{"id":17798,"date":"2026-02-26T10:40:25","date_gmt":"2026-02-26T02:40:25","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=17798"},"modified":"2026-02-26T10:40:57","modified_gmt":"2026-02-26T02:40:57","slug":"merasa-sendirian-di-sekolah-mungkin-kita-yang-belum-membuka-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/merasa-sendirian-di-sekolah-mungkin-kita-yang-belum-membuka-diri\/","title":{"rendered":"Merasa Sendirian di Sekolah? Mungkin Kita yang Belum Membuka Diri"},"content":{"rendered":"<div class=\"flex h-svh w-screen flex-col\">\n<div class=\"relative z-0 flex min-h-0 w-full flex-1\">\n<div class=\"relative flex min-h-0 w-full flex-1\">\n<div class=\"@container\/main relative flex min-w-0 flex-1 flex-col -translate-y-[calc(env(safe-area-inset-bottom,0px)\/2)] pt-[calc(env(safe-area-inset-bottom,0px)\/2)]\">\n<div class=\"@w-sm\/main:[scrollbar-gutter:stable_both-edges] touch:[scrollbar-width:none] relative flex min-h-0 min-w-0 flex-1 flex-col [scrollbar-gutter:stable] not-print:overflow-x-clip not-print:overflow-y-auto scroll-pt-(--header-height) [--sticky-padding-top:var(--header-height)] has-data-[fixed-header=less-than-xl]:@w-xl\/main:scroll-pt-0 has-data-[fixed-header=less-than-xl]:@w-xl\/main:[--sticky-padding-top:0px] has-data-[fixed-header=less-than-xxl]:@w-2xl\/main:scroll-pt-0 has-data-[fixed-header=less-than-xxl]:@w-2xl\/main:[--sticky-padding-top:0px]\" data-scroll-root=\"\">\n<p>Rasa <strong data-start=\"496\" data-end=\"509\">sendirian<\/strong> di <strong data-start=\"513\" data-end=\"524\">sekolah<\/strong> bukanlah pengalaman yang jarang terjadi. Banyak siswa terlihat dikelilingi teman, namun tetap merasa terisolasi secara emosional. Kondisi ini sering dialami oleh siswa yang memiliki kecenderungan <strong data-start=\"721\" data-end=\"734\">introvert<\/strong>, yaitu pribadi yang lebih nyaman memproses sesuatu secara internal dan cenderung berhati-hati dalam membangun relasi. Di lingkungan belajar seperti <strong data-start=\"883\" data-end=\"896\">Al Masoem<\/strong>, yang memiliki aktivitas akademik dan nonakademik cukup padat, tantangan untuk beradaptasi secara sosial bisa terasa lebih nyata bagi sebagian siswa.<\/p>\n<div id=\"thread\" class=\"group\/thread flex flex-col min-h-full\">\n<div class=\"composer-parent flex flex-1 flex-col focus-visible:outline-0\" role=\"presentation\">\n<div class=\"relative basis-auto flex-col -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:28px] grow flex\">\n<div class=\"flex flex-col text-sm pb-25\">\n<article class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-699b9963-2334-8320-9dee-6c6c04cf4140-20\" data-testid=\"conversation-turn-138\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"3c5490d4-7896-46bc-8421-8d87e3f5b47a\" data-message-model-slug=\"gpt-5-2\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p data-start=\"1048\" data-end=\"1439\">Perasaan sendirian bukan berarti tidak ada orang di sekitar kita. Sering kali, rasa tersebut muncul karena belum terbangunnya <strong data-start=\"1174\" data-end=\"1187\">interaksi<\/strong> yang bermakna. Artikel ini mengulas bagaimana proses <strong data-start=\"1241\" data-end=\"1257\">membuka diri<\/strong> secara bertahap dapat membantu siswa membangun <strong data-start=\"1305\" data-end=\"1318\">pergaulan<\/strong> yang sehat, memperluas jaringan <strong data-start=\"1351\" data-end=\"1360\">teman<\/strong>, serta menguatkan <strong data-start=\"1379\" data-end=\"1402\">keterampilan sosial<\/strong> di lingkungan belajar yang kondusif.<\/p>\n<h2 data-start=\"1441\" data-end=\"1490\">Mengapa Rasa Sendirian Bisa Muncul di Sekolah?<\/h2>\n<p data-start=\"1492\" data-end=\"1944\">Rasa sendirian dapat dipicu oleh berbagai faktor. Pertama, perbedaan latar belakang sosial dan budaya membuat sebagian siswa membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri. Kedua, pengalaman masa lalu\u2014seperti pernah ditolak atau merasa tidak diterima\u2014dapat membentuk sikap lebih tertutup. Ketiga, perubahan lingkungan belajar, misalnya dari sekolah dasar ke jenjang yang lebih tinggi, menuntut adaptasi baru dalam <strong data-start=\"1912\" data-end=\"1925\">interaksi<\/strong> dan <strong data-start=\"1930\" data-end=\"1943\">pergaulan<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"1946\" data-end=\"2262\">Pada siswa <strong data-start=\"1957\" data-end=\"1970\">introvert<\/strong>, kebutuhan untuk merasa aman sebelum berinteraksi cenderung lebih kuat. Mereka tidak anti-sosial, melainkan selektif dalam membangun relasi. Jika lingkungan belajar belum terasa ramah atau siswa belum menemukan titik temu dengan teman sebayanya, perasaan <strong data-start=\"2226\" data-end=\"2239\">sendirian<\/strong> dapat semakin menguat.<\/p>\n<h2 data-start=\"2264\" data-end=\"2306\">Introvert Bukan Hambatan untuk Berteman<\/h2>\n<p data-start=\"2308\" data-end=\"2690\">Penting untuk meluruskan pemahaman bahwa <strong data-start=\"2349\" data-end=\"2362\">introvert<\/strong> bukan berarti sulit berteman. Introvert hanya memiliki cara berbeda dalam mengelola energi sosial. Mereka cenderung nyaman dalam percakapan yang lebih bermakna dan tidak selalu menikmati keramaian. Dalam konteks <strong data-start=\"2575\" data-end=\"2586\">sekolah<\/strong>, pendekatan yang tepat adalah memberikan ruang aman bagi siswa introvert untuk berproses tanpa tekanan.<\/p>\n<p data-start=\"2692\" data-end=\"3067\">Lingkungan belajar yang menghargai keberagaman karakter akan membantu setiap siswa berkembang. Di <strong data-start=\"2790\" data-end=\"2803\">Al Masoem<\/strong>, nilai kebersamaan, adab, dan saling menghargai dapat menjadi fondasi agar siswa dengan berbagai kepribadian merasa diterima. Dengan dukungan lingkungan yang positif, siswa introvert tetap dapat membangun <strong data-start=\"3009\" data-end=\"3018\">teman<\/strong> dekat dan memperluas <strong data-start=\"3040\" data-end=\"3053\">pergaulan<\/strong> secara sehat.<\/p>\n<h2 data-start=\"3069\" data-end=\"3105\">Membuka Diri sebagai Langkah Awal<\/h2>\n<p data-start=\"3107\" data-end=\"3452\"><strong data-start=\"3107\" data-end=\"3123\">Membuka diri<\/strong> tidak berarti harus langsung menjadi pribadi yang sangat aktif berbicara. Membuka diri adalah kesediaan untuk memberi kesempatan pada diri sendiri berinteraksi secara wajar. Langkah-langkah kecil dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menyapa teman sebangku, bertanya tentang tugas, atau ikut berdiskusi dalam kelompok kecil.<\/p>\n<p data-start=\"3454\" data-end=\"3753\">Proses membuka diri membutuhkan keberanian dan konsistensi. Ketika siswa mulai terlibat dalam <strong data-start=\"3548\" data-end=\"3561\">interaksi<\/strong>, peluang untuk membangun relasi akan terbuka. Relasi yang tumbuh secara alami akan memperkaya pengalaman <strong data-start=\"3667\" data-end=\"3680\">pergaulan<\/strong> dan membantu siswa merasa lebih terhubung dengan <strong data-start=\"3730\" data-end=\"3752\">lingkungan belajar<\/strong>.<\/p>\n<h2 data-start=\"3755\" data-end=\"3798\">Peran Interaksi dalam Lingkungan Belajar<\/h2>\n<p data-start=\"3800\" data-end=\"4106\"><strong data-start=\"3800\" data-end=\"3813\">Interaksi<\/strong> merupakan kunci terbentuknya relasi sosial di <strong data-start=\"3860\" data-end=\"3871\">sekolah<\/strong>. Interaksi tidak selalu harus intens; yang terpenting adalah keberlanjutan dan ketulusan. Kegiatan kelompok, diskusi kelas, organisasi siswa, hingga proyek kolaboratif merupakan sarana yang efektif untuk melatih komunikasi dan empati.<\/p>\n<p data-start=\"4108\" data-end=\"4414\">Dalam <strong data-start=\"4114\" data-end=\"4136\">lingkungan belajar<\/strong> yang suportif, interaksi akan terasa lebih aman. Guru dan pihak sekolah dapat memfasilitasi aktivitas kolaboratif yang mendorong siswa saling mengenal. Dengan demikian, siswa yang sebelumnya merasa <strong data-start=\"4335\" data-end=\"4348\">sendirian<\/strong> dapat menemukan ruang untuk berpartisipasi tanpa merasa terpaksa.<\/p>\n<h2 data-start=\"4416\" data-end=\"4455\">Membangun Pergaulan Sehat di Sekolah<\/h2>\n<p data-start=\"4457\" data-end=\"4767\"><strong data-start=\"4457\" data-end=\"4470\">Pergaulan<\/strong> yang sehat ditandai oleh rasa saling menghormati, tidak ada tekanan negatif, dan adanya dukungan emosional. Siswa perlu memahami bahwa kualitas pertemanan lebih penting daripada kuantitas. Memiliki satu atau dua <strong data-start=\"4683\" data-end=\"4692\">teman<\/strong> yang dapat dipercaya sudah cukup untuk membangun rasa aman di <strong data-start=\"4755\" data-end=\"4766\">sekolah<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"4769\" data-end=\"5068\">Sekolah yang menanamkan nilai adab dan karakter akan membantu membentuk pergaulan yang positif. Di <strong data-start=\"4868\" data-end=\"4881\">Al Masoem<\/strong>, pembiasaan sikap saling menghargai dapat menjadi landasan kuat untuk membangun hubungan sosial yang sehat. Pergaulan yang baik akan memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan belajar.<\/p>\n<h2 data-start=\"5070\" data-end=\"5106\">Keterampilan Sosial Dapat Dilatih<\/h2>\n<p data-start=\"5108\" data-end=\"5425\"><strong data-start=\"5108\" data-end=\"5131\">Keterampilan sosial<\/strong> bukan bakat bawaan semata, melainkan kemampuan yang dapat dilatih. Keterampilan ini mencakup kemampuan mendengarkan, menyampaikan pendapat dengan sopan, bekerja sama, serta mengelola emosi saat berinteraksi. Siswa yang melatih keterampilan sosial akan lebih percaya diri dalam menjalin relasi.<\/p>\n<p data-start=\"5427\" data-end=\"5756\">Latihan keterampilan sosial dapat dilakukan melalui aktivitas sehari-hari di <strong data-start=\"5504\" data-end=\"5515\">sekolah<\/strong>. Misalnya, berpartisipasi dalam diskusi kelompok, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, atau terlibat dalam proyek sosial. Dengan latihan yang konsisten, siswa akan lebih siap membangun <strong data-start=\"5700\" data-end=\"5713\">interaksi<\/strong> yang positif dan memperluas <strong data-start=\"5742\" data-end=\"5755\">pergaulan<\/strong>.<\/p>\n<h2 data-start=\"5758\" data-end=\"5794\">Peran Guru dan Lingkungan Sekolah<\/h2>\n<p data-start=\"5796\" data-end=\"6204\">Guru memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim kelas yang inklusif. Pendekatan pembelajaran kolaboratif, pembagian kelompok yang beragam, serta perhatian pada dinamika sosial siswa dapat membantu mengurangi rasa <strong data-start=\"6015\" data-end=\"6028\">sendirian<\/strong>. Selain itu, sekolah dapat menyediakan program pengembangan karakter dan bimbingan konseling untuk mendukung siswa yang membutuhkan pendampingan dalam proses <strong data-start=\"6187\" data-end=\"6203\">membuka diri<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"6206\" data-end=\"6406\">Lingkungan belajar yang aman akan mendorong siswa berani mencoba berinteraksi. Ketika siswa merasa diterima, mereka akan lebih mudah membangun <strong data-start=\"6349\" data-end=\"6358\">teman<\/strong> dan terlibat aktif dalam <strong data-start=\"6384\" data-end=\"6397\">pergaulan<\/strong> sekolah.<\/p>\n<h2 data-start=\"6408\" data-end=\"6437\">Langkah Praktis bagi Siswa<\/h2>\n<p data-start=\"6439\" data-end=\"6546\">Berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan siswa untuk mengurangi rasa sendirian di <strong data-start=\"6534\" data-end=\"6545\">sekolah<\/strong>:<\/p>\n<ol data-start=\"6548\" data-end=\"6870\">\n<li data-start=\"6548\" data-end=\"6602\">\n<p data-start=\"6551\" data-end=\"6602\">Memulai sapaan sederhana kepada teman di sekitar.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6603\" data-end=\"6670\">\n<p data-start=\"6606\" data-end=\"6670\">Mengikuti kegiatan kelompok atau ekstrakurikuler sesuai minat.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6671\" data-end=\"6735\">\n<p data-start=\"6674\" data-end=\"6735\">Melatih keberanian bertanya atau berpendapat dalam diskusi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6736\" data-end=\"6791\">\n<p data-start=\"6739\" data-end=\"6791\">Menjaga sikap terbuka terhadap perbedaan karakter.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6792\" data-end=\"6870\">\n<p data-start=\"6795\" data-end=\"6870\">Memanfaatkan dukungan guru atau konselor jika merasa kesulitan beradaptasi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"6872\" data-end=\"7076\">Langkah-langkah ini membantu siswa berproses dalam <strong data-start=\"6923\" data-end=\"6939\">membuka diri<\/strong> tanpa harus mengubah kepribadian dasar. Proses yang konsisten akan memperkuat <strong data-start=\"7018\" data-end=\"7041\">keterampilan sosial<\/strong> dan memperluas jaringan <strong data-start=\"7066\" data-end=\"7075\">teman<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"7090\" data-end=\"7485\">Merasa <strong data-start=\"7097\" data-end=\"7110\">sendirian<\/strong> di <strong data-start=\"7114\" data-end=\"7125\">sekolah<\/strong> adalah pengalaman yang manusiawi, terutama bagi siswa <strong data-start=\"7180\" data-end=\"7193\">introvert<\/strong> atau mereka yang sedang beradaptasi dengan <strong data-start=\"7237\" data-end=\"7259\">lingkungan belajar<\/strong> baru. Namun, perasaan tersebut tidak harus menetap. Melalui keberanian <strong data-start=\"7331\" data-end=\"7347\">membuka diri<\/strong>, keterlibatan dalam <strong data-start=\"7368\" data-end=\"7381\">interaksi<\/strong> yang sehat, serta penguatan <strong data-start=\"7410\" data-end=\"7433\">keterampilan sosial<\/strong>, siswa dapat membangun <strong data-start=\"7457\" data-end=\"7470\">pergaulan<\/strong> yang bermakna.<\/p>\n<p data-start=\"7487\" data-end=\"7776\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Di <strong data-start=\"7490\" data-end=\"7503\">Al Masoem<\/strong>, lingkungan belajar yang suportif menjadi fondasi penting agar setiap siswa merasa diterima dan memiliki ruang untuk bertumbuh. Dengan langkah kecil yang konsisten, rasa sendirian dapat berubah menjadi rasa memiliki\u2014membantu siswa berkembang secara akademik maupun sosial.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rasa sendirian di sekolah bukanlah pengalaman yang jarang terjadi. Banyak siswa terlihat dikelilingi teman, namun tetap merasa terisolasi secara emosional. Kondisi ini sering dialami oleh siswa yang memiliki kecenderungan introvert, yaitu pribadi yang lebih nyaman memproses sesuatu secara internal dan cenderung berhati-hati dalam membangun relasi. Di lingkungan belajar seperti Al Masoem, yang memiliki aktivitas akademik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15733,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"description":"Merasa sendirian di sekolah bisa dialami siapa saja, termasuk siswa introvert. Artikel ini membahas pentingnya membuka diri, membangun interaksi dan pergaulan sehat di lingkungan belajar Al Masoem untuk mengembangkan keterampilan sosial.","title":"Merasa Sendirian di Sekolah? Mungkin Kita yang Belum Membuka Diri - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[161,6567,4606,2588,1754,6565,5215,2815,6564,6566],"class_list":["post-17798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-al-masoem","tag-interaksi","tag-introvert","tag-keterampilan-sosial","tag-lingkungan-belajar","tag-membuka-diri","tag-pergaulan","tag-sekolah","tag-sendirian","tag-teman"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-08.51.34-1-scaled.jpeg",2560,1920,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-08.51.34-1-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-08.51.34-1-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-08.51.34-1-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-08.51.34-1-1024x768.jpeg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-08.51.34-1-1536x1152.jpeg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-08.51.34-1-2048x1536.jpeg",2048,1536,true],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-08.51.34-1-scaled.jpeg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Rasa sendirian di sekolah bukanlah pengalaman yang jarang terjadi. Banyak siswa terlihat dikelilingi teman, namun tetap merasa terisolasi secara emosional. Kondisi ini sering dialami oleh siswa yang memiliki kecenderungan introvert, yaitu pribadi yang lebih nyaman memproses sesuatu secara internal dan cenderung berhati-hati dalam membangun relasi. Di lingkungan belajar seperti Al Masoem, yang memiliki aktivitas akademik dan nonakademik cukup padat, tantangan untuk beradaptasi secara sosial bisa terasa lebih nyata bagi sebagian siswa. Perasaan sendirian bukan berarti tidak ada orang di sekitar kita. Sering kali, rasa tersebut muncul karena belum terbangunnya interaksi yang bermakna. Artikel ini mengulas bagaimana proses membuka diri secara&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":161,"label":"al masoem"},{"value":6567,"label":"interaksi"},{"value":4606,"label":"Introvert"},{"value":2588,"label":"Keterampilan sosial"},{"value":1754,"label":"Lingkungan belajar"},{"value":6565,"label":"membuka diri"},{"value":5215,"label":"pergaulan"},{"value":2815,"label":"sekolah"},{"value":6564,"label":"sendirian"},{"value":6566,"label":"teman"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-11-at-08.51.34-1-1024x768.jpeg",1024,768,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":13677,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":13677,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":161,"name":"al masoem","slug":"al-masoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":161,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":217,"filter":"raw"},{"term_id":6567,"name":"interaksi","slug":"interaksi","term_group":0,"term_taxonomy_id":6567,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":4606,"name":"Introvert","slug":"introvert","term_group":0,"term_taxonomy_id":4606,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":2588,"name":"Keterampilan sosial","slug":"keterampilan-sosial","term_group":0,"term_taxonomy_id":2588,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":8,"filter":"raw"},{"term_id":1754,"name":"Lingkungan belajar","slug":"lingkungan-belajar","term_group":0,"term_taxonomy_id":1754,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":5,"filter":"raw"},{"term_id":6565,"name":"membuka diri","slug":"membuka-diri","term_group":0,"term_taxonomy_id":6565,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":5215,"name":"pergaulan","slug":"pergaulan","term_group":0,"term_taxonomy_id":5215,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":2815,"name":"sekolah","slug":"sekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":2815,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":156,"filter":"raw"},{"term_id":6564,"name":"sendirian","slug":"sendirian","term_group":0,"term_taxonomy_id":6564,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":6566,"name":"teman","slug":"teman","term_group":0,"term_taxonomy_id":6566,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17798"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17798\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17800,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17798\/revisions\/17800"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15733"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}