{"id":18165,"date":"2026-05-21T17:23:42","date_gmt":"2026-05-21T09:23:42","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=18165"},"modified":"2026-05-21T17:23:42","modified_gmt":"2026-05-21T09:23:42","slug":"peran-perpustakaan-di-era-digital-menjembatani-literasi-digital-dan-budaya-membaca-untuk-generasi-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/peran-perpustakaan-di-era-digital-menjembatani-literasi-digital-dan-budaya-membaca-untuk-generasi-z\/","title":{"rendered":"Peran Perpustakaan di Era Digital: Menjembatani Literasi Digital dan Budaya Membaca untuk Generasi Z"},"content":{"rendered":"<p>Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, <strong>perpustakaan sekolah<\/strong> mengalami perubahan paradigma yang sangat signifikan. Jika dulu perpustakaan identik dengan deretan rak buku berdebu dan suasana sunyi yang membosankan, kini <strong>perpustakaan modern<\/strong> telah bertransformasi menjadi pusat <strong>literasi digital<\/strong> yang dinamis dan menarik bagi <strong>generasi Z<\/strong>. Pertanyaan yang muncul adalah: apakah perpustakaan masih relevan di era dimana informasi bisa diakses hanya dengan sekali klik di smartphone?<\/p>\n<h2>Transformasi Perpustakaan Sekolah di Era Digital<\/h2>\n<p><strong>Perpustakaan modern<\/strong> di <strong>sekolah modern<\/strong> tidak lagi hanya menyediakan buku cetak. Mereka telah berkembang menjadi learning hub yang mengintegrasikan koleksi fisik dan digital, ruang kolaborasi, dan teknologi pembelajaran terkini. Transformasi ini penting untuk menarik <strong>minat baca siswa<\/strong> yang tumbuh di era digital dan memiliki karakteristik pembelajaran yang berbeda dari generasi sebelumnya.<\/p>\n<p><strong>Generasi Z<\/strong>, yang merupakan mayoritas <strong>pelajar Indonesia<\/strong> saat ini, adalah digital natives yang terbiasa dengan akses informasi instan. Mereka multitasking, visual learner, dan lebih menyukai konten interaktif. Perpustakaan harus beradaptasi dengan karakteristik ini agar tetap relevan dan dapat memenuhi kebutuhan mereka.<\/p>\n<h2>Literasi Digital: Kompetensi Wajib Abad 21<\/h2>\n<p><strong>Literasi digital<\/strong> bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang kemampuan mengakses, mengevaluasi, memahami, dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital secara kritis dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, <strong>perpustakaan sekolah<\/strong> memiliki peran vital sebagai pusat <strong>edukasi digital<\/strong> yang mengajarkan siswa untuk:<\/p>\n<h3>1. Mencari Informasi Secara Efektif<\/h3>\n<p>Di era informasi yang melimpah, kemampuan mencari informasi yang akurat dan relevan menjadi keterampilan penting. Pustakawan modern tidak hanya menjaga koleksi, tetapi juga menjadi educator yang mengajarkan siswa bagaimana menggunakan database online, search engine optimization, dan berbagai tools digital untuk riset.<\/p>\n<h3>2. Memverifikasi Kebenaran Informasi<\/h3>\n<p>Hoaks dan misinformasi menyebar dengan cepat di internet. <strong>Perpustakaan modern<\/strong> mengajarkan siswa untuk menjadi critical thinker yang mampu memverifikasi sumber informasi, membedakan fakta dan opini, serta mengenali bias dalam konten digital.<\/p>\n<h3>3. Menggunakan Informasi Secara Etis<\/h3>\n<p>Plagiarisme, pelanggaran hak cipta, dan penyalahgunaan informasi adalah isu serius di era digital. Melalui program <strong>edukasi digital<\/strong>, perpustakaan membantu siswa memahami pentingnya integritas akademik dan penggunaan informasi yang bertanggung jawab.<\/p>\n<h2>Manfaat Membaca yang Tidak Tergantikan oleh Teknologi<\/h2>\n<p>Meskipun teknologi telah mengubah cara kita mengakses informasi, <strong>manfaat membaca<\/strong> tetap tidak tergantikan. Penelitian menunjukkan bahwa membaca, baik buku cetak maupun digital, memberikan manfaat luar biasa bagi perkembangan kognitif dan emosional siswa:<\/p>\n<h3>Meningkatkan Kemampuan Kognitif<\/h3>\n<p>Membaca secara teratur meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan berpikir analitis. Berbeda dengan scrolling media sosial yang cenderung superficial, membaca buku membutuhkan fokus mendalam yang melatih otak untuk berpikir secara sistematis dan kompleks.<\/p>\n<h3>Mengembangkan Empati dan Kecerdasan Emosional<\/h3>\n<p>Melalui membaca fiksi, siswa dapat merasakan perspektif karakter yang berbeda, memahami emosi yang kompleks, dan mengembangkan empati. Kemampuan ini sangat penting untuk perkembangan sosial dan emosional <strong>pelajar Indonesia<\/strong> yang akan hidup dalam masyarakat yang semakin beragam.<\/p>\n<h3>Memperluas Wawasan dan Vocabulari<\/h3>\n<p><strong>Manfaat membaca<\/strong> yang paling jelas adalah peningkatan vocabulari dan pengetahuan umum. Siswa yang rajin membaca memiliki kosakata yang lebih luas, kemampuan komunikasi yang lebih baik, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai topik.<\/p>\n<h3>Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kesehatan Mental<\/h3>\n<p>Membaca terbukti dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan kualitas tidur, dan memberikan relaksasi mental. Di tengah tekanan akademik yang tinggi, <strong>budaya membaca<\/strong> dapat menjadi mekanisme coping yang sehat bagi siswa.<\/p>\n<h2>Strategi Meningkatkan Minat Baca Siswa di Era Digital<\/h2>\n<p>Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi <strong>perpustakaan sekolah<\/strong> adalah menurunnya <strong>minat baca siswa<\/strong> yang lebih tertarik pada hiburan digital seperti game, media sosial, dan streaming video. Berikut adalah strategi efektif untuk meningkatkan minat baca:<\/p>\n<h3>1. Diversifikasi Koleksi<\/h3>\n<p><strong>Perpustakaan modern<\/strong> harus menyediakan koleksi yang beragam, tidak hanya buku teks dan novel klasik, tetapi juga komik, manga, graphic novel, majalah, e-book, audiobook, dan konten multimedia. Variasi format ini memenuhi preferensi baca yang berbeda dari <strong>generasi Z<\/strong>.<\/p>\n<h3>2. Ciptakan Ruang yang Menarik<\/h3>\n<p>Desain perpustakaan harus mengundang dan nyaman. Area reading corner yang cozy, ruang diskusi kelompok, zona silent untuk belajar individual, dan area multimedia dengan teknologi terkini membuat perpustakaan menjadi tempat yang ingin dikunjungi siswa.<\/p>\n<h3>3. Program Literasi yang Engaging<\/h3>\n<p>Book club, lomba resensi, author visit, book fair, story telling, dan reading challenge adalah beberapa program yang dapat meningkatkan <strong>budaya membaca<\/strong>. Gamifikasi dengan sistem poin atau reward juga efektif untuk memotivasi siswa.<\/p>\n<h3>4. Integrasi dengan Kurikulum<\/h3>\n<p>Kolaborasi antara pustakawan dan guru mata pelajaran memastikan bahwa perpustakaan menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. Project-based learning yang melibatkan riset di perpustakaan membuat siswa melihat relevansi membaca dengan pembelajaran mereka.<\/p>\n<h3>5. Promosi Melalui Media Digital<\/h3>\n<p>Gunakan Instagram, TikTok, atau YouTube untuk mempromosikan koleksi baru, book recommendation, atau behind the scenes perpustakaan. <strong>Minat baca siswa<\/strong> <strong>generasi Z<\/strong> dapat ditingkatkan dengan pendekatan marketing yang sesuai dengan platform yang mereka gunakan.<\/p>\n<h2>Perpustakaan Sebagai Pusat Edukasi Digital<\/h2>\n<p><strong>Edukasi digital<\/strong> di <strong>sekolah modern<\/strong> tidak bisa dipisahkan dari peran perpustakaan. Perpustakaan menjadi tempat dimana siswa belajar menggunakan teknologi untuk tujuan produktif dan edukatif, bukan hanya untuk hiburan:<\/p>\n<h3>Akses ke Database dan Journal Online<\/h3>\n<p><strong>Perpustakaan modern<\/strong> menyediakan akses ke database akademik, e-journal, dan sumber referensi online yang berkualitas. Ini memberikan siswa pengalaman riset yang profesional dan mempersiapkan mereka untuk pendidikan tinggi.<\/p>\n<h3>Workshop Digital Skills<\/h3>\n<p>Perpustakaan menyelenggarakan workshop tentang berbagai digital skills seperti coding, digital design, video editing, podcast production, dan content creation. Program ini melengkapi <strong>literasi digital<\/strong> siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja masa depan.<\/p>\n<h3>Maker Space dan Inovasi<\/h3>\n<p>Beberapa <strong>perpustakaan modern<\/strong> telah mengintegrasikan maker space dengan peralatan seperti 3D printer, robotics kit, dan berbagai tools untuk project-based learning. Ini mendorong kreativitas dan innovation mindset pada siswa.<\/p>\n<h2>Budaya Membaca sebagai Fondasi Pendidikan Berkualitas<\/h2>\n<p><strong>Budaya membaca<\/strong> yang kuat adalah indikator dari sistem pendidikan yang berkualitas. Negara-negara dengan prestasi pendidikan tinggi seperti Finlandia, Singapura, dan Jepang memiliki tradisi membaca yang sangat kuat dalam masyarakatnya.<\/p>\n<p>Untuk <strong>pelajar Indonesia<\/strong>, membangun <strong>budaya membaca<\/strong> yang kuat sangat penting untuk meningkatkan daya saing di level global. Sayangnya, data menunjukkan bahwa tingkat literasi Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara lain. Perpustakaan sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk membalikkan tren ini.<\/p>\n<h3>Peran Guru dan Orang Tua<\/h3>\n<p>Membangun <strong>budaya membaca<\/strong> bukan hanya tanggung jawab perpustakaan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari guru dan orang tua. Guru yang mencontohkan kebiasaan membaca, memberikan waktu membaca di kelas, dan tidak hanya mengandalkan textbook akan menginspirasi siswa untuk membaca lebih banyak.<\/p>\n<p>Orang tua yang menyediakan buku di rumah, membacakan cerita untuk anak, dan membatasi screen time akan membantu membentuk kebiasaan membaca sejak dini. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk menciptakan ekosistem literasi yang kuat.<\/p>\n<h2>Tantangan dan Solusi untuk Perpustakaan Sekolah<\/h2>\n<h3>Tantangan 1: Keterbatasan Anggaran<\/h3>\n<p>Banyak <strong>perpustakaan sekolah<\/strong> menghadapi keterbatasan anggaran untuk update koleksi dan teknologi. Solusinya adalah dengan memanfaatkan open source resources, e-book gratis, kerjasama dengan perpustakaan lain, dan fundraising dari alumni atau donatur.<\/p>\n<h3>Tantangan 2: Kurangnya Pustakawan Profesional<\/h3>\n<p>Tidak semua sekolah memiliki pustakawan yang terlatih. Solusinya adalah dengan memberikan pelatihan kepada guru atau staf yang ditugaskan mengelola perpustakaan, serta memanfaatkan volunteer dari siswa senior atau mahasiswa.<\/p>\n<h3>Tantangan 3: Kompetisi dengan Entertainment Digital<\/h3>\n<p><strong>Minat baca siswa<\/strong> menurun karena kompetisi dengan game, media sosial, dan platform entertainment lainnya. Solusinya adalah dengan membuat reading experience yang lebih engaging, menyediakan konten yang relevan dengan interest mereka, dan menggunakan teknologi sebagai enabler bukan kompetitor.<\/p>\n<h3>Tantangan 4: Space dan Fasilitas yang Terbatas<\/h3>\n<p>Tidak semua sekolah memiliki ruang yang luas untuk perpustakaan. Solusinya adalah dengan optimalisasi space yang ada, menciptakan mobile library, atau memanfaatkan digital library yang tidak memerlukan physical space.<\/p>\n<h2>Perpustakaan Modern: Investasi untuk Masa Depan<\/h2>\n<p>Investasi dalam <strong>perpustakaan modern<\/strong> adalah investasi untuk masa depan pendidikan. <strong>Sekolah modern<\/strong> yang memiliki perpustakaan berkualitas menunjukkan komitmen mereka terhadap <strong>literasi digital<\/strong>, <strong>budaya membaca<\/strong>, dan pengembangan holistik siswa.<\/p>\n<p><strong>Manfaat membaca<\/strong> dan <strong>literasi digital<\/strong> yang dikembangkan melalui perpustakaan akan menjadi bekal berharga bagi <strong>pelajar Indonesia<\/strong> untuk menghadapi tantangan abad 21. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi yang diasah melalui aktivitas di perpustakaan adalah kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Peran perpustakaan di era digital tidak berkurang, justru semakin penting dan kompleks. <strong>Perpustakaan sekolah<\/strong> harus bertransformasi menjadi <strong>perpustakaan modern<\/strong> yang tidak hanya menyimpan buku, tetapi juga menjadi pusat <strong>literasi digital<\/strong>, <strong>edukasi digital<\/strong>, dan pengembangan <strong>budaya membaca<\/strong>.<\/p>\n<p>Untuk meningkatkan <strong>minat baca siswa<\/strong> <strong>generasi Z<\/strong>, perpustakaan harus beradaptasi dengan karakteristik mereka, menyediakan konten yang relevan dan menarik, serta mengintegrasikan teknologi dalam layanan mereka. <strong>Manfaat membaca<\/strong> yang luar biasa bagi perkembangan kognitif, emosional, dan sosial siswa harus terus dikampanyekan dan dibuktikan melalui program-program literasi yang engaging.<\/p>\n<p>Bagi <strong>pelajar Indonesia<\/strong>, akses ke <strong>perpustakaan modern<\/strong> yang berkualitas adalah hak yang harus dipenuhi oleh <strong>sekolah modern<\/strong>. Mari kita bersama-sama membangun ekosistem literasi yang kuat untuk menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Karena di era informasi ini, mereka yang menguasai literasi akan menguasai masa depan!<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, perpustakaan sekolah mengalami perubahan paradigma yang sangat signifikan. Jika dulu perpustakaan identik dengan deretan rak buku berdebu dan suasana sunyi yang membosankan, kini perpustakaan modern telah bertransformasi menjadi pusat literasi digital yang dinamis dan menarik bagi generasi Z. Pertanyaan yang muncul adalah: apakah perpustakaan masih relevan di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18166,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Peran Perpustakaan di Era Digital: Menjembatani Literasi Digital dan Budaya Membaca untuk Generasi Z - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, perpustakaan sekolah mengalami perubahan paradigma yang sangat signifikan. Jika dulu perpust"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[4423,6719,722,3807,6717,6718,6720,2904,338,236],"class_list":["post-18165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-budaya-membaca","tag-edukasi-digital","tag-generasi-z","tag-literasi-digital","tag-manfaat-membaca","tag-minat-baca-siswa","tag-pelajar-indonesia","tag-perpustakaan-modern","tag-perpustakaan-sekolah","tag-sekolah-modern"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_6594-scaled.jpg",1920,2560,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_6594-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_6594-225x300.jpg",225,300,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_6594-768x1024.jpg",768,1024,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_6594-768x1024.jpg",768,1024,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_6594-1152x1536.jpg",1152,1536,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_6594-1536x2048.jpg",1536,2048,true],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_6594-scaled.jpg",9,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, perpustakaan sekolah mengalami perubahan paradigma yang sangat signifikan. Jika dulu perpustakaan identik dengan deretan rak buku berdebu dan suasana sunyi yang membosankan, kini perpustakaan modern telah bertransformasi menjadi pusat literasi digital yang dinamis dan menarik bagi generasi Z. Pertanyaan yang muncul adalah: apakah perpustakaan masih relevan di era dimana informasi bisa diakses hanya dengan sekali klik di smartphone? Transformasi Perpustakaan Sekolah di Era Digital Perpustakaan modern di sekolah modern tidak lagi hanya menyediakan buku cetak. Mereka telah berkembang menjadi learning hub yang mengintegrasikan koleksi fisik dan digital, ruang kolaborasi, dan teknologi pembelajaran&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":4423,"label":"budaya membaca"},{"value":6719,"label":"edukasi digital"},{"value":722,"label":"generasi Z"},{"value":3807,"label":"literasi digital"},{"value":6717,"label":"manfaat membaca"},{"value":6718,"label":"minat baca siswa"},{"value":6720,"label":"pelajar indonesia"},{"value":2904,"label":"perpustakaan modern"},{"value":338,"label":"perpustakaan sekolah"},{"value":236,"label":"sekolah modern"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_6594-768x1024.jpg",768,1024,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":14851,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":14851,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":4423,"name":"budaya membaca","slug":"budaya-membaca","term_group":0,"term_taxonomy_id":4423,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":4,"filter":"raw"},{"term_id":6719,"name":"edukasi digital","slug":"edukasi-digital","term_group":0,"term_taxonomy_id":6719,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":722,"name":"generasi Z","slug":"generasi-z","term_group":0,"term_taxonomy_id":722,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":18,"filter":"raw"},{"term_id":3807,"name":"literasi digital","slug":"literasi-digital","term_group":0,"term_taxonomy_id":3807,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":11,"filter":"raw"},{"term_id":6717,"name":"manfaat membaca","slug":"manfaat-membaca","term_group":0,"term_taxonomy_id":6717,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":6718,"name":"minat baca siswa","slug":"minat-baca-siswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":6718,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":6720,"name":"pelajar indonesia","slug":"pelajar-indonesia","term_group":0,"term_taxonomy_id":6720,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":4,"filter":"raw"},{"term_id":2904,"name":"perpustakaan modern","slug":"perpustakaan-modern","term_group":0,"term_taxonomy_id":2904,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":5,"filter":"raw"},{"term_id":338,"name":"perpustakaan sekolah","slug":"perpustakaan-sekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":338,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":8,"filter":"raw"},{"term_id":236,"name":"sekolah modern","slug":"sekolah-modern","term_group":0,"term_taxonomy_id":236,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":4,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18167,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18165\/revisions\/18167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}