{"id":17298,"date":"2026-01-15T12:24:09","date_gmt":"2026-01-15T04:24:09","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=17298"},"modified":"2026-01-15T12:24:09","modified_gmt":"2026-01-15T04:24:09","slug":"membangun-pendidikan-karakter-melalui-adab-sejak-awal-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/membangun-pendidikan-karakter-melalui-adab-sejak-awal-sekolah\/","title":{"rendered":"Membangun Pendidikan Karakter Melalui Adab Sejak Awal Sekolah"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"345\" data-end=\"773\">Dalam dunia pendidikan modern, sekolah sering kali diukur dari angka: nilai ujian, peringkat, prestasi akademik, dan seberapa cepat siswa menguasai pelajaran. Namun, di balik semua itu, ada pertanyaan mendasar yang kerap luput: <strong data-start=\"573\" data-end=\"617\">dari mana seharusnya pendidikan dimulai?<\/strong> Apakah dari buku pelajaran dan ruang kelas, atau justru dari hal yang lebih mendasar\u2014<strong data-start=\"703\" data-end=\"772\">adab dan sikap anak sejak pertama kali melangkah masuk ke sekolah<\/strong>?<\/p>\n<p data-start=\"775\" data-end=\"1107\">Di Al Masoem, pendidikan dipahami sebagai proses yang utuh. Bukan hanya membentuk anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, beradab, dan siap hidup bermasyarakat. Karena itulah, <strong data-start=\"975\" data-end=\"1106\">pendidikan karakter tidak dimulai dari kelas, melainkan dari cara anak datang, menyapa, dan bersikap sejak awal hari di sekolah<\/strong>.<\/p>\n<h2 data-start=\"1114\" data-end=\"1163\">Pendidikan Karakter: Lebih dari Sekadar Konsep<\/h2>\n<p data-start=\"1165\" data-end=\"1461\">Istilah <em data-start=\"1173\" data-end=\"1194\">pendidikan karakter<\/em> bukanlah hal baru. Banyak sekolah mengklaim menerapkannya. Namun dalam praktiknya, pendidikan karakter sering berhenti di slogan, spanduk, atau materi hafalan. Padahal, karakter tidak dibentuk dari teori semata, melainkan dari <strong data-start=\"1422\" data-end=\"1460\">kebiasaan yang diulang setiap hari<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"1463\" data-end=\"1498\">Karakter tumbuh dari hal-hal kecil:<\/p>\n<ul data-start=\"1499\" data-end=\"1686\">\n<li data-start=\"1499\" data-end=\"1553\">\n<p data-start=\"1501\" data-end=\"1553\">bagaimana anak berjalan memasuki lingkungan sekolah,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1554\" data-end=\"1595\">\n<p data-start=\"1556\" data-end=\"1595\">bagaimana ia menyapa guru dan temannya,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1596\" data-end=\"1642\">\n<p data-start=\"1598\" data-end=\"1642\">bagaimana ia menempatkan diri dalam barisan,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1643\" data-end=\"1686\">\n<p data-start=\"1645\" data-end=\"1686\">bagaimana ia bersikap saat tidak diawasi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1688\" data-end=\"1850\">Di sinilah <strong data-start=\"1699\" data-end=\"1707\">adab<\/strong> memegang peran sentral. Adab bukan hanya etika sopan santun, tetapi fondasi sikap hidup: hormat, disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran diri.<\/p>\n<h2 data-start=\"1857\" data-end=\"1902\">Adab sebagai Pondasi Pendidikan di Sekolah<\/h2>\n<p data-start=\"1904\" data-end=\"2142\">Dalam tradisi pendidikan Islam, adab selalu didahulukan sebelum ilmu. Bukan karena ilmu tidak penting, tetapi karena <strong data-start=\"2021\" data-end=\"2056\">ilmu tanpa adab kehilangan arah<\/strong>. Seseorang bisa pintar, namun tanpa adab ia berpotensi menyalahgunakan kepintarannya.<\/p>\n<p data-start=\"2144\" data-end=\"2277\">Sekolah yang menanamkan adab sejak awal memahami satu hal penting:<br data-start=\"2210\" data-end=\"2213\" \/><strong data-start=\"2213\" data-end=\"2276\">sikap anak hari ini adalah gambaran masa depan mereka nanti<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"2279\" data-end=\"2395\">Di Al Masoem, adab tidak diajarkan sebagai mata pelajaran terpisah, melainkan <strong data-start=\"2357\" data-end=\"2394\">ditanamkan melalui budaya sekolah<\/strong>:<\/p>\n<ul data-start=\"2396\" data-end=\"2557\">\n<li data-start=\"2396\" data-end=\"2428\">\n<p data-start=\"2398\" data-end=\"2428\">salaman sebagai bentuk hormat,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2429\" data-end=\"2468\">\n<p data-start=\"2431\" data-end=\"2468\">keteraturan sebagai latihan disiplin,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2469\" data-end=\"2519\">\n<p data-start=\"2471\" data-end=\"2519\">ketenangan sebagai pembiasaan pengendalian diri,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2520\" data-end=\"2557\">\n<p data-start=\"2522\" data-end=\"2557\">kebersamaan sebagai latihan empati.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2559\" data-end=\"2610\">Semua ini terjadi bahkan sebelum pelajaran dimulai.<\/p>\n<h2 data-start=\"2617\" data-end=\"2657\">Sekolah Dimulai dari Cara Anak Datang<\/h2>\n<p data-start=\"2659\" data-end=\"2833\">Banyak orang mengira pendidikan baru dimulai saat guru mengajar di kelas. Padahal, momen-momen awal di pagi hari justru menjadi <strong data-start=\"2787\" data-end=\"2832\">pelajaran pertama yang paling berpengaruh<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"2835\" data-end=\"2863\">Saat anak datang ke sekolah:<\/p>\n<ul data-start=\"2864\" data-end=\"3018\">\n<li data-start=\"2864\" data-end=\"2893\">\n<p data-start=\"2866\" data-end=\"2893\">ia belajar menyiapkan diri,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2894\" data-end=\"2930\">\n<p data-start=\"2896\" data-end=\"2930\">ia belajar menghormati lingkungan,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2931\" data-end=\"3018\">\n<p data-start=\"2933\" data-end=\"3018\">ia belajar bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang pembentukan diri.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3020\" data-end=\"3170\">Cara anak datang ke sekolah mencerminkan bagaimana ia memandang pendidikan. Apakah sebagai kewajiban semata, atau sebagai proses pembentukan karakter.<\/p>\n<p data-start=\"3172\" data-end=\"3384\">Al Masoem memandang momen ini sebagai bagian penting dari pendidikan karakter. Karena itu, lingkungan sekolah dirancang untuk menumbuhkan rasa aman, tertib, dan penuh adab\u2014bukan tergesa-gesa, bukan penuh tekanan.<\/p>\n<h2 data-start=\"3391\" data-end=\"3434\">Mengapa Adab Harus Didahulukan dari Ilmu<\/h2>\n<p data-start=\"3436\" data-end=\"3626\">Ilmu akan terus berkembang. Kurikulum bisa berubah. Teknologi akan terus berganti. Namun <strong data-start=\"3525\" data-end=\"3574\">karakter dan adab adalah bekal jangka panjang<\/strong> yang akan dibawa anak ke mana pun mereka melangkah.<\/p>\n<p data-start=\"3628\" data-end=\"3639\">Tanpa adab:<\/p>\n<ul data-start=\"3640\" data-end=\"3741\">\n<li data-start=\"3640\" data-end=\"3668\">\n<p data-start=\"3642\" data-end=\"3668\">ilmu mudah disalahgunakan,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3669\" data-end=\"3697\">\n<p data-start=\"3671\" data-end=\"3697\">prestasi kehilangan makna,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3698\" data-end=\"3741\">\n<p data-start=\"3700\" data-end=\"3741\">kecerdasan tidak diimbangi kebijaksanaan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3743\" data-end=\"3767\">Sebaliknya, dengan adab:<\/p>\n<ul data-start=\"3768\" data-end=\"3893\">\n<li data-start=\"3768\" data-end=\"3814\">\n<p data-start=\"3770\" data-end=\"3814\">anak belajar bertanggung jawab atas ilmunya,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3815\" data-end=\"3847\">\n<p data-start=\"3817\" data-end=\"3847\">anak memahami batas dan etika,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3848\" data-end=\"3893\">\n<p data-start=\"3850\" data-end=\"3893\">anak tumbuh menjadi pribadi yang dipercaya.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3895\" data-end=\"3993\">Inilah esensi pendidikan karakter yang sesungguhnya: <strong data-start=\"3948\" data-end=\"3992\">membentuk manusia, bukan sekadar lulusan<\/strong>.<\/p>\n<h2 data-start=\"4000\" data-end=\"4065\">Pendidikan Karakter di Al Masoem: Nilai Cageur, Bageur, Pinter<\/h2>\n<p data-start=\"4067\" data-end=\"4228\">Al Masoem mengusung nilai <strong data-start=\"4093\" data-end=\"4119\">Cageur, Bageur, Pinter<\/strong> sebagai fondasi pendidikan. Nilai ini bukan slogan kosong, tetapi kerangka berpikir dalam membangun sekolah.<\/p>\n<ul data-start=\"4230\" data-end=\"4402\">\n<li data-start=\"4230\" data-end=\"4300\">\n<p data-start=\"4232\" data-end=\"4300\"><strong data-start=\"4232\" data-end=\"4242\">Cageur<\/strong>: sehat jasmani dan rohani, siap belajar dan beraktivitas.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4301\" data-end=\"4359\">\n<p data-start=\"4303\" data-end=\"4359\"><strong data-start=\"4303\" data-end=\"4313\">Bageur<\/strong>: beradab, berakhlak, dan mampu menjaga sikap.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4360\" data-end=\"4402\">\n<p data-start=\"4362\" data-end=\"4402\"><strong data-start=\"4362\" data-end=\"4372\">Pinter<\/strong>: cerdas, kritis, dan berilmu.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4404\" data-end=\"4593\">Urutan ini bukan tanpa makna. <strong data-start=\"4434\" data-end=\"4451\">Bageur (adab)<\/strong> menjadi penghubung antara cageur dan pinter. Anak yang sehat dan beradab akan lebih siap menerima ilmu, dan menggunakan ilmunya dengan benar.<\/p>\n<h2 data-start=\"4600\" data-end=\"4648\">Kepercayaan Orang Tua Dibangun dari Hal Kecil<\/h2>\n<p data-start=\"4650\" data-end=\"4807\">Bagi orang tua, memilih sekolah bukan hanya soal fasilitas atau prestasi. Yang lebih penting adalah <strong data-start=\"4750\" data-end=\"4764\">lingkungan<\/strong> dan <strong data-start=\"4769\" data-end=\"4806\">nilai yang ditanamkan setiap hari<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"4809\" data-end=\"4902\">Orang tua mungkin tidak selalu melihat proses belajar di kelas. Tetapi mereka bisa merasakan:<\/p>\n<ul data-start=\"4903\" data-end=\"4985\">\n<li data-start=\"4903\" data-end=\"4926\">\n<p data-start=\"4905\" data-end=\"4926\">perubahan sikap anak,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4927\" data-end=\"4949\">\n<p data-start=\"4929\" data-end=\"4949\">cara anak berbicara,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4950\" data-end=\"4985\">\n<p data-start=\"4952\" data-end=\"4985\">cara anak menghormati orang lain.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4987\" data-end=\"5111\">Di situlah kepercayaan tumbuh. Bukan dari janji, melainkan dari dampak nyata pendidikan karakter yang dibangun melalui adab.<\/p>\n<h2 data-start=\"5118\" data-end=\"5179\">Sekolah sebagai Ruang Pembiasaan, Bukan Sekadar Pengajaran<\/h2>\n<p data-start=\"5181\" data-end=\"5373\">Sekolah sejatinya adalah ruang pembiasaan. Tempat anak belajar menjadi manusia seutuhnya. Pelajaran akademik penting, tetapi <strong data-start=\"5306\" data-end=\"5372\">pembiasaan adab adalah fondasi yang membuat pelajaran bermakna<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"5375\" data-end=\"5426\">Ketika sekolah menempatkan adab sebagai titik awal:<\/p>\n<ul data-start=\"5427\" data-end=\"5551\">\n<li data-start=\"5427\" data-end=\"5466\">\n<p data-start=\"5429\" data-end=\"5466\">suasana belajar menjadi lebih tenang,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5467\" data-end=\"5505\">\n<p data-start=\"5469\" data-end=\"5505\">hubungan guru dan siswa lebih sehat,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5506\" data-end=\"5551\">\n<p data-start=\"5508\" data-end=\"5551\">proses pendidikan berjalan lebih manusiawi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5553\" data-end=\"5666\">Inilah yang diupayakan Al Masoem: menghadirkan sekolah yang tidak hanya mengajarkan, tetapi juga <strong data-start=\"5650\" data-end=\"5665\">menumbuhkan<\/strong>.<\/p>\n<h2 data-start=\"5673\" data-end=\"5714\">Penutup: Pendidikan Dimulai dari Sikap<\/h2>\n<p data-start=\"5716\" data-end=\"5976\">Membangun pendidikan karakter melalui adab sejak awal sekolah bukanlah jalan instan. Ia membutuhkan konsistensi, keteladanan, dan kesadaran bersama. Namun hasilnya jauh lebih bernilai: <strong data-start=\"5901\" data-end=\"5975\">anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga beradab dan berkarakter<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"5978\" data-end=\"6116\">Karena pada akhirnya, <strong data-start=\"6000\" data-end=\"6115\">pendidikan terbaik bukan yang paling cepat menghasilkan prestasi, melainkan yang paling dalam membentuk manusia<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"6118\" data-end=\"6207\">Dan semua itu, dimulai dari satu hal sederhana: <strong data-start=\"6166\" data-end=\"6206\">cara anak melangkah masuk ke sekolah<\/strong>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia pendidikan modern, sekolah sering kali diukur dari angka: nilai ujian, peringkat, prestasi akademik, dan seberapa cepat siswa menguasai pelajaran. Namun, di balik semua itu, ada pertanyaan mendasar yang kerap luput: dari mana seharusnya pendidikan dimulai? Apakah dari buku pelajaran dan ruang kelas, atau justru dari hal yang lebih mendasar\u2014adab dan sikap anak sejak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16568,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Membangun Pendidikan Karakter Melalui Adab Sejak Awal Sekolah - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Dalam dunia pendidikan modern, sekolah sering kali diukur dari angka: nilai ujian, peringkat, prestasi akademik, dan seberapa cepat siswa menguasai pelajaran. N"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[4103,161,5198,412,6517,191,6504,207,2815,6516],"class_list":["post-17298","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-adab","tag-al-masoem","tag-budaya-sekolah","tag-karakter-siswa","tag-kepercayaan-orang-tua","tag-lingkungan-sekolah","tag-pendidikan-adab","tag-pendidikan-karakter","tag-sekolah","tag-sekolah-berbasis-nilai"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-28-at-11.14.31-scaled.jpeg",2560,1920,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-28-at-11.14.31-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-28-at-11.14.31-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-28-at-11.14.31-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-28-at-11.14.31-1024x768.jpeg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-28-at-11.14.31-1536x1152.jpeg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-28-at-11.14.31-2048x1536.jpeg",2048,1536,true],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-28-at-11.14.31-scaled.jpeg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Dalam dunia pendidikan modern, sekolah sering kali diukur dari angka: nilai ujian, peringkat, prestasi akademik, dan seberapa cepat siswa menguasai pelajaran. Namun, di balik semua itu, ada pertanyaan mendasar yang kerap luput: dari mana seharusnya pendidikan dimulai? Apakah dari buku pelajaran dan ruang kelas, atau justru dari hal yang lebih mendasar\u2014adab dan sikap anak sejak pertama kali melangkah masuk ke sekolah? Di Al Masoem, pendidikan dipahami sebagai proses yang utuh. Bukan hanya membentuk anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, beradab, dan siap hidup bermasyarakat. Karena itulah, pendidikan karakter tidak dimulai dari kelas, melainkan dari cara anak datang,&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":4103,"label":"adab"},{"value":161,"label":"al masoem"},{"value":5198,"label":"Budaya sekolah"},{"value":412,"label":"karakter siswa"},{"value":6517,"label":"kepercayaan orang tua"},{"value":191,"label":"lingkungan sekolah"},{"value":6504,"label":"Pendidikan Adab"},{"value":207,"label":"pendidikan karakter"},{"value":2815,"label":"sekolah"},{"value":6516,"label":"sekolah berbasis nilai"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-28-at-11.14.31-1024x768.jpeg",1024,768,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":5434,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":5434,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":4103,"name":"adab","slug":"adab","term_group":0,"term_taxonomy_id":4103,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":20,"filter":"raw"},{"term_id":161,"name":"al masoem","slug":"al-masoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":161,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":209,"filter":"raw"},{"term_id":5198,"name":"Budaya sekolah","slug":"budaya-sekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":5198,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":4,"filter":"raw"},{"term_id":412,"name":"karakter siswa","slug":"karakter-siswa","term_group":0,"term_taxonomy_id":412,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":14,"filter":"raw"},{"term_id":6517,"name":"kepercayaan orang tua","slug":"kepercayaan-orang-tua","term_group":0,"term_taxonomy_id":6517,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":191,"name":"lingkungan sekolah","slug":"lingkungan-sekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":191,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":21,"filter":"raw"},{"term_id":6504,"name":"Pendidikan Adab","slug":"pendidikan-adab","term_group":0,"term_taxonomy_id":6504,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":207,"name":"pendidikan karakter","slug":"pendidikan-karakter","term_group":0,"term_taxonomy_id":207,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":134,"filter":"raw"},{"term_id":2815,"name":"sekolah","slug":"sekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":2815,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":77,"filter":"raw"},{"term_id":6516,"name":"sekolah berbasis nilai","slug":"sekolah-berbasis-nilai","term_group":0,"term_taxonomy_id":6516,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17298"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17299,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17298\/revisions\/17299"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}