{"id":34858,"date":"2026-09-14T11:58:09","date_gmt":"2026-09-14T03:58:09","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=34858"},"modified":"2026-09-14T11:58:09","modified_gmt":"2026-09-14T03:58:09","slug":"mengapa-siswa-smp-perlu-belajar-mempersiapkan-diri-sebelum-mengikuti-kegiatan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/mengapa-siswa-smp-perlu-belajar-mempersiapkan-diri-sebelum-mengikuti-kegiatan-sekolah\/","title":{"rendered":"Mengapa Siswa SMP Perlu Belajar Mempersiapkan Diri Sebelum Mengikuti Kegiatan Sekolah?"},"content":{"rendered":"<p>Kegiatan sekolah tidak selalu berlangsung dalam bentuk pembelajaran di dalam kelas. Siswa SMP dapat mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari diskusi, praktik, presentasi, olahraga, kegiatan organisasi, proyek kelompok, hingga kegiatan kokurikuler dan acara sekolah. Setiap kegiatan memiliki kebutuhan dan aturan yang berbeda. Karena itu, kemampuan mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan menjadi salah satu keterampilan yang penting untuk dikenalkan sejak jenjang SMP.<\/p>\n<p>Persiapan bukan hanya tentang membawa barang yang diperlukan. Lebih dari itu, persiapan berkaitan dengan memahami kegiatan yang akan dilakukan, mengetahui apa yang harus dikerjakan, memperkirakan kebutuhan, serta menyiapkan kondisi diri agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu siswa menjadi lebih mandiri sekaligus mengurangi kebingungan ketika menghadapi aktivitas sekolah yang beragam.<\/p>\n<h2>Persiapan Membantu Siswa Memahami Kegiatan<\/h2>\n<p>Sebelum mengikuti sebuah kegiatan, siswa perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang akan dilakukan. Informasi sederhana seperti waktu pelaksanaan, tempat, jenis aktivitas, dan instruksi dari guru dapat menjadi bagian dari persiapan.<\/p>\n<p>Kebiasaan membaca informasi sebelum kegiatan membuat siswa tidak hanya datang dan menunggu arahan. Mereka mulai memiliki gambaran mengenai aktivitas yang akan diikuti sehingga lebih siap ketika kegiatan dimulai.<\/p>\n<p>Pada jenjang SMP, kemampuan memahami informasi seperti ini semakin penting karena kegiatan sekolah mulai memiliki bentuk yang lebih beragam dan membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif.<\/p>\n<h2>Mengapa Persiapan Tidak Harus Rumit?<\/h2>\n<p>Persiapan sering dianggap sebagai sesuatu yang membutuhkan banyak waktu. Padahal, siswa dapat memulainya dari langkah sederhana.<\/p>\n<p>Beberapa bentuk persiapan yang dapat dilakukan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>membaca pengumuman kegiatan;<\/li>\n<li>memahami instruksi guru;<\/li>\n<li>mengetahui waktu dan lokasi kegiatan;<\/li>\n<li>menyiapkan kebutuhan sesuai arahan;<\/li>\n<li>memastikan tugas sebelumnya sudah diselesaikan;<\/li>\n<li>memperkirakan hal yang mungkin dibutuhkan selama kegiatan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kebiasaan kecil tersebut dapat membuat siswa lebih siap tanpa harus melakukan persiapan yang berlebihan.<\/p>\n<h2>Mempersiapkan Diri Berbeda dengan Menunggu Diingatkan<\/h2>\n<p>Salah satu bentuk kemandirian adalah kemampuan mengingat tanggung jawab tanpa selalu menunggu orang lain mengingatkan. Di sekolah, siswa dapat mulai belajar mengambil peran tersebut.<\/p>\n<p>Misalnya, ketika guru sudah memberikan informasi mengenai kegiatan yang akan datang, siswa dapat mencatat atau mengingat informasi tersebut dan mempersiapkan kebutuhannya.<\/p>\n<p>Hal ini bukan berarti siswa tidak boleh bertanya atau meminta bantuan. Justru, siswa yang mandiri tetap dapat meminta bantuan ketika membutuhkan, tetapi berusaha terlebih dahulu memahami apa yang harus dilakukan.<\/p>\n<h2>Membaca Instruksi Sebelum Bertindak<\/h2>\n<p>Banyak kegiatan sekolah memiliki petunjuk tertentu. Jika siswa langsung bertindak tanpa membaca atau mendengarkan instruksi, kemungkinan terjadi kesalahan dapat menjadi lebih besar.<\/p>\n<p>Karena itu, siswa perlu membiasakan diri memahami instruksi sebelum memulai kegiatan.<\/p>\n<p>Kebiasaan ini dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas, seperti mengerjakan tugas, melakukan praktik, mengikuti permainan edukatif, maupun mengerjakan proyek kelompok.<\/p>\n<h2>Persiapan dalam Kegiatan Praktik<\/h2>\n<p>Kegiatan praktik membutuhkan kesiapan yang berbeda dari pembelajaran biasa. Siswa mungkin perlu memahami langkah kerja, mengetahui alat yang digunakan, atau memperhatikan aturan keselamatan.<\/p>\n<p>Persiapan membuat siswa lebih memahami apa yang akan dilakukan sebelum kegiatan dimulai.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan laboratorium misalnya, siswa tidak cukup hanya hadir. Mereka perlu memperhatikan penjelasan guru dan memahami prosedur agar aktivitas berlangsung dengan aman dan tertib.<\/p>\n<h2>Mempersiapkan Diri Sebelum Presentasi<\/h2>\n<p>Presentasi merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan persiapan mental dan materi. Siswa perlu memahami isi yang akan disampaikan, mengatur urutan pembahasan, serta mempersiapkan cara menjelaskan kepada teman.<\/p>\n<p>Persiapan yang baik dapat membuat siswa lebih percaya diri ketika berada di depan kelas.<\/p>\n<p>Kesalahan kecil ketika berbicara tetap mungkin terjadi, tetapi siswa yang telah mempersiapkan diri biasanya lebih mudah kembali ke pembahasan karena memahami materi yang dibawakan.<\/p>\n<h2>Persiapan dalam Kerja Kelompok<\/h2>\n<p>Kegiatan kelompok juga membutuhkan persiapan dari setiap anggota. Jika hanya beberapa siswa yang memahami tugas sementara anggota lainnya tidak mengetahui perannya, pekerjaan kelompok dapat menjadi kurang efektif.<\/p>\n<p>Siswa dapat belajar memeriksa bagian tugas yang menjadi tanggung jawabnya sebelum kegiatan dimulai.<\/p>\n<p>Dengan begitu, kerja sama tidak hanya terjadi ketika semua anggota sudah berkumpul, tetapi juga melalui tanggung jawab individu sebelum kegiatan berlangsung.<\/p>\n<h2>Mengapa Siswa Perlu Mengetahui Tujuan Kegiatan?<\/h2>\n<p>Mengetahui tujuan dapat membuat siswa lebih memahami alasan sebuah aktivitas dilakukan. Kegiatan sekolah bukan sekadar mengisi waktu, tetapi biasanya memiliki kemampuan atau pengetahuan tertentu yang ingin dikembangkan.<\/p>\n<p>Ketika siswa mengetahui tujuan kegiatan, mereka dapat mengikuti proses dengan lebih sadar.<\/p>\n<p>Misalnya, sebuah kegiatan diskusi tidak hanya bertujuan membuat siswa berbicara, tetapi juga melatih kemampuan menyampaikan pendapat dan mendengarkan orang lain.<\/p>\n<h2>Mempersiapkan Pertanyaan<\/h2>\n<p>Persiapan juga dapat dilakukan dengan memikirkan hal-hal yang belum dipahami. Jika siswa sudah membaca materi atau informasi awal, mereka dapat menemukan bagian yang masih membingungkan.<\/p>\n<p>Pertanyaan tersebut dapat dibawa ke dalam kegiatan untuk ditanyakan kepada guru atau didiskusikan bersama teman.<\/p>\n<p>Kebiasaan ini membuat siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif mencari pemahaman.<\/p>\n<h2>Mempersiapkan Kondisi Fisik<\/h2>\n<p>Kesiapan mengikuti kegiatan sekolah juga berkaitan dengan kondisi tubuh. Siswa perlu memperhatikan kebutuhan dasar seperti istirahat, makan, minum, dan menjaga kebugaran sesuai aktivitas yang akan dilakukan.<\/p>\n<p>Kegiatan olahraga tentu membutuhkan kesiapan fisik yang berbeda dari kegiatan membaca atau diskusi.<\/p>\n<p>Dengan mengenali kebutuhan kegiatan, siswa dapat belajar mempersiapkan kondisi dirinya secara lebih tepat.<\/p>\n<h2>Ketika Kegiatan Membutuhkan Perubahan Tempat<\/h2>\n<p>Beberapa aktivitas sekolah dapat dilakukan di luar ruang kelas. Siswa mungkin perlu berpindah menuju laboratorium, lapangan, ruang multimedia, ruang seminar, atau area lain sesuai kegiatan.<\/p>\n<p>Perubahan tempat membutuhkan kesiapan agar siswa tidak terlambat atau tertinggal informasi.<\/p>\n<p>Siswa dapat membiasakan diri mengetahui lokasi kegiatan sebelum waktu pelaksanaan dan mengikuti arahan perpindahan dengan tertib.<\/p>\n<h2>Menghindari Persiapan di Menit Terakhir<\/h2>\n<p>Kebiasaan menunda persiapan hingga beberapa menit sebelum kegiatan dimulai dapat membuat siswa terburu-buru.<\/p>\n<p>Dalam keadaan terburu-buru, siswa dapat melupakan sesuatu, salah memahami instruksi, atau datang dalam kondisi kurang siap.<\/p>\n<p>Karena itu, siswa perlu belajar membedakan kegiatan yang membutuhkan persiapan jauh-jauh hari dan kegiatan yang cukup dipersiapkan beberapa saat sebelumnya.<\/p>\n<h2>Membuat Catatan Pengingat<\/h2>\n<p>Tidak semua informasi harus dihafalkan. Siswa dapat menggunakan catatan sederhana untuk membantu mengingat kegiatan.<\/p>\n<p>Catatan tersebut dapat berisi:<\/p>\n<ul>\n<li>nama kegiatan;<\/li>\n<li>jadwal;<\/li>\n<li>lokasi;<\/li>\n<li>tugas yang harus diselesaikan;<\/li>\n<li>kebutuhan yang perlu dibawa;<\/li>\n<li>pembagian tugas kelompok;<\/li>\n<li>informasi penting dari guru.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kebiasaan mencatat membantu siswa mengurangi ketergantungan pada ingatan semata.<\/p>\n<h2>Bagaimana Sekolah Melatih Kesiapan Siswa?<\/h2>\n<p>Sekolah memiliki banyak kesempatan untuk melatih kemampuan persiapan. Guru dapat memberikan informasi kegiatan lebih awal, menjelaskan prosedur, dan memberikan tanggung jawab kepada siswa sesuai usia.<\/p>\n<p>Dalam berbagai kegiatan, siswa dapat diberikan kesempatan untuk mempersiapkan sebagian kebutuhannya sendiri.<\/p>\n<p>Proses tersebut secara bertahap membangun kebiasaan bahwa setiap kegiatan membutuhkan kesiapan dan tanggung jawab.<\/p>\n<h2>Persiapan dalam Kegiatan Kokurikuler<\/h2>\n<p>Kegiatan kokurikuler dapat menjadi ruang yang menarik untuk melatih kemampuan tersebut. Aktivitas seperti Math Day, Cooking Day, Expression Day, Sains Day, Sport Day, English Day, Career Day, maupun Bulan Bahasa memiliki karakter kegiatan yang berbeda.<\/p>\n<p>Perbedaan tersebut membuat siswa perlu menyesuaikan persiapannya.<\/p>\n<p>Misalnya, kegiatan yang bersifat praktik dapat membutuhkan kesiapan yang berbeda dengan kegiatan yang menuntut kemampuan berbicara atau bekerja sama.<\/p>\n<h2>Belajar Mengantisipasi Hambatan<\/h2>\n<p>Persiapan yang baik juga membuat siswa belajar memikirkan kemungkinan kendala. Misalnya, apa yang dilakukan jika alat yang dibutuhkan tidak tersedia, anggota kelompok belum datang, atau instruksi kegiatan mengalami perubahan.<\/p>\n<p>Siswa tidak harus memiliki jawaban untuk semua kemungkinan. Yang penting, mereka mulai belajar berpikir bahwa sebuah kegiatan dapat memiliki kondisi yang tidak selalu sesuai rencana.<\/p>\n<p>Kemampuan tersebut dapat membantu siswa lebih tenang ketika menghadapi perubahan.<\/p>\n<h2>Tidak Semua Persiapan Harus Dilakukan Sendiri<\/h2>\n<p>Kemandirian bukan berarti melakukan semuanya seorang diri. Dalam kegiatan sekolah, siswa tetap perlu bekerja sama dengan teman, meminta arahan guru, atau berdiskusi dengan anggota kelompok.<\/p>\n<p>Justru, persiapan dapat menjadi kesempatan untuk membagi tanggung jawab.<\/p>\n<p>Setiap anggota dapat mengetahui bagian yang harus dipersiapkan sehingga kegiatan berjalan lebih terorganisasi.<\/p>\n<h2>Persiapan Mengajarkan Tanggung Jawab<\/h2>\n<p>Ketika siswa diberi tanggung jawab untuk mempersiapkan sesuatu, mereka belajar memahami hubungan antara tindakan dan hasil.<\/p>\n<p>Jika persiapan dilakukan dengan baik, kegiatan dapat berjalan lebih lancar. Jika persiapan diabaikan, siswa mungkin mengalami kesulitan yang sebenarnya dapat dicegah.<\/p>\n<p>Pengalaman seperti ini menjadi pembelajaran nyata mengenai tanggung jawab.<\/p>\n<h2>Bagaimana Jika Siswa Lupa Melakukan Persiapan?<\/h2>\n<p>Lupa merupakan bagian dari proses belajar. Siswa tidak harus langsung merasa gagal ketika suatu persiapan terlewat.<\/p>\n<p>Yang lebih penting adalah mengevaluasi penyebabnya. Apakah informasi tidak dibaca, lupa mencatat, menunda terlalu lama, atau memang belum memahami instruksi?<\/p>\n<p>Dari situ, siswa dapat menentukan kebiasaan baru agar kesalahan yang sama tidak terus terjadi.<\/p>\n<h2>Guru Dapat Membantu Tanpa Mengambil Alih<\/h2>\n<p>Pendampingan guru tetap diperlukan, terutama ketika siswa baru belajar mengembangkan kemandirian. Namun, bantuan tidak selalu berarti melakukan persiapan untuk siswa.<\/p>\n<p>Guru dapat memberikan pengingat, pertanyaan, atau arahan yang membuat siswa berpikir sendiri.<\/p>\n<p>Cara tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mengambil tanggung jawab secara bertahap.<\/p>\n<h2>Persiapan Membuat Siswa Lebih Siap Berpartisipasi<\/h2>\n<p>Siswa yang mengetahui apa yang akan dilakukan biasanya memiliki kesempatan lebih besar untuk berpartisipasi secara aktif. Mereka tidak terlalu banyak menggunakan waktu untuk mencari tahu hal dasar ketika kegiatan sudah dimulai.<\/p>\n<p>Kesiapan tersebut dapat membuat siswa lebih mudah mengikuti arahan, bekerja sama, dan memberikan kontribusi.<\/p>\n<p>Dengan demikian, persiapan bukan sekadar kegiatan sebelum belajar, tetapi bagian dari proses membangun keterlibatan siswa.<\/p>\n<h2>Kebiasaan Kecil yang Berguna untuk Jangka Panjang<\/h2>\n<p>Kemampuan mempersiapkan diri mungkin terlihat sederhana ketika masih SMP. Namun, kebiasaan tersebut dapat terus digunakan ketika siswa menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Semakin banyak tanggung jawab yang diberikan, semakin penting kemampuan mengetahui apa yang perlu disiapkan tanpa harus selalu menunggu arahan.<\/p>\n<p>Sekolah dapat menjadi tempat yang tepat untuk melatih kebiasaan tersebut melalui aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<h2>Mempersiapkan Diri sebagai Bentuk Kemandirian<\/h2>\n<p>Pada akhirnya, persiapan sebelum kegiatan sekolah merupakan bagian dari proses belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri. Siswa belajar membaca informasi, memahami tanggung jawab, memperkirakan kebutuhan, dan mengambil tindakan sebelum masalah muncul.<\/p>\n<p>Kemandirian tersebut tidak terbentuk dalam satu kegiatan. Ia berkembang melalui kebiasaan yang dilakukan berulang kali dalam berbagai situasi sekolah. Semakin sering siswa diberi kesempatan untuk mempersiapkan dirinya sendiri dengan pendampingan yang sesuai, semakin besar pula peluang mereka untuk terbiasa menghadapi kegiatan secara terencana dan bertanggung jawab.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan sekolah tidak selalu berlangsung dalam bentuk pembelajaran di dalam kelas. Siswa SMP dapat mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari diskusi, praktik, presentasi, olahraga, kegiatan organisasi, proyek kelompok, hingga kegiatan kokurikuler dan acara sekolah. Setiap kegiatan memiliki kebutuhan dan aturan yang berbeda. Karena itu, kemampuan mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan menjadi salah satu keterampilan yang penting [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":34251,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Mengapa Siswa SMP Perlu Belajar Mempersiapkan Diri Sebelum Mengikuti Kegiatan Sekolah? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Kegiatan sekolah tidak selalu berlangsung dalam bentuk pembelajaran di dalam kelas. Siswa SMP dapat mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari diskusi, praktik, p"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[7431,7198,7042],"class_list":["post-34858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-kegiatansekolah","tag-kemandiriansiswa","tag-pendidikansmp"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48-18x12.jpg",18,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Kegiatan sekolah tidak selalu berlangsung dalam bentuk pembelajaran di dalam kelas. Siswa SMP dapat mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari diskusi, praktik, presentasi, olahraga, kegiatan organisasi, proyek kelompok, hingga kegiatan kokurikuler dan acara sekolah. Setiap kegiatan memiliki kebutuhan dan aturan yang berbeda. Karena itu, kemampuan mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan menjadi salah satu keterampilan yang penting untuk dikenalkan sejak jenjang SMP. Persiapan bukan hanya tentang membawa barang yang diperlukan. Lebih dari itu, persiapan berkaitan dengan memahami kegiatan yang akan dilakukan, mengetahui apa yang harus dikerjakan, memperkirakan kebutuhan, serta menyiapkan kondisi diri agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Kebiasaan sederhana ini dapat&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 6","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":7431,"label":"KegiatanSekolah"},{"value":7198,"label":"KemandirianSiswa"},{"value":7042,"label":"PendidikanSMP"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-48.jpg",678,452,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 6","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":13498,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":13498,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4520,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":4520,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7431,"name":"KegiatanSekolah","slug":"kegiatansekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":7431,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":297,"filter":"raw"},{"term_id":7198,"name":"KemandirianSiswa","slug":"kemandiriansiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":7198,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":462,"filter":"raw"},{"term_id":7042,"name":"PendidikanSMP","slug":"pendidikansmp","term_group":0,"term_taxonomy_id":7042,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":162,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34858"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34861,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34858\/revisions\/34861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}