{"id":29031,"date":"2026-09-10T11:58:55","date_gmt":"2026-09-10T03:58:55","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=29031"},"modified":"2026-09-10T11:58:55","modified_gmt":"2026-09-10T03:58:55","slug":"mengapa-sma-kurikulum-a-level-al-masoem-sangat-cocok-memadukan-wawasan-global-dengan-pelestarian-alat-musik-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/mengapa-sma-kurikulum-a-level-al-masoem-sangat-cocok-memadukan-wawasan-global-dengan-pelestarian-alat-musik-tradisional\/","title":{"rendered":"Mengapa SMA Kurikulum A Level Al Ma&#8217;soem Sangat Cocok Memadukan Wawasan Global dengan Pelestarian Alat Musik Tradisional?"},"content":{"rendered":"<p>Pendidikan modern sering kali menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan dua kebutuhan yang terlihat berbeda. Di satu sisi, siswa perlu mempunyai wawasan global agar mampu menghadapi perkembangan dunia. Di sisi lain, mereka tetap perlu mengenal budaya lokal agar tidak kehilangan identitas.<\/p>\n<p>Bagi siswa SMA, keseimbangan tersebut menjadi semakin penting. Masa sekolah menengah merupakan periode ketika siswa mulai membangun cara berpikir, menentukan minat, dan mempersiapkan pendidikan tinggi.<\/p>\n<p>Lingkungan pendidikan internasional dapat menjadi tempat menarik untuk mempertemukan keduanya.<\/p>\n<p>Siswa dapat belajar menggunakan bahasa Inggris, memahami perspektif global, memanfaatkan teknologi, dan mengenal sistem pendidikan internasional. Pada saat yang sama, mereka tetap dapat mempelajari musik tradisional sebagai bagian dari identitas budaya.<\/p>\n<p>SMA Internasional Al Ma&#8217;soem melalui International Class Upper Secondary menggunakan pendekatan Cambridge dan pembelajaran bilingual. Informasi resmi sekolah juga menyebut Academic English, native English teacher, serta berbagai fasilitas modern.<\/p>\n<p>Perlu dicatat bahwa istilah \u201cA Level\u201d dalam judul perlu dikonfirmasi kembali berdasarkan jenjang Cambridge yang berlaku pada periode penerimaan. Informasi resmi yang tersedia menyebut program <strong>Cambridge Upper Secondary\/International Class Upper Secondary<\/strong>.<\/p>\n<h2>Mengapa Wawasan Global dan Budaya Lokal Harus Berjalan Bersama?<\/h2>\n<p>Globalisasi membuat siswa semakin mudah berinteraksi dengan dunia luar.<\/p>\n<p>Informasi dari berbagai negara dapat diakses hanya melalui internet.<\/p>\n<p>Siswa dapat mempelajari budaya asing.<\/p>\n<p>Mereka dapat berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara.<\/p>\n<p>Namun, keterbukaan terhadap dunia tidak berarti meninggalkan budaya sendiri.<\/p>\n<p>Justru siswa perlu mempunyai identitas yang kuat agar mampu memperkenalkan budayanya kepada dunia.<\/p>\n<h2>Musik Tradisional sebagai Identitas Budaya<\/h2>\n<p>Alat musik tradisional merupakan bagian dari warisan budaya.<\/p>\n<p>Indonesia memiliki banyak alat musik dengan karakteristik berbeda.<\/p>\n<p>Ada angklung.<\/p>\n<p>Gamelan.<\/p>\n<p>Kendang.<\/p>\n<p>Sasando.<\/p>\n<p>Kolintang.<\/p>\n<p>Talempong.<\/p>\n<p>Dan berbagai instrumen daerah lainnya.<\/p>\n<p>Mempelajari alat musik tersebut membantu siswa mengenal keragaman Indonesia.<\/p>\n<h2>Musik Tradisional dan Pendidikan Internasional<\/h2>\n<p>Lingkungan internasional sebenarnya dapat menjadi tempat yang sangat baik untuk memperkenalkan budaya lokal.<\/p>\n<p>Bayangkan siswa yang mampu memainkan alat musik tradisional sekaligus menjelaskan sejarahnya dalam bahasa Inggris.<\/p>\n<p>Kemampuan tersebut mempunyai nilai lebih.<\/p>\n<p>Ia bukan hanya bisa memainkan instrumen.<\/p>\n<p>Ia mampu menjadi komunikator budaya.<\/p>\n<h2>Bahasa Inggris sebagai Jembatan Budaya<\/h2>\n<p>Bahasa Inggris tidak harus dipahami sebagai ancaman terhadap bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n<p>Sebaliknya, bahasa Inggris dapat menjadi alat untuk memperkenalkan budaya.<\/p>\n<p>Siswa dapat menjelaskan:<\/p>\n<p>\u201cWhat is this traditional instrument?\u201d<\/p>\n<p>\u201cHow is it played?\u201d<\/p>\n<p>\u201cWhere does it come from?\u201d<\/p>\n<p>\u201cWhat is its cultural meaning?\u201d<\/p>\n<p>Pertanyaan tersebut dapat dijawab dalam bahasa Inggris.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kemampuan bahasa menjadi jembatan budaya.<\/p>\n<h2>Pembelajaran Cambridge dan Cara Berpikir<\/h2>\n<p>Program Cambridge biasanya mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, memahami konsep, dan menggunakan pengetahuan secara lebih luas.<\/p>\n<p>Dalam konteks musik tradisional, pendekatan tersebut dapat diterapkan melalui proyek.<\/p>\n<p>Misalnya, siswa tidak hanya belajar memainkan alat musik.<\/p>\n<p>Mereka dapat melakukan penelitian.<\/p>\n<p>Dari mana instrumen tersebut berasal?<\/p>\n<p>Bagaimana sejarahnya?<\/p>\n<p>Bagaimana cara membuatnya?<\/p>\n<p>Apa fungsinya dalam masyarakat?<\/p>\n<p>Bagaimana perkembangannya sekarang?<\/p>\n<p>Pertanyaan tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih mendalam.<\/p>\n<h2>Proyek Dokumentasi Budaya<\/h2>\n<p>Siswa dapat membuat proyek dokumentasi.<\/p>\n<p>Misalnya, memilih satu alat musik tradisional.<\/p>\n<p>Kemudian melakukan wawancara dengan pelaku seni.<\/p>\n<p>Mendokumentasikan bentuk instrumen.<\/p>\n<p>Merekam suara.<\/p>\n<p>Mempelajari sejarah.<\/p>\n<p>Kemudian membuat presentasi.<\/p>\n<p>Presentasi dapat dibuat bilingual.<\/p>\n<p>Dengan demikian, satu proyek dapat menggabungkan seni, teknologi, bahasa, penelitian, dan budaya.<\/p>\n<h2>Teknologi untuk Pelestarian<\/h2>\n<p>Teknologi dapat membantu pelestarian budaya.<\/p>\n<p>Siswa dapat membuat video edukasi.<\/p>\n<p>Mereka dapat membuat podcast.<\/p>\n<p>Mereka dapat membuat katalog digital.<\/p>\n<p>Mereka juga dapat mendokumentasikan pertunjukan.<\/p>\n<p>Fasilitas multimedia dan mini\/podcast studio yang tercantum dalam fasilitas Al Ma&#8217;soem dapat mendukung aktivitas kreatif semacam ini sesuai program sekolah.<\/p>\n<h2>Media Sosial dan Budaya<\/h2>\n<p>Generasi muda sangat dekat dengan media sosial.<\/p>\n<p>Jika digunakan secara positif, media sosial dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya.<\/p>\n<p>Siswa dapat membuat konten edukasi tentang alat musik tradisional.<\/p>\n<p>Namun, konten harus dibuat secara bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Informasi harus benar.<\/p>\n<p>Sumber perlu diperiksa.<\/p>\n<p>Budaya tidak boleh diperlakukan hanya sebagai tren tanpa memahami maknanya.<\/p>\n<h2>Musik Tradisional dan Kreativitas<\/h2>\n<p>Mempelajari musik tradisional bukan berarti siswa harus memainkan lagu tradisional secara persis selamanya.<\/p>\n<p>Siswa dapat bereksperimen.<\/p>\n<p>Misalnya menggabungkan instrumen tradisional dengan musik modern.<\/p>\n<p>Namun, eksperimen tersebut sebaiknya tetap menghargai karakter dan konteks budaya.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan yang tepat, tradisi dapat berkembang tanpa kehilangan identitas.<\/p>\n<h2>Kolaborasi dengan Musik Modern<\/h2>\n<p>Bayangkan sebuah pertunjukan yang menggabungkan gitar dengan alat musik tradisional.<\/p>\n<p>Gitar memberikan harmoni modern.<\/p>\n<p>Instrumen tradisional memberikan karakter lokal.<\/p>\n<p>Siswa belajar membuat aransemen.<\/p>\n<p>Mereka harus memahami bagaimana kedua unsur tersebut dapat berjalan bersama.<\/p>\n<p>Aktivitas tersebut mengembangkan kreativitas.<\/p>\n<h2>Musik dan Kerja Sama<\/h2>\n<p>Pertunjukan musik hampir selalu membutuhkan kerja sama.<\/p>\n<p>Setiap pemain mempunyai peran.<\/p>\n<p>Ada yang memainkan melodi.<\/p>\n<p>Ada yang mengatur ritme.<\/p>\n<p>Ada yang memainkan harmoni.<\/p>\n<p>Ada yang bertugas sebagai vokalis.<\/p>\n<p>Ada yang menangani teknis.<\/p>\n<p>Siswa belajar bahwa sebuah pertunjukan berhasil ketika semua anggota menjalankan tugasnya.<\/p>\n<h2>Manajemen Waktu<\/h2>\n<p>Siswa kelas internasional mempunyai kegiatan akademik yang cukup menantang.<\/p>\n<p>Karena itu, aktivitas budaya perlu dijadwalkan dengan baik.<\/p>\n<p>Siswa tidak harus berlatih setiap hari dalam waktu lama.<\/p>\n<p>Latihan yang konsisten dapat dilakukan sesuai program.<\/p>\n<p>Kuncinya adalah membuat prioritas.<\/p>\n<h2>Musik dan Kesehatan Mental<\/h2>\n<p>Aktivitas seni dapat menjadi ruang ekspresi.<\/p>\n<p>Siswa dapat menyalurkan emosi melalui musik.<\/p>\n<p>Mereka dapat merasakan kepuasan ketika berhasil memainkan bagian yang sulit.<\/p>\n<p>Namun, kegiatan seni bukan pengganti layanan profesional jika siswa menghadapi masalah serius. Jika diperlukan, siswa dapat memanfaatkan layanan pendampingan yang tersedia di sekolah.<\/p>\n<h2>Fasilitas yang Mendukung<\/h2>\n<p>Al Ma&#8217;soem mencantumkan berbagai fasilitas pembelajaran dan pengembangan diri, seperti laboratorium, multimedia, ruang seminar, reading corner, mini\/podcast studio, fasilitas olahraga, ruang konselor, dan fasilitas teknologi.<\/p>\n<p>Lingkungan yang beragam memungkinkan siswa mempunyai lebih banyak pilihan untuk mengembangkan minat.<\/p>\n<h2>Peran Guru dalam Pelestarian Budaya<\/h2>\n<p>Guru dapat membantu siswa melihat budaya secara lebih mendalam.<\/p>\n<p>Misalnya, ketika mempelajari alat musik tradisional, guru dapat mengajak siswa mendiskusikan sejarah dan konteks sosialnya.<\/p>\n<p>Dengan demikian, musik tidak hanya dipelajari sebagai teknik.<\/p>\n<p>Ia dipelajari sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.<\/p>\n<h2>Peran Keluarga<\/h2>\n<p>Keluarga juga dapat memberikan dukungan.<\/p>\n<p>Jika anak tertarik pada alat musik tradisional, orang tua dapat memberikan kesempatan untuk berlatih.<\/p>\n<p>Orang tua juga dapat membawa anak menghadiri pertunjukan budaya.<\/p>\n<p>Pengalaman langsung dapat memperkuat ketertarikan.<\/p>\n<h2>Peluang untuk Masa Depan<\/h2>\n<p>Kemampuan menggabungkan wawasan global dengan budaya lokal dapat menjadi modal yang menarik.<\/p>\n<p>Siswa dapat berkembang menjadi pendidik.<\/p>\n<p>Seniman.<\/p>\n<p>Peneliti budaya.<\/p>\n<p>Content creator.<\/p>\n<p>Komunikator.<\/p>\n<p>Pengusaha kreatif.<\/p>\n<p>Atau profesional di bidang lain yang membutuhkan kreativitas dan kemampuan komunikasi.<\/p>\n<p>Tidak ada batas bahwa seni tradisional hanya cocok untuk siswa yang ingin menjadi seniman.<\/p>\n<h2>Apakah Semua Siswa Harus Menguasai Musik Tradisional?<\/h2>\n<p>Tidak.<\/p>\n<p>Tujuan pendidikan bukan membuat semua siswa mempunyai kemampuan yang sama.<\/p>\n<p>Yang penting adalah memberikan kesempatan.<\/p>\n<p>Siswa yang tertarik dapat mengembangkan bakat.<\/p>\n<p>Siswa yang belum tertarik dapat mencoba terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Dari proses eksplorasi, mereka dapat menemukan bidang yang sesuai.<\/p>\n<h2>Menghindari Pelestarian yang Sekadar Formalitas<\/h2>\n<p>Pelestarian budaya akan lebih bermakna apabila siswa memahami alasannya.<\/p>\n<p>Jangan hanya meminta siswa memainkan alat musik tradisional untuk sebuah acara.<\/p>\n<p>Berikan konteks.<\/p>\n<p>Ceritakan sejarahnya.<\/p>\n<p>Kenalkan tokohnya.<\/p>\n<p>Jelaskan nilai budayanya.<\/p>\n<p>Kemudian berikan ruang bagi siswa untuk bereksperimen.<\/p>\n<h2>Mengukur Keberhasilan<\/h2>\n<p>Keberhasilan program budaya tidak hanya diukur dari jumlah pertunjukan.<\/p>\n<p>Yang lebih penting adalah apakah siswa:<\/p>\n<ul>\n<li>mengenal budaya;<\/li>\n<li>memahami maknanya;<\/li>\n<li>mampu memainkan instrumen;<\/li>\n<li>berani memperkenalkannya;<\/li>\n<li>mampu bekerja sama;<\/li>\n<li>mampu menggunakan teknologi untuk mendokumentasikan;<\/li>\n<li>memiliki rasa bangga terhadap budaya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Pendidikan berwawasan global tidak berarti siswa harus meninggalkan budaya lokal.<\/p>\n<p>Justru wawasan global dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.<\/p>\n<p>Dalam lingkungan International Class Upper Secondary Al Ma&#8217;soem, pembelajaran Cambridge, bilingual learning, Academic English, serta fasilitas teknologi dapat memberikan lingkungan yang menarik untuk mengembangkan kemampuan global siswa.<\/p>\n<p>Pada saat yang sama, seni musik tradisional dapat menjadi media untuk mempertahankan identitas budaya.<\/p>\n<p>Siswa dapat mempelajari alat musik tradisional, memahami sejarahnya, mendokumentasikannya dengan teknologi, membuat presentasi bilingual, dan bahkan mengembangkan karya baru yang menggabungkan unsur tradisional dengan musik modern.<\/p>\n<p>Dengan demikian, budaya tidak hanya disimpan sebagai warisan masa lalu.<\/p>\n<p>Budaya dapat menjadi sumber kreativitas untuk masa depan.<\/p>\n<p>Bagi calon siswa dan orang tua, hal terpenting adalah melihat apakah program sekolah memberikan ruang nyata bagi pengembangan akademik, bahasa, teknologi, seni, olahraga, dan karakter.<\/p>\n<p>Keseimbangan tersebut dapat membantu siswa menjadi generasi yang mampu berpikir global tetapi tetap memahami akar budayanya.<\/p>\n<p>Karena pada akhirnya, siswa yang memiliki wawasan dunia sekaligus mengenal identitas budayanya akan mempunyai kemampuan untuk tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi juga ikut memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan modern sering kali menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan dua kebutuhan yang terlihat berbeda. Di satu sisi, siswa perlu mempunyai wawasan global agar mampu menghadapi perkembangan dunia. Di sisi lain, mereka tetap perlu mengenal budaya lokal agar tidak kehilangan identitas. Bagi siswa SMA, keseimbangan tersebut menjadi semakin penting. Masa sekolah menengah merupakan periode ketika siswa mulai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":23414,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Mengapa SMA Kurikulum A Level Al Ma'soem Sangat Cocok Memadukan Wawasan Global dengan Pelestarian Alat Musik Tradisional? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Pendidikan modern sering kali menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan dua kebutuhan yang terlihat berbeda. Di satu sisi, siswa perlu mempunyai wawasan global"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[6929,7396,7840,7704],"class_list":["post-29031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-cambridgecurriculum","tag-musiktradisional","tag-pelestarianbudaya","tag-smainternasionalalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_3433.jpg",1920,1280,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_3433-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_3433-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_3433-768x512.jpg",768,512,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_3433-1024x683.jpg",1024,683,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_3433-1536x1024.jpg",1536,1024,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_3433.jpg",1920,1280,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_3433-18x12.jpg",18,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Pendidikan modern sering kali menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan dua kebutuhan yang terlihat berbeda. Di satu sisi, siswa perlu mempunyai wawasan global agar mampu menghadapi perkembangan dunia. Di sisi lain, mereka tetap perlu mengenal budaya lokal agar tidak kehilangan identitas. Bagi siswa SMA, keseimbangan tersebut menjadi semakin penting. Masa sekolah menengah merupakan periode ketika siswa mulai membangun cara berpikir, menentukan minat, dan mempersiapkan pendidikan tinggi. Lingkungan pendidikan internasional dapat menjadi tempat menarik untuk mempertemukan keduanya. Siswa dapat belajar menggunakan bahasa Inggris, memahami perspektif global, memanfaatkan teknologi, dan mengenal sistem pendidikan internasional. Pada saat yang sama, mereka tetap dapat mempelajari musik tradisional&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 6","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":6929,"label":"cambridgecurriculum"},{"value":7396,"label":"MusikTradisional"},{"value":7840,"label":"PelestarianBudaya"},{"value":7704,"label":"SMAInternasionalAlMasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_3433-1024x683.jpg",1024,683,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 6","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":6636,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":6636,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":2938,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":2938,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":6929,"name":"cambridgecurriculum","slug":"cambridgecurriculum","term_group":0,"term_taxonomy_id":6929,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":67,"filter":"raw"},{"term_id":7396,"name":"MusikTradisional","slug":"musiktradisional","term_group":0,"term_taxonomy_id":7396,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":17,"filter":"raw"},{"term_id":7840,"name":"PelestarianBudaya","slug":"pelestarianbudaya","term_group":0,"term_taxonomy_id":7840,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":7704,"name":"SMAInternasionalAlMasoem","slug":"smainternasionalalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":7704,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":79,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29031"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29068,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29031\/revisions\/29068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}