{"id":31820,"date":"2026-09-11T12:03:01","date_gmt":"2026-09-11T04:03:01","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=31820"},"modified":"2026-09-11T12:03:01","modified_gmt":"2026-09-11T04:03:01","slug":"bagaimana-model-jembatan-gantung-melatih-kemampuan-rekayasa-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-model-jembatan-gantung-melatih-kemampuan-rekayasa-siswa\/","title":{"rendered":"Bagaimana Model Jembatan Gantung Melatih Kemampuan Rekayasa Siswa?"},"content":{"rendered":"<h3>Jembatan Gantung sebagai Proyek Rekayasa<\/h3>\n<p>Jembatan merupakan salah satu contoh hasil rekayasa yang sangat dekat dengan kehidupan manusia karena berfungsi menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan oleh sungai, lembah, jalan, atau bentuk medan lainnya, sementara jembatan gantung mempunyai karakteristik yang menarik karena menggunakan kabel atau elemen penahan yang membantu menopang struktur lintasan. Konsep tersebut dapat diperkenalkan kepada siswa melalui pembuatan model jembatan gantung sederhana sehingga mereka dapat memahami bagaimana sebuah rancangan dibuat agar mampu menahan beban dan tetap stabil.<\/p>\n<p>Membuat model jembatan gantung juga dapat menjadi proyek pembelajaran yang menggabungkan kreativitas dan kemampuan berpikir teknis. Siswa tidak hanya membuat bentuk yang menyerupai jembatan, tetapi perlu memikirkan ukuran, material, posisi penyangga, hubungan antara kabel dan lantai jembatan, serta cara menguji kekuatan model yang mereka buat.<\/p>\n<h3>Mengenal Struktur Jembatan Gantung<\/h3>\n<p>Jembatan gantung memiliki beberapa bagian utama yang bekerja secara bersama-sama untuk menopang struktur. Pada model sederhana, siswa dapat mengenal menara atau penyangga, kabel utama, kabel penggantung, serta bagian lantai yang menjadi jalur lintasan.<\/p>\n<p>Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda sehingga siswa dapat melihat bahwa sebuah bangunan tidak hanya bergantung pada satu bagian. Jika salah satu komponen tidak dirancang dengan baik, kestabilan keseluruhan model dapat berubah sehingga proses perancangan perlu mempertimbangkan hubungan antarbagian.<\/p>\n<h3>Membuat Sketsa Sebelum Membuat Model<\/h3>\n<p>Tahap awal proyek dapat dimulai dengan membuat sketsa jembatan gantung. Siswa dapat menggambar posisi dua menara, lantai jembatan, kabel utama, dan bagian penghubung lainnya berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.<\/p>\n<p>Sketsa tersebut membantu siswa memvisualisasikan bentuk sebelum menggunakan bahan. Mereka juga dapat memberikan ukuran pada gambar sehingga proses pembuatan model menjadi lebih terarah dan kesalahan ukuran dapat dikurangi.<\/p>\n<h3>Memilih Bahan yang Tepat<\/h3>\n<p>Model jembatan dapat dibuat menggunakan bahan sederhana seperti stik kayu, sedotan, kardus, tali, benang, kertas tebal, atau material lain yang aman dan tersedia di lingkungan sekolah. Pemilihan bahan dapat menjadi bagian dari eksperimen karena setiap material memiliki tingkat kekuatan, kelenturan, dan berat yang berbeda.<\/p>\n<p>Siswa dapat membandingkan bahan yang digunakan untuk bagian struktur utama dengan bahan yang digunakan sebagai kabel. Dari sini, mereka belajar bahwa material dalam dunia rekayasa dipilih berdasarkan fungsi dan karakteristiknya, bukan hanya berdasarkan penampilan.<\/p>\n<h3>Mengapa Kabel Menjadi Bagian Penting?<\/h3>\n<p>Salah satu karakteristik utama jembatan gantung adalah penggunaan kabel sebagai bagian dari sistem penopang. Pada model pembelajaran, kabel dapat dibuat menggunakan benang atau tali yang cukup kuat untuk ukuran model.<\/p>\n<p>Siswa dapat mengamati bagaimana perubahan posisi atau ketegangan kabel memengaruhi bentuk jembatan. Kabel yang terlalu longgar dapat menghasilkan struktur yang berbeda dibandingkan kabel yang lebih tegang sehingga siswa dapat memahami bahwa komponen yang tampak sederhana dapat mempunyai peran penting dalam kestabilan sebuah struktur.<\/p>\n<h3>Mengenal Gaya Tarik dan Tekan<\/h3>\n<p>Model jembatan gantung dapat digunakan untuk memperkenalkan konsep gaya tarik dan gaya tekan secara sederhana. Kabel pada sistem jembatan bekerja terutama dalam kondisi tarik, sementara bagian struktur lainnya dapat menerima gaya yang berbeda sesuai dengan desainnya.<\/p>\n<p>Konsep tersebut dapat dijelaskan melalui perbandingan sederhana menggunakan bahan yang dapat ditarik dan didorong. Siswa kemudian dapat menghubungkannya dengan struktur jembatan dan melihat mengapa insinyur perlu menentukan material serta bentuk yang sesuai dengan gaya yang bekerja pada suatu bangunan.<\/p>\n<h3>Menguji Kekuatan Model<\/h3>\n<p>Setelah model selesai dibuat, siswa dapat melakukan pengujian menggunakan beban ringan yang aman. Beban dapat ditambahkan secara bertahap sambil mengamati perubahan pada lantai, kabel, dan menara jembatan.<\/p>\n<p>Pengujian sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan batas yang telah ditentukan agar struktur tidak roboh secara tiba-tiba. Data yang diperoleh dapat dicatat untuk mengetahui desain mana yang mampu mempertahankan bentuk dengan lebih baik.<\/p>\n<h3>Membuat Tabel Pengamatan<\/h3>\n<p>Data pengujian dapat disusun dalam tabel yang berisi jenis material, ukuran jembatan, jumlah kabel, massa beban, serta kondisi struktur setelah setiap tahap pengujian. Tabel sederhana tersebut membantu siswa melihat hasil secara lebih objektif.<\/p>\n<p>Jika terdapat beberapa kelompok dengan desain berbeda, data dapat dibandingkan untuk melihat apakah ada hubungan antara rancangan dan kemampuan menahan beban. Siswa kemudian dapat mendiskusikan alasan mengapa model tertentu lebih stabil dibandingkan model lainnya.<\/p>\n<h3>Mengubah Panjang Kabel<\/h3>\n<p>Panjang kabel dapat dijadikan salah satu variabel eksperimen. Siswa dapat membuat beberapa model dengan bentuk dasar yang sama tetapi menggunakan panjang kabel berbeda untuk melihat perubahan pada struktur.<\/p>\n<p>Perubahan tersebut dapat memengaruhi bentuk lengkungan kabel dan posisi lantai jembatan. Siswa dapat mengamati bahwa perubahan kecil pada satu komponen dapat menghasilkan perubahan pada sistem secara keseluruhan.<\/p>\n<h3>Mengubah Jarak Antar Menara<\/h3>\n<p>Jarak antara dua menara juga dapat menjadi bagian dari percobaan. Siswa dapat membuat model dengan jarak yang berbeda dan mengamati bagaimana perubahan rentang jembatan memengaruhi kebutuhan struktur penopang.<\/p>\n<p>Dari eksperimen tersebut, siswa dapat memahami bahwa semakin besar ruang yang harus dijembatani, semakin banyak pertimbangan yang perlu dilakukan dalam perancangan. Mereka dapat melihat mengapa ukuran dan posisi setiap bagian penting dalam sebuah struktur.<\/p>\n<h3>Membandingkan Jembatan Gantung dengan Jembatan Lain<\/h3>\n<p>Agar wawasan siswa semakin luas, model jembatan gantung dapat dibandingkan dengan model jembatan balok atau jembatan rangka. Ketiga jenis tersebut mempunyai bentuk dan cara distribusi beban yang berbeda.<\/p>\n<p>Perbandingan dapat dilakukan berdasarkan bentuk, material, jumlah penyangga, kemampuan menahan beban, serta kebutuhan ruang. Siswa dapat memahami bahwa tidak ada satu jenis jembatan yang selalu menjadi pilihan terbaik karena desain perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tertentu.<\/p>\n<h3>Belajar Menggunakan Konsep Skala<\/h3>\n<p>Model jembatan merupakan kesempatan untuk memperkenalkan konsep skala. Siswa dapat menentukan ukuran jembatan mini kemudian membuat perbandingan sederhana dengan ukuran jembatan sebenarnya.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut membantu mereka memahami bahwa model merupakan representasi dari objek nyata yang ukurannya diperkecil. Matematika kemudian dapat digunakan untuk menghitung panjang, tinggi, jarak antarbagian, dan perbandingan ukuran secara lebih terstruktur.<\/p>\n<h3>Mengembangkan Proyek Menjadi Tantangan STEM<\/h3>\n<p>Proyek dapat dikembangkan menjadi tantangan STEM dengan memberikan batasan tertentu kepada siswa. Misalnya, setiap kelompok hanya mendapatkan sejumlah stik kayu dan tali dengan panjang tertentu, kemudian diminta membuat jembatan yang mampu menahan beban paling besar dalam batas aman.<\/p>\n<p>Batasan material membuat siswa harus berpikir mengenai efisiensi desain. Mereka tidak dapat menggunakan bahan secara berlebihan sehingga perlu menentukan bagian mana yang benar-benar membutuhkan penguatan dan bagaimana bentuk struktur dapat membantu meningkatkan kestabilan.<\/p>\n<h3>Belajar dari Model yang Roboh<\/h3>\n<p>Model yang roboh ketika diuji tidak selalu menunjukkan bahwa proyek tersebut gagal. Keruntuhan dapat menjadi sumber informasi mengenai bagian yang kurang kuat, posisi beban yang tidak tepat, sambungan yang lemah, atau distribusi gaya yang belum dipahami.<\/p>\n<p>Siswa dapat diminta menganalisis bagian yang mengalami perubahan terlebih dahulu. Setelah menemukan kemungkinan penyebab, mereka dapat memperbaiki desain dan menguji kembali sehingga proses pembelajaran mengikuti pola merancang, menguji, mengevaluasi, dan memperbaiki.<\/p>\n<h3>Melatih Kemampuan Problem Solving<\/h3>\n<p>Ketika model tidak mampu menahan beban sesuai target, siswa perlu mencari solusi berdasarkan masalah yang ditemukan. Mereka dapat memperkuat menara, mengubah posisi kabel, menambah penyangga, mengganti material, atau mengubah bentuk lantai jembatan.<\/p>\n<p>Proses tersebut melatih kemampuan memecahkan masalah secara sistematis. Siswa belajar bahwa solusi yang baik bukan sekadar menambahkan banyak bahan, tetapi harus mempertimbangkan penyebab masalah dan menentukan perubahan yang paling efektif.<\/p>\n<h3>Mengembangkan Kreativitas Desain<\/h3>\n<p>Walaupun setiap kelompok memperoleh tantangan yang sama, bentuk jembatan yang dibuat dapat berbeda. Ada siswa yang mungkin lebih fokus pada kestabilan struktur, sementara kelompok lain mencoba membuat desain yang lebih ringan atau menggunakan susunan material yang berbeda.<\/p>\n<p>Perbedaan tersebut dapat menjadi bagian dari diskusi kelas. Setiap kelompok dapat menjelaskan alasan di balik desain mereka sehingga siswa belajar bahwa kreativitas dalam rekayasa tidak hanya menghasilkan bentuk yang unik, tetapi juga menghasilkan solusi yang mempunyai alasan teknis.<\/p>\n<h3>Melatih Kerja Sama Kelompok<\/h3>\n<p>Pembuatan model jembatan cukup ideal dilakukan secara berkelompok karena proyek membutuhkan berbagai pekerjaan. Siswa dapat membagi tugas untuk membuat sketsa, mengukur bahan, merakit struktur, memasang kabel, melakukan pengujian, dan mencatat hasil.<\/p>\n<p>Pembagian tugas tersebut dapat melatih kemampuan komunikasi dan tanggung jawab. Setiap anggota perlu menyelesaikan bagian masing-masing sekaligus memahami bagaimana pekerjaannya berhubungan dengan bagian yang dikerjakan anggota lain.<\/p>\n<h3>Menghubungkan dengan Jembatan di Dunia Nyata<\/h3>\n<p>Setelah model selesai, siswa dapat mencari contoh jembatan gantung yang ada di berbagai wilayah. Mereka dapat mengamati foto atau ilustrasi untuk melihat bentuk menara, kabel utama, lantai jembatan, dan lingkungan tempat jembatan tersebut dibangun.<\/p>\n<p>Pembelajaran dapat dilanjutkan dengan membahas mengapa jembatan tertentu menggunakan desain gantung. Kondisi geografis, panjang bentang, kebutuhan transportasi, material, serta lingkungan sekitar dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam pembangunan jembatan sebenarnya.<\/p>\n<h3>Mengenal Profesi di Balik Pembangunan Jembatan<\/h3>\n<p>Proyek jembatan juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai profesi yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Insinyur sipil, arsitek, teknisi, surveyor, pekerja konstruksi, dan tenaga ahli lainnya dapat mempunyai peran berbeda dalam sebuah proyek.<\/p>\n<p>Siswa dapat memahami bahwa pembangunan sebuah jembatan membutuhkan kerja sama banyak bidang. Pengetahuan matematika dan sains yang dipelajari di sekolah dapat menjadi dasar untuk memahami pekerjaan yang berkaitan dengan desain, pengukuran, material, struktur, dan keselamatan.<\/p>\n<h3>Memperhatikan Keselamatan Struktur<\/h3>\n<p>Keselamatan harus menjadi salah satu pertimbangan ketika siswa merancang model jembatan. Struktur harus dibuat menggunakan bahan yang sesuai, pengujian dilakukan secara bertahap, dan siswa tidak boleh berada terlalu dekat dengan model ketika beban yang diberikan berpotensi menyebabkan bagian tertentu roboh.<\/p>\n<p>Kebiasaan mempertimbangkan keselamatan dapat membantu siswa memahami bahwa rekayasa bukan hanya tentang membuat sesuatu berdiri atau berfungsi. Sebuah rancangan juga harus memperhitungkan risiko dan bagaimana pengguna dapat terlindungi dari kemungkinan kegagalan struktur.<\/p>\n<h3>Presentasi dan Evaluasi Rancangan<\/h3>\n<p>Setelah seluruh kelompok selesai menguji model, siswa dapat mempresentasikan hasilnya dengan menjelaskan rancangan awal, material yang dipilih, perubahan yang dilakukan, hasil pengujian, serta alasan mengapa model mereka mempunyai performa tertentu.<\/p>\n<p>Kelompok lain dapat memberikan pertanyaan berdasarkan hasil yang terlihat. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar menjelaskan proses berpikir di balik keputusan desain dan menerima masukan untuk pengembangan berikutnya.<\/p>\n<h3>Dari Jembatan Mini Menuju Kemampuan Rekayasa<\/h3>\n<p>Membuat model jembatan gantung memberikan pengalaman belajar yang menggabungkan sains, matematika, kreativitas, kerja sama, dan rekayasa dalam satu proyek. Siswa dapat mengenal gaya tarik dan tekan, distribusi beban, keseimbangan, material, skala, serta proses pengujian melalui objek yang dapat mereka buat sendiri.<\/p>\n<p>Lebih jauh lagi, proyek tersebut mengajarkan bahwa sebuah struktur yang kuat tidak muncul hanya karena menggunakan banyak bahan, tetapi karena setiap bagian dirancang berdasarkan fungsi dan hubungan antarkomponen. Dari model jembatan sederhana, siswa dapat mulai memahami cara berpikir seorang perancang yang selalu mempertanyakan bagaimana sebuah benda dapat dibuat lebih kuat, stabil, efisien, dan aman.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jembatan Gantung sebagai Proyek Rekayasa Jembatan merupakan salah satu contoh hasil rekayasa yang sangat dekat dengan kehidupan manusia karena berfungsi menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan oleh sungai, lembah, jalan, atau bentuk medan lainnya, sementara jembatan gantung mempunyai karakteristik yang menarik karena menggunakan kabel atau elemen penahan yang membantu menopang struktur lintasan. Konsep tersebut dapat diperkenalkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":31553,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana Model Jembatan Gantung Melatih Kemampuan Rekayasa Siswa? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Jembatan Gantung sebagai Proyek Rekayasa Jembatan merupakan salah satu contoh hasil rekayasa yang sangat dekat dengan kehidupan manusia karena berfungsi menghub"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[10424,7163,7467,10419,10326,10420,8121,10425],"class_list":["post-31820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-jembatangantung","tag-kreativitassiswa","tag-pembelajaranpraktik","tag-pembelajaranstem","tag-proyeksekolah","tag-rekayasasiswa","tag-siswasekolah","tag-strukturbangunan"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-26-2.jpg",515,388,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-26-2-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-26-2-300x226.jpg",300,226,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-26-2.jpg",515,388,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-26-2.jpg",515,388,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-26-2.jpg",515,388,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-26-2.jpg",515,388,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-26-2-16x12.jpg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Jembatan Gantung sebagai Proyek Rekayasa Jembatan merupakan salah satu contoh hasil rekayasa yang sangat dekat dengan kehidupan manusia karena berfungsi menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan oleh sungai, lembah, jalan, atau bentuk medan lainnya, sementara jembatan gantung mempunyai karakteristik yang menarik karena menggunakan kabel atau elemen penahan yang membantu menopang struktur lintasan. Konsep tersebut dapat diperkenalkan kepada siswa melalui pembuatan model jembatan gantung sederhana sehingga mereka dapat memahami bagaimana sebuah rancangan dibuat agar mampu menahan beban dan tetap stabil. Membuat model jembatan gantung juga dapat menjadi proyek pembelajaran yang menggabungkan kreativitas dan kemampuan berpikir teknis. Siswa tidak hanya membuat bentuk yang&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 3","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":10424,"label":"JembatanGantung"},{"value":7163,"label":"kreativitassiswa"},{"value":7467,"label":"PembelajaranPraktik"},{"value":10419,"label":"PembelajaranSTEM"},{"value":10326,"label":"ProyekSekolah"},{"value":10420,"label":"RekayasaSiswa"},{"value":8121,"label":"SiswaSekolah"},{"value":10425,"label":"StrukturBangunan"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-26-2.jpg",515,388,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 3","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":8921,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":8921,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3411,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":3411,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":10424,"name":"JembatanGantung","slug":"jembatangantung","term_group":0,"term_taxonomy_id":10424,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":7163,"name":"kreativitassiswa","slug":"kreativitassiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":7163,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":123,"filter":"raw"},{"term_id":7467,"name":"PembelajaranPraktik","slug":"pembelajaranpraktik","term_group":0,"term_taxonomy_id":7467,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":61,"filter":"raw"},{"term_id":10419,"name":"PembelajaranSTEM","slug":"pembelajaranstem","term_group":0,"term_taxonomy_id":10419,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":6,"filter":"raw"},{"term_id":10326,"name":"ProyekSekolah","slug":"proyeksekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":10326,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":12,"filter":"raw"},{"term_id":10420,"name":"RekayasaSiswa","slug":"rekayasasiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":10420,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":4,"filter":"raw"},{"term_id":8121,"name":"SiswaSekolah","slug":"siswasekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":8121,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":500,"filter":"raw"},{"term_id":10425,"name":"StrukturBangunan","slug":"strukturbangunan","term_group":0,"term_taxonomy_id":10425,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31820"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31853,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31820\/revisions\/31853"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}