{"id":16444,"date":"2025-05-19T14:45:06","date_gmt":"2025-05-19T06:45:06","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=16444"},"modified":"2025-05-19T14:45:06","modified_gmt":"2025-05-19T06:45:06","slug":"sebelum-jadi-cerdas-jadilah-sopan-filosofi-pendidikan-yang-dilupakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/sebelum-jadi-cerdas-jadilah-sopan-filosofi-pendidikan-yang-dilupakan\/","title":{"rendered":"Sebelum Jadi Cerdas, Jadilah Sopan: Filosofi Pendidikan yang Dilupakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah derasnya arus modernisasi dan penekanan pada prestasi akademik, satu aspek penting dalam pendidikan sering terabaikan: sopan santun. Filosofi \u201csebelum jadi cerdas, jadilah sopan\u201d menegaskan bahwa pembentukan akhlak mulia harus menjadi fondasi sebelum mengejar kecerdasan intelektual. Yayasan Al Ma\u2019soem, sebuah sekolah Islam dan pesantren terkemuka di Jawa Barat, menjadikan filosofi ini sebagai inti pendidikannya, memastikan siswa tidak hanya <\/span><b>pinter<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> (cerdas) tetapi juga <\/span><b>bageur<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> (berbudi mulia) dan <\/span><b>cageur<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> (sehat). Artikel ini mengulas mengapa sopan santun adalah elemen krusial dalam pendidikan, bagaimana Al Ma\u2019soem menerapkannya, dan dampaknya bagi perkembangan anak serta masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengapa Sopan Santun Harus Didahulukan?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sopan santun, atau dalam konteks Islam dikenal sebagai <\/span><b>adab<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, adalah cerminan akhlak mulia yang mencakup cara berbicara, berinteraksi, dan menghormati orang lain. Dalam pendidikan, menempatkan sopan santun di atas kecerdasan memiliki alasan kuat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Fondasi Hubungan Sosial<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Sopan santun memungkinkan anak membangun hubungan yang harmonis dengan teman, guru, dan keluarga. Tanpa adab, kecerdasan dapat disalahgunakan untuk merendahkan atau menyakiti orang lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kunci Kesuksesan Jangka Panjang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Di dunia kerja, keterampilan seperti komunikasi yang sopan, empati, dan kerja sama sering kali lebih dihargai daripada kemampuan teknis semata. Individu yang sopan cenderung dipercaya dan dihormati.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Identitas Moral<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Sopan santun mencerminkan nilai-nilai keimanan, seperti rendah hati (<\/span><b>tawadhu<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">) dan kejujuran (<\/span><b>siddiq<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">), yang memberikan anak pegangan moral di tengah tantangan modern, seperti pengaruh media sosial atau persaingan yang tidak sehat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pencegah Konflik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dengan mengutamakan sopan santun, anak belajar mengelola emosi dan menyelesaikan konflik secara damai, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan hidup.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Filosofi ini selaras dengan ajaran Islam yang menempatkan akhlak di atas ilmu. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW, \u201cAku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.\u201d Dalam konteks pendidikan, ini berarti kecerdasan tanpa adab adalah potensi yang sia-sia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Krisis Sopan Santun di Era Modern<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era digital, sopan santun sering kali terpinggirkan. Banyak anak yang cerdas secara akademik tetapi kurang dalam adab, seperti berbicara kasar kepada guru, mengabaikan teman, atau tidak menghormati orang tua. Beberapa faktor penyebabnya meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Fokus Berlebihan pada Prestasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Sistem pendidikan yang menekankan nilai dan peringkat sering mengabaikan pembinaan karakter.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pengaruh Media Sosial<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Konten yang mempromosikan gaya hidup hedonis atau bahasa yang tidak sopan memengaruhi cara anak berkomunikasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kurangnya Teladan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Anak meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka. Jika orang tua atau guru tidak menunjukkan sopan santun, anak sulit menginternalisasi nilai ini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, banyak generasi muda yang kehilangan kemampuan untuk berinteraksi dengan penuh hormat, yang dapat menghambat hubungan sosial dan peluang mereka di masa depan. Filosofi \u201csebelum jadi cerdas, jadilah sopan\u201d hadir untuk mengembalikan keseimbangan dalam pendidikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pendekatan Al Ma\u2019soem: Menanamkan Sopan Santun Sejak Dini<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yayasan Al Ma\u2019soem menjadikan sopan santun sebagai pilar utama pendidikannya, sejalan dengan moto <\/span><b>Cageur, Bageur, Pinter<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam, disiplin pesantren, dan pendekatan modern, Al Ma\u2019soem menciptakan lingkungan di mana adab menjadi prasyarat kecerdasan. Berikut adalah cara Al Ma\u2019soem menerapkan filosofi ini:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Pembinaan Akhlak melalui Pendidikan Agama<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan agama di Al Ma\u2019soem, seperti <\/span><b>tahsin<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><b>tahfidz<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, dan kajian kitab kuning, tidak hanya mengajarkan hafalan atau bacaan, tetapi juga adab. Siswa diajarkan untuk menghormati guru dengan mendengarkan penuh perhatian, berbicara dengan lembut, dan menjaga sikap rendah hati. Misalnya, saat belajar kitab kuning, siswa dilatih untuk berdiskusi dengan sopan, menghargai pendapat teman, dan mengakui kesalahan jika salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan seperti muhasabah (introspeksi diri) juga membantu siswa merefleksikan perilaku mereka, mengidentifikasi tindakan yang kurang sopan, dan berkomitmen untuk memperbaikinya. Nilai-nilai seperti <\/span><b>sabar<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><b>syukur<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><b>tawadhu<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi pedoman dalam setiap interaksi.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Disiplin Ketat untuk Membentuk Adab<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al Ma\u2019soem menerapkan disiplin ketat untuk menanamkan sopan santun, dengan kebijakan nol toleransi terhadap kekerasan. Siswa yang melakukan tindakan seperti pemukulan langsung dikeluarkan, sebuah aturan yang telah menjaga lingkungan pesantren bebas tawuran selama puluhan tahun. Kebijakan ini mengajarkan siswa bahwa sopan santun mencakup pengendalian emosi dan penghormatan terhadap orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aturan sederhana, seperti mengucapkan salam, berpakaian rapi, atau mengantre dengan tertib, diperkuat dalam kehidupan sehari-hari. Ini membentuk kebiasaan positif yang menjadi karakter alami siswa, baik di sekolah maupun di luar.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Teladan dari Guru dan Pembina<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guru dan pembina di Al Ma\u2019soem berperan sebagai teladan utama. Mereka menunjukkan sopan santun dalam cara berbicara, mendengarkan, dan menyelesaikan konflik. Misalnya, saat memberikan teguran, guru menggunakan bahasa yang lembut namun tegas, mencerminkan adab Islam. Pelatihan Bahasa Inggris untuk staf juga mencakup cara berkomunikasi secara sopan dengan tamu internasional, memperkuat citra sekolah sebagai lembaga yang profesional dan bermoral.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Kegiatan yang Mengasah Sopan Santun<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al Ma\u2019soem mengadakan kegiatan yang secara langsung melatih adab, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bakti Sosial<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Siswa belajar berinteraksi dengan masyarakat dengan penuh hormat, misalnya saat berbagi makanan atau membantu warga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Organisasi Acara<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Dalam acara seperti haul pendiri, siswa berkoordinasi dengan guru, orang tua, dan tamu, melatih komunikasi yang sopan dan kerja sama tim.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ekstrakurikuler<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Kegiatan seperti debat atau pidato mengajarkan siswa untuk menyampaikan pendapat dengan logis dan menghormati lawan bicara.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program Rumah Solusi Aisyah Ma\u2019soem, yang mendidik anak yatim dan dhuafa, menunjukkan bahwa sopan santun dapat ditanamkan pada semua latar belakang. Siswa dalam program ini dilatih untuk menghargai nikmat pendidikan dengan menjaga adab dalam setiap tindakan.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Integrasi dengan Kecerdasan Akademik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al Ma\u2019soem memastikan bahwa sopan santun tidak mengorbankan kecerdasan. Kurikulum akademik yang kompetitif, didukung fasilitas seperti laboratorium dan perpustakaan, mempersiapkan siswa untuk universitas ternama dan karier global. Namun, kecerdasan ini dibingkai dalam adab, sehingga siswa belajar untuk menggunakan ilmu mereka dengan penuh tanggung jawab dan kepekaan sosial.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dampak Filosofi Ini<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menempatkan sopan santun sebagai prioritas memberikan dampak positif yang luas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bagi Siswa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Siswa Al Ma\u2019soem tumbuh menjadi individu yang mandiri, empati, dan dihormati, dengan kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat dan menyelesaikan konflik secara damai. Alumni Al Ma\u2019soem dikenal sebagai profesional yang berintegritas, mampu menyeimbangkan karier dengan nilai moral.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bagi Sekolah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Lingkungan yang penuh adab menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan prestasi akademik dan kesejahteraan emosional siswa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bagi Masyarakat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Lulusan yang sopan menjadi agen perubahan, menyebarkan nilai-nilai positif seperti kejujuran dan kerja sama, yang memperkuat harmoni sosial.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Filosofi ini juga relevan di era modern, di mana kurangnya sopan santun di media sosial atau interaksi publik menjadi masalah nyata. Dengan menanamkan adab sejak dini, Al Ma\u2019soem mempersiapkan siswa untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlak mulia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Filosofi \u201csebelum jadi cerdas, jadilah sopan\u201d adalah pengingat bahwa pendidikan sejati dimulai dari pembentukan akhlak mulia. Yayasan Al Ma\u2019soem menghidupkan filosofi ini melalui pendidikan agama, disiplin ketat, teladan guru, dan kegiatan yang mengasah adab, menciptakan siswa yang <\/span><b>cageur, bageur, pinter<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan menempatkan sopan santun sebagai fondasi, Al Ma\u2019soem tidak hanya mencetak individu cerdas, tetapi juga manusia yang dihormati dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat. Di tengah dunia yang semakin kompleks, filosofi ini adalah warisan pendidikan yang tak boleh dilupakan. Untuk informasi lebih lanjut tentang pendekatan Al Ma\u2019soem, kunjungi almasoem.sch.id.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah derasnya arus modernisasi dan penekanan pada prestasi akademik, satu aspek penting dalam pendidikan sering terabaikan: sopan santun. Filosofi \u201csebelum jadi cerdas, jadilah sopan\u201d menegaskan bahwa pembentukan akhlak mulia harus menjadi fondasi sebelum mengejar kecerdasan intelektual. Yayasan Al Ma\u2019soem, sebuah sekolah Islam dan pesantren terkemuka di Jawa Barat, menjadikan filosofi ini sebagai inti pendidikannya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13918,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Sebelum Jadi Cerdas, Jadilah Sopan: Filosofi Pendidikan yang Dilupakan - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung","description":"Di tengah derasnya arus modernisasi dan penekanan pada prestasi akademik, satu aspek penting dalam pendidikan sering terabaikan: sopan santun. Filosofi \u201csebelum"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[5279,3938,6035,6033,6031,6032,207,6034,160,2433],"class_list":["post-16444","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-adab-dalam-pendidikan","tag-akhlak-mulia","tag-dampak-pendidikan-berbasis-adab","tag-disiplin-di-sekolah","tag-filosofi-sebelum-cerdas-jadilah-sopan","tag-pendidikan-islam-modern","tag-pendidikan-karakter","tag-peran-guru-sebagai-teladan","tag-pesantren-al-masoem","tag-sopan-santun"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Budaya-SEkolah-Large.jpg",713,475,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Budaya-SEkolah-Large-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Budaya-SEkolah-Large-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Budaya-SEkolah-Large.jpg",713,475,false],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Budaya-SEkolah-Large.jpg",713,475,false],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Budaya-SEkolah-Large.jpg",713,475,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Budaya-SEkolah-Large.jpg",713,475,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Budaya-SEkolah-Large.jpg",18,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Di tengah derasnya arus modernisasi dan penekanan pada prestasi akademik, satu aspek penting dalam pendidikan sering terabaikan: sopan santun. Filosofi \u201csebelum jadi cerdas, jadilah sopan\u201d menegaskan bahwa pembentukan akhlak mulia harus menjadi fondasi sebelum mengejar kecerdasan intelektual. Yayasan Al Ma\u2019soem, sebuah sekolah Islam dan pesantren terkemuka di Jawa Barat, menjadikan filosofi ini sebagai inti pendidikannya, memastikan siswa tidak hanya pinter (cerdas) tetapi juga bageur (berbudi mulia) dan cageur (sehat). Artikel ini mengulas mengapa sopan santun adalah elemen krusial dalam pendidikan, bagaimana Al Ma\u2019soem menerapkannya, dan dampaknya bagi perkembangan anak serta masyarakat. Mengapa Sopan Santun Harus Didahulukan? Sopan santun, atau dalam&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":5279,"label":"adab dalam pendidikan"},{"value":3938,"label":"Akhlak mulia"},{"value":6035,"label":"dampak pendidikan berbasis adab"},{"value":6033,"label":"disiplin di sekolah"},{"value":6031,"label":"filosofi sebelum cerdas jadilah sopan"},{"value":6032,"label":"pendidikan Islam modern"},{"value":207,"label":"pendidikan karakter"},{"value":6034,"label":"peran guru sebagai teladan"},{"value":160,"label":"pesantren al masoem"},{"value":2433,"label":"Sopan santun"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Budaya-SEkolah-Large.jpg",713,475,false],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":2792,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":2792,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":5279,"name":"adab dalam pendidikan","slug":"adab-dalam-pendidikan","term_group":0,"term_taxonomy_id":5279,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":3,"filter":"raw"},{"term_id":3938,"name":"Akhlak mulia","slug":"akhlak-mulia","term_group":0,"term_taxonomy_id":3938,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":14,"filter":"raw"},{"term_id":6035,"name":"dampak pendidikan berbasis adab","slug":"dampak-pendidikan-berbasis-adab","term_group":0,"term_taxonomy_id":6035,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":6033,"name":"disiplin di sekolah","slug":"disiplin-di-sekolah","term_group":0,"term_taxonomy_id":6033,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":6031,"name":"filosofi sebelum cerdas jadilah sopan","slug":"filosofi-sebelum-cerdas-jadilah-sopan","term_group":0,"term_taxonomy_id":6031,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":6032,"name":"pendidikan Islam modern","slug":"pendidikan-islam-modern","term_group":0,"term_taxonomy_id":6032,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":2,"filter":"raw"},{"term_id":207,"name":"pendidikan karakter","slug":"pendidikan-karakter","term_group":0,"term_taxonomy_id":207,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":131,"filter":"raw"},{"term_id":6034,"name":"peran guru sebagai teladan","slug":"peran-guru-sebagai-teladan","term_group":0,"term_taxonomy_id":6034,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":160,"name":"pesantren al masoem","slug":"pesantren-al-masoem","term_group":0,"term_taxonomy_id":160,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":38,"filter":"raw"},{"term_id":2433,"name":"Sopan santun","slug":"sopan-santun","term_group":0,"term_taxonomy_id":2433,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":8,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16444"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16444\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}