{"id":36359,"date":"2026-09-15T00:14:15","date_gmt":"2026-09-14T16:14:15","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=36359"},"modified":"2026-09-15T00:14:20","modified_gmt":"2026-09-14T16:14:20","slug":"bagaimana-sma-al-masoem-memadukan-pendidikan-dan-kedisiplinan-dari-sisi-pembelajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-sma-al-masoem-memadukan-pendidikan-dan-kedisiplinan-dari-sisi-pembelajaran\/","title":{"rendered":"Bagaimana SMA Al Ma\u2019soem memadukan pendidikan dan kedisiplinan dari sisi pembelajaran?"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan di jenjang SMA tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik. Pada tahap ini, siswa juga perlu membangun karakter, kemandirian, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, serta kebiasaan disiplin yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun menghadapi kehidupan di masa depan. Karena itu, lingkungan sekolah yang mampu memadukan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter menjadi salah satu pertimbangan penting bagi orang tua dan calon siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SMA Al Ma\u2019soem hadir dengan konsep <strong>Full Day &amp; Boarding School<\/strong> dan membawa visi untuk membentuk generasi yang \u201cUnggul Dalam Prestasi, Berakhlakul Karimah dan Berdisiplin\u201d. Konsep tersebut menunjukkan bahwa prestasi akademik tidak dipisahkan dari pembentukan karakter. Dalam materi penerimaan siswa tahun ajaran 2027\u20132028, SMA Al Ma\u2019soem juga menekankan tiga karakter utama yang ingin dibentuk, yaitu <strong>CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER<\/strong>. CAGEUR mencakup sikap takwa, disiplin, dan tangguh; BAGEUR berkaitan dengan akhlak, kejujuran, dan kebermanfaatan; sedangkan PINTER mencakup kecerdasan, kemampuan beradaptasi, dan kemandirian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, bagaimana perpaduan antara pendidikan dan kedisiplinan tersebut diterapkan dari sisi pembelajaran?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pembelajaran tidak hanya mengejar nilai akademik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu dasar pendekatan SMA Al Ma\u2019soem adalah memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga membentuk kebiasaan positif siswa. Sekolah mencantumkan <strong>Kurikulum Merdeka<\/strong>, kelas interaktif, program sukses PTN, kelas internasional, native teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik sebagai bagian dari program pendidikannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberadaan Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi pembelajaran yang lebih beragam. Sementara itu, kelas interaktif menunjukkan adanya perhatian terhadap proses belajar agar siswa tidak hanya menjadi penerima informasi secara pasif. Pembelajaran yang aktif dapat membantu siswa memahami materi sekaligus melatih keterlibatan, tanggung jawab, dan kemampuan mengikuti proses belajar secara teratur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedisiplinan dalam konteks ini bukan semata-mata mengenai kepatuhan terhadap aturan. Disiplin juga dapat dibangun melalui kebiasaan mengikuti kegiatan pembelajaran, menyelesaikan tanggung jawab akademik, mengikuti jadwal, serta berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tidak ada jam kosong, waktu belajar diarahkan secara produktif<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu hal yang secara khusus disebutkan dalam materi SMA Al Ma\u2019soem adalah <strong>\u201ctidak ada jam kosong\u201d<\/strong>. Sekolah juga memberikan otonomi kepada wali kelas dalam pengelolaan kelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep tersebut berkaitan erat dengan pembentukan disiplin dari sisi pemanfaatan waktu. Ketika waktu sekolah dikelola secara terarah, siswa memiliki kesempatan untuk menjalani aktivitas yang berkaitan dengan pendidikan secara lebih konsisten. Waktu di lingkungan sekolah tidak sekadar menunggu pergantian pelajaran, tetapi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi siswa SMA, kemampuan mengelola waktu merupakan salah satu bentuk kedisiplinan yang penting. Kebiasaan mengikuti kegiatan sesuai jadwal dapat membantu siswa memahami bahwa setiap aktivitas memiliki waktu dan tanggung jawabnya masing-masing. Dengan demikian, kedisiplinan tidak hanya disampaikan dalam bentuk nasihat, tetapi dibangun melalui rutinitas yang dijalani dalam keseharian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelas interaktif menjadi bagian dari proses pendidikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SMA Al Ma\u2019soem juga menawarkan <strong>kelas interaktif<\/strong> sebagai salah satu keunggulan program pendidikannya. Selain itu, fasilitas yang mendukung proses pembelajaran mencakup ruang multimedia, ruang seminar, studio mini dan podcast, reading corner, serta laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia, dan bahasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fasilitas tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar dengan berbagai pendekatan. Pembelajaran tidak harus selalu berlangsung melalui metode ceramah di dalam kelas. Siswa dapat memanfaatkan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan akademik dan pengembangan kemampuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi kedisiplinan, penggunaan fasilitas pendidikan juga dapat menjadi sarana melatih tanggung jawab. Siswa belajar bahwa fasilitas sekolah merupakan bagian dari lingkungan pendidikan yang perlu digunakan dengan baik. Kegiatan belajar dengan sarana yang beragam juga dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Olahraga dilakukan secara langsung melalui praktik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran di SMA Al Ma\u2019soem juga memberikan perhatian terhadap kegiatan praktik. Materi sekolah menyebutkan bahwa <strong>pelajaran olahraga langsung praktik<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan praktik membuat siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara teori, tetapi juga menerapkannya secara langsung. Dalam kegiatan olahraga, misalnya, siswa perlu mengikuti instruksi, memahami aturan, menjaga keteraturan kegiatan, dan menyelesaikan aktivitas sesuai arahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan semacam ini dapat menjadi bagian dari pendidikan kedisiplinan karena siswa belajar menerapkan aturan dalam situasi nyata. Disiplin menjadi kebiasaan yang dilakukan, bukan hanya konsep yang dipelajari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pendidikan agama terintegrasi dalam kehidupan sekolah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu ciri yang cukup kuat dalam konsep pendidikan SMA Al Ma\u2019soem adalah integrasi pendidikan akademik dengan pembinaan keagamaan. Program <strong>Tahfidz minimal 3 juz<\/strong>, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama menjadi bagian dari program yang ditawarkan sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembiasaan ibadah tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dan kedisiplinan tidak hanya ditempatkan dalam mata pelajaran tertentu. Siswa dibiasakan menjalankan kegiatan keagamaan secara rutin sebagai bagian dari kehidupan sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk program boarding, pembelajaran pesantren juga mencakup <strong>Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan adanya pembelajaran pesantren, pendidikan di lingkungan Al Ma\u2019soem memiliki dimensi akademik dan keagamaan. Kegiatan tersebut dapat mendukung pembentukan sikap yang menjadi bagian dari tujuan sekolah, terutama dalam aspek takwa, akhlak, dan kedisiplinan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kemandirian menjadi bagian dari pembentukan siswa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SMA Al Ma\u2019soem juga mencantumkan <strong>Tes Kemandirian dan Tes Bidang Keagamaan<\/strong> dalam programnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemandirian memiliki hubungan yang erat dengan disiplin. Siswa yang dilatih untuk mandiri akan belajar mengelola berbagai tanggung jawab tanpa selalu bergantung kepada orang lain. Dalam lingkungan pendidikan, hal tersebut dapat berkaitan dengan pengelolaan kegiatan belajar, pelaksanaan tugas, serta kemampuan mengikuti rutinitas sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep boarding juga memberikan lingkungan yang lebih terstruktur bagi siswa. Dalam materi sekolah disebutkan bahwa pondok putra dan putri terpisah, kapasitas kamar empat sampai enam orang dengan kamar mandi di dalam, serta tersedia security 24 jam, CCTV, internet, dan sistem informasi santri berbasis Android.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lingkungan seperti ini mendukung kesinambungan proses pendidikan karena pembentukan kebiasaan siswa tidak hanya berlangsung selama jam pelajaran, tetapi juga dalam kehidupan di lingkungan pesantren.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Disiplin diterapkan tanpa sanksi fisik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal lain yang menarik dari pendekatan SMA Al Ma\u2019soem adalah penerapan kedisiplinan melalui <strong>sistem point<\/strong>, bukan sanksi fisik. Materi sekolah secara jelas menyebutkan bahwa tidak ada sanksi fisik. Untuk pelanggaran tertentu seperti narkoba, asusila, mencontek, kriminal, dan pemukul pertama, sekolah menyatakan adanya sanksi langsung tanpa tahapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini menunjukkan bahwa kedisiplinan memiliki mekanisme dan konsekuensi yang jelas. Siswa diarahkan untuk memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dalam lingkungan sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks pembelajaran, aturan seperti ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung proses pendidikan. Misalnya, larangan mencontek secara tegas berkaitan langsung dengan integritas akademik. Siswa tidak hanya dituntut mendapatkan hasil yang baik, tetapi juga memperoleh hasil tersebut melalui proses yang jujur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, kedisiplinan akademik tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan akhlak yang menjadi bagian dari karakter BAGEUR.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelas internasional menggabungkan standar akademik dan kemampuan bahasa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi siswa yang mengikuti program internasional, SMA Al Ma\u2019soem juga menyediakan <strong>International Class Upper Secondary<\/strong>. Brosur program tersebut menjelaskan bahwa pembelajaran diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki wawasan global, cerdas, dan kompeten melalui pendidikan Upper Secondary berstandar internasional dengan fokus pada kemampuan bahasa Inggris, keunggulan akademik, dan nilai moral yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini menggunakan <strong>Cambridge curriculum<\/strong>, integrated syllabus, pengembangan kemampuan bahasa inti, serta topik pembelajaran yang relevan dan menarik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pelaksanaannya, terdapat pembelajaran bilingual menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, integrated curriculum yang memadukan Intensive English Course\/IEC dengan standar Cambridge, native English teacher, serta extended English learning hours.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa kedisiplinan juga dapat dibangun melalui tuntutan akademik yang terstruktur. Siswa perlu beradaptasi dengan pembelajaran bahasa, mengikuti kegiatan dalam waktu belajar yang lebih luas, dan mengembangkan kemampuan akademik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Guru dan lingkungan belajar mendukung pembentukan kebiasaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembentukan disiplin tidak hanya bergantung pada aturan. Lingkungan pembelajaran dan pendampingan guru juga memiliki peran. Pada kelas internasional, misalnya, tersedia native English teacher, multimedia, in-class computers, student lockers, ruang kelas ber-AC, Smart TV, dan integrated e-learning network.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sarana tersebut menunjukkan adanya lingkungan belajar yang dirancang untuk mendukung aktivitas siswa. Dalam kondisi seperti itu, siswa dapat belajar mengelola berbagai sumber belajar dan teknologi secara bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, di program reguler, keberadaan ruang konselor, laboratorium, reading corner, ruang multimedia, dan berbagai sarana olahraga memberikan pilihan bagi siswa untuk mengembangkan potensi sesuai kebutuhannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi bagian dari pendidikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SMA Al Ma\u2019soem menyediakan ekstrakurikuler yang variatif dan menetapkan bahwa siswa wajib memilih minimal satu kegiatan ekstrakurikuler.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar di luar pembelajaran akademik. Di dalamnya terdapat kesempatan untuk mengembangkan minat, kemampuan bekerja sama, tanggung jawab, dan konsistensi mengikuti kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kewajiban memilih minimal satu ekstrakurikuler, siswa juga mendapatkan pengalaman mengatur waktu antara pembelajaran utama dan aktivitas pengembangan diri. Hal ini sejalan dengan upaya membentuk karakter PINTER yang mencakup kecerdasan, kemampuan adaptasi, dan kemandirian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pendidikan dan kedisiplinan berjalan sebagai satu kesatuan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika melihat keseluruhan program yang ditawarkan, SMA Al Ma\u2019soem memadukan pendidikan dan kedisiplinan melalui beberapa unsur sekaligus. Pertama, terdapat struktur pembelajaran yang mencakup Kurikulum Merdeka, kelas interaktif, dan program pengembangan akademik. Kedua, sekolah mengatur waktu kegiatan secara produktif dengan konsep tidak ada jam kosong. Ketiga, terdapat pembelajaran agama dan pembiasaan ibadah. Keempat, siswa mendapatkan pengalaman praktik melalui olahraga dan berbagai kegiatan pengembangan diri. Kelima, kedisiplinan diperkuat dengan sistem point dan aturan yang jelas.<br>Pada program internasional, pendekatan tersebut diperluas melalui pembelajaran bilingual, Cambridge curriculum, native English teacher, extended English learning hours, serta integrated curriculum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran di SMA Al Ma\u2019soem tidak hanya diarahkan untuk membuat siswa memahami materi pelajaran. Proses pendidikan juga diarahkan untuk membentuk kebiasaan hidup yang teratur, tanggung jawab, kemandirian, akhlak, dan kemampuan beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SMA Al Ma\u2019soem memadukan pendidikan dan kedisiplinan dari sisi pembelajaran melalui lingkungan pendidikan yang terstruktur dan menyeluruh. Konsep <strong>Full Day &amp; Boarding School<\/strong>, Kurikulum Merdeka, kelas interaktif, program sukses PTN, pembelajaran keagamaan, Tahfidz, kegiatan praktik, ekstrakurikuler, serta sistem point menjadi bagian dari pendekatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedisiplinan tidak hanya diposisikan sebagai aturan yang harus ditaati, tetapi juga dibangun melalui rutinitas pembelajaran, pengelolaan waktu, tanggung jawab akademik, kegiatan keagamaan, praktik, dan pengembangan kemandirian. Sementara bagi siswa yang memilih International Class, pengalaman tersebut dilengkapi dengan pembelajaran bilingual, standar Cambridge, native English teacher, serta jam belajar bahasa Inggris yang diperluas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, perpaduan tersebut sejalan dengan karakter yang ingin dibentuk SMA Al Ma\u2019soem, yaitu generasi yang <strong>CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER<\/strong>: memiliki ketakwaan, disiplin dan ketangguhan; memiliki akhlak, kejujuran dan kebermanfaatan; serta cerdas, adaptif dan mandiri. Dengan demikian, pembelajaran menjadi sarana untuk mencapai prestasi sekaligus membangun karakter siswa secara berkelanjutan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan di jenjang SMA tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik. Pada tahap ini, siswa juga perlu membangun karakter, kemandirian, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, serta kebiasaan disiplin yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun menghadapi kehidupan di masa depan. Karena itu, lingkungan sekolah yang mampu memadukan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter menjadi salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":34147,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana SMA Al Ma\u2019soem memadukan pendidikan dan kedisiplinan dari sisi pembelajaran? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Pendidikan di jenjang SMA tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik. Pada tahap ini, siswa juga perlu membangun karakter, kemandirian, tanggung jaw"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":7081,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[7008,6885,7081],"class_list":["post-36359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-boardingschool","tag-fullday","tag-smaalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-36.jpg",623,467,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-36-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-36-300x225.jpg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-36.jpg",623,467,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-36.jpg",623,467,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-36.jpg",623,467,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-36.jpg",623,467,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-36-16x12.jpg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Pendidikan di jenjang SMA tidak hanya berkaitan dengan pencapaian nilai akademik. Pada tahap ini, siswa juga perlu membangun karakter, kemandirian, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, serta kebiasaan disiplin yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun menghadapi kehidupan di masa depan. Karena itu, lingkungan sekolah yang mampu memadukan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter menjadi salah satu pertimbangan penting bagi orang tua dan calon siswa. SMA Al Ma\u2019soem hadir dengan konsep Full Day &amp; Boarding School dan membawa visi untuk membentuk generasi yang \u201cUnggul Dalam Prestasi, Berakhlakul Karimah dan Berdisiplin\u201d. Konsep tersebut menunjukkan bahwa prestasi akademik tidak dipisahkan dari pembentukan karakter. Dalam&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 4","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":7008,"label":"BoardingSchool"},{"value":6885,"label":"fullday"},{"value":7081,"label":"smaalmasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-36.jpg",623,467,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 4","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":7399,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":7399,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":2582,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":2582,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7008,"name":"BoardingSchool","slug":"boardingschool","term_group":0,"term_taxonomy_id":7008,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":299,"filter":"raw"},{"term_id":6885,"name":"fullday","slug":"fullday","term_group":0,"term_taxonomy_id":6885,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":13,"filter":"raw"},{"term_id":7081,"name":"smaalmasoem","slug":"smaalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":7081,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":545,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36359"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36362,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36359\/revisions\/36362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}