{"id":33235,"date":"2026-09-13T08:46:14","date_gmt":"2026-09-13T00:46:14","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=33235"},"modified":"2026-09-13T08:46:14","modified_gmt":"2026-09-13T00:46:14","slug":"apa-manfaat-reading-corner-dan-studio-podcast-bagi-kreativitas-siswa-smp-al-masoem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/apa-manfaat-reading-corner-dan-studio-podcast-bagi-kreativitas-siswa-smp-al-masoem\/","title":{"rendered":"Apa Manfaat Reading Corner dan Studio Podcast bagi Kreativitas Siswa SMP Al Ma\u2019soem?"},"content":{"rendered":"<p>Sekolah pada masa sekarang tidak hanya dituntut menyediakan ruang kelas yang nyaman untuk kegiatan belajar, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk membaca, mencari informasi, berkreasi, dan menyampaikan gagasan. Siswa SMP berada pada tahap ketika rasa ingin tahu mulai berkembang semakin luas. Mereka mulai tertarik pada berbagai informasi, memiliki pendapat sendiri, dan membutuhkan kesempatan untuk mencoba hal-hal baru. Karena itu, fasilitas yang memberikan ruang untuk eksplorasi dapat menjadi bagian penting dari lingkungan pendidikan. SMP Al Ma\u2019soem memiliki reading corner serta studio mini dan podcast yang dapat menjadi fasilitas pendukung untuk kegiatan literasi dan kreativitas siswa.<\/p>\n<p>Reading corner dapat memberikan suasana yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Sementara itu, studio mini dan podcast dapat membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar membuat maupun menyampaikan suatu informasi melalui media. Kedua fasilitas tersebut mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi sama-sama dapat mendorong siswa untuk lebih aktif menggunakan informasi yang mereka dapatkan. Bagi siswa SMP, pengalaman seperti membaca, berdiskusi, menyusun gagasan, berbicara, dan menghasilkan karya dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri.<\/p>\n<h2>Mengapa Reading Corner Penting di Lingkungan Sekolah?<\/h2>\n<p>Membaca merupakan salah satu kebiasaan yang mendukung proses belajar siswa dalam berbagai bidang. Pengetahuan yang diperoleh di kelas tentu bukan satu-satunya informasi yang dibutuhkan anak. Ketika siswa terbiasa membaca, mereka memiliki kesempatan untuk menemukan informasi tambahan dan mengenal berbagai topik yang mungkin belum dibahas secara mendalam dalam pembelajaran. Reading corner dapat menjadi salah satu fasilitas yang menciptakan ruang bagi kebiasaan tersebut di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Keberadaan reading corner juga memberikan alternatif bagi siswa yang ingin membaca dalam suasana yang lebih santai. Tidak semua aktivitas membaca harus selalu berkaitan dengan tugas atau ujian. Siswa dapat membaca karena ingin mengetahui sesuatu, tertarik pada suatu topik, atau sekadar menikmati bacaan. Kebiasaan seperti ini dapat membantu membangun hubungan yang lebih positif antara siswa dan kegiatan membaca.<\/p>\n<p>Dalam kehidupan sekolah, reading corner dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Membaca secara mandiri ketika memiliki waktu yang tersedia.<\/li>\n<li>Mencari informasi tambahan untuk tugas.<\/li>\n<li>Mengenal topik baru di luar materi pembelajaran.<\/li>\n<li>Menambah referensi sebelum membuat karya.<\/li>\n<li>Berdiskusi dengan teman mengenai bacaan.<\/li>\n<li>Mengembangkan kebiasaan membaca secara rutin.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kegiatan membaca yang dilakukan secara konsisten dapat membantu siswa memperluas cara pandang. Mereka dapat menemukan sudut pandang yang berbeda dari satu bacaan ke bacaan lainnya. Hal tersebut menjadi penting karena pendidikan bukan hanya tentang mengetahui jawaban, tetapi juga memahami informasi dan mengembangkan kemampuan berpikir.<\/p>\n<h2>Membaca sebagai Awal dari Kreativitas<\/h2>\n<p>Kreativitas sering kali muncul ketika seseorang mempunyai cukup banyak informasi untuk diolah menjadi sebuah gagasan. Siswa yang terbiasa membaca dapat memperoleh berbagai referensi yang kemudian menjadi bahan untuk membuat sesuatu. Mereka dapat menemukan ide dari cerita, pengetahuan, pengalaman tokoh, maupun informasi lain yang mereka baca.<\/p>\n<p>Di tingkat SMP, kemampuan mengolah informasi menjadi semakin penting. Siswa mulai mendapatkan tugas yang menuntut mereka menjelaskan, membandingkan, memberikan pendapat, maupun membuat karya. Reading corner dapat mendukung proses tersebut karena siswa mempunyai tempat yang dapat digunakan untuk mencari informasi dan mengembangkan pengetahuan secara mandiri.<\/p>\n<p>Namun, membaca tidak harus selalu menghasilkan tugas. Ada kalanya siswa hanya perlu membaca untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Dari satu bacaan, mereka mungkin menemukan topik lain yang ingin diketahui. Kebiasaan mencari tahu inilah yang dapat menjadi salah satu dasar pembelajaran sepanjang hayat. Anak tidak hanya belajar ketika guru memberikan materi, tetapi mulai mempunyai dorongan untuk mencari informasi secara mandiri.<\/p>\n<h2>Bagaimana Studio Podcast Memberikan Pengalaman yang Berbeda?<\/h2>\n<p>Jika reading corner lebih banyak memberikan ruang bagi siswa untuk menerima dan mengolah informasi, studio mini dan podcast dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk menghasilkan serta menyampaikan informasi. Kegiatan podcast membutuhkan proses sebelum sebuah materi dapat disampaikan kepada orang lain. Siswa perlu menentukan topik, menyusun pembahasan, menyiapkan cara penyampaian, kemudian memikirkan bagaimana informasi tersebut dapat dipahami oleh pendengar.<\/p>\n<p>Proses tersebut dapat menjadi latihan yang menarik bagi siswa SMP. Mereka tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar menyusun gagasan. Siswa perlu memahami apa yang ingin disampaikan dan bagaimana membuat pembahasannya tetap terarah. Jika dilakukan dalam kelompok, mereka juga dapat belajar membagi tugas dan menghargai kontribusi anggota lainnya.<\/p>\n<p>Studio mini dan podcast dapat digunakan sebagai ruang untuk melatih beberapa kemampuan, seperti:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Komunikasi<\/strong>, melalui kegiatan berbicara dan menyampaikan informasi.<\/li>\n<li><strong>Kreativitas<\/strong>, melalui pemilihan topik dan cara penyajian.<\/li>\n<li><strong>Kerja sama<\/strong>, ketika produksi dilakukan bersama teman.<\/li>\n<li><strong>Kepercayaan diri<\/strong>, karena siswa mendapat kesempatan untuk berbicara.<\/li>\n<li><strong>Perencanaan<\/strong>, melalui proses menentukan konsep dan materi.<\/li>\n<li><strong>Literasi digital<\/strong>, terutama ketika siswa belajar memahami media dan penyampaian informasi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal yang berguna karena kehidupan siswa saat ini sangat dekat dengan berbagai bentuk media. Namun, penggunaan media juga perlu disertai kemampuan memilih informasi dan menyampaikannya secara bertanggung jawab.<\/p>\n<h2>Belajar Berbicara Tanpa Takut Salah<\/h2>\n<p>Salah satu tantangan yang sering dihadapi siswa adalah rasa kurang percaya diri ketika harus berbicara di depan orang lain. Ada siswa yang sebenarnya mempunyai banyak ide, tetapi kesulitan menyampaikannya karena takut salah atau takut mendapatkan penilaian dari orang lain. Kesempatan berbicara melalui kegiatan seperti podcast dapat menjadi latihan untuk menghadapi rasa tersebut secara bertahap.<\/p>\n<p>Dalam proses membuat podcast, siswa dapat mempersiapkan materi terlebih dahulu sehingga mereka tidak harus langsung berbicara tanpa persiapan. Mereka dapat berlatih membaca naskah, memahami poin pembahasan, dan mencoba menyampaikan informasi dengan gaya yang lebih natural. Seiring bertambahnya pengalaman, siswa dapat menjadi lebih terbiasa mendengar suara dan melihat cara mereka berkomunikasi sendiri.<\/p>\n<p>Kesalahan dalam proses latihan juga dapat menjadi bagian dari pembelajaran. Siswa dapat mengevaluasi cara berbicara, kejelasan informasi, maupun struktur pembahasan. Dengan demikian, kegiatan podcast tidak harus berorientasi pada hasil produksi yang sempurna. Proses mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki justru dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna.<\/p>\n<h2>Hubungan Reading Corner dengan Podcast<\/h2>\n<p>Reading corner dan studio podcast sebenarnya dapat saling melengkapi. Sebelum membuat suatu konten, siswa membutuhkan informasi yang dapat dipercaya dan relevan dengan topik yang ingin dibahas. Kebiasaan membaca dapat membantu siswa mempunyai bahan untuk dikembangkan menjadi pembahasan.<\/p>\n<p>Misalnya, siswa ingin membuat podcast mengenai lingkungan, teknologi, pendidikan, olahraga, atau topik lainnya. Mereka dapat memulai dengan membaca beberapa referensi, memahami informasi utama, kemudian menentukan sudut pembahasan yang ingin disampaikan. Dari proses tersebut, membaca tidak berhenti sebagai aktivitas menerima informasi, tetapi dilanjutkan dengan kemampuan mengolah dan menyampaikan informasi.<\/p>\n<p>Hubungan seperti ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih lengkap. Siswa belajar bahwa informasi perlu dipahami sebelum disampaikan kepada orang lain. Mereka juga dapat belajar membedakan antara sekadar mengetahui sesuatu dengan benar-benar memahami topik tersebut. Keterampilan ini dapat membantu mereka ketika mengerjakan tugas maupun menghadapi berbagai informasi di luar sekolah.<\/p>\n<h2>Mengembangkan Kreativitas melalui Kegiatan Expression Day<\/h2>\n<p>Kreativitas siswa juga dapat berkembang melalui kegiatan sekolah lainnya. SMP Al Ma\u2019soem memiliki kegiatan kokurikuler seperti Expression Day yang dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan dan gagasannya. Kegiatan tersebut dapat berjalan searah dengan keberadaan fasilitas seperti studio mini dan podcast karena keduanya memberikan ruang bagi siswa untuk menghasilkan sesuatu dan menunjukkan kemampuan mereka.<\/p>\n<p>Siswa mempunyai karakter yang berbeda-beda. Ada yang senang tampil di depan banyak orang, tetapi ada pula yang lebih nyaman bekerja di balik layar. Kegiatan kreatif dapat memberikan pilihan yang lebih beragam. Dalam produksi podcast misalnya, tidak semua siswa harus menjadi pembicara. Ada yang dapat membantu mencari informasi, menyusun naskah, mengatur konsep, atau membantu proses produksi.<\/p>\n<p>Pembagian peran tersebut dapat mengajarkan bahwa sebuah karya tidak selalu dihasilkan oleh satu orang. Kerja sama menjadi bagian penting dalam menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Siswa belajar menghargai kemampuan teman dan memahami bahwa setiap orang dapat memberikan kontribusi dengan cara yang berbeda.<\/p>\n<h2>Literasi Digital Perlu Disertai Tanggung Jawab<\/h2>\n<p>Penggunaan studio podcast juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan literasi digital secara lebih kontekstual. Anak tidak hanya perlu mengetahui cara menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memahami tanggung jawab ketika membuat dan menyebarkan informasi. Apa yang disampaikan melalui media dapat didengar atau dilihat oleh orang lain, sehingga siswa perlu belajar mempertimbangkan isi dan cara penyampaiannya.<\/p>\n<p>Dalam proses membuat konten, siswa dapat belajar untuk tidak sembarangan mengambil informasi. Mereka perlu memahami sumber, mengolah informasi, dan menyampaikan pembahasan dengan bahasa yang sesuai. Kebiasaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menghadapi lingkungan digital yang semakin luas.<\/p>\n<p>Kemampuan tersebut juga berkaitan dengan karakter yang ingin dikembangkan melalui pendidikan. Siswa tidak hanya dituntut cerdas dalam memahami informasi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mandiri dalam menggunakannya secara bertanggung jawab. Pengalaman membuat karya media di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan proses tersebut.<\/p>\n<h2>Fasilitas yang Memberikan Ruang untuk Eksplorasi<\/h2>\n<p>Fasilitas sekolah mempunyai nilai ketika memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan sesuatu. Reading corner dapat mendorong kebiasaan membaca, sedangkan studio mini dan podcast dapat memberikan ruang untuk berkomunikasi serta menghasilkan karya. Ketiganya dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang tidak selalu ditemukan dalam pola pembelajaran konvensional.<\/p>\n<p>SMP Al Ma\u2019soem juga mempunyai ruang multimedia, laboratorium bahasa, serta berbagai fasilitas lainnya yang dapat mendukung kegiatan belajar dengan pendekatan berbeda. Keberagaman fasilitas tersebut memberikan pilihan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman yang lebih luas. Siswa dapat belajar menggunakan teknologi, membaca, berdiskusi, melakukan kegiatan praktis, dan mengembangkan minat melalui berbagai aktivitas.<\/p>\n<p>Bagi siswa SMP, kesempatan mencoba berbagai hal menjadi penting karena mereka masih berada dalam tahap mengenali kemampuan dirinya. Seorang anak mungkin baru mengetahui bahwa dirinya senang berbicara setelah mendapatkan kesempatan tampil. Anak lain mungkin menemukan ketertarikan pada menulis setelah sering membaca. Ada pula yang baru menyadari kemampuan kreatifnya setelah terlibat dalam sebuah proyek.<\/p>\n<h2>Peran Guru dalam Mengarahkan Kreativitas Siswa<\/h2>\n<p>Fasilitas yang lengkap tetap membutuhkan pendampingan agar penggunaannya dapat memberikan manfaat yang optimal. Guru dapat membantu siswa menentukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, memberikan arahan, serta membantu mengevaluasi hasil karya. Dengan pendampingan tersebut, siswa tidak hanya menggunakan fasilitas untuk bersenang-senang, tetapi memahami keterampilan apa yang sedang mereka kembangkan.<\/p>\n<p>Guru juga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba berbagai peran. Siswa yang biasanya pasif dapat diberikan kesempatan menjadi pembicara dalam kelompok kecil. Siswa yang mempunyai kemampuan menulis dapat membantu menyusun naskah. Sementara siswa yang tertarik dengan teknologi dapat belajar membantu bagian produksi. Pola seperti ini dapat membuat kegiatan lebih inklusif karena setiap siswa mempunyai kesempatan untuk berkontribusi.<\/p>\n<p>Reading corner dan studio mini\/podcast pada akhirnya dapat menjadi lebih dari sekadar fasilitas tambahan di lingkungan SMP Al Ma\u2019soem. Keduanya dapat memberikan ruang bagi siswa untuk membaca, mencari informasi, menyusun gagasan, bekerja sama, berkomunikasi, dan menghasilkan karya. Melalui pengalaman tersebut, siswa dapat mengembangkan kreativitas sekaligus belajar menjadi pribadi yang lebih percaya diri, adaptif, dan mandiri dalam menggunakan informasi maupun teknologi.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekolah pada masa sekarang tidak hanya dituntut menyediakan ruang kelas yang nyaman untuk kegiatan belajar, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk membaca, mencari informasi, berkreasi, dan menyampaikan gagasan. Siswa SMP berada pada tahap ketika rasa ingin tahu mulai berkembang semakin luas. Mereka mulai tertarik pada berbagai informasi, memiliki pendapat sendiri, dan membutuhkan kesempatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":23170,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Apa Manfaat Reading Corner dan Studio Podcast bagi Kreativitas Siswa SMP Al Ma\u2019soem? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Sekolah pada masa sekarang tidak hanya dituntut menyediakan ruang kelas yang nyaman untuk kegiatan belajar, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[7163,7096,6863],"class_list":["post-33235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-kreativitassiswa","tag-sekolahbandung","tag-smpalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-08-31-at-13.14.12-1.jpeg",1600,1204,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-08-31-at-13.14.12-1-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-08-31-at-13.14.12-1-300x226.jpeg",300,226,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-08-31-at-13.14.12-1-768x578.jpeg",768,578,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-08-31-at-13.14.12-1-1024x771.jpeg",1024,771,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-08-31-at-13.14.12-1-1536x1156.jpeg",1536,1156,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-08-31-at-13.14.12-1.jpeg",1600,1204,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-08-31-at-13.14.12-1-16x12.jpeg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Sekolah pada masa sekarang tidak hanya dituntut menyediakan ruang kelas yang nyaman untuk kegiatan belajar, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk membaca, mencari informasi, berkreasi, dan menyampaikan gagasan. Siswa SMP berada pada tahap ketika rasa ingin tahu mulai berkembang semakin luas. Mereka mulai tertarik pada berbagai informasi, memiliki pendapat sendiri, dan membutuhkan kesempatan untuk mencoba hal-hal baru. Karena itu, fasilitas yang memberikan ruang untuk eksplorasi dapat menjadi bagian penting dari lingkungan pendidikan. SMP Al Ma\u2019soem memiliki reading corner serta studio mini dan podcast yang dapat menjadi fasilitas pendukung untuk kegiatan literasi dan kreativitas siswa. Reading corner dapat memberikan&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 5","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":7163,"label":"kreativitassiswa"},{"value":7096,"label":"SekolahBandung"},{"value":6863,"label":"smpalmasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-08-31-at-13.14.12-1-1024x771.jpeg",1024,771,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 5","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":9895,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":9895,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3847,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":3847,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7163,"name":"kreativitassiswa","slug":"kreativitassiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":7163,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":145,"filter":"raw"},{"term_id":7096,"name":"SekolahBandung","slug":"sekolahbandung","term_group":0,"term_taxonomy_id":7096,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":388,"filter":"raw"},{"term_id":6863,"name":"smpalmasoem","slug":"smpalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":6863,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":930,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33235"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33236,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33235\/revisions\/33236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}