{"id":31920,"date":"2026-09-11T12:17:38","date_gmt":"2026-09-11T04:17:38","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=31920"},"modified":"2026-09-11T12:17:38","modified_gmt":"2026-09-11T04:17:38","slug":"mengapa-kemampuan-menyusun-argumen-penting-bagi-siswa-sma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/mengapa-kemampuan-menyusun-argumen-penting-bagi-siswa-sma\/","title":{"rendered":"Mengapa Kemampuan Menyusun Argumen Penting bagi Siswa SMA?"},"content":{"rendered":"<p>Masa SMA merupakan periode ketika siswa mulai berhadapan dengan berbagai persoalan yang membutuhkan kemampuan berpikir lebih terstruktur. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diminta mengetahui suatu informasi, tetapi juga memahami alasan, membandingkan pendapat, serta menjelaskan pemikirannya. Karena itu, kemampuan menyusun argumen menjadi salah satu keterampilan yang dapat membantu siswa berkembang secara akademik maupun sosial.<\/p>\n<p>Menyusun argumen bukan berarti siswa harus selalu memenangkan perdebatan. Argumen yang baik justru berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pendapat berdasarkan alasan yang jelas. Siswa belajar menjelaskan apa yang diyakini, mengapa memiliki pandangan tersebut, dan bagaimana mendukung pendapatnya dengan informasi yang relevan.<\/p>\n<p>Kemampuan seperti ini dapat dilatih melalui berbagai kegiatan di sekolah, mulai dari diskusi kelas, presentasi, penulisan, kegiatan proyek, sampai pembelajaran menggunakan sumber digital. Dalam program Al Ma\u2019soem International Class, pembelajaran dirancang dengan aktivitas yang interaktif dan purposeful serta topik yang engaging dan relevan. Pendekatan seperti ini dapat memberikan ruang bagi siswa untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengolahnya.<\/p>\n<h2>Apa yang Dimaksud dengan Kemampuan Menyusun Argumen?<\/h2>\n<p>Argumen merupakan penyampaian pendapat yang disertai alasan atau dasar yang mendukung. Siswa yang mampu menyusun argumen dapat menjelaskan pemikirannya dengan lebih runtut.<\/p>\n<p>Contohnya, ketika siswa ditanya apakah penggunaan teknologi dapat membantu proses belajar, mereka tidak cukup hanya menjawab \u201ciya\u201d. Mereka dapat menjelaskan alasannya, memberikan contoh penggunaan teknologi, kemudian menjelaskan manfaat yang dirasakan.<\/p>\n<p>Dari proses tersebut, siswa belajar bahwa pendapat akan lebih mudah dipahami apabila disampaikan secara terstruktur.<\/p>\n<h2>Membantu Siswa Berpikir Lebih Teratur<\/h2>\n<p>Sebelum menyampaikan argumen, siswa perlu menentukan terlebih dahulu apa yang ingin dikatakan. Mereka perlu memilah informasi yang relevan dan menyusunnya dalam urutan yang mudah dipahami.<\/p>\n<p>Kebiasaan ini dapat membantu siswa mengembangkan pola berpikir yang lebih teratur.<\/p>\n<p>Kemampuan berpikir terstruktur juga dapat berguna ketika mengerjakan tugas, membuat laporan, melakukan presentasi, maupun menjawab pertanyaan dalam ujian.<\/p>\n<h2>Melatih Kemampuan Berpikir Kritis<\/h2>\n<p>Menyusun argumen berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis. Siswa perlu mempertimbangkan apakah suatu informasi memang dapat digunakan untuk mendukung pendapatnya.<\/p>\n<p>Mereka juga dapat belajar mengajukan pertanyaan seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Apa alasan dari pendapat tersebut?<\/li>\n<li>Apakah sumber informasinya dapat dipercaya?<\/li>\n<li>Apakah ada bukti yang mendukung?<\/li>\n<li>Apakah terdapat sudut pandang lain?<\/li>\n<li>Apakah kesimpulan yang dibuat sudah sesuai dengan informasi?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membuat siswa tidak terburu-buru menerima sebuah informasi.<\/p>\n<h2>Mengajarkan Siswa Membedakan Pendapat dan Fakta<\/h2>\n<p>Di era digital, siswa dapat menemukan berbagai informasi dengan mudah. Namun, tidak semua informasi memiliki dasar yang sama.<\/p>\n<p>Melalui latihan menyusun argumen, siswa dapat belajar membedakan fakta, opini, asumsi, dan kesimpulan.<\/p>\n<p>Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika siswa menggunakan internet sebagai sumber informasi. Mereka dapat belajar memeriksa informasi terlebih dahulu sebelum menjadikannya dasar dalam menyampaikan pendapat.<\/p>\n<h2>Diskusi Kelas Dapat Menjadi Sarana Latihan<\/h2>\n<p>Diskusi merupakan salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan argumentasi. Guru dapat memberikan sebuah topik yang memiliki lebih dari satu sudut pandang.<\/p>\n<p>Siswa kemudian dapat diminta menyampaikan pendapat masing-masing dengan alasan yang jelas.<\/p>\n<p>Dalam proses tersebut, siswa bukan hanya belajar berbicara, tetapi juga mendengarkan pendapat teman dan mempertimbangkan informasi yang berbeda.<\/p>\n<h2>Belajar Menghargai Pendapat Orang Lain<\/h2>\n<p>Kemampuan berargumen tidak dapat dipisahkan dari kemampuan menghargai perbedaan. Dalam diskusi, sangat mungkin siswa menemukan teman yang memiliki pandangan berbeda.<\/p>\n<p>Perbedaan tersebut tidak harus menjadi konflik.<\/p>\n<p>Siswa dapat belajar bahwa seseorang dapat memiliki pendapat berbeda karena memiliki pengalaman, informasi, atau sudut pandang yang berbeda. Yang penting adalah bagaimana perbedaan tersebut dibicarakan secara sopan.<\/p>\n<h2>Argumentasi dan Kemampuan Komunikasi<\/h2>\n<p>Siswa yang mampu menyusun argumen dengan baik akan lebih mudah menyampaikan ide kepada orang lain. Mereka dapat menjelaskan pendapat dengan pembukaan yang jelas, alasan yang relevan, dan contoh yang mendukung.<\/p>\n<p>Kemampuan ini dapat digunakan dalam berbagai situasi sekolah.<\/p>\n<p>Misalnya ketika melakukan presentasi kelompok, menyampaikan usulan kegiatan, berdiskusi dengan guru, atau memberikan pendapat dalam organisasi siswa.<\/p>\n<h2>Membantu Siswa Lebih Percaya Diri<\/h2>\n<p>Sebagian siswa sebenarnya memiliki banyak ide, tetapi merasa kesulitan ketika harus menyampaikannya. Salah satu penyebabnya adalah mereka belum terbiasa mengorganisasi pikiran.<\/p>\n<p>Latihan argumentasi dapat membantu siswa mempersiapkan apa yang ingin disampaikan.<\/p>\n<p>Ketika siswa mengetahui alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya, mereka dapat merasa lebih siap untuk berbicara di depan orang lain.<\/p>\n<h2>Peran Pembelajaran Bahasa Inggris<\/h2>\n<p>Kemampuan menyusun argumen juga dapat dikembangkan menggunakan bahasa Inggris. Program Al Ma\u2019soem International Class mencantumkan bilingual instruction, Cambridge Standards, Intensive English Course, dan Native English Teacher sebagai bagian dari programnya.<\/p>\n<p>Lingkungan bilingual dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan menggunakan lebih dari satu bahasa.<\/p>\n<p>Hal tersebut dapat menjadi pengalaman yang berguna ketika siswa menghadapi sumber informasi atau lingkungan akademik yang menggunakan bahasa Inggris.<\/p>\n<h2>Mengapa Sumber Berbahasa Inggris Dapat Mendukung Argumentasi?<\/h2>\n<p>Ketika siswa mampu membaca sumber berbahasa Inggris, mereka memiliki kesempatan untuk mengakses informasi yang lebih beragam.<\/p>\n<p>Siswa dapat menemukan artikel, materi pembelajaran, maupun referensi lain yang relevan dengan topik yang sedang dipelajari.<\/p>\n<p>Namun, kemampuan bahasa tetap perlu diikuti dengan kemampuan mengevaluasi sumber. Banyaknya informasi tidak otomatis membuat sebuah argumen menjadi kuat.<\/p>\n<h2>Teknologi Membantu Proses Pencarian Informasi<\/h2>\n<p>Teknologi dapat digunakan untuk mendukung siswa ketika mencari bahan untuk menyusun argumen. Program Al Ma\u2019soem International Class memiliki multimedia, in-class computers, Smart TV, dan integrated e-learning network.<\/p>\n<p>Dengan fasilitas tersebut, proses pembelajaran dapat menggunakan berbagai bentuk sumber informasi.<\/p>\n<p>Guru tetap memiliki peran penting dalam mengarahkan siswa agar teknologi digunakan untuk mencari dan mengolah informasi secara tepat.<\/p>\n<h2>Pentingnya Menggunakan Bukti<\/h2>\n<p>Argumen yang kuat tidak hanya bergantung pada cara berbicara. Isi dan dasar pendapat juga penting.<\/p>\n<p>Siswa dapat belajar mencari contoh, data, hasil pengamatan, atau sumber terpercaya yang sesuai dengan topik.<\/p>\n<p>Misalnya, ketika membahas manfaat membaca, siswa dapat menggunakan pengalaman belajar, hasil pengamatan, atau sumber yang relevan sebagai pendukung.<\/p>\n<p>Dengan begitu, pendapat tidak hanya berdasarkan perkiraan pribadi.<\/p>\n<h2>Melatih Kemampuan Menyusun Presentasi<\/h2>\n<p>Presentasi merupakan kegiatan yang sangat dekat dengan kemampuan argumentasi. Siswa perlu menentukan pesan utama yang ingin disampaikan dan mengatur materi agar mudah dipahami.<\/p>\n<p>Mereka juga perlu memikirkan urutan penyampaian.<\/p>\n<p>Struktur sederhana yang dapat dilatih adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Menyampaikan topik atau pendapat utama.<\/li>\n<li>Menjelaskan alasan yang mendukung.<\/li>\n<li>Memberikan contoh atau bukti.<\/li>\n<li>Menjelaskan kembali poin penting.<\/li>\n<li>Menanggapi pertanyaan dari pendengar.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Struktur tersebut dapat membantu siswa berbicara dengan lebih terarah.<\/p>\n<h2>Membantu Siswa dalam Kegiatan Proyek<\/h2>\n<p>Kegiatan proyek sering kali membuat siswa harus menentukan pilihan. Mereka mungkin perlu memilih tema, metode, pembagian tugas, atau bentuk hasil akhir.<\/p>\n<p>Pada kondisi seperti ini, kemampuan menyampaikan alasan dapat membantu kelompok mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Siswa dapat belajar mengatakan bukan hanya \u201csaya memilih ini\u201d, tetapi juga \u201csaya memilih ini karena alasan tertentu\u201d.<\/p>\n<p>Proses tersebut dapat membangun kebiasaan pengambilan keputusan yang lebih rasional.<\/p>\n<h2>Argumentasi dalam Kerja Kelompok<\/h2>\n<p>Ketika bekerja dalam kelompok, setiap siswa dapat memiliki ide yang berbeda. Tanpa komunikasi yang baik, perbedaan tersebut dapat menghambat pekerjaan.<\/p>\n<p>Kemampuan argumentasi membantu siswa menjelaskan gagasan sekaligus membuka ruang untuk menerima masukan.<\/p>\n<p>Dengan demikian, diskusi kelompok tidak hanya menjadi tempat menyampaikan ide, tetapi juga menjadi latihan negosiasi dan kerja sama.<\/p>\n<h2>Mengajarkan Cara Menanggapi Kritik<\/h2>\n<p>Ketika menyampaikan argumen, siswa mungkin mendapatkan pertanyaan atau kritik. Hal tersebut merupakan bagian dari proses komunikasi.<\/p>\n<p>Siswa dapat belajar tidak langsung menganggap kritik sebagai serangan.<\/p>\n<p>Mereka dapat mempertimbangkan apakah kritik tersebut memberikan informasi yang berguna untuk memperbaiki argumen.<\/p>\n<p>Kemampuan menerima masukan dapat membantu siswa berkembang menjadi pembelajar yang lebih terbuka.<\/p>\n<h2>Argumentasi Membutuhkan Kemampuan Mendengarkan<\/h2>\n<p>Menyusun argumen bukan hanya tentang berbicara. Siswa juga perlu mendengarkan.<\/p>\n<p>Ketika memahami pendapat orang lain, siswa dapat memberikan tanggapan yang lebih relevan.<\/p>\n<p>Mendengarkan dengan baik juga membantu menghindari kesalahpahaman dalam diskusi.<\/p>\n<h2>Hubungannya dengan Pendidikan Berstandar Internasional<\/h2>\n<p>Al Ma\u2019soem Upper Secondary mencantumkan fokus pada English proficiency, academic excellence, dan strong moral values dalam pembentukan generasi muda yang global minded.<\/p>\n<p>Kemampuan menyusun argumen dapat mendukung ketiga aspek tersebut dari sisi keterampilan berpikir dan komunikasi.<\/p>\n<p>Siswa dapat belajar menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab sambil memahami bahwa komunikasi membutuhkan etika.<\/p>\n<h2>Tidak Semua Perdebatan Harus Dimenangkan<\/h2>\n<p>Salah satu hal penting yang perlu dipahami siswa adalah bahwa argumentasi bukan perlombaan untuk menentukan siapa yang menang.<\/p>\n<p>Tujuan utamanya adalah menyampaikan pemikiran dan memahami persoalan.<\/p>\n<p>Jika setelah berdiskusi siswa menemukan informasi baru yang membuat pandangannya berubah, hal tersebut bukan kegagalan. Justru, kemampuan mengubah pendapat berdasarkan alasan yang lebih kuat merupakan bagian dari proses berpikir.<\/p>\n<h2>Membantu Siswa Mengambil Keputusan<\/h2>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, siswa akan menghadapi berbagai pilihan. Mereka dapat belajar mempertimbangkan kelebihan, kekurangan, risiko, dan konsekuensi sebelum menentukan pilihan.<\/p>\n<p>Kebiasaan menyusun alasan dapat membantu proses tersebut.<\/p>\n<p>Dengan berpikir secara lebih terstruktur, siswa dapat mengurangi keputusan yang hanya didasarkan pada tekanan dari lingkungan atau tren.<\/p>\n<h2>Peran Guru dalam Melatih Argumentasi<\/h2>\n<p>Guru dapat memberikan pertanyaan terbuka yang tidak hanya memiliki satu jawaban. Siswa kemudian diberikan kesempatan untuk menjelaskan alasan dari jawaban tersebut.<\/p>\n<p>Guru juga dapat meminta siswa membandingkan dua pandangan atau memberikan tanggapan terhadap sebuah kasus.<\/p>\n<p>Pendekatan seperti ini dapat membuat siswa terbiasa menjelaskan proses berpikirnya.<\/p>\n<h2>Lingkungan Belajar yang Interaktif<\/h2>\n<p>Pembelajaran yang interaktif dapat memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk terlibat. Dalam program Al Ma\u2019soem International Class, aktivitas pembelajaran disebut interactive and purposeful, dengan topik yang engaging dan relevant.<\/p>\n<p>Lingkungan seperti ini dapat digunakan untuk mendorong siswa bertanya, menjawab, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.<\/p>\n<p>Semakin sering siswa mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi, semakin banyak pula pengalaman yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan argumentasinya.<\/p>\n<h2>Mempersiapkan Siswa untuk Perguruan Tinggi<\/h2>\n<p>Kemampuan menyusun argumen dapat menjadi bekal ketika siswa melanjutkan pendidikan. Di perguruan tinggi, mahasiswa dapat menghadapi diskusi, tugas tertulis, presentasi, maupun proyek kelompok.<\/p>\n<p>Mereka tidak hanya perlu mengetahui materi, tetapi juga menjelaskan pemikiran dengan dasar yang jelas.<\/p>\n<p>Karena itu, latihan argumentasi sejak SMA dapat menjadi bagian dari persiapan akademik.<\/p>\n<h2>Berguna untuk Dunia Profesional<\/h2>\n<p>Kemampuan menyampaikan alasan juga dibutuhkan dalam dunia kerja. Seseorang mungkin harus menjelaskan ide kepada rekan kerja, memberikan rekomendasi, melakukan presentasi, atau menyampaikan hasil analisis.<\/p>\n<p>Kemampuan komunikasi yang baik dapat membantu informasi diterima dengan lebih jelas.<\/p>\n<p>Namun, komunikasi profesional juga membutuhkan sikap menghargai orang lain dan kemampuan mendengarkan.<\/p>\n<h2>Bagaimana Orang Tua Dapat Mendukung?<\/h2>\n<p>Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi mengenai berbagai topik tanpa menjadikan setiap percakapan sebagai ujian.<\/p>\n<p>Misalnya, setelah membaca sebuah berita atau menonton tayangan tertentu, orang tua dapat bertanya mengenai pendapat anak dan alasan di balik pendapat tersebut.<\/p>\n<p>Yang terpenting adalah memberikan ruang agar anak terbiasa berbicara dan berpikir tanpa takut langsung disalahkan.<\/p>\n<h2>Argumentasi Perlu Dilatih Secara Bertahap<\/h2>\n<p>Tidak semua siswa akan langsung mampu berbicara panjang dan terstruktur. Kemampuan tersebut dapat berkembang melalui latihan sederhana.<\/p>\n<p>Siswa dapat memulai dengan menjawab pertanyaan menggunakan satu alasan. Setelah terbiasa, mereka dapat menambahkan contoh, bukti, dan sudut pandang lain.<\/p>\n<p>Proses bertahap dapat membuat latihan terasa lebih mudah dan tidak memberikan tekanan berlebihan.<\/p>\n<h2>Membentuk Siswa yang Mampu Menyampaikan Gagasan<\/h2>\n<p>Kemampuan menyusun argumen pada akhirnya bukan hanya tentang kemampuan berbicara. Keterampilan ini melibatkan membaca, memahami informasi, berpikir kritis, menilai sumber, mendengarkan, dan menyampaikan gagasan.<\/p>\n<p>Semua kemampuan tersebut saling berkaitan dalam proses pendidikan.<\/p>\n<p>Bagi siswa SMA, kesempatan untuk berlatih argumentasi dapat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan menghadapi lingkungan akademik dan kehidupan setelah sekolah. Dengan kemampuan menyusun pendapat secara jelas, menggunakan alasan yang relevan, serta tetap menghargai perbedaan, siswa dapat belajar menjadi pribadi yang lebih kritis sekaligus terbuka terhadap berbagai perspektif.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masa SMA merupakan periode ketika siswa mulai berhadapan dengan berbagai persoalan yang membutuhkan kemampuan berpikir lebih terstruktur. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diminta mengetahui suatu informasi, tetapi juga memahami alasan, membandingkan pendapat, serta menjelaskan pemikirannya. Karena itu, kemampuan menyusun argumen menjadi salah satu keterampilan yang dapat membantu siswa berkembang secara akademik maupun sosial. Menyusun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":29363,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Mengapa Kemampuan Menyusun Argumen Penting bagi Siswa SMA? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Masa SMA merupakan periode ketika siswa mulai berhadapan dengan berbagai persoalan yang membutuhkan kemampuan berpikir lebih terstruktur. Dalam proses pembelaja"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[7437,10439,7081],"class_list":["post-31920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-berpikirkritis","tag-kemampuanberargumen","tag-smaalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sma.jpg",632,475,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sma-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sma-300x225.jpg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sma.jpg",632,475,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sma.jpg",632,475,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sma.jpg",632,475,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sma.jpg",632,475,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sma-16x12.jpg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Masa SMA merupakan periode ketika siswa mulai berhadapan dengan berbagai persoalan yang membutuhkan kemampuan berpikir lebih terstruktur. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya diminta mengetahui suatu informasi, tetapi juga memahami alasan, membandingkan pendapat, serta menjelaskan pemikirannya. Karena itu, kemampuan menyusun argumen menjadi salah satu keterampilan yang dapat membantu siswa berkembang secara akademik maupun sosial. Menyusun argumen bukan berarti siswa harus selalu memenangkan perdebatan. Argumen yang baik justru berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pendapat berdasarkan alasan yang jelas. Siswa belajar menjelaskan apa yang diyakini, mengapa memiliki pandangan tersebut, dan bagaimana mendukung pendapatnya dengan informasi yang relevan. Kemampuan seperti ini dapat dilatih melalui&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 4","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":7437,"label":"BerpikirKritis"},{"value":10439,"label":"KemampuanBerargumen"},{"value":7081,"label":"smaalmasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sma.jpg",632,475,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 4","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":9444,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":9444,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3777,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":3777,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":7437,"name":"BerpikirKritis","slug":"berpikirkritis","term_group":0,"term_taxonomy_id":7437,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":70,"filter":"raw"},{"term_id":10439,"name":"KemampuanBerargumen","slug":"kemampuanberargumen","term_group":0,"term_taxonomy_id":10439,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":7081,"name":"smaalmasoem","slug":"smaalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":7081,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":655,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31920"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31920\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31922,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31920\/revisions\/31922"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}