{"id":22669,"date":"2026-09-06T17:56:56","date_gmt":"2026-09-06T09:56:56","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=22669"},"modified":"2026-09-07T18:52:21","modified_gmt":"2026-09-07T10:52:21","slug":"benarkah-sekolah-full-day-membuat-anak-lebih-cepat-mandiri-peran-rutinitas-dalam-pendidikan-anak-sd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/benarkah-sekolah-full-day-membuat-anak-lebih-cepat-mandiri-peran-rutinitas-dalam-pendidikan-anak-sd\/","title":{"rendered":"Benarkah Sekolah Full Day Membuat Anak Lebih Cepat Mandiri? Peran Rutinitas dalam Pendidikan Anak SD"},"content":{"rendered":"<div class=\"qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot\">\n<div class=\"\" data-turn-id-container=\"request-6a9d28c7-77cc-83ec-be7f-9d13b6185fe1-5\" data-is-intersecting=\"true\">\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-6a9d28c7-77cc-83ec-be7f-9d13b6185fe1-5\" data-turn-id-container=\"request-6a9d28c7-77cc-83ec-be7f-9d13b6185fe1-5\" data-testid=\"conversation-turn-22\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-8 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" data-conversation-screenshot-content=\"\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"5bb9ccbc-906f-4463-b2b4-1e46d53a0ce6\" data-message-model-slug=\"gpt-5-6\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling\">\n<p data-start=\"237\" data-end=\"832\">Kemandirian merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dibangun sejak anak berada di sekolah dasar. Mandiri bukan berarti anak harus mampu melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang dewasa, tetapi mampu melakukan berbagai hal sesuai usianya, memahami tanggung jawab, mengikuti aturan, serta berusaha menyelesaikan tugas sebelum meminta bantuan. Salah satu lingkungan yang dapat membantu membentuk kebiasaan tersebut adalah sekolah. Melalui rutinitas yang dilakukan secara konsisten, anak belajar bahwa setiap aktivitas memiliki aturan, waktu, dan tanggung jawab yang perlu dijalankan.<\/p>\n<p data-start=\"834\" data-end=\"1465\">Konsep full day school sering kali dikaitkan dengan waktu belajar anak yang lebih panjang dibandingkan sekolah reguler. Namun, lamanya anak berada di sekolah bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah mereka akan menjadi lebih mandiri. Hal yang lebih penting adalah bagaimana waktu tersebut digunakan. Jika kegiatan sekolah disusun secara terarah, anak dapat memperoleh lebih banyak kesempatan untuk belajar mengatur aktivitas, berinteraksi, mengikuti aturan, serta menyelesaikan berbagai tugas. Sebaliknya, jika jadwal terlalu padat tanpa memperhatikan kebutuhan anak, waktu yang panjang justru dapat membuat anak kelelahan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1a9gzxa\" data-start=\"1467\" data-end=\"1526\">Apa Hubungan Rutinitas Sekolah dengan Kemandirian Anak?<\/h3>\n<p data-start=\"1528\" data-end=\"2006\">Anak belajar kemandirian melalui kebiasaan yang dilakukan berulang kali. Hal sederhana seperti menyiapkan perlengkapan, mengikuti jadwal, menyelesaikan tugas, merapikan barang, atau bertanggung jawab terhadap kegiatan yang diikuti dapat menjadi latihan sehari-hari. Pada awalnya, anak mungkin masih membutuhkan arahan guru maupun orang tua. Namun, ketika kegiatan tersebut dilakukan secara konsisten, anak mulai memahami apa yang harus dilakukan tanpa selalu menunggu instruksi.<\/p>\n<p data-start=\"2008\" data-end=\"2418\">Rutinitas juga membantu anak mengenal konsep tanggung jawab. Ketika anak memiliki tugas tertentu, mereka belajar bahwa pekerjaan tersebut harus diselesaikan. Pengalaman seperti ini dapat menjadi dasar bagi kemampuan mengatur diri ketika anak semakin besar. Kemandirian tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi berkembang melalui banyak pengalaman kecil yang dilakukan secara terus-menerus di rumah maupun sekolah.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"c4quz6\" data-start=\"2420\" data-end=\"2478\">Full Day School Tidak Hanya Berarti Belajar Lebih Lama<\/h3>\n<p data-start=\"2480\" data-end=\"3007\">Istilah full day school sering membuat orang tua membayangkan anak berada di sekolah sepanjang hari dan terus mengikuti pelajaran. Padahal, konsep full day dapat memiliki susunan kegiatan yang beragam. Informasi SD Al Ma\u2019soem mencantumkan konsep Full Day yang menggabungkan kurikulum DIKNAS dengan kurikulum Al Ma\u2019soem, serta memberikan tambahan pembelajaran yang berkaitan dengan IMTAK dan IPTEK seperti Bahasa Arab, Program Tahfidz, Bahasa Inggris, serta pengenalan dan praktik komputer.<\/p>\n<p data-start=\"3009\" data-end=\"3458\">Selain pembelajaran di kelas, siswa juga diberikan kesempatan mengembangkan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler, Program Days, serta kompetisi di luar sekolah. Artinya, waktu anak di sekolah dapat diisi dengan pengalaman yang tidak hanya berhubungan dengan materi akademik. Variasi aktivitas tersebut dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal kemampuan dan tanggung jawab yang berbeda.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"18jq7se\" data-start=\"3460\" data-end=\"3509\">Kebiasaan yang Dapat Melatih Kemandirian Anak<\/h3>\n<p data-start=\"3511\" data-end=\"3703\">Kemandirian anak dapat dilatih melalui berbagai kegiatan sederhana. Orang tua tidak harus memberikan tugas yang berat karena kemampuan mandiri justru dapat dibangun dari aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p data-start=\"3705\" data-end=\"3755\">Beberapa kebiasaan yang dapat dilatih antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"3757\" data-end=\"4180\">\n<li data-section-id=\"1b1dlse\" data-start=\"3757\" data-end=\"3799\">Menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.<\/li>\n<li data-section-id=\"o5jll3\" data-start=\"3800\" data-end=\"3849\">Menjaga barang pribadi agar tidak mudah hilang.<\/li>\n<li data-section-id=\"evt5kp\" data-start=\"3850\" data-end=\"3892\">Mengikuti jadwal kegiatan dengan tertib.<\/li>\n<li data-section-id=\"1ffzwat\" data-start=\"3893\" data-end=\"3931\">Menyelesaikan tugas sebelum bermain.<\/li>\n<li data-section-id=\"1cu81dw\" data-start=\"3932\" data-end=\"3975\">Merapikan perlengkapan setelah digunakan.<\/li>\n<li data-section-id=\"1e3ztg0\" data-start=\"3976\" data-end=\"4024\">Berani bertanya ketika tidak memahami sesuatu.<\/li>\n<li data-section-id=\"x3hrh1\" data-start=\"4025\" data-end=\"4075\">Mencoba menyelesaikan masalah sederhana sendiri.<\/li>\n<li data-section-id=\"bsypwt\" data-start=\"4076\" data-end=\"4128\">Menyampaikan kebutuhan kepada guru atau orang tua.<\/li>\n<li data-section-id=\"in7cp2\" data-start=\"4129\" data-end=\"4180\">Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dipilih.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4182\" data-end=\"4602\">Kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara bertahap sesuai usia anak. Orang tua tidak perlu langsung menuntut anak melakukan semuanya dengan sempurna. Jika anak lupa atau melakukan kesalahan, orang tua dapat mengingatkan dan memberikan kesempatan untuk memperbaikinya. Dari proses tersebut, anak belajar bahwa tanggung jawab tidak selalu berarti berhasil pada percobaan pertama, tetapi juga berani memperbaiki kesalahan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1hi03dy\" data-start=\"4604\" data-end=\"4645\">Disiplin dan Mandiri Saling Berkaitan<\/h3>\n<p data-start=\"4647\" data-end=\"5026\">Kemandirian sulit berkembang tanpa adanya disiplin. Anak yang terbiasa mengikuti jadwal, memahami aturan, dan menyelesaikan tanggung jawab akan lebih mudah belajar mengatur dirinya sendiri. Disiplin dalam konteks pendidikan bukan hanya mengenai hukuman ketika melakukan kesalahan, tetapi juga membangun kebiasaan agar anak mengetahui batasan dan konsekuensi dari setiap tindakan.<\/p>\n<p data-start=\"5028\" data-end=\"5542\">Pendidikan di SD Al Ma\u2019soem sendiri mencantumkan unsur disiplin sebagai bagian dari pendidikan yang diberikan kepada siswa. Informasi sekolah juga menekankan pendidikan yang berkaitan dengan akhlak, disiplin, budaya positif, serta pembentukan generasi yang memiliki karakter \u201cCageur, Bageur, Pinter.\u201d Nilai tersebut menunjukkan bahwa perkembangan anak tidak hanya dilihat dari kemampuan akademiknya, tetapi juga dari sikap dan kebiasaan yang dibangun selama proses pendidikan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1bj7nvw\" data-start=\"5544\" data-end=\"5592\">Anak Tetap Membutuhkan Waktu untuk Istirahat<\/h3>\n<p data-start=\"5594\" data-end=\"5905\">Walaupun rutinitas dapat membantu membentuk kemandirian, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi anak. Anak SD masih membutuhkan waktu istirahat dan kesempatan bermain. Jadwal yang terlalu penuh dapat membuat anak kehilangan kesempatan untuk melakukan aktivitas santai yang penting bagi keseimbangan mereka.<\/p>\n<p data-start=\"5907\" data-end=\"6328\">Karena itu, memilih sekolah dengan konsep full day sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan jumlah kegiatan yang tersedia. Orang tua juga perlu memahami bagaimana aktivitas anak disusun, apakah sesuai dengan kebutuhan usia, serta bagaimana anak merespons rutinitas tersebut. Anak yang pulang sekolah dalam kondisi terlalu lelah mungkin membutuhkan penyesuaian kegiatan di rumah agar tetap memiliki waktu untuk beristirahat.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"4cc72q\" data-start=\"6330\" data-end=\"6392\">Peran Orang Tua Tidak Berhenti Setelah Anak Pulang Sekolah<\/h3>\n<p data-start=\"6394\" data-end=\"6805\">Sekolah dapat membantu membangun rutinitas, tetapi kemandirian anak akan lebih kuat jika kebiasaan tersebut dilanjutkan di rumah. Misalnya, jika anak sudah dibiasakan bertanggung jawab terhadap barangnya di sekolah, orang tua dapat menerapkan kebiasaan serupa di rumah. Anak dapat diberi tanggung jawab sederhana seperti menyiapkan pakaian untuk esok hari, merapikan tas, atau menempatkan barang pada tempatnya.<\/p>\n<p data-start=\"6807\" data-end=\"7219\">Orang tua juga perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan sesuatu sendiri. Terkadang orang dewasa terlalu cepat membantu karena ingin pekerjaan selesai lebih cepat. Padahal, jika anak selalu dibantu, mereka memiliki lebih sedikit kesempatan untuk belajar. Memberikan waktu kepada anak untuk mencoba sendiri, selama aktivitas tersebut aman dan sesuai usia, dapat membantu membangun rasa percaya diri.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"2jssx4\" data-start=\"7221\" data-end=\"7275\">Jangan Menyamakan Mandiri dengan Harus Selalu Bisa<\/h3>\n<p data-start=\"7277\" data-end=\"7582\">Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Ada anak yang cepat terbiasa melakukan sesuatu sendiri, sementara anak lain membutuhkan lebih banyak arahan. Karena itu, kemandirian tidak seharusnya dijadikan perlombaan. Anak yang masih membutuhkan bantuan dalam satu aktivitas bukan berarti tidak mandiri.<\/p>\n<p data-start=\"7584\" data-end=\"8003\">Yang lebih penting adalah melihat perkembangan dari waktu ke waktu. Jika sebelumnya anak selalu menunggu orang tua menyiapkan perlengkapan sekolah, kemudian mulai mencoba menyiapkannya sendiri, hal tersebut sudah merupakan perkembangan. Jika sebelumnya anak langsung menyerah ketika menghadapi kesulitan, kemudian mulai mencoba mencari solusi atau bertanya dengan cara yang tepat, itu juga merupakan bentuk kemandirian.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"mv75a9\" data-start=\"8005\" data-end=\"8043\">Kemandirian Tumbuh dari Kesempatan<\/h3>\n<p data-start=\"8045\" data-end=\"8467\">Sekolah dapat menjadi tempat yang baik bagi anak untuk berlatih mandiri karena mereka bertemu dengan berbagai situasi yang tidak selalu dapat diselesaikan oleh orang tua. Anak belajar berinteraksi dengan teman, mengikuti aturan, menyelesaikan tugas, mencoba kegiatan baru, dan menghadapi keberhasilan maupun kegagalan. Dalam lingkungan yang tepat, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.<\/p>\n<p data-start=\"8469\" data-end=\"9017\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Pada akhirnya, full day school tidak otomatis membuat semua anak menjadi lebih mandiri. Faktor yang lebih menentukan adalah kualitas kegiatan, konsistensi rutinitas, dukungan guru, keterlibatan orang tua, serta kesesuaian lingkungan sekolah dengan kebutuhan anak. Konsep full day dapat memberikan lebih banyak ruang untuk pengalaman belajar, tetapi manfaatnya akan terasa ketika waktu tersebut digunakan secara seimbang untuk akademik, pengembangan minat, pembentukan karakter, interaksi sosial, dan aktivitas lain yang mendukung perkembangan anak.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"z-0 flex min-h-[46px] justify-start\"><\/div>\n<div class=\"mt-3 w-full empty:hidden has-[&gt;_:empty]:hidden\">\n<div class=\"text-center\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1\" data-conversation-screenshot-content=\"\">\n<div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"pointer-events-none -mt-px h-px translate-y-(--scroll-root-safe-area-inset-bottom)\" aria-hidden=\"true\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemandirian merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dibangun sejak anak berada di sekolah dasar. Mandiri bukan berarti anak harus mampu melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang dewasa, tetapi mampu melakukan berbagai hal sesuai usianya, memahami tanggung jawab, mengikuti aturan, serta berusaha menyelesaikan tugas sebelum meminta bantuan. Salah satu lingkungan yang dapat membantu membentuk kebiasaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":22625,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Benarkah Sekolah Full Day Membuat Anak Lebih Cepat Mandiri? Peran Rutinitas dalam Pendidikan Anak SD - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Kemandirian merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dibangun sejak anak berada di sekolah dasar. Mandiri bukan berarti anak harus mampu melakukan semu"},"_slim_seo_primary_term_category":28,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12,28],"tags":[6915,7277,6875],"class_list":["post-22669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-kegiatan","tag-fulldayschool","tag-kemandiriananak","tag-pendidikankarakter"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/SD-Al-Ma_soem.jpeg",1920,1440,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/SD-Al-Ma_soem-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/SD-Al-Ma_soem-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/SD-Al-Ma_soem-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/SD-Al-Ma_soem-1024x768.jpeg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/SD-Al-Ma_soem-1536x1152.jpeg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/SD-Al-Ma_soem.jpeg",1920,1440,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/SD-Al-Ma_soem-16x12.jpeg",16,12,true]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Kemandirian merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dibangun sejak anak berada di sekolah dasar. Mandiri bukan berarti anak harus mampu melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang dewasa, tetapi mampu melakukan berbagai hal sesuai usianya, memahami tanggung jawab, mengikuti aturan, serta berusaha menyelesaikan tugas sebelum meminta bantuan. Salah satu lingkungan yang dapat membantu membentuk kebiasaan tersebut adalah sekolah. Melalui rutinitas yang dilakukan secara konsisten, anak belajar bahwa setiap aktivitas memiliki aturan, waktu, dan tanggung jawab yang perlu dijalankan. Konsep full day school sering kali dikaitkan dengan waktu belajar anak yang lebih panjang dibandingkan sekolah reguler. Namun, lamanya anak berada di&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>, <a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/kegiatan\/\" rel=\"category tag\">Kegiatan<\/a>","author_info_v2":{"name":"Penulis 5","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"},{"value":28,"label":"Kegiatan"}],"post_tag":[{"value":6915,"label":"fulldayschool"},{"value":7277,"label":"KemandirianAnak"},{"value":6875,"label":"PendidikanKarakter"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/SD-Al-Ma_soem-1024x768.jpeg",1024,768,true],"author_info":{"display_name":"Penulis 5","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":8124,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":8124,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0},{"term_id":28,"name":"Kegiatan","slug":"kegiatan","term_group":0,"term_taxonomy_id":28,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":3399,"filter":"raw","cat_ID":28,"category_count":3399,"category_description":"","cat_name":"Kegiatan","category_nicename":"kegiatan","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":6915,"name":"fulldayschool","slug":"fulldayschool","term_group":0,"term_taxonomy_id":6915,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":166,"filter":"raw"},{"term_id":7277,"name":"KemandirianAnak","slug":"kemandiriananak","term_group":0,"term_taxonomy_id":7277,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":53,"filter":"raw"},{"term_id":6875,"name":"PendidikanKarakter","slug":"pendidikankarakter","term_group":0,"term_taxonomy_id":6875,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1249,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22669"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22669\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22674,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22669\/revisions\/22674"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}