{"id":34003,"date":"2026-09-13T22:05:09","date_gmt":"2026-09-13T14:05:09","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=34003"},"modified":"2026-09-13T22:05:09","modified_gmt":"2026-09-13T14:05:09","slug":"mengapa-ekstrakurikuler-badminton-dan-basket-menjadi-sarana-pelepasan-penat-terbaik-bagi-santri-pesantren-al-masoem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/mengapa-ekstrakurikuler-badminton-dan-basket-menjadi-sarana-pelepasan-penat-terbaik-bagi-santri-pesantren-al-masoem\/","title":{"rendered":"Mengapa Ekstrakurikuler Badminton dan Basket Menjadi Sarana Pelepasan Penat Terbaik Bagi Santri Pesantren Al Ma&#8217;soem?"},"content":{"rendered":"<p>Kehidupan sebagai santri di lingkungan pesantren atau boarding school memiliki banyak aktivitas yang harus dijalani setiap hari. Mulai dari pembelajaran akademik, kegiatan keagamaan, hafalan Al-Qur&#8217;an, belajar kitab, ibadah berjamaah, mengerjakan tugas, hingga menjalankan berbagai kegiatan di asrama. Rutinitas yang padat tersebut tentu membutuhkan keseimbangan agar santri tetap memiliki energi, motivasi, dan konsentrasi yang baik.<\/p>\n<p>Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan ruang bagi santri untuk melakukan aktivitas olahraga. Di Pesantren Al Ma&#8217;soem, berbagai fasilitas olahraga menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendukung aktivitas siswa dan santri. Di antara pilihan yang menarik adalah badminton atau bulu tangkis dan basket.<\/p>\n<p>Kedua olahraga tersebut bukan hanya dapat menjadi kegiatan untuk menjaga kebugaran tubuh. Badminton dan basket juga dapat menjadi sarana rekreasi, interaksi sosial, pelepasan penat setelah belajar, sekaligus latihan kedisiplinan. Al Ma&#8217;soem sendiri mencantumkan lapangan basket dan badminton sebagai bagian dari fasilitas olahraga yang dapat mendukung kegiatan siswa dan santri.<\/p>\n<h2>Mengapa Santri Membutuhkan Aktivitas Olahraga?<\/h2>\n<p>Rutinitas boarding school berbeda dengan kehidupan sekolah biasa. Santri tidak hanya datang ke sekolah pada pagi hari lalu pulang ke rumah. Mereka tinggal di lingkungan pendidikan dan menjalani jadwal yang relatif terstruktur.<\/p>\n<p>Pada satu sisi, pola tersebut memberikan banyak manfaat karena anak terbiasa mengatur waktu. Namun, di sisi lain, santri juga membutuhkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan dan menyegarkan pikiran.<\/p>\n<p>Olahraga dapat menjadi salah satu pilihan.<\/p>\n<p>Setelah mengikuti pembelajaran akademik, menghafal Al-Qur&#8217;an, mengikuti kajian, atau menyelesaikan tugas, tubuh dan pikiran membutuhkan aktivitas yang berbeda. Bermain badminton atau basket dapat menjadi transisi yang menyenangkan sebelum santri kembali menjalani aktivitas berikutnya.<\/p>\n<p>Dengan demikian, olahraga bukan sekadar kegiatan tambahan. Dalam lingkungan boarding school, olahraga dapat menjadi bagian dari pola hidup yang membantu menjaga keseimbangan antara belajar, ibadah, istirahat, dan pengembangan diri.<\/p>\n<h2>Badminton sebagai Pilihan Olahraga yang Fleksibel<\/h2>\n<p>Badminton menjadi salah satu olahraga yang menarik karena dapat dimainkan secara individu maupun berpasangan. Santri dapat bermain tunggal untuk melatih kemampuan personal atau bermain ganda untuk meningkatkan kemampuan kerja sama.<\/p>\n<p>Al Ma&#8217;soem sendiri memiliki fasilitas lapangan badminton yang dapat digunakan untuk kegiatan siswa dan santri. Salah satu informasi resmi Al Ma&#8217;soem menyebutkan bahwa keberadaan fasilitas badminton memungkinkan siswa dan santri melakukan aktivitas olahraga tanpa harus keluar dari kompleks pendidikan.<\/p>\n<p>Hal ini penting bagi lingkungan boarding school.<\/p>\n<p>Santri dapat melakukan kegiatan olahraga dalam kawasan yang sudah menjadi bagian dari lingkungan pendidikan. Dengan demikian, waktu yang biasanya digunakan untuk bepergian keluar lingkungan dapat dialihkan untuk kegiatan yang lebih produktif.<\/p>\n<p>Badminton juga memiliki karakter permainan yang dinamis. Pemain harus bergerak, mengatur posisi, memperkirakan arah shuttlecock, melakukan pukulan, dan merespons gerakan lawan dengan cepat.<\/p>\n<p>Aktivitas tersebut membuat permainan badminton tidak terasa monoton.<\/p>\n<p>Bagi santri yang menghabiskan cukup banyak waktu untuk belajar, olahraga yang dinamis dapat memberikan pengalaman berbeda sehingga pikiran tidak hanya terpaku pada aktivitas akademik.<\/p>\n<h2>Basket Melatih Kerja Sama dan Komunikasi<\/h2>\n<p>Jika badminton dapat menjadi olahraga individual maupun berpasangan, basket memiliki karakter yang lebih kuat sebagai olahraga tim.<\/p>\n<p>Dalam permainan basket, santri tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan individu. Pemain harus berkomunikasi dengan rekan satu tim, memahami posisi, memberikan umpan, menyusun strategi, dan mengambil keputusan dalam waktu singkat.<\/p>\n<p>Kemampuan tersebut relevan dengan kehidupan di asrama.<\/p>\n<p>Santri hidup bersama teman-teman dengan karakter yang berbeda. Ada yang pendiam, aktif, cepat beradaptasi, memiliki kemampuan akademik tinggi, atau mempunyai minat berbeda. Kehidupan bersama membutuhkan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama.<\/p>\n<p>Melalui basket, kemampuan tersebut dapat dilatih dalam situasi yang lebih santai.<\/p>\n<p>Seorang pemain mungkin memiliki kemampuan mencetak poin, tetapi tetap membutuhkan pemain lain untuk memberikan umpan. Pemain yang bertugas bertahan juga mempunyai kontribusi yang sama pentingnya. Artinya, keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh satu orang.<\/p>\n<p>Nilai seperti kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan sportivitas dapat berkembang melalui aktivitas tersebut.<\/p>\n<h2>Olahraga sebagai Cara Mengurangi Kejenuhan Belajar<\/h2>\n<p>Pertanyaan yang sering muncul dari orang tua adalah bagaimana anak dapat tetap menikmati kehidupan boarding school ketika jadwalnya cukup padat.<\/p>\n<p>Jawabannya tidak selalu berupa pengurangan aktivitas. Justru, salah satu solusinya adalah menciptakan variasi kegiatan.<\/p>\n<p>Belajar terus-menerus dengan metode yang sama dapat membuat seseorang mengalami kejenuhan. Sebaliknya, pergantian aktivitas dapat memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk mendapatkan suasana baru.<\/p>\n<p>Misalnya, santri mengikuti pembelajaran pada pagi hari, kemudian melanjutkan kegiatan keagamaan, mengerjakan tugas, dan pada waktu yang telah ditentukan mengikuti olahraga. Perubahan aktivitas tersebut dapat membuat rutinitas terasa lebih beragam.<\/p>\n<p>Badminton dan basket memiliki keunggulan karena keduanya membutuhkan gerakan aktif. Santri tidak hanya duduk atau mendengarkan instruksi, tetapi juga bergerak dan berinteraksi.<\/p>\n<p>Setelah olahraga, santri dapat kembali ke aktivitas lainnya dengan suasana yang lebih segar.<\/p>\n<p>Tentu, olahraga tetap harus dilakukan sesuai jadwal dan tidak mengganggu kewajiban utama santri. Keseimbangan tetap menjadi faktor penting.<\/p>\n<h2>Fasilitas Olahraga yang Terintegrasi dengan Lingkungan Pendidikan<\/h2>\n<p>Keunggulan fasilitas olahraga dalam boarding school bukan hanya tentang jumlah lapangan yang tersedia. Hal yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas tersebut menjadi bagian dari ekosistem pendidikan.<\/p>\n<p>Al Ma&#8217;soem memiliki berbagai sarana olahraga seperti basket, badminton, futsal, voli, panahan, renang, dan sejumlah fasilitas lainnya. Informasi fasilitas resmi Al Ma&#8217;soem juga mencantumkan integrated sports area yang mencakup lapangan futsal, basket, badminton, fasilitas berkuda, serta kolam renang.<\/p>\n<p>Keberagaman tersebut memberikan pilihan bagi santri.<\/p>\n<p>Tidak semua anak menyukai jenis olahraga yang sama. Ada anak yang lebih nyaman dengan olahraga individual seperti badminton atau panahan. Ada pula yang lebih menyukai olahraga tim seperti basket, futsal, dan voli.<\/p>\n<p>Dengan banyak pilihan, santri memiliki kesempatan untuk menemukan aktivitas yang sesuai dengan minatnya.<\/p>\n<p>Hal tersebut juga dapat membantu anak mengembangkan potensi di luar bidang akademik.<\/p>\n<h2>Badminton Tidak Hanya Tentang Kompetisi<\/h2>\n<p>Ketika berbicara mengenai ekstrakurikuler olahraga, sebagian orang tua mungkin langsung berpikir tentang prestasi dan kompetisi. Padahal, olahraga memiliki manfaat yang lebih luas.<\/p>\n<p>Badminton misalnya dapat digunakan sebagai aktivitas rekreasi.<\/p>\n<p>Santri tidak harus selalu berlatih dengan target menjadi atlet. Mereka dapat bermain untuk menjaga kebugaran, menghabiskan waktu bersama teman, atau sekadar mengurangi kejenuhan setelah belajar.<\/p>\n<p>Dalam jangka panjang, kebiasaan berolahraga juga dapat membantu anak memahami pentingnya menjaga kebugaran tubuh.<\/p>\n<p>Jika dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan, olahraga dapat menjadi kebiasaan positif yang terbawa hingga dewasa.<\/p>\n<h2>Basket Mengajarkan Sportivitas<\/h2>\n<p>Basket juga memberikan pengalaman pendidikan yang menarik karena permainan memiliki aturan yang harus dipatuhi.<\/p>\n<p>Santri belajar bahwa setiap pertandingan memiliki batasan. Ada aturan permainan, keputusan wasit, pergantian pemain, dan konsekuensi ketika melakukan pelanggaran.<\/p>\n<p>Situasi seperti ini dapat menjadi latihan sportivitas.<\/p>\n<p>Seorang pemain mungkin merasa tidak puas terhadap keputusan tertentu, tetapi tetap harus menghormati aturan. Seorang pemain juga harus mampu menerima kekalahan dan tidak meremehkan lawan ketika menang.<\/p>\n<p>Nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Dalam kehidupan asrama, tidak semua keinginan dapat terpenuhi. Santri harus belajar menghormati aturan, menerima perbedaan, dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik.<\/p>\n<p>Karena itu, olahraga sebenarnya dapat menjadi ruang pembelajaran karakter yang berlangsung secara alami.<\/p>\n<h2>Olahraga Membantu Santri Bersosialisasi<\/h2>\n<p>Kehidupan boarding school membuat santri berinteraksi dengan banyak orang. Mereka tidak hanya bertemu teman satu kelas, tetapi juga dapat berinteraksi dengan santri dari tingkat atau kelompok berbeda.<\/p>\n<p>Olahraga dapat menjadi media yang mempertemukan mereka.<\/p>\n<p>Misalnya, permainan basket membutuhkan beberapa orang dalam satu tim. Badminton ganda juga membutuhkan komunikasi antara dua pemain.<\/p>\n<p>Dalam situasi tersebut, santri belajar mengenal karakter teman, memahami kelebihan masing-masing, dan membangun komunikasi.<\/p>\n<p>Bahkan bagi santri yang awalnya cenderung pemalu, kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu jalan untuk membuka pertemanan.<\/p>\n<p>Karena dilakukan dalam suasana yang lebih santai, interaksi tidak selalu terasa seperti kegiatan formal.<\/p>\n<h2>Mengapa Fasilitas Olahraga di Dalam Kompleks Penting?<\/h2>\n<p>Bagi orang tua, keberadaan fasilitas olahraga di dalam kawasan pendidikan juga memberikan nilai tambah dari sisi pengawasan.<\/p>\n<p>Salah satu informasi resmi Al Ma&#8217;soem menyebutkan bahwa fasilitas olahraga tersedia di lingkungan kompleks dan terdapat berbagai sarana yang mendukung aktivitas siswa serta santri.<\/p>\n<p>Dalam konteks boarding school, hal ini berarti aktivitas olahraga dapat dilakukan tanpa mengharuskan santri meninggalkan lingkungan pendidikan untuk mencari lapangan di luar.<\/p>\n<p>Aspek tersebut penting karena kehidupan santri membutuhkan pengaturan waktu dan pengawasan yang baik.<\/p>\n<p>Orang tua tentu ingin anak memperoleh kesempatan berolahraga, tetapi tetap berada dalam lingkungan yang terkontrol.<\/p>\n<h2>Bagaimana Agar Olahraga Tidak Mengganggu Belajar?<\/h2>\n<p>Meskipun olahraga memiliki banyak manfaat, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan jadwal.<\/p>\n<p>Santri memiliki kewajiban akademik dan keagamaan. Karena itu, kegiatan olahraga sebaiknya dilakukan pada waktu yang memang sudah ditentukan.<\/p>\n<p>Prinsipnya adalah bukan memilih antara belajar atau olahraga, melainkan mengatur keduanya agar saling mendukung.<\/p>\n<p>Olahraga yang dilakukan secara proporsional dapat menjadi penyegar setelah belajar. Namun, olahraga berlebihan tanpa memperhatikan waktu istirahat justru dapat menyebabkan kelelahan.<\/p>\n<p>Karena itu, santri perlu belajar mengatur intensitas kegiatan sesuai kondisi tubuh.<\/p>\n<p>Kemampuan mengatur waktu tersebut pada akhirnya menjadi keterampilan hidup yang penting.<\/p>\n<h2>Apa yang Perlu Ditanyakan Orang Tua Sebelum Memilih Boarding School?<\/h2>\n<p>Orang tua yang mempertimbangkan Pesantren Al Ma&#8217;soem dapat menanyakan beberapa hal berkaitan dengan kegiatan olahraga.<\/p>\n<p>Pertama, jenis olahraga apa saja yang dapat diikuti santri.<\/p>\n<p>Kedua, bagaimana jadwal penggunaan lapangan.<\/p>\n<p>Ketiga, apakah kegiatan olahraga bersifat ekstrakurikuler, kegiatan rutin, atau bagian dari pembelajaran.<\/p>\n<p>Keempat, bagaimana pengawasan ketika santri mengikuti kegiatan.<\/p>\n<p>Kelima, apakah terdapat pembatasan tertentu berdasarkan usia, kemampuan, atau kondisi kesehatan.<\/p>\n<p>Keenam, bagaimana mekanisme jika santri ingin mengikuti kompetisi.<\/p>\n<p>Pertanyaan tersebut membantu orang tua memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai aktivitas anak selama tinggal di boarding school.<\/p>\n<h2>Badminton dan Basket sebagai Bagian dari Kehidupan Seimbang<\/h2>\n<p>Pada akhirnya, alasan badminton dan basket dapat menjadi sarana pelepasan penat bagi santri bukan hanya karena kedua olahraga tersebut menyenangkan.<\/p>\n<p>Keduanya menawarkan aktivitas fisik, interaksi sosial, tantangan, kerja sama, dan kesempatan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas akademik.<\/p>\n<p>Badminton dapat melatih refleks, koordinasi, konsentrasi, dan ketangkasan. Basket dapat melatih komunikasi, kerja sama tim, pengambilan keputusan, dan sportivitas.<\/p>\n<p>Lebih dari itu, keberadaan fasilitas olahraga dalam lingkungan Pesantren Al Ma&#8217;soem menunjukkan bahwa kehidupan boarding school tidak hanya berisi kegiatan belajar dan ibadah. Pengembangan diri juga membutuhkan aktivitas fisik dan ruang untuk bersosialisasi.<\/p>\n<p>Al Ma&#8217;soem menyediakan berbagai pilihan fasilitas olahraga, termasuk basket dan badminton, sebagai bagian dari lingkungan pendidikan terpadu.<\/p>\n<p>Bagi calon santri dan orang tua, fasilitas seperti ini dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih pesantren modern. Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak fasilitas yang tersedia, tetapi bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan santri secara seimbang.<\/p>\n<p>Dengan jadwal yang teratur, pendampingan yang tepat, dan pemanfaatan fasilitas secara optimal, badminton dan basket dapat menjadi lebih dari sekadar olahraga. Keduanya dapat menjadi ruang bagi santri untuk bergerak, berinteraksi, belajar bekerja sama, mengelola emosi, menjaga kebugaran, dan melepas kejenuhan setelah menjalani aktivitas belajar yang padat.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, lingkungan boarding school yang baik adalah lingkungan yang memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar dalam berbagai situasi. Kelas menjadi tempat memperoleh pengetahuan, masjid menjadi ruang pembinaan spiritual, asrama menjadi tempat belajar hidup mandiri, sedangkan lapangan olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun kebugaran, persahabatan, disiplin, dan sportivitas.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya badminton dan basket layak dipandang sebagai bagian penting dari pengalaman pendidikan santri di Pesantren Al Ma&#8217;soem, bukan sekadar kegiatan pengisi waktu luang.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehidupan sebagai santri di lingkungan pesantren atau boarding school memiliki banyak aktivitas yang harus dijalani setiap hari. Mulai dari pembelajaran akademik, kegiatan keagamaan, hafalan Al-Qur&#8217;an, belajar kitab, ibadah berjamaah, mengerjakan tugas, hingga menjalankan berbagai kegiatan di asrama. Rutinitas yang padat tersebut tentu membutuhkan keseimbangan agar santri tetap memiliki energi, motivasi, dan konsentrasi yang baik. Salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":21940,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Mengapa Ekstrakurikuler Badminton dan Basket Menjadi Sarana Pelepasan Penat Terbaik Bagi Santri Pesantren Al Ma'soem? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Kehidupan sebagai santri di lingkungan pesantren atau boarding school memiliki banyak aktivitas yang harus dijalani setiap hari. Mulai dari pembelajaran akademi"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[8742,7309,6980,8037,6876],"class_list":["post-34003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-badmintonalmasoem","tag-basketalmasoem","tag-boardingschoolalmasoem","tag-ekstrakurikuleralmasoem","tag-pesantrenalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/LAPANG-BASKET-BARU.jpg",1920,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/LAPANG-BASKET-BARU-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/LAPANG-BASKET-BARU-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/LAPANG-BASKET-BARU-768x432.jpg",768,432,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/LAPANG-BASKET-BARU-1024x576.jpg",1024,576,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/LAPANG-BASKET-BARU-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/LAPANG-BASKET-BARU.jpg",1920,1080,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/LAPANG-BASKET-BARU-18x10.jpg",18,10,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Kehidupan sebagai santri di lingkungan pesantren atau boarding school memiliki banyak aktivitas yang harus dijalani setiap hari. Mulai dari pembelajaran akademik, kegiatan keagamaan, hafalan Al-Qur&#8217;an, belajar kitab, ibadah berjamaah, mengerjakan tugas, hingga menjalankan berbagai kegiatan di asrama. Rutinitas yang padat tersebut tentu membutuhkan keseimbangan agar santri tetap memiliki energi, motivasi, dan konsentrasi yang baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan ruang bagi santri untuk melakukan aktivitas olahraga. Di Pesantren Al Ma&#8217;soem, berbagai fasilitas olahraga menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendukung aktivitas siswa dan santri. Di antara pilihan yang menarik adalah badminton atau bulu tangkis dan basket. Kedua&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 6","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":8742,"label":"BadmintonAlMasoem"},{"value":7309,"label":"BasketAlMasoem"},{"value":6980,"label":"BoardingSchoolAlMasoem"},{"value":8037,"label":"EkstrakurikulerAlMasoem"},{"value":6876,"label":"PesantrenAlMasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/LAPANG-BASKET-BARU-1024x576.jpg",1024,576,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 6","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":13490,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":13490,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4512,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":4512,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":8742,"name":"BadmintonAlMasoem","slug":"badmintonalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":8742,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":7309,"name":"BasketAlMasoem","slug":"basketalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":7309,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":8,"filter":"raw"},{"term_id":6980,"name":"BoardingSchoolAlMasoem","slug":"boardingschoolalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":6980,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":90,"filter":"raw"},{"term_id":8037,"name":"EkstrakurikulerAlMasoem","slug":"ekstrakurikuleralmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":8037,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":18,"filter":"raw"},{"term_id":6876,"name":"PesantrenAlMasoem","slug":"pesantrenalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":6876,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":486,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34003"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34003\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34092,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34003\/revisions\/34092"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}