran yang terarah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya SMA Al Ma\u2019soem untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kemandirian, ketangguhan, dan kedisiplinan. Dengan perpaduan tersebut, pendidikan pesantren dapat menjadi bagian integral dari perjalanan siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi pendidikan tinggi maupun kehidupan di masa depan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan di tingkat SMA bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana siswa membangun karakter, kemandirian, akhlak, dan kedisiplinan sebagai bekal menghadapi masa depan. Konsep tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan di SMA Al Ma\u2019soem. Melalui konsep Full Day &amp; Boarding School, SMA Al Ma\u2019soem memadukan pendidikan akademik dengan pembelajaran pesantren sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":24230,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana SMA Al Ma\u2019soem Memadukan Pendidikan dan Kedisiplinan dalam Pembelajaran Pesantren? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Pendidikan di tingkat SMA bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana siswa membangun karakter, kemandirian, akhlak, dan kedisiplinan"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":7081,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[7008,36,7081],"class_list":["post-36371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-boardingschool","tag-pesantren","tag-smaalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PSAM-shalat-1-2.jpg",1920,1440,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PSAM-shalat-1-2-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PSAM-shalat-1-2-300x225.jpg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PSAM-shalat-1-2-768x576.jpg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PSAM-shalat-1-2-1024x768.jpg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PSAM-shalat-1-2-1536x1152.jpg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PSAM-shalat-1-2.jpg",1920,1440,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PSAM-shalat-1-2-16x12.jpg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Pendidikan di tingkat SMA bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana siswa membangun karakter, kemandirian, akhlak, dan kedisiplinan sebagai bekal menghadapi masa depan. Konsep tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan pendidikan di SMA Al Ma\u2019soem. Melalui konsep Full Day &amp; Boarding School, SMA Al Ma\u2019soem memadukan pendidikan akademik dengan pembelajaran pesantren sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh. Untuk tahun ajaran 2027\u20132028, SMA Al Ma\u2019soem membawa semangat \u201cUnggul Dalam Prestasi, Berakhlakul Karimah dan Berdisiplin\u201d. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui pembentukan karakter CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR menggambarkan pribadi yang takwa, disiplin, dan tangguh. BAGEUR berarti memiliki&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 4","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":7008,"label":"BoardingSchool"},{"value":36,"label":"pesantren"},{"value":7081,"label":"smaalmasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PSAM-shalat-1-2-1024x768.jpg",1024,768,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 4","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":9953,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":9953,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3956,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":3956,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7008,"name":"BoardingSchool","slug":"boardingschool","term_group":0,"term_taxonomy_id":7008,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":519,"filter":"raw"},{"term_id":36,"name":"pesantren","slug":"pesantren","term_group":0,"term_taxonomy_id":36,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":111,"filter":"raw"},{"term_id":7081,"name":"smaalmasoem","slug":"smaalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":7081,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":779,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36371"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36374,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36371\/revisions\/36374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}