{"id":35273,"date":"2026-09-14T15:07:08","date_gmt":"2026-09-14T07:07:08","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=35273"},"modified":"2026-09-14T15:07:08","modified_gmt":"2026-09-14T07:07:08","slug":"mengapa-kegiatan-sekolah-penting-untuk-membentuk-karakter-dan-kemandirian-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/mengapa-kegiatan-sekolah-penting-untuk-membentuk-karakter-dan-kemandirian-siswa\/","title":{"rendered":"Mengapa Kegiatan Sekolah Penting untuk Membentuk Karakter dan Kemandirian Siswa?"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"542\" data-end=\"871\">Kegiatan sekolah menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan karena pengalaman yang diperoleh siswa tidak hanya berasal dari pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dari berbagai aktivitas yang membuat mereka berinteraksi, bekerja sama, mengambil tanggung jawab, dan menghadapi situasi yang berbeda setiap harinya.<\/p>\n<p data-start=\"873\" data-end=\"1182\">Bagi anak usia sekolah, pengalaman tersebut dapat membantu membentuk karakter secara perlahan karena mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, dan kemandirian melalui kegiatan yang dilakukan secara langsung.<\/p>\n<p data-start=\"1184\" data-end=\"1493\">Berbagai aktivitas seperti ekstrakurikuler, organisasi, olahraga, kegiatan sosial, perlombaan, hingga kepanitiaan sekolah dapat memberikan pengalaman yang berbeda kepada setiap siswa sehingga mereka memiliki kesempatan untuk mengenali kemampuan dan minat yang mungkin belum terlihat melalui kegiatan akademik.<\/p>\n<p data-start=\"1495\" data-end=\"1769\">Karena itu, kegiatan sekolah sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai aktivitas tambahan setelah pembelajaran selesai, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membantu anak mempersiapkan diri menghadapi lingkungan yang lebih luas setelah menyelesaikan sekolah.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"oqobii\" data-start=\"1771\" data-end=\"1832\">Pengalaman di Sekolah Tidak Hanya Berasal dari Ruang Kelas<\/h2>\n<p data-start=\"1834\" data-end=\"2031\">Pembelajaran di kelas tentu menjadi bagian utama dalam pendidikan karena siswa perlu mendapatkan pengetahuan dan kemampuan akademik sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.<\/p>\n<p data-start=\"2033\" data-end=\"2310\">Namun, kemampuan akademik bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan anak ketika mereka mulai memasuki kehidupan yang lebih luas karena mereka juga perlu mampu berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan masalah, mengatur waktu, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat.<\/p>\n<p data-start=\"2312\" data-end=\"2438\">Kegiatan di luar kelas dapat memberikan ruang bagi siswa untuk melatih kemampuan tersebut melalui pengalaman yang lebih nyata.<\/p>\n<p data-start=\"2440\" data-end=\"2694\">Ketika mengikuti sebuah kegiatan, siswa tidak hanya menerima instruksi dari guru, tetapi juga harus terlibat secara langsung, menjalankan tugas, berkomunikasi dengan orang lain, dan menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul selama kegiatan berlangsung.<\/p>\n<p data-start=\"2696\" data-end=\"2921\">Pengalaman semacam ini dapat membantu anak memahami bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya bergantung pada kemampuan satu orang, tetapi juga membutuhkan kerja sama dan tanggung jawab dari setiap anggota yang terlibat.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1r06qyq\" data-start=\"2923\" data-end=\"2971\">Ekstrakurikuler Membantu Anak Mengenali Minat<\/h2>\n<p data-start=\"2973\" data-end=\"3089\">Tidak semua anak dapat langsung mengetahui bidang yang mereka sukai hanya melalui pelajaran yang diberikan di kelas.<\/p>\n<p data-start=\"3091\" data-end=\"3333\">Sebagian siswa baru menemukan ketertarikannya ketika mendapatkan kesempatan untuk mencoba kegiatan tertentu, misalnya olahraga, seni, organisasi, teknologi, bahasa, kegiatan sosial, atau bidang lain yang belum pernah mereka tekuni sebelumnya.<\/p>\n<p data-start=\"3335\" data-end=\"3555\">Ekstrakurikuler dapat menjadi ruang yang cukup baik untuk proses eksplorasi tersebut karena siswa memiliki kesempatan untuk mencoba aktivitas secara rutin dan melihat bagaimana respons dirinya terhadap kegiatan tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"3557\" data-end=\"3643\">Beberapa jenis kegiatan yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"3645\" data-end=\"4267\">\n<li data-section-id=\"1pifcxr\" data-start=\"3645\" data-end=\"3729\"><strong data-start=\"3647\" data-end=\"3659\">Olahraga<\/strong>, yang dapat melatih disiplin, kerja sama, ketahanan, dan sportivitas.<\/li>\n<li data-section-id=\"1ukkrr3\" data-start=\"3730\" data-end=\"3821\"><strong data-start=\"3732\" data-end=\"3756\">Seni dan kreativitas<\/strong>, yang memberikan ruang untuk berekspresi dan menghasilkan karya.<\/li>\n<li data-section-id=\"1uzqhl5\" data-start=\"3822\" data-end=\"3927\"><strong data-start=\"3824\" data-end=\"3844\">Organisasi siswa<\/strong>, yang dapat melatih kepemimpinan, komunikasi, serta kemampuan mengambil keputusan.<\/li>\n<li data-section-id=\"ssai1b\" data-start=\"3928\" data-end=\"4047\"><strong data-start=\"3930\" data-end=\"3951\">Kegiatan akademik<\/strong>, yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mempersiapkan kompetisi.<\/li>\n<li data-section-id=\"qjgetp\" data-start=\"4048\" data-end=\"4150\"><strong data-start=\"4050\" data-end=\"4069\">Kegiatan sosial<\/strong>, yang dapat menumbuhkan kepedulian dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.<\/li>\n<li data-section-id=\"1qmdylc\" data-start=\"4151\" data-end=\"4267\"><strong data-start=\"4153\" data-end=\"4175\">Kegiatan keagamaan<\/strong>, yang dapat mendukung pembentukan kebiasaan dan nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4269\" data-end=\"4541\">Lingkungan sekolah yang menyediakan berbagai pilihan kegiatan, seperti Al Ma\u2019soem Bandung, dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba lebih banyak aktivitas sehingga mereka memiliki ruang untuk mengenali bidang yang paling sesuai dengan minat dan kemampuannya.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1us3kwv\" data-start=\"4543\" data-end=\"4596\">Belajar Bertanggung Jawab melalui Kegiatan Bersama<\/h2>\n<p data-start=\"4598\" data-end=\"4755\">Ketika siswa terlibat dalam kegiatan kelompok, mereka akan mendapatkan tanggung jawab yang mungkin berbeda dengan tanggung jawab dalam pembelajaran akademik.<\/p>\n<p data-start=\"4757\" data-end=\"4979\">Seorang siswa mungkin dipercaya menjadi ketua kelompok, sementara siswa lainnya bertugas mengatur perlengkapan, membuat dokumentasi, menyusun jadwal, menghubungi anggota, atau memastikan tugas tertentu selesai tepat waktu.<\/p>\n<p data-start=\"4981\" data-end=\"5171\">Meskipun terlihat sederhana, pembagian tanggung jawab tersebut dapat menjadi latihan yang berguna karena anak belajar bahwa setiap tugas memiliki peran terhadap keberhasilan sebuah kegiatan.<\/p>\n<p data-start=\"5173\" data-end=\"5350\">Jika satu orang tidak menjalankan tugasnya, anggota lain mungkin akan mengalami kesulitan sehingga siswa perlahan memahami pentingnya menyelesaikan kewajiban sesuai kesepakatan.<\/p>\n<p data-start=\"5352\" data-end=\"5522\">Pengalaman seperti ini dapat membentuk kebiasaan bertanggung jawab yang nantinya berguna ketika anak memasuki lingkungan perguruan tinggi, organisasi, maupun dunia kerja.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"ee0rwa\" data-start=\"5524\" data-end=\"5580\">Kegiatan Sekolah Bisa Melatih Kemampuan Berkomunikasi<\/h2>\n<p data-start=\"5582\" data-end=\"5689\">Kemampuan komunikasi tidak selalu berkembang hanya melalui pelajaran bahasa atau presentasi di dalam kelas.<\/p>\n<p data-start=\"5691\" data-end=\"5926\">Siswa juga membutuhkan kesempatan untuk berbicara dengan orang lain dalam berbagai situasi agar mereka dapat belajar menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan menyesuaikan cara berkomunikasi berdasarkan kondisi yang dihadapi.<\/p>\n<p data-start=\"5928\" data-end=\"6153\">Kegiatan organisasi, kepanitiaan, olahraga, maupun ekstrakurikuler dapat menjadi tempat yang baik untuk melatih kemampuan tersebut karena siswa harus berinteraksi dengan teman yang memiliki karakter dan cara berpikir berbeda.<\/p>\n<p data-start=\"6155\" data-end=\"6349\">Anak yang awalnya cenderung pendiam juga dapat berkembang secara bertahap ketika mendapatkan kesempatan berbicara dalam kelompok kecil sebelum akhirnya berani tampil di depan lebih banyak orang.<\/p>\n<p data-start=\"6351\" data-end=\"6556\">Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal penting karena komunikasi merupakan bagian dari hampir seluruh aktivitas kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, hingga kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"ap0i6n\" data-start=\"6558\" data-end=\"6610\">Dari Kegiatan Sekolah Anak Belajar Mengatur Waktu<\/h2>\n<p data-start=\"6612\" data-end=\"6714\">Semakin banyak kegiatan yang diikuti, semakin besar pula kebutuhan siswa untuk belajar mengatur waktu.<\/p>\n<p data-start=\"6716\" data-end=\"6960\">Anak perlu memahami bahwa mengikuti ekstrakurikuler atau organisasi tidak berarti mereka dapat mengabaikan tugas akademik, sementara kewajiban belajar juga tidak seharusnya membuat mereka kehilangan seluruh kesempatan untuk mengembangkan minat.<\/p>\n<p data-start=\"6962\" data-end=\"7098\">Siswa dapat mulai belajar membuat jadwal sederhana yang membagi waktu untuk sekolah, kegiatan, belajar mandiri, istirahat, dan keluarga.<\/p>\n<p data-start=\"7100\" data-end=\"7340\">Kemampuan mengatur waktu tersebut akan menjadi semakin penting ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena mereka akan mendapatkan lebih banyak tanggung jawab sekaligus lebih banyak kebebasan dalam menentukan aktivitas.<\/p>\n<p data-start=\"7342\" data-end=\"7541\">Jika sejak sekolah anak sudah terbiasa menentukan prioritas dan menyelesaikan kewajiban sesuai jadwal, mereka akan memiliki dasar yang lebih baik untuk menghadapi kehidupan yang menuntut kemandirian.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"qibyj2\" data-start=\"7543\" data-end=\"7597\">Tidak Semua Kegiatan Harus Berakhir dengan Prestasi<\/h2>\n<p data-start=\"7599\" data-end=\"7726\">Keberhasilan kegiatan sekolah terkadang terlalu sering diukur melalui piala, sertifikat, atau penghargaan yang diperoleh siswa.<\/p>\n<p data-start=\"7728\" data-end=\"7892\">Padahal, tidak semua anak mengikuti kegiatan dengan tujuan menjadi juara dan tidak semua pengalaman yang berharga harus menghasilkan pencapaian yang dapat dipajang.<\/p>\n<p data-start=\"7894\" data-end=\"8079\">Siswa yang mengikuti olahraga mungkin tidak selalu memenangkan pertandingan, tetapi mereka dapat belajar mengenai sportivitas, kerja sama, disiplin latihan, dan cara menerima kekalahan.<\/p>\n<p data-start=\"8081\" data-end=\"8283\">Begitu pula siswa yang mengikuti kegiatan seni mungkin belum mampu tampil sempurna pada penampilan pertama, tetapi pengalaman tersebut dapat membuat mereka lebih percaya diri dan berani mencoba kembali.<\/p>\n<p data-start=\"8285\" data-end=\"8480\">Dengan memberikan ruang bagi anak untuk menikmati proses, sekolah dan orang tua dapat membantu siswa memahami bahwa perkembangan diri tidak selalu harus dibandingkan dengan pencapaian orang lain.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1wfw177\" data-start=\"8482\" data-end=\"8540\">Kegagalan dalam Kegiatan Juga Bisa Menjadi Pembelajaran<\/h2>\n<p data-start=\"8542\" data-end=\"8673\">Kegiatan sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami kegagalan dalam situasi yang dapat menjadi proses pembelajaran.<\/p>\n<p data-start=\"8675\" data-end=\"8909\">Ketika kalah dalam pertandingan, gagal memenangkan lomba, melakukan kesalahan ketika tampil, atau mengalami kendala dalam sebuah kegiatan kelompok, anak dapat belajar bahwa hasil yang tidak sesuai harapan merupakan bagian dari proses.<\/p>\n<p data-start=\"8911\" data-end=\"9077\">Yang penting adalah bagaimana siswa mendapatkan kesempatan untuk mengevaluasi pengalaman tersebut dan mengetahui apa yang dapat diperbaiki pada kesempatan berikutnya.<\/p>\n<p data-start=\"9079\" data-end=\"9279\">Orang tua dan guru dapat membantu dengan tidak langsung memberikan label bahwa anak gagal atau tidak mampu, tetapi mengajak mereka melihat proses yang sudah dilakukan dan menentukan langkah perbaikan.<\/p>\n<p data-start=\"9281\" data-end=\"9448\">Dengan cara tersebut, kegagalan dapat menjadi pengalaman yang membangun daya tahan mental dan membuat anak tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan berikutnya.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"e2i69o\" data-start=\"9450\" data-end=\"9502\">Peran Sekolah dalam Memberikan Ruang Pengembangan<\/h2>\n<p data-start=\"9504\" data-end=\"9665\">Sekolah memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kegiatan siswa tidak hanya berjumlah banyak, tetapi juga memberikan pengalaman yang benar-benar bermanfaat.<\/p>\n<p data-start=\"9667\" data-end=\"9828\">Program yang tersedia sebaiknya memiliki tujuan yang jelas dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif, bukan hanya hadir sebagai peserta.<\/p>\n<p data-start=\"9830\" data-end=\"10030\">Lingkungan pendidikan seperti Al Ma\u2019soem Bandung dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik yang melengkapi pembelajaran di kelas.<\/p>\n<p data-start=\"10032\" data-end=\"10228\">Dengan adanya pilihan aktivitas yang beragam, siswa dapat menentukan kegiatan berdasarkan minat dan kemampuan masing-masing tanpa harus merasa bahwa semua anak harus memiliki pencapaian yang sama.<\/p>\n<p data-start=\"10230\" data-end=\"10381\">Sekolah juga dapat membantu siswa menjaga keseimbangan antara kegiatan dan kewajiban akademik agar aktivitas tambahan tetap menjadi pengalaman positif.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"327x9q\" data-start=\"10383\" data-end=\"10433\">Orang Tua Perlu Mendukung Tanpa Terlalu Memaksa<\/h2>\n<p data-start=\"10435\" data-end=\"10628\">Dukungan orang tua dapat membuat anak lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan sekolah, tetapi dukungan tersebut sebaiknya tidak berubah menjadi tekanan agar anak mencapai prestasi tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"10630\" data-end=\"10847\">Orang tua dapat membantu dengan menanyakan kegiatan yang disukai anak, mengetahui jadwal aktivitasnya, memberikan dukungan ketika menghadapi kesulitan, dan memastikan anak tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup.<\/p>\n<p data-start=\"10849\" data-end=\"11016\">Jika anak ingin mencoba kegiatan yang belum pernah dilakukan, orang tua dapat memberikan kesempatan selama aktivitas tersebut sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak.<\/p>\n<p data-start=\"11018\" data-end=\"11212\">Sebaliknya, jika anak merasa tidak cocok dengan suatu kegiatan, orang tua dapat mengajak berdiskusi mengenai alasannya sebelum memutuskan apakah kegiatan tersebut perlu dilanjutkan atau diganti.<\/p>\n<p data-start=\"11214\" data-end=\"11371\">Pendekatan seperti ini dapat membantu anak belajar mengambil keputusan sekaligus memahami bahwa setiap pilihan memiliki tanggung jawab yang perlu dijalankan.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"153rid4\" data-start=\"11373\" data-end=\"11423\">Kegiatan Sekolah Menjadi Bekal untuk Masa Depan<\/h2>\n<p data-start=\"11425\" data-end=\"11608\">Berbagai pengalaman yang diperoleh siswa selama mengikuti kegiatan sekolah dapat menjadi bekal yang berguna ketika mereka memasuki lingkungan pendidikan dan kehidupan yang lebih luas.<\/p>\n<p data-start=\"11610\" data-end=\"11859\">Kemampuan berbicara di depan umum, bekerja dalam tim, mengatur waktu, memimpin kelompok, menyelesaikan masalah, menghadapi kegagalan, dan bertanggung jawab terhadap tugas merupakan kemampuan yang akan terus digunakan setelah anak lulus dari sekolah.<\/p>\n<p data-start=\"11861\" data-end=\"12016\">Karena itu, pendidikan yang memberikan ruang bagi siswa untuk aktif di dalam maupun di luar kelas dapat membantu mereka berkembang secara lebih menyeluruh.<\/p>\n<p data-start=\"12018\" data-end=\"12280\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Sekolah bukan hanya tempat anak mengumpulkan nilai untuk mendapatkan kelulusan, tetapi juga tempat mereka mengumpulkan pengalaman yang perlahan membentuk cara berpikir, kebiasaan, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan sekolah menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan karena pengalaman yang diperoleh siswa tidak hanya berasal dari pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dari berbagai aktivitas yang membuat mereka berinteraksi, bekerja sama, mengambil tanggung jawab, dan menghadapi situasi yang berbeda setiap harinya. Bagi anak usia sekolah, pengalaman tersebut dapat membantu membentuk karakter secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":35281,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Mengapa Kegiatan Sekolah Penting untuk Membentuk Karakter dan Kemandirian Siswa? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Kegiatan sekolah menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan karena pengalaman yang diperoleh siswa tidak hanya berasal dari pembelajaran di dalam"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[821,214,6905,7431,7198,4367,7085,2815,7096],"class_list":["post-35273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-almasoem","tag-ekstrakurikuler","tag-karaktersiswa","tag-kegiatansekolah","tag-kemandiriansiswa","tag-orangtua","tag-pendidikananak","tag-sekolah","tag-sekolahbandung"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Ma_soem-1.jpeg",1024,768,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Ma_soem-1-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Ma_soem-1-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Ma_soem-1-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Ma_soem-1.jpeg",1024,768,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Ma_soem-1.jpeg",1024,768,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Ma_soem-1.jpeg",1024,768,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Ma_soem-1-16x12.jpeg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Kegiatan sekolah menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan karena pengalaman yang diperoleh siswa tidak hanya berasal dari pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dari berbagai aktivitas yang membuat mereka berinteraksi, bekerja sama, mengambil tanggung jawab, dan menghadapi situasi yang berbeda setiap harinya. Bagi anak usia sekolah, pengalaman tersebut dapat membantu membentuk karakter secara perlahan karena mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, dan kemandirian melalui kegiatan yang dilakukan secara langsung. Berbagai aktivitas seperti ekstrakurikuler, organisasi, olahraga, kegiatan sosial, perlombaan, hingga kepanitiaan sekolah dapat memberikan pengalaman yang berbeda&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 3","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":821,"label":"almasoem"},{"value":214,"label":"ekstrakurikuler"},{"value":6905,"label":"karaktersiswa"},{"value":7431,"label":"KegiatanSekolah"},{"value":7198,"label":"KemandirianSiswa"},{"value":4367,"label":"orangtua"},{"value":7085,"label":"PendidikanAnak"},{"value":2815,"label":"sekolah"},{"value":7096,"label":"SekolahBandung"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Plang-Al-Ma_soem-1.jpeg",1024,768,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 3","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":8124,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":8124,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3094,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":3094,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":821,"name":"almasoem","slug":"almasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":821,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":231,"filter":"raw"},{"term_id":214,"name":"ekstrakurikuler","slug":"ekstrakurikuler","term_group":0,"term_taxonomy_id":214,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":163,"filter":"raw"},{"term_id":6905,"name":"karaktersiswa","slug":"karaktersiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":6905,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":127,"filter":"raw"},{"term_id":7431,"name":"KegiatanSekolah","slug":"kegiatansekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":7431,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":158,"filter":"raw"},{"term_id":7198,"name":"KemandirianSiswa","slug":"kemandiriansiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":7198,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":305,"filter":"raw"},{"term_id":4367,"name":"orangtua","slug":"orangtua","term_group":0,"term_taxonomy_id":4367,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":21,"filter":"raw"},{"term_id":7085,"name":"PendidikanAnak","slug":"pendidikananak","term_group":0,"term_taxonomy_id":7085,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":448,"filter":"raw"},{"term_id":2815,"name":"sekolah","slug":"sekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":2815,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":140,"filter":"raw"},{"term_id":7096,"name":"SekolahBandung","slug":"sekolahbandung","term_group":0,"term_taxonomy_id":7096,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":359,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35273"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35273\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35296,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35273\/revisions\/35296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35281"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}