Dunia itu luas, tidak hanya seluas 5/6,5 "

31 Oktober 2019 | Dibaca : 144x | Oleh : Bilal M. Ramdan
Dunia itu luas, tidak hanya seluas 5/6,5 "

Opini,- Selamat datang didunia autisme, dimana perkumpulan dengan teman tak seindah masa masa dulu. Dimana "nyampuer" teman dekat rumah pun tidak selucu dulu, dimana waktu dengan keluargapun tak seluas dulu. Saya rindu masa dulu masa dimana wajah saling menatap ketika kita bercanda dengan teman teman sebaya, masa dimana menggunakan alasan "moal ameng Bilalna teu gaduh sendal" sebagai alasan tidak ingin main karena alasan tertentu, Masa dimana pada bada isya sampai waktu tidur berkumpul dengan keluarga sebari membicarakan hal hal yang entah penting atau tidak, masa dimana tiap malam "ngeronda" di warnet hanya untuk naik level dan mengalahkan raja iblis, masa dimana emak nyumputin PS dan hanya boleh dimainkan pada saat weekend saja itupun di waktu hamya satu jam !! sebuah kenangan indah yang tidak mungkin di rasakan anak zaman milenial !! 

Beda zaman beda mode, jika dulu mode Petualangan sekarang mode kandangan. Orang tua zaman dulu risih jika anak sering main keluar, ingat dulu banyak korban kekejaman layangan dimana kalau di kampung saya menggunakan istilah "moro Langlayangan" dimana layangan putus dikejar hingga akhirnya ditangkap, bahkan kejadian moro itu mengakibatkan beerapa korbann yang sampai meninggal dunia baik itu karena terserepet kendaraan ataupun karena tersetrum listrik. 

Zaman sekarang orang tua malah risih anaknya diam saja di rumah dengan gadgetnya maka orang tua jaman sekarang lebih memilih dan menyuruh anaknya untuk pergi keluar rumah meskipun anak keluar rumah tetap saja war dengan teman temannya sebari berkata "mabar kuy". lalu untuk apa keluar kalau cuma hanya untuk "mabar kuy" lah dirumah juga kan bisa !!

nah berbicara dengan masa masa itu, saat ini saya akan menganggap bahwa masa sekarang merupakan masa autisme dimana penyakit "barupun" bermunculan yang diakibatkan oleh smarttphone. ya memang tidak bisa dipungkiri radiasi yang memang besar dapat mempengaruhi otak anak dan bahkan jiwanya. bahkan saya sendiri pernah membaca sebuah berita tentang tingkat "gangguan jiwa" anak meningkat bahkan ada puskesmas yang sering kebanjiran order unutk anak di bawah umur yang sudah mendapat gangguan jiwa karena penggunaan smartphone yang berlebihan.

Orang tua yang bijak adalah orang tua yang dapat mengatur waktu anaknya untuk bermain gawai dan orang tua yang lebih bijaksana adalah orang tua yang tidak memberikan gawai kepada anaknya, jika alasannya untuk komunikasi masih banyak kok hape jadul seperti yang di lakukan di Yayasan Al Ma'soem bandung dimana gawai hanya diperbolehkan hanya gawai jadul dimana hanya bisa menerima telepon dan sms saja tanpa bisa mengakses media sosial apa lagi bermain ML, PUBG, COD, DN, ataupun RO dan lain sebagainya.

nah dari semua itu muncul sebuah pertanyaan dalam benak penulis, Bisakah seseorang hidup tanpa gawai meskipun hanya satu hari saja??

kalau saya pribadi tentu saja bisa jika alasannya saya sendang liburan atau sedang dengan keluarga karena bagi saya pribadi keluarga adalah segalanya melebihi gawai yang memang saya sayangi juga. Meskipun sulit tetapi itu bukan hal yang mustahil. Penah suatu ketika saya mencoba 1 bulan tanpa gawai dan yang saya rasakan adalah ketentraman, tidur yang nyenyak, pola pikir yang lebih jernih dan beberapa hal baik lainnya. namun karena sekarng saya harus di bagian dimana harus menggunakan gawai sebagai alat telekomunikasi dan sebagai alat promosi, saya menjadi tidak bisa untuk jauh dari gawai.

Namun percayalah, hidup tanpa gawai membuat mata kita terbuka, ternyata hidup memang tidak seluas 5 - 6.5 Inci !! dunia itu luas dan lebih indah dari pada apa yang bisa kita pandang pada layar smartphone !!

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Kantin Sehat Ramah Lingkungan
22 Februari 2016
Sekolah adalah tempat dimana para peserta didik mendapatkan pendidikan dalam bentuk akademis dan normatif. Salah satu perwujudan pendidikan yang bersifat ...
Talkshow Penyiaran di Al Ma’soem
4 Desember 2015
Ada yang berbeda pada hari Jum’at pagi di Masjid Pesantren Siswa Al Ma’soem (4/12). Masjid yang biasanya ramai dipakai untuk kegiatan mahasiswa AMIK dan ...
Studi Baanding ASY SYIFA SUBANG
19 Juli 2019
                Study Banding selalu menjadi hal yang menarik bagi penulis. Rasa ...
Miss Tessa : Hope is one way to survive
27 Januari 2020
Foto : https://nextcity.org Opini (almasoem.sch.id),- Hope is one way to survive, without hope man cant live in this world. May be its some talk ...
1 Januari 1970
...

Informasi Pendaftaran

asdasdasd
klm
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2020
All rights reserved
Scroll Top