{"id":17783,"date":"2026-02-25T10:01:28","date_gmt":"2026-02-25T02:01:28","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=17783"},"modified":"2026-02-25T10:03:53","modified_gmt":"2026-02-25T02:03:53","slug":"sekolah-bukan-fashion-show-fokus-utama-tetap-belajar-dan-bersikap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/sekolah-bukan-fashion-show-fokus-utama-tetap-belajar-dan-bersikap\/","title":{"rendered":"Sekolah Bukan Fashion Show: Fokus Utama Tetap Belajar dan Bersikap"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"565\" data-end=\"989\">Sekolah merupakan ruang pembelajaran yang dirancang untuk membentuk kemampuan akademik, karakter, dan adab peserta didik. Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh media sosial dan budaya visual yang kuat mendorong sebagian siswa untuk menjadikan penampilan sebagai pusat perhatian di lingkungan sekolah. Tren busana, gaya rias, hingga kebiasaan menampilkan diri seperti di ajang <strong data-start=\"943\" data-end=\"959\">fashion show<\/strong> kerap terbawa ke ruang kelas.<\/p>\n<p data-start=\"991\" data-end=\"1611\">Fenomena ini perlu disikapi secara bijak. Penampilan rapi dan bersih tentu penting sebagai bentuk penghormatan terhadap lingkungan belajar. Namun, orientasi yang berlebihan pada tampilan\u2014seperti penggunaan <strong data-start=\"1197\" data-end=\"1217\">make up berlebih<\/strong>\u2014berpotensi menggeser fokus utama siswa dari tujuan utama hadir di sekolah, yaitu <strong data-start=\"1299\" data-end=\"1310\">belajar<\/strong>, membangun <strong data-start=\"1322\" data-end=\"1330\">adab<\/strong>, dan membentuk cara <strong data-start=\"1351\" data-end=\"1363\">bersikap<\/strong> yang baik. Artikel ini mengulas bagaimana sekolah dapat menegaskan kembali fungsi utamanya sebagai ruang belajar, sekaligus memberi panduan proporsional mengenai penampilan, termasuk praktik <strong data-start=\"1555\" data-end=\"1588\">skincare (yang diperbolehkan)<\/strong> sesuai aturan sekolah.<\/p>\n<h2 data-start=\"1618\" data-end=\"1675\">Sekolah sebagai Ruang Belajar dan Pembentukan Karakter<\/h2>\n<p data-start=\"1677\" data-end=\"2068\">Sekolah memiliki mandat utama untuk memfasilitasi proses belajar yang kondusif. Di dalamnya, siswa dilatih berpikir kritis, mengembangkan potensi, serta membangun karakter melalui interaksi sosial yang sehat. Nilai adab dan sikap menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan. Siswa belajar menghormati guru, menghargai teman, serta menjaga etika dalam berkomunikasi dan berperilaku.<\/p>\n<p data-start=\"2070\" data-end=\"2573\">Ketika perhatian beralih secara berlebihan pada penampilan layaknya panggung peragaan busana, suasana kelas berisiko menjadi kurang kondusif. Fokus siswa terpecah antara keinginan tampil menarik dan kewajiban mengikuti pembelajaran. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi konsentrasi, kedisiplinan, serta kualitas interaksi belajar-mengajar. Oleh karena itu, sekolah perlu menegaskan kembali identitasnya: bukan arena <strong data-start=\"2497\" data-end=\"2513\">fashion show<\/strong>, melainkan ruang untuk tumbuh secara intelektual dan moral.<\/p>\n<h2 data-start=\"2580\" data-end=\"2636\">Menjaga Penampilan Secara Wajar di Lingkungan Sekolah<\/h2>\n<p data-start=\"2638\" data-end=\"2911\">Menjaga kerapian dan kebersihan diri merupakan bagian dari adab di sekolah. Seragam yang bersih, rambut rapi, serta kebersihan tubuh mencerminkan sikap menghargai diri sendiri dan orang lain. Namun, terdapat perbedaan antara penampilan wajar dan penampilan yang berlebihan.<\/p>\n<p data-start=\"2913\" data-end=\"3016\">Penggunaan <strong data-start=\"2924\" data-end=\"2944\">make up berlebih<\/strong> di lingkungan sekolah dapat menimbulkan beberapa dampak, antara lain:<\/p>\n<ol data-start=\"3017\" data-end=\"3212\">\n<li data-start=\"3017\" data-end=\"3064\">\n<p data-start=\"3020\" data-end=\"3064\">Mengalihkan perhatian dari proses belajar.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3065\" data-end=\"3126\">\n<p data-start=\"3068\" data-end=\"3126\">Memicu perbandingan sosial yang tidak sehat antar siswa.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3127\" data-end=\"3212\">\n<p data-start=\"3130\" data-end=\"3212\">Menimbulkan tekanan bagi siswa lain untuk mengikuti standar penampilan tertentu.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"3214\" data-end=\"3602\">Sebaliknya, perawatan dasar seperti <strong data-start=\"3250\" data-end=\"3283\">skincare (yang diperbolehkan)<\/strong>\u2014misalnya mencuci wajah, menggunakan pelembap ringan, atau tabir surya sesuai kebutuhan\u2014dapat dipahami sebagai upaya menjaga kesehatan kulit. Praktik perawatan ini bersifat fungsional dan tidak bertentangan dengan tujuan sekolah, selama dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak mengganggu kegiatan belajar.<\/p>\n<p data-start=\"3604\" data-end=\"3831\">Dengan demikian, pendekatan yang seimbang perlu ditekankan: penampilan rapi dan bersih diperbolehkan, namun ekspresi gaya yang berlebihan sebaiknya dibatasi demi menjaga suasana belajar yang fokus dan setara bagi seluruh siswa.<\/p>\n<h2 data-start=\"3838\" data-end=\"3908\">Dampak Orientasi Berlebihan pada Penampilan terhadap Proses Belajar<\/h2>\n<p data-start=\"3910\" data-end=\"4037\">Orientasi yang terlalu kuat pada penampilan dapat berdampak pada iklim belajar. Beberapa dampak yang sering muncul antara lain:<\/p>\n<ol data-start=\"4039\" data-end=\"4784\">\n<li data-start=\"4039\" data-end=\"4210\">\n<p data-start=\"4042\" data-end=\"4210\"><strong data-start=\"4042\" data-end=\"4076\">Menurunnya konsentrasi belajar<\/strong><br data-start=\"4076\" data-end=\"4079\" \/>Siswa yang lebih memikirkan penampilan cenderung kurang fokus mengikuti pelajaran. Perhatian terpecah pada hal-hal non-akademik.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4212\" data-end=\"4362\">\n<p data-start=\"4215\" data-end=\"4362\"><strong data-start=\"4215\" data-end=\"4247\">Munculnya distraksi di kelas<\/strong><br data-start=\"4247\" data-end=\"4250\" \/>Penampilan yang mencolok dapat mengalihkan perhatian teman sekelas, sehingga mengganggu suasana pembelajaran.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4364\" data-end=\"4592\">\n<p data-start=\"4367\" data-end=\"4592\"><strong data-start=\"4367\" data-end=\"4401\">Tekanan sosial dan rasa minder<\/strong><br data-start=\"4401\" data-end=\"4404\" \/>Standar kecantikan atau gaya tertentu dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri bagi siswa lain, yang pada akhirnya memengaruhi keberanian mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kelas.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4594\" data-end=\"4784\">\n<p data-start=\"4597\" data-end=\"4784\"><strong data-start=\"4597\" data-end=\"4633\">Bergesernya nilai adab dan sikap<\/strong><br data-start=\"4633\" data-end=\"4636\" \/>Ketika penampilan menjadi pusat perhatian, nilai adab dan sikap\u2014seperti kesopanan, kesederhanaan, dan saling menghargai\u2014berpotensi terpinggirkan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"4786\" data-end=\"5047\">Sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar proses belajar tetap menjadi prioritas utama. Penegasan aturan tentang penampilan perlu dibarengi dengan edukasi yang menekankan makna adab dan cara bersikap di ruang publik, khususnya di lingkungan pendidikan.<\/p>\n<h2 data-start=\"5054\" data-end=\"5101\">Peran Sekolah dalam Mengatur dan Mengedukasi<\/h2>\n<p data-start=\"5103\" data-end=\"5362\">Sekolah perlu menyusun kebijakan penampilan yang jelas, proporsional, dan edukatif. Kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengekang ekspresi diri, melainkan untuk menjaga tujuan utama pendidikan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan sekolah antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"5364\" data-end=\"6164\">\n<li data-start=\"5364\" data-end=\"5581\">\n<p data-start=\"5366\" data-end=\"5581\"><strong data-start=\"5366\" data-end=\"5419\">Menyusun aturan penampilan yang tegas namun wajar<\/strong><br data-start=\"5419\" data-end=\"5422\" \/>Aturan tentang seragam, riasan, dan aksesori perlu disosialisasikan secara jelas agar dipahami sebagai bagian dari tata tertib yang mendukung proses belajar.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5583\" data-end=\"5797\">\n<p data-start=\"5585\" data-end=\"5797\"><strong data-start=\"5585\" data-end=\"5644\">Memberikan edukasi tentang adab dan etika berpenampilan<\/strong><br data-start=\"5644\" data-end=\"5647\" \/>Edukasi ini menekankan bahwa penampilan merupakan bagian dari sikap menghormati lingkungan belajar, bukan sarana untuk menarik perhatian berlebihan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5799\" data-end=\"5956\">\n<p data-start=\"5801\" data-end=\"5956\"><strong data-start=\"5801\" data-end=\"5839\">Mendorong budaya saling menghargai<\/strong><br data-start=\"5839\" data-end=\"5842\" \/>Sekolah perlu menanamkan nilai bahwa setiap siswa setara di ruang kelas, tanpa penilaian berdasarkan penampilan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5958\" data-end=\"6164\">\n<p data-start=\"5960\" data-end=\"6164\"><strong data-start=\"5960\" data-end=\"5993\">Memberi teladan dari pendidik<\/strong><br data-start=\"5993\" data-end=\"5996\" \/>Guru dan tenaga kependidikan yang menjaga penampilan rapi dan bersahaja menjadi contoh konkret bagi siswa tentang sikap profesional dan beradab di lingkungan sekolah.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6166\" data-end=\"6294\">Melalui kebijakan yang konsisten dan pendekatan edukatif, sekolah dapat membentuk iklim belajar yang sehat, fokus, dan inklusif.<\/p>\n<h2 data-start=\"6301\" data-end=\"6350\">Peran Orang Tua dalam Mendukung Sikap Seimbang<\/h2>\n<p data-start=\"6352\" data-end=\"6501\">Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan anak terkait penampilan dan sikap di sekolah. Dukungan orang tua dapat diwujudkan melalui:<\/p>\n<ul data-start=\"6503\" data-end=\"6884\">\n<li data-start=\"6503\" data-end=\"6594\">\n<p data-start=\"6505\" data-end=\"6594\">Mengedukasi anak tentang tujuan utama bersekolah, yaitu belajar dan membangun karakter.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6595\" data-end=\"6680\">\n<p data-start=\"6597\" data-end=\"6680\">Mengarahkan anak untuk menjaga penampilan secara wajar dan sesuai aturan sekolah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6681\" data-end=\"6746\">\n<p data-start=\"6683\" data-end=\"6746\">Menekankan pentingnya adab dan cara bersikap di ruang publik.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6747\" data-end=\"6884\">\n<p data-start=\"6749\" data-end=\"6884\">Mendukung kebiasaan perawatan diri yang sehat, seperti <strong data-start=\"6804\" data-end=\"6837\">skincare (yang diperbolehkan)<\/strong>, tanpa mendorong penggunaan riasan berlebihan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6886\" data-end=\"7023\">Kolaborasi antara sekolah dan orang tua akan membantu menciptakan konsistensi nilai yang diterima siswa, baik di rumah maupun di sekolah.<\/p>\n<h2 data-start=\"7030\" data-end=\"7084\">Menumbuhkan Budaya Sederhana dan Beradab di Sekolah<\/h2>\n<p data-start=\"7086\" data-end=\"7367\">Budaya sekolah yang sehat ditandai oleh kesederhanaan, saling menghormati, dan fokus pada pengembangan diri. Menempatkan <strong data-start=\"7207\" data-end=\"7218\">belajar<\/strong> sebagai prioritas utama akan membantu siswa memahami bahwa prestasi akademik dan pembentukan karakter lebih bernilai daripada pencitraan penampilan.<\/p>\n<p data-start=\"7369\" data-end=\"7418\">Menumbuhkan budaya ini dapat dilakukan melalui:<\/p>\n<ul data-start=\"7419\" data-end=\"7607\">\n<li data-start=\"7419\" data-end=\"7456\">\n<p data-start=\"7421\" data-end=\"7456\">Program penguatan adab dan etika.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7457\" data-end=\"7515\">\n<p data-start=\"7459\" data-end=\"7515\">Kegiatan pembiasaan sikap sopan dan saling menghargai.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7516\" data-end=\"7607\">\n<p data-start=\"7518\" data-end=\"7607\">Kampanye internal tentang tujuan sekolah sebagai ruang belajar, bukan arena pamer gaya.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7609\" data-end=\"7822\">Ketika budaya ini tertanam, siswa akan lebih mudah memahami bahwa sekolah bukan <strong data-start=\"7689\" data-end=\"7705\">fashion show<\/strong>, melainkan tempat untuk membangun kompetensi, adab, dan sikap yang akan berguna bagi kehidupan mereka di masa depan.<\/p>\n<p data-start=\"7841\" data-end=\"8330\">Sekolah bukanlah panggung peragaan busana. Fokus utama keberadaan sekolah adalah <strong data-start=\"7922\" data-end=\"7933\">belajar<\/strong>, pembentukan <strong data-start=\"7947\" data-end=\"7955\">adab<\/strong>, dan penguatan cara <strong data-start=\"7976\" data-end=\"7988\">bersikap<\/strong> yang baik. Menjaga penampilan rapi dan bersih merupakan bagian dari etika di lingkungan pendidikan, namun penggunaan <strong data-start=\"8106\" data-end=\"8126\">make up berlebih<\/strong> tidak sejalan dengan tujuan utama proses pembelajaran. Sebaliknya, praktik perawatan diri seperti <strong data-start=\"8225\" data-end=\"8258\">skincare (yang diperbolehkan)<\/strong> dapat diterima selama dilakukan secara wajar dan sesuai aturan sekolah.<\/p>\n<p data-start=\"8332\" data-end=\"8676\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan kebijakan yang proporsional, edukasi yang konsisten, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua, lingkungan pendidikan dapat tetap kondusif. Siswa pun diarahkan untuk menempatkan prioritas pada pengembangan diri dan karakter, sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang sehat, beradab, dan berorientasi pada proses belajar.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekolah merupakan ruang pembelajaran yang dirancang untuk membentuk kemampuan akademik, karakter, dan adab peserta didik. Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh media sosial dan budaya visual yang kuat mendorong sebagian siswa untuk menjadikan penampilan sebagai pusat perhatian di lingkungan sekolah. Tren busana, gaya rias, hingga kebiasaan menampilkan diri seperti di ajang fashion show kerap terbawa ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17133,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Sekolah Bukan Fashion Show: Fokus Utama Tetap Belajar dan Bersikap","description":"Sekolah bukan fashion show. Artikel ini membahas pentingnya menjaga penampilan yang wajar tanpa make up berlebih, memperbolehkan skincare yang sesuai aturan, serta menempatkan belajar, adab, dan sikap sebagai fokus utama di lingkungan sekolah."},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[4103,840,6559,6561,6556,6557,6560,2815,6558,768],"class_list":["post-17783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-adab","tag-belajar","tag-bersikap","tag-etika-berpenampilan","tag-fashion-show","tag-make-up-berlebih","tag-penampilan-siswa","tag-sekolah","tag-skincare-yang-diperbolehkan","tag-tata-tertib-sekolah"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/larasadaadasdsadasd.png",1152,768,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/larasadaadasdsadasd-150x150.png",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/larasadaadasdsadasd-300x200.png",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/larasadaadasdsadasd-768x512.png",768,512,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/larasadaadasdsadasd-1024x683.png",1024,683,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/larasadaadasdsadasd.png",1152,768,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/larasadaadasdsadasd.png",1152,768,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/larasadaadasdsadasd.png",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Sekolah merupakan ruang pembelajaran yang dirancang untuk membentuk kemampuan akademik, karakter, dan adab peserta didik. Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh media sosial dan budaya visual yang kuat mendorong sebagian siswa untuk menjadikan penampilan sebagai pusat perhatian di lingkungan sekolah. Tren busana, gaya rias, hingga kebiasaan menampilkan diri seperti di ajang fashion show kerap terbawa ke ruang kelas. Fenomena ini perlu disikapi secara bijak. Penampilan rapi dan bersih tentu penting sebagai bentuk penghormatan terhadap lingkungan belajar. Namun, orientasi yang berlebihan pada tampilan\u2014seperti penggunaan make up berlebih\u2014berpotensi menggeser fokus utama siswa dari tujuan utama hadir di sekolah, yaitu belajar, membangun adab, dan&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":4103,"label":"adab"},{"value":840,"label":"belajar"},{"value":6559,"label":"bersikap"},{"value":6561,"label":"etika berpenampilan"},{"value":6556,"label":"fashion show"},{"value":6557,"label":"make up berlebih"},{"value":6560,"label":"penampilan siswa"},{"value":2815,"label":"sekolah"},{"value":6558,"label":"skincare (yang diperbolehkan)"},{"value":768,"label":"tata tertib sekolah"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/larasadaadasdsadasd-1024x683.png",1024,683,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":6393,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":6393,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":4103,"name":"adab","slug":"adab","term_group":0,"term_taxonomy_id":4103,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":20,"filter":"raw"},{"term_id":840,"name":"belajar","slug":"belajar","term_group":0,"term_taxonomy_id":840,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":18,"filter":"raw"},{"term_id":6559,"name":"bersikap","slug":"bersikap","term_group":0,"term_taxonomy_id":6559,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":6561,"name":"etika berpenampilan","slug":"etika-berpenampilan","term_group":0,"term_taxonomy_id":6561,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":6556,"name":"fashion show","slug":"fashion-show","term_group":0,"term_taxonomy_id":6556,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":6557,"name":"make up berlebih","slug":"make-up-berlebih","term_group":0,"term_taxonomy_id":6557,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":6560,"name":"penampilan siswa","slug":"penampilan-siswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":6560,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":2815,"name":"sekolah","slug":"sekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":2815,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":112,"filter":"raw"},{"term_id":6558,"name":"skincare (yang diperbolehkan)","slug":"skincare-yang-diperbolehkan","term_group":0,"term_taxonomy_id":6558,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":768,"name":"tata tertib sekolah","slug":"tata-tertib-sekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":768,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":4,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17783"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17783\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17785,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17783\/revisions\/17785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}