{"id":29115,"date":"2026-09-10T12:16:28","date_gmt":"2026-09-10T04:16:28","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=29115"},"modified":"2026-09-10T12:16:28","modified_gmt":"2026-09-10T04:16:28","slug":"bagaimana-cara-siswa-sma-mengatasi-kebiasaan-menunda-tugas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-cara-siswa-sma-mengatasi-kebiasaan-menunda-tugas\/","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Siswa SMA Mengatasi Kebiasaan Menunda Tugas?"},"content":{"rendered":"<p>Kebiasaan menunda tugas merupakan salah satu tantangan yang cukup sering dialami siswa SMA. Tugas sebenarnya sudah diberikan beberapa hari sebelumnya, tetapi pengerjaannya baru dimulai ketika tenggat waktu sudah semakin dekat. Akibatnya, siswa harus bekerja terburu-buru, waktu istirahat berkurang, dan hasil pekerjaan terkadang tidak maksimal. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut juga dapat membuat kegiatan belajar terasa lebih berat.<\/p>\n<p>Menunda tugas bukan selalu berarti siswa malas. Ada banyak alasan yang dapat membuat seseorang sulit memulai pekerjaan, mulai dari merasa tugas terlalu sulit, tidak tahu harus memulai dari mana, terlalu banyak aktivitas, sampai terganggu oleh gawai dan media sosial. Karena itu, cara mengatasinya bukan sekadar memaksa diri untuk bekerja lebih keras, tetapi memahami penyebab penundaan dan membangun strategi yang lebih realistis.<\/p>\n<h2>Memahami Penyebab Kebiasaan Menunda<\/h2>\n<p>Sebelum mencari solusi, siswa perlu mengetahui mengapa dirinya sering menunda tugas. Setiap orang dapat memiliki penyebab yang berbeda. Ada siswa yang menunda karena merasa tugasnya membosankan, sementara siswa lain justru menunda karena tugas tersebut dianggap terlalu sulit.<\/p>\n<p>Perasaan takut mendapatkan hasil yang kurang baik juga dapat menjadi salah satu penyebab. Ketika siswa merasa harus menghasilkan pekerjaan yang sempurna, memulai tugas dapat terasa menakutkan. Akhirnya, siswa memilih melakukan kegiatan lain yang terasa lebih mudah dan menyenangkan.<\/p>\n<p>Dengan memahami penyebabnya, siswa dapat menentukan solusi yang lebih tepat. Jika masalahnya adalah tidak memahami materi, siswa dapat mencari penjelasan tambahan atau bertanya kepada guru. Jika penyebabnya adalah distraksi, siswa dapat mengatur penggunaan gawai selama waktu belajar.<\/p>\n<h2>Jangan Menunggu Sampai Mood Datang<\/h2>\n<p>Salah satu pemikiran yang dapat membuat tugas semakin lama tertunda adalah menunggu sampai merasa benar-benar siap atau memiliki motivasi. Padahal, motivasi tidak selalu muncul sebelum seseorang mulai bekerja. Dalam banyak situasi, motivasi justru dapat muncul setelah pekerjaan sudah dimulai.<\/p>\n<p>Siswa dapat mencoba membuat langkah awal yang sangat kecil. Misalnya, membuka buku, membaca instruksi tugas, menuliskan judul, atau membuat tiga poin utama. Langkah tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat mengurangi hambatan untuk memulai.<\/p>\n<p>Setelah beberapa menit mengerjakan tugas, siswa biasanya sudah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai pekerjaan yang harus diselesaikan. Tugas yang sebelumnya terasa berat dapat terlihat lebih mudah karena sudah dipecah menjadi bagian yang konkret.<\/p>\n<h2>Memecah Tugas Besar Menjadi Bagian Kecil<\/h2>\n<p>Tugas yang panjang sering kali membuat siswa merasa kewalahan. Misalnya, tugas membuat makalah terlihat seperti satu pekerjaan besar yang membutuhkan banyak waktu. Jika hanya melihat keseluruhannya, siswa dapat merasa tidak tahu harus mulai dari mana.<\/p>\n<p>Cara yang lebih efektif adalah memecah tugas tersebut menjadi beberapa tahap. Contohnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Membaca instruksi tugas.<\/li>\n<li>Menentukan topik pembahasan.<\/li>\n<li>Mencari sumber informasi.<\/li>\n<li>Membuat kerangka tulisan.<\/li>\n<li>Menulis bagian awal.<\/li>\n<li>Mengembangkan pembahasan.<\/li>\n<li>Memeriksa kembali isi.<\/li>\n<li>Memperbaiki kesalahan sebelum dikumpulkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan membagi pekerjaan seperti itu, siswa tidak harus menyelesaikan semuanya dalam satu waktu. Setiap bagian dapat dikerjakan secara bertahap sesuai dengan waktu yang tersedia.<\/p>\n<h2>Membuat Batas Waktu untuk Setiap Pekerjaan<\/h2>\n<p>Menentukan tenggat pribadi dapat membantu siswa menghindari kebiasaan mengerjakan tugas pada menit terakhir. Jika tugas harus dikumpulkan hari Jumat, misalnya, siswa dapat membuat target pribadi untuk menyelesaikan kerangka pada hari Selasa dan menyelesaikan draf pada hari Rabu.<\/p>\n<p>Cara tersebut memberikan ruang apabila terjadi masalah yang tidak terduga. Jika ternyata ada bagian yang harus diperbaiki, siswa masih memiliki waktu untuk melakukan revisi. Sebaliknya, jika seluruh pekerjaan baru dimulai beberapa jam sebelum tenggat, kesalahan kecil dapat menjadi masalah besar karena tidak ada cukup waktu untuk memperbaikinya.<\/p>\n<p>Batas waktu juga sebaiknya dibuat realistis. Jangan membuat target terlalu banyak dalam satu hari jika siswa sudah memiliki kegiatan sekolah dan aktivitas lainnya. Rencana yang sederhana tetapi dapat dilakukan akan lebih bermanfaat daripada jadwal yang terlalu padat.<\/p>\n<h2>Mengurangi Gangguan dari Gawai<\/h2>\n<p>Gawai dapat menjadi salah satu sumber distraksi ketika siswa sedang mengerjakan tugas. Notifikasi pesan, media sosial, video pendek, atau permainan dapat membuat perhatian berpindah dari tugas. Masalahnya, gangguan beberapa menit dapat berkembang menjadi waktu yang jauh lebih lama.<\/p>\n<p>Siswa tidak selalu harus menjauhkan gawai sepenuhnya. Jika perangkat tersebut memang diperlukan untuk mencari informasi atau mengerjakan tugas, penggunaannya dapat diatur. Notifikasi yang tidak penting dapat dimatikan sementara, sementara aplikasi yang tidak berkaitan dengan tugas dapat ditutup.<\/p>\n<p>Salah satu cara sederhana adalah menentukan waktu khusus untuk memeriksa media sosial setelah menyelesaikan bagian tertentu dari tugas. Dengan demikian, siswa tetap mendapatkan waktu untuk bersantai tanpa membiarkan hiburan mengambil alih seluruh waktu belajar.<\/p>\n<h2>Menggunakan Teknik Belajar dengan Jeda<\/h2>\n<p>Mengerjakan tugas dalam waktu panjang tanpa istirahat dapat membuat konsentrasi menurun. Siswa dapat mencoba membagi waktu kerja menjadi beberapa sesi dengan jeda singkat di antaranya. Misalnya, fokus mengerjakan tugas selama 25\u201330 menit kemudian beristirahat selama beberapa menit sebelum kembali bekerja.<\/p>\n<p>Durasi tersebut tidak harus sama untuk semua orang. Siswa dapat menyesuaikannya dengan tingkat kesulitan tugas dan kemampuan berkonsentrasi. Yang penting adalah terdapat batas yang jelas antara waktu fokus dan waktu istirahat.<\/p>\n<p>Jeda juga sebaiknya digunakan untuk benar-benar beristirahat. Berdiri dari meja, minum air, melakukan peregangan, atau melihat sesuatu yang menyegarkan dapat membantu. Jika waktu istirahat justru digunakan untuk membuka media sosial tanpa batas, siswa dapat kesulitan kembali mengerjakan tugas.<\/p>\n<h2>Menentukan Tugas Berdasarkan Prioritas<\/h2>\n<p>Siswa SMA sering kali tidak hanya memiliki satu tugas. Beberapa mata pelajaran dapat memberikan pekerjaan dengan tenggat waktu yang berdekatan. Jika semuanya dikerjakan secara acak, siswa dapat kesulitan mengatur waktu.<\/p>\n<p>Prioritas dapat ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti:<\/p>\n<ol>\n<li>Tugas dengan tenggat waktu paling dekat.<\/li>\n<li>Tugas yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang.<\/li>\n<li>Tugas yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi.<\/li>\n<li>Tugas yang membutuhkan kerja sama dengan teman.<\/li>\n<li>Tugas sederhana yang dapat diselesaikan dengan cepat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan daftar prioritas, siswa dapat mengetahui pekerjaan mana yang perlu ditangani terlebih dahulu. Hal ini juga membuat beban pikiran terasa lebih ringan karena tugas tidak lagi terlihat sebagai satu tumpukan besar.<\/p>\n<h2>Menciptakan Lingkungan yang Mendukung Fokus<\/h2>\n<p>Tempat mengerjakan tugas dapat memengaruhi kemampuan siswa untuk berkonsentrasi. Tidak semua siswa membutuhkan ruangan yang benar-benar sunyi, tetapi lingkungan yang terlalu banyak gangguan dapat membuat pekerjaan menjadi lebih lama.<\/p>\n<p>Siswa dapat menyiapkan meja dengan perlengkapan yang diperlukan sebelum mulai bekerja. Buku, alat tulis, laptop, atau bahan referensi dapat disiapkan terlebih dahulu agar siswa tidak perlu bolak-balik mencari barang ketika sudah mulai fokus.<\/p>\n<p>Kondisi ruangan juga dapat disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing. Yang terpenting adalah menciptakan suasana yang memberi sinyal bahwa waktu tersebut memang digunakan untuk belajar atau mengerjakan tugas.<\/p>\n<h2>Belajar Mengatakan Tidak pada Penundaan Kecil<\/h2>\n<p>Menunda tugas sering kali dimulai dari keputusan kecil. \u201cNanti lima menit lagi,\u201d \u201chabis makan,\u201d atau \u201csetelah melihat satu video\u201d terdengar sederhana. Namun, jika keputusan tersebut berulang, waktu yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan tugas dapat habis.<\/p>\n<p>Siswa dapat mengganti kebiasaan tersebut dengan aturan sederhana: lakukan sedikit terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas lain. Misalnya, sebelum membuka media sosial, selesaikan satu soal atau tulis satu paragraf. Cara tersebut membuat kemajuan tetap terjadi meskipun kecil.<\/p>\n<p>Tujuannya bukan menghilangkan semua kegiatan santai. Siswa tetap membutuhkan hiburan dan istirahat. Yang perlu diubah adalah kebiasaan menjadikan hiburan sebagai alasan untuk terus menunda pekerjaan yang sebenarnya dapat dimulai sekarang.<\/p>\n<h2>Mengerjakan Tugas Bersama Teman<\/h2>\n<p>Untuk beberapa jenis tugas, belajar bersama dapat membantu siswa lebih mudah memulai. Teman dapat menjadi pengingat sekaligus memberikan suasana yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan. Diskusi juga dapat membantu ketika siswa mengalami kesulitan memahami materi.<\/p>\n<p>Namun, belajar bersama tetap membutuhkan aturan. Jika pertemuan lebih banyak digunakan untuk mengobrol daripada mengerjakan tugas, tujuan awal justru tidak tercapai. Kelompok dapat menentukan target sederhana sebelum mulai, seperti menyelesaikan kerangka atau membagi bagian tugas masing-masing.<\/p>\n<p>Kerja kelompok juga mengajarkan siswa mengenai tanggung jawab. Setiap anggota perlu menyelesaikan bagiannya tepat waktu agar pekerjaan anggota lain tidak ikut tertunda.<\/p>\n<h2>Mengevaluasi Kebiasaan Setelah Tugas Selesai<\/h2>\n<p>Setelah tugas dikumpulkan, siswa dapat meluangkan waktu sebentar untuk mengevaluasi proses pengerjaannya. Tidak perlu membuat evaluasi yang rumit. Cukup tanyakan kepada diri sendiri apa yang membuat pekerjaan cepat selesai dan apa yang menyebabkan penundaan.<\/p>\n<p>Jika tugas dikerjakan terburu-buru karena baru dimulai sehari sebelum tenggat, pengalaman tersebut dapat menjadi alasan untuk membuat batas waktu pribadi pada tugas berikutnya. Jika masalahnya adalah terlalu banyak menggunakan gawai, siswa dapat mencoba strategi pembatasan yang berbeda.<\/p>\n<p>Evaluasi seperti ini membantu siswa membangun sistem yang semakin sesuai dengan dirinya. Tidak ada satu metode yang pasti cocok untuk semua siswa. Yang penting adalah terus mencoba, melihat hasilnya, kemudian memperbaiki kebiasaan secara bertahap.<\/p>\n<h2>Membangun Kebiasaan Menyelesaikan Tugas Lebih Awal<\/h2>\n<p>Mengatasi kebiasaan menunda bukan berarti siswa harus selalu menyelesaikan tugas jauh sebelum tenggat. Hal yang lebih penting adalah membangun kebiasaan untuk memulai lebih cepat. Ketika tugas sudah dimulai, tekanan biasanya menjadi lebih mudah dikendalikan.<\/p>\n<p>Kebiasaan tersebut dapat dibangun dari pekerjaan sederhana. Begitu guru memberikan tugas, siswa dapat langsung mencatat tenggat dan memperkirakan waktu pengerjaan. Jika tugas membutuhkan beberapa tahap, setiap tahap dapat diberikan target tersendiri.<\/p>\n<p>Lama-kelamaan, memulai tugas lebih awal dapat menjadi bagian dari rutinitas. Siswa tidak lagi harus menunggu tekanan dari tenggat untuk mulai bekerja. Mereka memiliki kontrol yang lebih baik terhadap waktu dan dapat menyelesaikan tanggung jawab akademik tanpa mengorbankan seluruh waktu istirahat.<\/p>\n<p>Kemampuan menghindari penundaan pada akhirnya bukan hanya membantu siswa memperoleh hasil tugas yang lebih baik. Kebiasaan tersebut melatih disiplin, tanggung jawab,perencanaan,dan kemampuan mengatur diri. Keterampilan ini akan terus dibutuhkan ketika siswa menghadapi tugas yang lebih kompleks di perguruan tinggi maupun berbagai tanggung jawab di masa depan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebiasaan menunda tugas merupakan salah satu tantangan yang cukup sering dialami siswa SMA. Tugas sebenarnya sudah diberikan beberapa hari sebelumnya, tetapi pengerjaannya baru dimulai ketika tenggat waktu sudah semakin dekat. Akibatnya, siswa harus bekerja terburu-buru, waktu istirahat berkurang, dan hasil pekerjaan terkadang tidak maksimal. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut juga dapat membuat kegiatan belajar terasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":28865,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana Cara Siswa SMA Mengatasi Kebiasaan Menunda Tugas? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Kebiasaan menunda tugas merupakan salah satu tantangan yang cukup sering dialami siswa SMA. Tugas sebenarnya sudah diberikan beberapa hari sebelumnya, tetapi pe"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,1],"tags":[9910,9912,9911],"class_list":["post-29115","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-uncategorized","tag-menundatugas","tag-tugassekolah","tag-tugassiswa"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-32.jpg",678,452,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-32-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-32-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-32.jpg",678,452,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-32.jpg",678,452,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-32.jpg",678,452,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-32.jpg",678,452,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-32-18x12.jpg",18,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Kebiasaan menunda tugas merupakan salah satu tantangan yang cukup sering dialami siswa SMA. Tugas sebenarnya sudah diberikan beberapa hari sebelumnya, tetapi pengerjaannya baru dimulai ketika tenggat waktu sudah semakin dekat. Akibatnya, siswa harus bekerja terburu-buru, waktu istirahat berkurang, dan hasil pekerjaan terkadang tidak maksimal. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut juga dapat membuat kegiatan belajar terasa lebih berat. Menunda tugas bukan selalu berarti siswa malas. Ada banyak alasan yang dapat membuat seseorang sulit memulai pekerjaan, mulai dari merasa tugas terlalu sulit, tidak tahu harus memulai dari mana, terlalu banyak aktivitas, sampai terganggu oleh gawai dan media sosial. Karena itu, cara mengatasinya&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/uncategorized\/\" rel=\"category tag\">Umum<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 3","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":1,"label":"Umum"}],"post_tag":[{"value":9910,"label":"MenundaTugas"},{"value":9912,"label":"TugasSekolah"},{"value":9911,"label":"TugasSiswa"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/images-32.jpg",678,452,false],"author_info":{"display_name":"Penulis 3","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":8592,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":8592,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":1,"name":"Umum","slug":"uncategorized","term_group":0,"term_taxonomy_id":1,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3270,"filter":"raw","cat_ID":1,"category_count":3270,"category_description":"","cat_name":"Umum","category_nicename":"uncategorized","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":9910,"name":"MenundaTugas","slug":"menundatugas","term_group":0,"term_taxonomy_id":9910,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":9912,"name":"TugasSekolah","slug":"tugassekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":9912,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":21,"filter":"raw"},{"term_id":9911,"name":"TugasSiswa","slug":"tugassiswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":9911,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29115","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29115"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29153,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29115\/revisions\/29153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}