{"id":12772,"date":"2023-06-23T17:21:09","date_gmt":"2023-06-23T09:21:09","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=12772"},"modified":"2023-06-23T17:21:09","modified_gmt":"2023-06-23T09:21:09","slug":"penasaran-berapa-usia-ideal-untuk-belajar-calistung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/penasaran-berapa-usia-ideal-untuk-belajar-calistung\/","title":{"rendered":"Penasaran! Berapa Usia Ideal Untuk Belajar Calistung?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang tua yang bertanya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">calistung umur berapa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> idealnya untuk anak? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Usia ideal untuk belajar calistung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">itu mulai usia 3 sampai 5 tahun. Pada usia ini anak mulai berkembang pesat kognitifnya. Jadi, anak bisa dapat pembelajaran dari orang tua atau guru secara bertahap dan tidak boleh tergesa-gesa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ross a. Thompson, Ph.D., seorang profesor psikologi dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">University of California<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengatakan bahwa tidak ada tolak ukur usia yang pasti seorang anak belajar Calistung. Setiap anak memiliki waktu masing-masing untuk belajar tergantung banyak faktor<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSeorang anak punya masa emas dalam pertumbuhannya <\/span><\/i><b><i>(Golden Age)<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. yaitu masa pertumbuhan\u00a0 kognitif dan kecerdasannya secara pesat.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa usia 3 sampai 5 tahun adalah masa terbaik anak belajar calistung? Yuk pahami masa tumbuh kembang anak berikut agar tahu alasannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Masa Tumbuh Kembang Anak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Anak bertumbuh saat ukuran fisiknya bertambah; berat badan dan tinggi badannya. Anak berkembang saat struktur tubuh berkembang sempurna dan lebih kompleks.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fase ini adalah fase dari bayi berguling menjadi duduk, berdiri hingga mampu berjalan.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Inilah fase perkembangan anak yang perlu orang tua tahu.<\/span><\/p>\n<h3><b>Usia 1 Sampai 2 Tahun<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak usia 1 sampai 2 tahun mengalami perkembangan luar biasa. Terutama perkembangan otak dan kognitifnya. Ini adalah masa kritis dalam perkembangan, saat terjadi gangguan perkembangan, ini saat yang tepat untuk melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">recovery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (pemulihan).<\/span><\/p>\n<h3><b>Usia 2 Sampai 3 Tahun<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang ada pada rentang usia 2 sampai 3 tahun mengalami perkembangan fisik yang signifikan. Berkembang pesat aspek kognitif dan kebahasaan. Senang bermain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak juga mulai mengingat apa yang terjadi di hari sebelumnya. Mampu mengelompokkan mainannya sendiri. Mencoba meniru orang sekitarnya. Mampu melakukan sesuatu dengan sadar tanpa bantuan orang lain.<\/span><\/p>\n<h3><b>Usia 3 Sampai 4 Tahun<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang ada pada rentang 3 sampai 4 tahun, perkembangan motoriknya sangat pesat. Mulai menyebut nama dan usia. Mampu mengucap 250 hingga 500 kata. Mampu menjawab pertanyaan sederhana. Bisa berkisah dengan cerita pendek.<\/span><\/p>\n<h3><b>Usia 4 Sampai 5 Tahun<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang ada pada rentang usia 4 sampai 5 tahun, mengalami perkembangan yang cepat dan luar biasa. Pada usia ini secara fisik mereka mampu mengancing baju sendiri. Memiliki pola berpikir mandiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mulai bisa mengatur barang-barang sendiri. Mampu menggolongkan barang berdasarkan warna, bentuk dan tempatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada usia ini, kosakata dalam otaknya mulai bertambah dan pintar merangkai kata. Mampu menjawab pertanyaan dengan sederhana. Mampu mengungkapkan ketidaksukaan dengan bahasa sederhana.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tahapan Belajar Calistung yang Tepat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Calistung itu singkatan dari membaca menulis dan berhitung. Banyak orang tua yang merasa khawatir bila anaknya bertambah usia, namun belum bisa membaca menulis dan berhitung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belajar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">materi calistung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bertujuan untuk mengasah kemampuan anak dalam berhitung. Calistung merupakan kemampuan dasar yang sangat perlu dimiliki seorang anak sejak usia dini. Terutama ketika sudah masuk di bangku sekolah dasar.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Berikut tahapan belajar cCalistung yang tepat.<\/span><\/p>\n<h3><b>Usia PAUD<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada usia PAUD, orang tua bisa mengenalkan anak huruf huruf secara sederhana.\u00a0 Misalnya, mengenalkan A, B, C, F, G lewat lagu yang interaktif.<\/span><\/p>\n<h3><b>Tingkat TK<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang duduk di bangku TK, pembelajaran <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">calistung TK<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mulai dalam, yaitu mengenalkan huruf, bentuk-bentuk huruf, perbedaan huruf besar dan huruf kecil. Saat anak duduk di bangku TK B, mereka bisa dikenalkan dengan kosakata sederhana. Misalnya kata ibu, satu, saya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Tingkat SD<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak masuk SD, pembelajaran <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">buku calistung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bisa mulai kompleks. Orang tua atau guru bisa mengajarkan anak untuk mengeja kata, menyusun kalimat, mengenal angka dan huruf secara\u00a0 lengkap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak duduk di bangku SD ini, anak sudah mulai bisa diajarkan secara intensif. Inti dari menguasai calistung, anak memiliki pemahaman terhadap materi lain. Saat membaca buku, mereka bisa memahaminya. Ketika melihat angka dan penjumlahan, mereka bisa menghitung dan mengerti.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">usia ideal untuk belajar calistung<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">? Anak bisa belajar calistung (<\/span><a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/extensive-reading-membuat-membaca-menjadi-menyenangkan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">membaca <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">dan menulis) mulai usia 3 sampai 5 tahun. Namun, proses belajar ini harus tetap bertahap hingga usia 7 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda ingin mulai memasukkan anak agar bisa mandiri, bisa cepat membaca, menulis dan berhitung bisa di masukkan di Al Ma&#8217;Soem. Al Ma&#8217;soem buka kelas mulai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Playgroup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, TK hingga SMA. Yuk daftarkan sekarang!<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak orang tua yang bertanya calistung umur berapa idealnya untuk anak? Usia ideal untuk belajar calistung itu mulai usia 3 sampai 5 tahun. Pada usia ini anak mulai berkembang pesat kognitifnya. Jadi, anak bisa dapat pembelajaran dari orang tua atau guru secara bertahap dan tidak boleh tergesa-gesa. Ross a. Thompson, Ph.D., seorang profesor psikologi dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5245,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"description":"Usia ideal untuk belajar Calistung mulai usia 3 sampai 5 tahun. Pada usia ini anak berkembang pesat kognitifnya. Maksimalkan dulu otaknya","title":"Penasaran! Berapa Usia Ideal Untuk Belajar Calistung? - Yayasan Al Ma&#039;soem Bandung"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[4934,4854,4852,4933],"class_list":["post-12772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-belajar-calistung","tag-calistung-tk","tag-materi-calistung","tag-tahapan-belajar"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20180522-WA0056.jpg",1280,960,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20180522-WA0056-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20180522-WA0056-300x225.jpg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20180522-WA0056-768x576.jpg",768,576,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20180522-WA0056-1024x768.jpg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20180522-WA0056.jpg",1280,960,false],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20180522-WA0056.jpg",1280,960,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20180522-WA0056.jpg",16,12,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Banyak orang tua yang bertanya calistung umur berapa idealnya untuk anak? Usia ideal untuk belajar calistung itu mulai usia 3 sampai 5 tahun. Pada usia ini anak mulai berkembang pesat kognitifnya. Jadi, anak bisa dapat pembelajaran dari orang tua atau guru secara bertahap dan tidak boleh tergesa-gesa. Ross a. Thompson, Ph.D., seorang profesor psikologi dari University of California mengatakan bahwa tidak ada tolak ukur usia yang pasti seorang anak belajar Calistung. Setiap anak memiliki waktu masing-masing untuk belajar tergantung banyak faktor \u201cSeorang anak punya masa emas dalam pertumbuhannya (Golden Age). yaitu masa pertumbuhan\u00a0 kognitif dan kecerdasannya secara pesat.\u201d Kenapa usia&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":4934,"label":"belajar calistung"},{"value":4854,"label":"Calistung tk"},{"value":4852,"label":"materi calistung"},{"value":4933,"label":"tahapan belajar"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20180522-WA0056-1024x768.jpg",1024,768,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":5434,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":5434,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":4934,"name":"belajar calistung","slug":"belajar-calistung","term_group":0,"term_taxonomy_id":4934,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":4854,"name":"Calistung tk","slug":"calistung-tk","term_group":0,"term_taxonomy_id":4854,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":4852,"name":"materi calistung","slug":"materi-calistung","term_group":0,"term_taxonomy_id":4852,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":4933,"name":"tahapan belajar","slug":"tahapan-belajar","term_group":0,"term_taxonomy_id":4933,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12772"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12772\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}