{"id":10000,"date":"2023-01-05T16:02:45","date_gmt":"2023-01-05T08:02:45","guid":{"rendered":"https:\/\/almasoem.sch.id\/?p=10000"},"modified":"2023-01-05T16:02:45","modified_gmt":"2023-01-05T08:02:45","slug":"tahun-baru-setiap-wilayah-di-bumi-itu-berbeda-kok-bisa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/tahun-baru-setiap-wilayah-di-bumi-itu-berbeda-kok-bisa\/","title":{"rendered":"Tahun Baru Setiap Wilayah Di Bumi Itu Berbeda, Kok Bisa?"},"content":{"rendered":"<p>Momen tahun baru tahun 2023 diiringi dengan liburan semester bagi para siswa sekolah. Bagi sebagian besar masyarakat, tahun baru akan dirayakan secara meriah. Kembang api dilepaskan ke udara, beragam bunyi tiupan terompet, semua itu menjadi momen yang akan sulit untuk dilupakan. Berkat kemajuan teknologi saat ini, kemeriahan tersebut bisa diketahui atau dilihat langsung oleh masyarakat di belahan bumi lainnya. Anehnya, kita akan menemukan berita perayaan tahun baru di negara lain sedangkan di tempat kita masih belum. Kok bisa?<\/p>\n<p>Untuk menjawab ini, kita perlu mengingat kembali bahwa bumi memiliki dua tipe pergerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Rotasi adalah gerak perputaran Bumi pada porosnya, sedangkan revolusi adalah gerak perputaran bumi mengitari matahari. Sederhananya, terjadinya siang dan malam adalah peran dari rotasi bumi. Sedangkan ditetapkannya hari tahun baru merupakan wujud dari gerak bumi yang berhasil mengelilingi matahari selama setahun (365 hari).<\/p>\n<p>Sudah tahu kan mengenai rotasi dan revolusi bumi? Khususnya pada topik rotasi bumi, ini bisa menjadi kunci penjelasan dari pertanyaan di awal.<\/p>\n<p>Bumi berputar secara 360 derajat pada sumbunya dari arah barat ke arah timur. Lamanya bumi berotasi memakan waktu sehari yaitu sekitar 23 jam 56 menit 4 detik atau dibulatkan menjadi 24 jam. Dalam 24 jam tersebut, kita akan merasakan kondisi siang dan malam, terang dan gelap. Berbagai aktivitas harian kita akan didasarkan atas hal tersebut, misalnya tidur di malam hari, bekerja di pagi hari dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Tapi ternyata, kondisi siang dan malam ini tidak dirasakan secara berbarengan bagi seluruh penduduk bumi. Contoh paling dekat adalah 3 zona waktu di Indonesia, yaitu WIB, WIT dan WITA. Perbedaan jarak waktu antara WIB dengan WIT adalah 1 jam, sedangkan WIB dengan WITA adalah 2 jam.<\/p>\n<p>Cukup mengherankan, bukan? Nyatanya, kondisi ini dipengaruhi oleh bentuk bumi yang cenderung bulat dan dengan kemiringan sumbu bumi sebesar 23 1\/2 derajat, sehingga wilayah yang sejajar dalam garis bayang lintang yang sama hanya sebagian saja. Untuk mengetahui lebih dalam soal ini, dapat dilakukan perhitungan matematis secara sederhana. Bumi akan berputar secara 360 derajat dalam 24 jam. Jadi ketika 360 derajat dibagi 24 jam, maka akan ketemu hasil 15. Artinya apa? Bumi akan berputar 15 derajat setiap jam. Setiap 15 derajat permukaan bumi akan memiliki zona waktu yang mirip.<\/p>\n<p>Pembagian 15 derajat ini kemudian dibuatkan sebuah standar waktu yang berlaku secara universal, yaitu GMT dan UTC. Greenwich Mean Time (GMT) adalah standar waktu lokal yang umum digunakan oleh negara-negara di Dunia dan terbagi dalam 24 zona waktu lokal sesuai dengan letak daerahnya. Hal ini kemudian diperlengkap dengan kehadiran Universal Time Coordinated (UTC) yang menjadi acuan dalam pembagian waktu yang terbagi hingga 41 zona waktu (dari -12 hingga +14).<\/p>\n<p>Antara GMT dan UTC memiliki peran yang sama untuk pembagian waktu dan tidak ada perbedaan besar antara keduanya. Hanya saja, UTC digunakan pada navigasi penerbangan dimana tidak terpengaruhi oleh perubahan waktu seperti yang terjadi dalam GMT pada kasus tertentu seperti musim panas yang siangnya terasa lebih lama.<\/p>\n<p>Kembali lagi ke pertanyaan, kok bisa ada negara lain yang merayakan tahun baru terlebih dahulu dibanding negara kita sendiri? Maka jawabannya adalah perbedaan zona waktu. Bisa jadi negara tersebut berada di zona waktu yang lebih awal dari kita. Misal wilayah Indonesia bagian barat atau WIB termasuk dalam wilayah GMT\/UTC +7 atau 7 jam lebih awal dari zona 0 atau Greenwich. Maka negara-negara yang memiliki zona waktu lebih dari +7 hingga +14 akan mengalami pergantian tahun yang lebih awal. Fakta unik, pulau Kirimati di Oceania menjadi wilayah di Bumi yang merasakan tahun baru paling awal (UTC +14).<\/p>\n<p>Nah itulah topik pembelajaran tentang pembagian zona waktu yang ada di Bumi. Kalian bisa mengetahui lebih jelas daftar pembagian zona waktu berbasis UTC berdasarkan negara melalui link <a href=\"https:\/\/ilmugeografi.com\/ilmu-bumi\/pembagian-waktu-di-dunia\">berikut<\/a>. Untuk kalian yang sedang berlibur di liburan semester, selamat berlibur!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis: Gumilar Ganda<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Momen tahun baru tahun 2023 diiringi dengan liburan semester bagi para siswa sekolah. Bagi sebagian besar masyarakat, tahun baru akan dirayakan secara meriah. Kembang api dilepaskan ke udara, beragam bunyi tiupan terompet, semua itu menjadi momen yang akan sulit untuk dilupakan. Berkat kemajuan teknologi saat ini, kemeriahan tersebut bisa diketahui atau dilihat langsung oleh masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10003,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","slim_seo":{"title":"Tahun Baru Setiap Wilayah Di Bumi Itu Berbeda, Kok Bisa?","description":"Momen tahun baru tahun 2023 diiringi dengan liburan semester bagi para siswa sekolah. Bagi sebagian besar masyarakat, tahun baru akan dirayakan secara meriah. K"},"_slim_seo_primary_term_category":0,"_slim_seo_primary_term_post_tag":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[3652,3653,3651,3656,3655,3654],"class_list":["post-10000","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-liburan-semester","tag-rotasi-bumi","tag-tahun-baru","tag-utc","tag-wib","tag-zona-waktu"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"acf":[],"featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/earth-g38439a239_1920.jpg",1920,960,false],"thumbnail":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/earth-g38439a239_1920-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/earth-g38439a239_1920-300x150.jpg",300,150,true],"medium_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/earth-g38439a239_1920-768x384.jpg",768,384,true],"large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/earth-g38439a239_1920-1024x512.jpg",1024,512,true],"1536x1536":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/earth-g38439a239_1920-1536x768.jpg",1536,768,true],"2048x2048":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/earth-g38439a239_1920.jpg",1920,960,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/earth-g38439a239_1920.jpg",18,9,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Momen tahun baru tahun 2023 diiringi dengan liburan semester bagi para siswa sekolah. Bagi sebagian besar masyarakat, tahun baru akan dirayakan secara meriah. Kembang api dilepaskan ke udara, beragam bunyi tiupan terompet, semua itu menjadi momen yang akan sulit untuk dilupakan. Berkat kemajuan teknologi saat ini, kemeriahan tersebut bisa diketahui atau dilihat langsung oleh masyarakat di belahan bumi lainnya. Anehnya, kita akan menemukan berita perayaan tahun baru di negara lain sedangkan di tempat kita masih belum. Kok bisa? Untuk menjawab ini, kita perlu mengingat kembali bahwa bumi memiliki dua tipe pergerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Rotasi adalah gerak perputaran Bumi&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","author_info_v2":{"name":"Editor","url":"#"},"comments_num_v2":"0 comments","taxonomy_info":{"category":[{"value":12,"label":"Artikel"}],"post_tag":[{"value":3652,"label":"liburan semester"},{"value":3653,"label":"rotasi bumi"},{"value":3651,"label":"tahun baru"},{"value":3656,"label":"UTC"},{"value":3655,"label":"wib"},{"value":3654,"label":"zona waktu"}]},"featured_image_src_large":["https:\/\/almasoem.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/earth-g38439a239_1920-1024x512.jpg",1024,512,true],"author_info":{"display_name":"Editor","author_link":"#"},"comment_info":0,"category_info":[{"term_id":12,"name":"Artikel","slug":"artikel","term_group":0,"term_taxonomy_id":12,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":2943,"filter":"raw","cat_ID":12,"category_count":2943,"category_description":"","cat_name":"Artikel","category_nicename":"artikel","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":3652,"name":"liburan semester","slug":"liburan-semester","term_group":0,"term_taxonomy_id":3652,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":3653,"name":"rotasi bumi","slug":"rotasi-bumi","term_group":0,"term_taxonomy_id":3653,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":3651,"name":"tahun baru","slug":"tahun-baru","term_group":0,"term_taxonomy_id":3651,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":3656,"name":"UTC","slug":"utc","term_group":0,"term_taxonomy_id":3656,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":3655,"name":"wib","slug":"wib","term_group":0,"term_taxonomy_id":3655,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"},{"term_id":3654,"name":"zona waktu","slug":"zona-waktu","term_group":0,"term_taxonomy_id":3654,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":1,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10000","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10000"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10000\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10000"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almasoem.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}