{"id":33154,"date":"2026-09-13T00:36:50","date_gmt":"2026-09-12T16:36:50","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=33154"},"modified":"2026-09-13T00:36:50","modified_gmt":"2026-09-12T16:36:50","slug":"bagaimana-pendidikan-islam-mengajarkan-siswa-bersikap-rendah-hati-di-tengah-prestasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-pendidikan-islam-mengajarkan-siswa-bersikap-rendah-hati-di-tengah-prestasi\/","title":{"rendered":"Bagaimana Pendidikan Islam Mengajarkan Siswa Bersikap Rendah Hati di Tengah Prestasi?"},"content":{"rendered":"<p>Prestasi merupakan salah satu bagian dari perjalanan pendidikan siswa. Mendapatkan hasil belajar yang baik, memenangkan perlombaan, menyelesaikan tugas dengan baik, atau menunjukkan kemampuan tertentu tentu dapat menjadi pengalaman yang membanggakan. Namun, pendidikan tidak hanya perlu membantu anak mencapai prestasi, tetapi juga mengajarkan bagaimana menyikapi pencapaian tersebut dengan baik.<\/p>\n<p>Dalam pendidikan Islam, salah satu sikap yang penting dikenalkan adalah rendah hati atau <em>tawadhu<\/em>. Rendah hati bukan berarti menganggap diri tidak memiliki kemampuan. Sebaliknya, seorang anak tetap dapat menyadari kelebihan yang dimilikinya tanpa merasa lebih tinggi daripada orang lain.<\/p>\n<p>Pemahaman tersebut penting karena lingkungan pendidikan mempertemukan siswa dengan teman-teman yang memiliki kemampuan, minat, dan kelebihan yang berbeda. Anak yang berhasil dalam satu bidang dapat belajar bahwa teman lainnya mungkin memiliki keunggulan di bidang yang berbeda.<\/p>\n<h2>Apa Arti Rendah Hati bagi Siswa?<\/h2>\n<p>Rendah hati dapat dikenalkan kepada anak melalui perilaku yang sederhana. Misalnya, tidak meremehkan teman, tetap mau mendengarkan pendapat orang lain, menerima masukan, dan tidak menjadikan prestasi sebagai alasan untuk merasa lebih unggul.<\/p>\n<p>Sikap tersebut berbeda dengan tidak percaya diri. Anak tetap boleh merasa senang ketika berhasil dan bangga terhadap usaha yang telah dilakukan. Yang perlu dipelajari adalah bagaimana menempatkan keberhasilan tersebut secara proporsional.<\/p>\n<p>Dalam pendidikan, pemahaman seperti ini membantu anak membangun pandangan yang lebih sehat terhadap kemampuan dirinya. Prestasi dapat menjadi sesuatu yang disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus belajar, bukan alat untuk membandingkan nilai dirinya dengan orang lain.<\/p>\n<h2>Mengapa Prestasi Perlu Diimbangi dengan Sikap Rendah Hati?<\/h2>\n<p>Prestasi dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa. Ketika usaha mereka menghasilkan pencapaian, anak dapat merasakan kepuasan dan semakin termotivasi untuk belajar. Namun, jika pencapaian selalu dijadikan ukuran utama, anak dapat terlalu berfokus pada posisi dibandingkan proses.<\/p>\n<p>Pendidikan sebaiknya membantu siswa memahami bahwa kemampuan seseorang dapat berkembang dan berubah. Anak yang unggul dalam satu pelajaran belum tentu unggul dalam semua bidang. Begitu pula siswa yang saat ini belum menunjukkan prestasi tertentu masih memiliki kesempatan untuk berkembang.<\/p>\n<p>Dengan mengenalkan rendah hati, siswa belajar bahwa keberhasilan tidak membuat seseorang menjadi lebih berharga daripada orang lain. Setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan memberikan kontribusi.<\/p>\n<h2>Bagaimana Guru Mengenalkan Sikap Rendah Hati?<\/h2>\n<p>Guru memiliki kesempatan untuk mengenalkan nilai rendah hati melalui cara memberikan apresiasi terhadap prestasi siswa. Pujian dapat diarahkan pada proses dan usaha yang dilakukan, bukan hanya pada label seperti \u201cpaling pintar\u201d atau \u201cpaling hebat\u201d.<\/p>\n<p>Misalnya, ketika siswa berhasil menyelesaikan tugas yang sulit, guru dapat mengapresiasi ketekunan dan strategi belajar yang digunakan. Setelah itu, siswa dapat diarahkan untuk melihat hal yang masih dapat dikembangkan.<\/p>\n<p>Cara tersebut membantu anak memahami bahwa sebuah pencapaian merupakan bagian dari proses yang masih dapat dilanjutkan. Anak belajar menerima keberhasilan tanpa berhenti mengevaluasi dirinya.<\/p>\n<p>Guru juga dapat menciptakan suasana kelas yang membuat siswa terbiasa saling menghargai. Ketika seorang teman berhasil, siswa lain dapat belajar memberikan apresiasi tanpa merasa harus menjadikan keberhasilan tersebut sebagai ancaman bagi dirinya.<\/p>\n<h2>Apa Hubungan Rendah Hati dengan Kemauan Belajar?<\/h2>\n<p>Sikap rendah hati memiliki hubungan dengan kesediaan seseorang untuk terus belajar. Anak yang menyadari bahwa dirinya masih memiliki hal untuk dipelajari akan lebih terbuka terhadap pengetahuan dan masukan baru.<\/p>\n<p>Dalam ilmu pendidikan, proses belajar yang baik membutuhkan kemampuan untuk mengevaluasi pemahaman diri. Siswa perlu mengetahui apa yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih membutuhkan latihan.<\/p>\n<p>Sikap seperti ini berkaitan dengan metakognisi. Anak tidak hanya belajar materi, tetapi juga belajar memahami proses belajarnya sendiri. Ketika siswa mendapatkan nilai baik, misalnya, mereka dapat diajak melihat strategi apa yang membuat mereka berhasil. Ketika hasilnya belum sesuai harapan, mereka dapat mencari bagian yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<p>Dengan demikian, rendah hati dapat membantu siswa mempertahankan sikap terbuka terhadap proses belajar.<\/p>\n<h2>Bagaimana Siswa Belajar Menghargai Kemampuan Temannya?<\/h2>\n<p>Sekolah merupakan lingkungan yang mempertemukan anak dengan berbagai karakter dan kemampuan. Ada siswa yang cepat memahami matematika, ada yang memiliki kemampuan bahasa yang baik, ada yang kreatif dalam membuat karya, dan ada pula yang memiliki kemampuan lain yang mungkin tidak langsung terlihat dalam nilai akademik.<\/p>\n<p>Perbedaan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar menghargai kelebihan orang lain. Anak dapat memahami bahwa setiap orang memiliki potensi yang berbeda.<\/p>\n<p>Guru dapat menggunakan kegiatan kelompok untuk mengenalkan pemahaman tersebut. Setiap siswa dapat diberikan kesempatan berkontribusi sesuai kemampuan. Dengan begitu, anak belajar bahwa keberhasilan kelompok tidak hanya bergantung pada satu orang.<\/p>\n<p>Situasi ini juga membantu siswa memahami bahwa memiliki kemampuan tertentu bukan alasan untuk merendahkan teman yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar.<\/p>\n<h2>Apakah Rendah Hati Berarti Tidak Boleh Bangga terhadap Prestasi?<\/h2>\n<p>Tidak. Anak tetap dapat merasa senang dan bangga ketika berhasil mencapai sesuatu. Perasaan tersebut merupakan bagian yang wajar setelah seseorang berusaha dan mendapatkan hasil.<\/p>\n<p>Yang perlu dibangun adalah cara menyikapi kebanggaan tersebut. Siswa dapat belajar mengapresiasi dirinya tanpa mengecilkan orang lain. Mereka juga dapat memahami bahwa sebuah pencapaian biasanya dipengaruhi oleh banyak hal, seperti latihan, dukungan guru, keluarga, kesempatan belajar, dan lingkungan.<\/p>\n<p>Pemahaman tersebut membuat anak tidak melihat prestasi sebagai alasan untuk merasa paling unggul. Sebaliknya, pencapaian dapat menjadi pengingat bahwa usaha yang dilakukan dapat menghasilkan perkembangan.<\/p>\n<h2>Bagaimana Kegagalan Membantu Mengenalkan Rendah Hati?<\/h2>\n<p>Kegagalan atau hasil yang belum sesuai harapan juga dapat menjadi bagian dari pendidikan. Ketika siswa mengalami kesulitan, mereka mendapatkan kesempatan untuk memahami bahwa tidak semua hal dapat dikuasai dalam waktu singkat.<\/p>\n<p>Pengalaman tersebut dapat membantu anak menjadi lebih menghargai proses orang lain. Siswa yang pernah merasakan sulitnya belajar suatu keterampilan dapat memahami bahwa teman yang mengalami kesulitan juga membutuhkan waktu dan dukungan.<\/p>\n<p>Guru dapat membantu dengan tidak menjadikan kegagalan sebagai label terhadap kemampuan anak. Sebaliknya, siswa dapat diajak melihat apa yang bisa dipelajari dari pengalaman tersebut dan langkah apa yang dapat dilakukan selanjutnya.<\/p>\n<p>Dengan cara ini, keberhasilan maupun kegagalan sama-sama menjadi bagian dari proses perkembangan.<\/p>\n<h2>Bagaimana Nilai Rendah Hati Dihubungkan dengan Pendidikan Islam?<\/h2>\n<p>Dalam pendidikan Islam, nilai rendah hati dapat menjadi bagian dari pembentukan akhlak siswa. Anak dapat diajak memahami bahwa ilmu dan kemampuan merupakan sesuatu yang perlu digunakan dengan baik.<\/p>\n<p>Pembelajaran tentang nilai tersebut tidak harus selalu dilakukan melalui penjelasan teoritis. Guru dapat menghubungkannya dengan situasi yang ditemui siswa sehari-hari, seperti cara menerima pujian, cara memberikan apresiasi kepada teman, cara menerima koreksi, dan cara bersikap ketika mendapatkan prestasi.<\/p>\n<p>Pendekatan kontekstual membuat nilai agama lebih mudah dipahami karena siswa melihat hubungan antara materi dan kehidupan mereka.<\/p>\n<h2>Mengapa Sikap Rendah Hati Penting bagi Perkembangan Siswa?<\/h2>\n<p>Pendidikan bukan hanya mempersiapkan anak untuk mendapatkan hasil akademik. Siswa juga sedang belajar membentuk cara berpikir dan cara berhubungan dengan lingkungan.<\/p>\n<p>Rendah hati membantu anak memahami bahwa keberhasilan bukan alasan untuk berhenti belajar. Anak dapat tetap memiliki tujuan dan cita-cita sambil menghargai orang lain.<\/p>\n<p>Di lingkungan sekolah berbasis Islam seperti Al Ma\u2019soem, nilai tersebut dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang menghubungkan pencapaian siswa dengan pembentukan sikap. Anak dapat didorong untuk berkembang sesuai potensinya sekaligus belajar menghargai kemampuan teman.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, pendidikan yang baik tidak hanya membantu siswa bertanya, \u201cSeberapa tinggi pencapaian saya?\u201d tetapi juga mengajak mereka memahami, \u201cBagaimana saya menggunakan kemampuan yang saya miliki?\u201d<\/p>\n<p>Dengan pemahaman tersebut, prestasi dapat menjadi bagian dari perjalanan belajar yang positif. Anak boleh berusaha mencapai hasil terbaik, tetapi tetap terbuka untuk belajar, menerima masukan, menghargai orang lain, dan menyadari bahwa setiap orang memiliki proses perkembangan yang berbeda.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prestasi merupakan salah satu bagian dari perjalanan pendidikan siswa. Mendapatkan hasil belajar yang baik, memenangkan perlombaan, menyelesaikan tugas dengan baik, atau menunjukkan kemampuan tertentu tentu dapat menjadi pengalaman yang membanggakan. Namun, pendidikan tidak hanya perlu membantu anak mencapai prestasi, tetapi juga mengajarkan bagaimana menyikapi pencapaian tersebut dengan baik. Dalam pendidikan Islam, salah satu sikap yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":33155,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana Pendidikan Islam Mengajarkan Siswa Bersikap Rendah Hati di Tengah Prestasi? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Prestasi merupakan salah satu bagian dari perjalanan pendidikan siswa. Mendapatkan hasil belajar yang baik, memenangkan perlombaan, menyelesaikan tugas dengan b"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[6803,6905,10621,10622,7245,7220,10631,10625,7368,8111],"class_list":["post-33154","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-almasoembandung","tag-karaktersiswa","tag-nilaikeislaman","tag-pendidikanakhlak","tag-pendidikanislam","tag-prestasiakademik","tag-rendahhatidalamislam","tag-sekolahberbasisislam","tag-sekolahdasar","tag-sikapsiswa"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/\u0e16\u0e36\u0e07\u0e40\u0e27\u0e25\u0e32\u0e41\u0e25\u0e49\u0e27\u0e17\u0e35\u0e48\u0e40\u0e23\u0e32\u0e04\u0e27\u0e23\u0e40\u0e25\u0e34\u0e01\u0e21\u0e2d\u0e07\u0e27\u0e48\u0e32-\u0e17\u0e35\u0e21\u0e17\u0e35\u0e48\u0e23\u0e27\u0e21\u0e40\u0e14\u0e47\u0e01\u0e40\u0e01\u0e48\u0e07\u2026.jpg",626,417,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/\u0e16\u0e36\u0e07\u0e40\u0e27\u0e25\u0e32\u0e41\u0e25\u0e49\u0e27\u0e17\u0e35\u0e48\u0e40\u0e23\u0e32\u0e04\u0e27\u0e23\u0e40\u0e25\u0e34\u0e01\u0e21\u0e2d\u0e07\u0e27\u0e48\u0e32-\u0e17\u0e35\u0e21\u0e17\u0e35\u0e48\u0e23\u0e27\u0e21\u0e40\u0e14\u0e47\u0e01\u0e40\u0e01\u0e48\u0e07\u2026-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/\u0e16\u0e36\u0e07\u0e40\u0e27\u0e25\u0e32\u0e41\u0e25\u0e49\u0e27\u0e17\u0e35\u0e48\u0e40\u0e23\u0e32\u0e04\u0e27\u0e23\u0e40\u0e25\u0e34\u0e01\u0e21\u0e2d\u0e07\u0e27\u0e48\u0e32-\u0e17\u0e35\u0e21\u0e17\u0e35\u0e48\u0e23\u0e27\u0e21\u0e40\u0e14\u0e47\u0e01\u0e40\u0e01\u0e48\u0e07\u2026-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/\u0e16\u0e36\u0e07\u0e40\u0e27\u0e25\u0e32\u0e41\u0e25\u0e49\u0e27\u0e17\u0e35\u0e48\u0e40\u0e23\u0e32\u0e04\u0e27\u0e23\u0e40\u0e25\u0e34\u0e01\u0e21\u0e2d\u0e07\u0e27\u0e48\u0e32-\u0e17\u0e35\u0e21\u0e17\u0e35\u0e48\u0e23\u0e27\u0e21\u0e40\u0e14\u0e47\u0e01\u0e40\u0e01\u0e48\u0e07\u2026.jpg",626,417,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/\u0e16\u0e36\u0e07\u0e40\u0e27\u0e25\u0e32\u0e41\u0e25\u0e49\u0e27\u0e17\u0e35\u0e48\u0e40\u0e23\u0e32\u0e04\u0e27\u0e23\u0e40\u0e25\u0e34\u0e01\u0e21\u0e2d\u0e07\u0e27\u0e48\u0e32-\u0e17\u0e35\u0e21\u0e17\u0e35\u0e48\u0e23\u0e27\u0e21\u0e40\u0e14\u0e47\u0e01\u0e40\u0e01\u0e48\u0e07\u2026.jpg",626,417,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/\u0e16\u0e36\u0e07\u0e40\u0e27\u0e25\u0e32\u0e41\u0e25\u0e49\u0e27\u0e17\u0e35\u0e48\u0e40\u0e23\u0e32\u0e04\u0e27\u0e23\u0e40\u0e25\u0e34\u0e01\u0e21\u0e2d\u0e07\u0e27\u0e48\u0e32-\u0e17\u0e35\u0e21\u0e17\u0e35\u0e48\u0e23\u0e27\u0e21\u0e40\u0e14\u0e47\u0e01\u0e40\u0e01\u0e48\u0e07\u2026.jpg",626,417,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/\u0e16\u0e36\u0e07\u0e40\u0e27\u0e25\u0e32\u0e41\u0e25\u0e49\u0e27\u0e17\u0e35\u0e48\u0e40\u0e23\u0e32\u0e04\u0e27\u0e23\u0e40\u0e25\u0e34\u0e01\u0e21\u0e2d\u0e07\u0e27\u0e48\u0e32-\u0e17\u0e35\u0e21\u0e17\u0e35\u0e48\u0e23\u0e27\u0e21\u0e40\u0e14\u0e47\u0e01\u0e40\u0e01\u0e48\u0e07\u2026.jpg",626,417,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/\u0e16\u0e36\u0e07\u0e40\u0e27\u0e25\u0e32\u0e41\u0e25\u0e49\u0e27\u0e17\u0e35\u0e48\u0e40\u0e23\u0e32\u0e04\u0e27\u0e23\u0e40\u0e25\u0e34\u0e01\u0e21\u0e2d\u0e07\u0e27\u0e48\u0e32-\u0e17\u0e35\u0e21\u0e17\u0e35\u0e48\u0e23\u0e27\u0e21\u0e40\u0e14\u0e47\u0e01\u0e40\u0e01\u0e48\u0e07\u2026-18x12.jpg",18,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Prestasi merupakan salah satu bagian dari perjalanan pendidikan siswa. Mendapatkan hasil belajar yang baik, memenangkan perlombaan, menyelesaikan tugas dengan baik, atau menunjukkan kemampuan tertentu tentu dapat menjadi pengalaman yang membanggakan. Namun, pendidikan tidak hanya perlu membantu anak mencapai prestasi, tetapi juga mengajarkan bagaimana menyikapi pencapaian tersebut dengan baik. Dalam pendidikan Islam, salah satu sikap yang penting dikenalkan adalah rendah hati atau tawadhu. Rendah hati bukan berarti menganggap diri tidak memiliki kemampuan. Sebaliknya, seorang anak tetap dapat menyadari kelebihan yang dimilikinya tanpa merasa lebih tinggi daripada orang lain. Pemahaman tersebut penting karena lingkungan pendidikan mempertemukan siswa dengan teman-teman yang memiliki kemampuan,&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 4","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":6803,"label":"AlMasoemBandung"},{"value":6905,"label":"karaktersiswa"},{"value":10621,"label":"nilaikeislaman"},{"value":10622,"label":"pendidikanakhlak"},{"value":7245,"label":"PendidikanIslam"},{"value":7220,"label":"PrestasiAkademik"},{"value":10631,"label":"rendahhatidalamislam"},{"value":10625,"label":"sekolahberbasisislam"},{"value":7368,"label":"SekolahDasar"},{"value":8111,"label":"SikapSiswa"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/\u0e16\u0e36\u0e07\u0e40\u0e27\u0e25\u0e32\u0e41\u0e25\u0e49\u0e27\u0e17\u0e35\u0e48\u0e40\u0e23\u0e32\u0e04\u0e27\u0e23\u0e40\u0e25\u0e34\u0e01\u0e21\u0e2d\u0e07\u0e27\u0e48\u0e32-\u0e17\u0e35\u0e21\u0e17\u0e35\u0e48\u0e23\u0e27\u0e21\u0e40\u0e14\u0e47\u0e01\u0e40\u0e01\u0e48\u0e07\u2026.jpg",626,417,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 4","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":10137,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":10137,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":4061,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":4061,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":6803,"name":"AlMasoemBandung","slug":"almasoembandung","term_group":0,"term_taxonomy_id":6803,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":192,"filter":"raw"},{"term_id":6905,"name":"karaktersiswa","slug":"karaktersiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":6905,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":146,"filter":"raw"},{"term_id":10621,"name":"nilaikeislaman","slug":"nilaikeislaman","term_group":0,"term_taxonomy_id":10621,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":22,"filter":"raw"},{"term_id":10622,"name":"pendidikanakhlak","slug":"pendidikanakhlak","term_group":0,"term_taxonomy_id":10622,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":21,"filter":"raw"},{"term_id":7245,"name":"PendidikanIslam","slug":"pendidikanislam","term_group":0,"term_taxonomy_id":7245,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":117,"filter":"raw"},{"term_id":7220,"name":"PrestasiAkademik","slug":"prestasiakademik","term_group":0,"term_taxonomy_id":7220,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":59,"filter":"raw"},{"term_id":10631,"name":"rendahhatidalamislam","slug":"rendahhatidalamislam","term_group":0,"term_taxonomy_id":10631,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":10625,"name":"sekolahberbasisislam","slug":"sekolahberbasisislam","term_group":0,"term_taxonomy_id":10625,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":17,"filter":"raw"},{"term_id":7368,"name":"SekolahDasar","slug":"sekolahdasar","term_group":0,"term_taxonomy_id":7368,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":135,"filter":"raw"},{"term_id":8111,"name":"SikapSiswa","slug":"sikapsiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":8111,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":19,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33154"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33154\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33156,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33154\/revisions\/33156"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}