{"id":28845,"date":"2026-09-10T11:21:46","date_gmt":"2026-09-10T03:21:46","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=28845"},"modified":"2026-09-10T11:21:46","modified_gmt":"2026-09-10T03:21:46","slug":"bagaimana-penerapan-kurikulum-igcse-smp-di-al-masoem-diimbangi-dengan-pengembangan-bakat-musik-lewat-ekstrakurikuler-gitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/bagaimana-penerapan-kurikulum-igcse-smp-di-al-masoem-diimbangi-dengan-pengembangan-bakat-musik-lewat-ekstrakurikuler-gitar\/","title":{"rendered":"Bagaimana Penerapan Kurikulum IGCSE SMP di Al Ma&#8217;soem Diimbangi dengan Pengembangan Bakat Musik Lewat Ekstrakurikuler Gitar?"},"content":{"rendered":"<p>Ketika orang tua mencari sekolah internasional untuk jenjang SMP, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana sekolah menyeimbangkan pembelajaran akademik dengan pengembangan bakat siswa. Kurikulum internasional memang dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas, tetapi pendidikan anak tidak seharusnya hanya berorientasi pada nilai akademik. Siswa juga membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan sosial, kemampuan komunikasi, serta bakat yang mereka miliki.<\/p>\n<p>Salah satu kombinasi yang menarik untuk dibahas adalah pembelajaran berstandar Cambridge dengan kegiatan ekstrakurikuler musik, khususnya gitar. Di Al Ma&#8217;soem, program SMP Internasional mengintegrasikan Cambridge Standards dengan kurikulum nasional. Di sisi lain, siswa juga mempunyai kesempatan mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, termasuk bidang seni musik.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana hubungan antara pembelajaran berstandar internasional dengan ekstrakurikuler gitar? Apakah keduanya justru dapat saling melengkapi? Jawabannya dapat dilihat dari bagaimana sekolah memberikan ruang kepada siswa untuk berkembang secara akademik sekaligus nonakademik.<\/p>\n<h2>Apakah Kurikulum Internasional Hanya Berfokus pada Pelajaran Akademik?<\/h2>\n<p>Anggapan bahwa sekolah internasional hanya berfokus pada akademik sebenarnya kurang tepat. Pendidikan yang baik tetap membutuhkan keseimbangan antara kemampuan akademik dan perkembangan siswa secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Dalam program SMP Internasional Al Ma&#8217;soem, pendekatan pembelajaran menggunakan Cambridge Standards yang terintegrasi dengan kurikulum nasional. Artinya, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang memiliki perspektif internasional, tetapi tetap berada dalam konteks pendidikan Indonesia.<\/p>\n<p>Kurikulum menjadi dasar penting dalam proses pendidikan. Namun, siswa bukan hanya kumpulan nilai dan hasil ujian. Mereka memiliki minat, bakat, karakter, dan kemampuan yang berbeda-beda.<\/p>\n<p>Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi bagian penting dalam melengkapi pengalaman sekolah.<\/p>\n<p>Siswa yang menyukai musik, misalnya, membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Jika minat itu difasilitasi secara tepat, kegiatan musik dapat menjadi pengalaman belajar yang memberikan manfaat di luar kemampuan memainkan sebuah alat musik.<\/p>\n<h2>Bagaimana Cambridge Standards Mendukung Pola Belajar Siswa?<\/h2>\n<p>Pendekatan Cambridge dikenal dengan penekanan pada pemahaman konsep dan pengembangan kemampuan berpikir. Dalam konteks program internasional Al Ma&#8217;soem, standar tersebut diintegrasikan dengan kurikulum nasional.<\/p>\n<p>Pendekatan semacam ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa. Mereka tidak hanya dituntut untuk mengetahui informasi, tetapi juga memahami konsep dan menggunakannya dalam proses pembelajaran.<\/p>\n<p>Kemampuan berpikir, memecahkan masalah, menganalisis informasi, dan menyampaikan gagasan menjadi semakin penting dalam pendidikan modern.<\/p>\n<p>Namun, kemampuan tersebut dapat diperkuat melalui berbagai pengalaman di luar kelas.<\/p>\n<p>Ketika siswa mengikuti kegiatan musik, misalnya, mereka juga menghadapi proses yang membutuhkan pemecahan masalah. Mereka harus mencari cara menghasilkan nada yang tepat, mengikuti tempo, memahami struktur lagu, dan memperbaiki kesalahan saat latihan.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kegiatan akademik dan nonakademik sebenarnya dapat saling melengkapi.<\/p>\n<h2>Mengapa Ekstrakurikuler Gitar Menarik untuk Siswa SMP?<\/h2>\n<p>Gitar merupakan salah satu alat musik yang cukup populer di kalangan remaja. Dibandingkan beberapa alat musik lainnya, gitar memiliki banyak jenis penggunaan, mulai dari permainan solo hingga mengiringi kelompok musik.<\/p>\n<p>Bagi siswa SMP, belajar gitar dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus menantang.<\/p>\n<p>Pada tahap awal, siswa perlu mengenal bagian-bagian gitar, posisi tangan, cara memegang alat musik, teknik dasar memetik, serta chord. Setelah kemampuan dasar berkembang, siswa dapat mulai belajar memainkan lagu dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Proses tersebut memberikan pengalaman belajar secara bertahap.<\/p>\n<p>Siswa akan memahami bahwa kemampuan tidak muncul secara instan. Mereka membutuhkan latihan, kesabaran, dan evaluasi.<\/p>\n<p>Hal ini menjadi salah satu nilai penting yang dapat diperoleh dari kegiatan ekstrakurikuler.<\/p>\n<h2>Bagaimana Gitar Melatih Konsistensi Siswa?<\/h2>\n<p>Belajar gitar membutuhkan pengulangan. Siswa mungkin dapat memahami sebuah chord dalam satu sesi, tetapi kemampuan memainkannya dengan lancar membutuhkan latihan.<\/p>\n<p>Pada awalnya, perpindahan antar-chord dapat terasa sulit. Jari mungkin belum terbiasa menekan senar pada posisi yang tepat. Namun, melalui latihan rutin, gerakan tersebut secara bertahap menjadi lebih familiar.<\/p>\n<p>Kondisi ini mengajarkan siswa mengenai pentingnya konsistensi.<\/p>\n<p>Pelajaran tersebut sebenarnya memiliki hubungan dengan kegiatan akademik. Ketika mempelajari matematika, sains, bahasa Inggris, atau mata pelajaran lainnya, siswa juga membutuhkan latihan dan pengulangan.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, kebiasaan belajar yang dibangun melalui musik dapat mendukung pola belajar secara umum.<\/p>\n<h2>Apakah Bermain Gitar Bisa Mendukung Kreativitas?<\/h2>\n<p>Musik merupakan salah satu bentuk ekspresi kreatif. Ketika siswa belajar gitar, mereka tidak hanya mempelajari teknik. Mereka juga dapat mengeksplorasi bagaimana sebuah lagu dimainkan.<\/p>\n<p>Siswa dapat belajar mengenai ritme, tempo, dinamika, dan struktur lagu. Setelah memiliki kemampuan dasar, mereka bahkan dapat mulai memahami bagaimana musik dibangun.<\/p>\n<p>Kreativitas dapat muncul ketika siswa diberikan kesempatan untuk bereksperimen.<\/p>\n<p>Misalnya, siswa dapat mencoba pola petikan yang berbeda atau mempelajari cara mengiringi lagu dengan gaya tertentu. Mereka belajar bahwa satu lagu dapat dimainkan dengan pendekatan yang berbeda.<\/p>\n<p>Pengalaman semacam ini membantu siswa memahami bahwa kreativitas membutuhkan keberanian untuk mencoba.<\/p>\n<h2>Bagaimana Musik Berhubungan dengan Kemampuan Bahasa Inggris?<\/h2>\n<p>Hubungan antara gitar dan bahasa Inggris mungkin tidak terlihat secara langsung, tetapi sebenarnya cukup menarik.<\/p>\n<p>Banyak referensi musik yang tersedia di internet menggunakan bahasa Inggris. Siswa yang belajar gitar dapat menemukan berbagai istilah seperti chord, rhythm, strumming, picking, verse, chorus, bridge, dan berbagai istilah lainnya.<\/p>\n<p>Jika siswa juga mengikuti program pembelajaran bahasa Inggris secara intensif, mereka dapat semakin terbiasa menggunakan kosakata tersebut dalam konteks yang nyata.<\/p>\n<p>Program SMP Internasional Al Ma&#8217;soem sendiri memiliki dukungan seperti English Course atau IEC, Native English Teacher, dan Extended English Learning Hours.<\/p>\n<p>Lingkungan semacam ini memungkinkan bahasa Inggris digunakan tidak hanya sebagai materi pelajaran, tetapi juga dalam berbagai aktivitas siswa.<\/p>\n<h2>Mengapa Native English Teacher Menjadi Nilai Tambah?<\/h2>\n<p>Salah satu bagian dari program internasional Al Ma&#8217;soem adalah adanya Native English Teacher. Kehadiran pengajar penutur asli memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman mendengarkan dan menggunakan bahasa Inggris secara langsung.<\/p>\n<p>Bagi siswa yang menyukai musik, pengalaman tersebut dapat memberikan manfaat tambahan. Mereka dapat lebih mudah mengenali istilah musik dalam bahasa Inggris dan terbiasa mendengarkan instruksi atau percakapan dalam bahasa tersebut.<\/p>\n<p>Bahasa pada akhirnya menjadi alat komunikasi.<\/p>\n<p>Ketika siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai konteks, mereka tidak hanya menghafal vocabulary, tetapi belajar memahami penggunaannya.<\/p>\n<h2>Bagaimana Ekstrakurikuler Gitar Mendukung Kepercayaan Diri?<\/h2>\n<p>Salah satu manfaat yang sering muncul dari kegiatan seni adalah kesempatan untuk tampil.<\/p>\n<p>Bagi siswa yang memiliki rasa percaya diri rendah, tampil memainkan gitar di depan teman-teman dapat menjadi pengalaman yang menantang. Namun, ketika dilakukan secara bertahap dan dalam lingkungan yang mendukung, pengalaman tersebut dapat membantu siswa lebih berani menunjukkan kemampuan.<\/p>\n<p>Siswa belajar mengatasi rasa gugup.<\/p>\n<p>Mereka juga belajar bahwa kesalahan ketika tampil merupakan sesuatu yang dapat terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan diri dan mengevaluasi penampilan setelah kegiatan selesai.<\/p>\n<p>Kepercayaan diri yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat berguna dalam situasi lain, seperti presentasi kelas, diskusi, atau berbicara di depan kelompok.<\/p>\n<h2>Apakah Musik Mengganggu Fokus Akademik?<\/h2>\n<p>Kekhawatiran seperti ini cukup wajar bagi orang tua. Namun, mengikuti ekstrakurikuler tidak otomatis membuat siswa kehilangan fokus terhadap pelajaran.<\/p>\n<p>Kuncinya adalah pengaturan waktu.<\/p>\n<p>Siswa perlu memahami bahwa kegiatan musik merupakan aktivitas pengembangan diri, sementara kewajiban akademik tetap harus diselesaikan.<\/p>\n<p>Justru, kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi latihan manajemen waktu. Siswa belajar membagi waktu antara belajar, berlatih, beristirahat, dan melakukan kegiatan lainnya.<\/p>\n<p>Kemampuan tersebut semakin penting ketika siswa memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.<\/p>\n<h2>Bagaimana Sekolah Dapat Menyeimbangkan Akademik dan Bakat?<\/h2>\n<p>Sekolah dapat membantu menciptakan keseimbangan dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti kegiatan sesuai minat tanpa mengabaikan pembelajaran utama.<\/p>\n<p>Al Ma&#8217;soem memiliki berbagai pilihan kegiatan siswa, sehingga tidak semua anak harus mengikuti aktivitas yang sama.<\/p>\n<p>Siswa yang menyukai gitar dapat memilih kegiatan musik. Mereka yang tertarik biola dapat mengembangkan kemampuan melalui bidang tersebut. Siswa yang menyukai tari dapat memilih kegiatan seni tari. Sementara mereka yang memiliki minat olahraga dapat mengikuti basket, voli, badminton, renang, futsal, panahan, dan kegiatan lainnya.<\/p>\n<p>Keberagaman pilihan tersebut memungkinkan siswa memiliki pengalaman sekolah yang lebih personal.<\/p>\n<h2>Bagaimana Teknologi Mendukung Pembelajaran di SMP Internasional?<\/h2>\n<p>Selain kurikulum dan ekstrakurikuler, teknologi menjadi bagian lain yang dapat menunjang proses pembelajaran.<\/p>\n<p>Program SMP Internasional Al Ma&#8217;soem memiliki fasilitas seperti Smart TV, komputer dalam kelas, multimedia, dan integrated e-learning network.<\/p>\n<p>Teknologi tersebut memungkinkan siswa mendapatkan materi dalam format yang lebih beragam.<\/p>\n<p>Bahkan, keterampilan teknologi dapat dikombinasikan dengan kegiatan seni. Siswa yang belajar gitar, misalnya, dapat memperoleh pengalaman membuat dokumentasi latihan, mengenal produksi multimedia, atau terlibat dalam kegiatan studio mini dan podcast.<\/p>\n<p>Hal tersebut memperlihatkan bahwa bidang akademik, seni, bahasa, dan teknologi tidak harus berjalan secara terpisah.<\/p>\n<h2>Bagaimana Orang Tua Mendukung Anak yang Menyukai Gitar?<\/h2>\n<p>Dukungan orang tua sangat penting, tetapi dukungan tersebut tidak berarti memberikan tekanan agar anak menjadi musisi profesional.<\/p>\n<p>Orang tua dapat membantu dengan menyediakan waktu latihan yang teratur, memberikan apresiasi terhadap perkembangan kecil, serta mendorong anak agar tidak mudah menyerah.<\/p>\n<p>Jika anak mengalami kesulitan memainkan chord tertentu, misalnya, orang tua dapat memberikan motivasi agar anak terus mencoba.<\/p>\n<p>Yang juga penting adalah tidak membandingkan perkembangan anak dengan siswa lain. Setiap anak memiliki kecepatan belajar berbeda.<\/p>\n<p>Tujuan utama kegiatan ekstrakurikuler adalah memberikan pengalaman yang sesuai dengan minat anak.<\/p>\n<h2>Apakah Prestasi Musik Harus Menjadi Target Utama?<\/h2>\n<p>Prestasi dapat menjadi salah satu hasil dari latihan yang konsisten, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.<\/p>\n<p>Siswa yang mengikuti ekstrakurikuler gitar mungkin tidak semuanya akan mengikuti kompetisi. Sebagian mungkin hanya ingin memiliki kemampuan memainkan alat musik untuk mengisi waktu luang.<\/p>\n<p>Keduanya sama-sama valid.<\/p>\n<p>Yang penting adalah siswa mendapatkan pengalaman positif dari kegiatan tersebut.<\/p>\n<p>Jika kemudian kemampuan berkembang hingga mengikuti pertunjukan atau kompetisi, hal itu dapat menjadi bonus dari proses yang telah dilakukan.<\/p>\n<h2>Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih SMP Internasional?<\/h2>\n<p>Orang tua dapat membuat daftar pertanyaan sebelum menentukan sekolah.<\/p>\n<p>Pertama, bagaimana kurikulum diterapkan?<\/p>\n<p>Kedua, bagaimana pembelajaran bahasa Inggris dilakukan?<\/p>\n<p>Ketiga, apakah tersedia tenaga pengajar yang mendukung program internasional?<\/p>\n<p>Keempat, apakah fasilitas teknologi dapat menunjang pembelajaran?<\/p>\n<p>Kelima, apakah sekolah menyediakan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat anak?<\/p>\n<p>Keenam, bagaimana lingkungan sekolah mendukung keseimbangan akademik dan nonakademik?<\/p>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu orang tua melihat sekolah secara lebih menyeluruh.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Bagaimana penerapan kurikulum berstandar Cambridge di SMP Al Ma&#8217;soem dapat diimbangi dengan pengembangan bakat musik melalui ekstrakurikuler gitar? Kuncinya terletak pada konsep pendidikan yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang dalam berbagai bidang.<\/p>\n<p>Program SMP Internasional Al Ma&#8217;soem mengintegrasikan Cambridge Standards dengan kurikulum nasional. Program tersebut juga didukung pembelajaran bahasa Inggris melalui English Course atau IEC, Native English Teacher, dan Extended English Learning Hours.<\/p>\n<p>Di sisi lain, siswa tetap memiliki kesempatan mengembangkan minat melalui kegiatan nonakademik, termasuk musik seperti gitar dan biola.<\/p>\n<p>Ekstrakurikuler gitar bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Proses mempelajari alat musik dapat melatih konsistensi, konsentrasi, koordinasi, kreativitas, kemampuan mendengarkan, serta kepercayaan diri. Ketika siswa diberi kesempatan tampil atau berkolaborasi dengan teman, mereka juga belajar mengenai komunikasi dan kerja sama.<\/p>\n<p>Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan internasional tidak harus membuat siswa hanya berorientasi pada nilai akademik. Justru, pembelajaran akademik dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan bakat.<\/p>\n<p>Bagi orang tua yang sedang mempertimbangkan SMP internasional, penting untuk melihat sekolah secara menyeluruh. Kurikulum, bahasa, teknologi, fasilitas, lingkungan belajar, dan kegiatan ekstrakurikuler semuanya dapat menjadi bagian dari pertimbangan.<\/p>\n<p>Sementara bagi siswa yang memiliki ketertarikan pada gitar, keberadaan kegiatan musik dapat menjadi kesempatan untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan yang mungkin menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan mereka.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, sekolah yang baik adalah lingkungan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar, mencoba, berkembang, dan menemukan potensi dirinya. Kurikulum internasional dapat memberikan fondasi akademik, sedangkan kegiatan seni seperti gitar dapat memperkaya pengalaman siswa agar perkembangan mereka tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aktivitas kreatif yang mereka sukai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika orang tua mencari sekolah internasional untuk jenjang SMP, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana sekolah menyeimbangkan pembelajaran akademik dengan pengembangan bakat siswa. Kurikulum internasional memang dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas, tetapi pendidikan anak tidak seharusnya hanya berorientasi pada nilai akademik. Siswa juga membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan sosial, kemampuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":23533,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Bagaimana Penerapan Kurikulum IGCSE SMP di Al Ma'soem Diimbangi dengan Pengembangan Bakat Musik Lewat Ekstrakurikuler Gitar? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Ketika orang tua mencari sekolah internasional untuk jenjang SMP, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana sekolah menyeimbangkan pembelajaran"},"_slim_seo_primary_term_category":12,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[9855,7983,8618,7682],"class_list":["post-28845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-cambridgestandards","tag-ekstrakurikulergitar","tag-sekolahbilingual","tag-smpinternasionalalmasoem"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0621.jpg",1440,1920,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0621-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0621-225x300.jpg",225,300,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0621-768x1024.jpg",768,1024,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0621-768x1024.jpg",768,1024,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0621-1152x1536.jpg",1152,1536,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0621.jpg",1440,1920,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0621-9x12.jpg",9,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Ketika orang tua mencari sekolah internasional untuk jenjang SMP, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana sekolah menyeimbangkan pembelajaran akademik dengan pengembangan bakat siswa. Kurikulum internasional memang dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas, tetapi pendidikan anak tidak seharusnya hanya berorientasi pada nilai akademik. Siswa juga membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan sosial, kemampuan komunikasi, serta bakat yang mereka miliki. Salah satu kombinasi yang menarik untuk dibahas adalah pembelajaran berstandar Cambridge dengan kegiatan ekstrakurikuler musik, khususnya gitar. Di Al Ma&#8217;soem, program SMP Internasional mengintegrasikan Cambridge Standards dengan kurikulum nasional. Di sisi lain, siswa juga mempunyai kesempatan mengikuti berbagai kegiatan&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 6","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":9855,"label":"CambridgeStandards"},{"value":7983,"label":"EkstrakurikulerGitar"},{"value":8618,"label":"SekolahBilingual"},{"value":7682,"label":"SMPInternasionalAlMasoem"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0621-768x1024.jpg",768,1024,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 6","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":15860,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":15860,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":5167,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":5167,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":9855,"name":"CambridgeStandards","slug":"cambridgestandards","term_group":0,"term_taxonomy_id":9855,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":6,"filter":"raw"},{"term_id":7983,"name":"EkstrakurikulerGitar","slug":"ekstrakurikulergitar","term_group":0,"term_taxonomy_id":7983,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":7,"filter":"raw"},{"term_id":8618,"name":"SekolahBilingual","slug":"sekolahbilingual","term_group":0,"term_taxonomy_id":8618,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":7,"filter":"raw"},{"term_id":7682,"name":"SMPInternasionalAlMasoem","slug":"smpinternasionalalmasoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":7682,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":209,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28845"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28845\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28880,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28845\/revisions\/28880"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23533"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}