Dunia itu luas, tidak hanya seluas 5/6,5 "

31 Oktober 2019 | Dibaca : 29x | Oleh : Bilal M. Ramdan
Dunia itu luas, tidak hanya seluas 5/6,5 "

Opini,- Selamat datang didunia autisme, dimana perkumpulan dengan teman tak seindah masa masa dulu. Dimana "nyampuer" teman dekat rumah pun tidak selucu dulu, dimana waktu dengan keluargapun tak seluas dulu. Saya rindu masa dulu masa dimana wajah saling menatap ketika kita bercanda dengan teman teman sebaya, masa dimana menggunakan alasan "moal ameng Bilalna teu gaduh sendal" sebagai alasan tidak ingin main karena alasan tertentu, Masa dimana pada bada isya sampai waktu tidur berkumpul dengan keluarga sebari membicarakan hal hal yang entah penting atau tidak, masa dimana tiap malam "ngeronda" di warnet hanya untuk naik level dan mengalahkan raja iblis, masa dimana emak nyumputin PS dan hanya boleh dimainkan pada saat weekend saja itupun di waktu hamya satu jam !! sebuah kenangan indah yang tidak mungkin di rasakan anak zaman milenial !! 

Beda zaman beda mode, jika dulu mode Petualangan sekarang mode kandangan. Orang tua zaman dulu risih jika anak sering main keluar, ingat dulu banyak korban kekejaman layangan dimana kalau di kampung saya menggunakan istilah "moro Langlayangan" dimana layangan putus dikejar hingga akhirnya ditangkap, bahkan kejadian moro itu mengakibatkan beerapa korbann yang sampai meninggal dunia baik itu karena terserepet kendaraan ataupun karena tersetrum listrik. 

Zaman sekarang orang tua malah risih anaknya diam saja di rumah dengan gadgetnya maka orang tua jaman sekarang lebih memilih dan menyuruh anaknya untuk pergi keluar rumah meskipun anak keluar rumah tetap saja war dengan teman temannya sebari berkata "mabar kuy". lalu untuk apa keluar kalau cuma hanya untuk "mabar kuy" lah dirumah juga kan bisa !!

nah berbicara dengan masa masa itu, saat ini saya akan menganggap bahwa masa sekarang merupakan masa autisme dimana penyakit "barupun" bermunculan yang diakibatkan oleh smarttphone. ya memang tidak bisa dipungkiri radiasi yang memang besar dapat mempengaruhi otak anak dan bahkan jiwanya. bahkan saya sendiri pernah membaca sebuah berita tentang tingkat "gangguan jiwa" anak meningkat bahkan ada puskesmas yang sering kebanjiran order unutk anak di bawah umur yang sudah mendapat gangguan jiwa karena penggunaan smartphone yang berlebihan.

Orang tua yang bijak adalah orang tua yang dapat mengatur waktu anaknya untuk bermain gawai dan orang tua yang lebih bijaksana adalah orang tua yang tidak memberikan gawai kepada anaknya, jika alasannya untuk komunikasi masih banyak kok hape jadul seperti yang di lakukan di Yayasan Al Ma'soem bandung dimana gawai hanya diperbolehkan hanya gawai jadul dimana hanya bisa menerima telepon dan sms saja tanpa bisa mengakses media sosial apa lagi bermain ML, PUBG, COD, DN, ataupun RO dan lain sebagainya.

nah dari semua itu muncul sebuah pertanyaan dalam benak penulis, Bisakah seseorang hidup tanpa gawai meskipun hanya satu hari saja??

kalau saya pribadi tentu saja bisa jika alasannya saya sendang liburan atau sedang dengan keluarga karena bagi saya pribadi keluarga adalah segalanya melebihi gawai yang memang saya sayangi juga. Meskipun sulit tetapi itu bukan hal yang mustahil. Penah suatu ketika saya mencoba 1 bulan tanpa gawai dan yang saya rasakan adalah ketentraman, tidur yang nyenyak, pola pikir yang lebih jernih dan beberapa hal baik lainnya. namun karena sekarng saya harus di bagian dimana harus menggunakan gawai sebagai alat telekomunikasi dan sebagai alat promosi, saya menjadi tidak bisa untuk jauh dari gawai.

Namun percayalah, hidup tanpa gawai membuat mata kita terbuka, ternyata hidup memang tidak seluas 5 - 6.5 Inci !! dunia itu luas dan lebih indah dari pada apa yang bisa kita pandang pada layar smartphone !!

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Tim Biola SMA Al Ma’soem Diundang Tampil di IYMP 2015
13 Oktober 2015
Hari Minggu, 11 Oktober 2015 lalu tim Biola SMA Al Ma’soem diundang untuk mengikuti pentas musik Indonesia Young Musician Performance 2015 yang ...
The excellent full day school
9 April 2015
By Usman Yasin,SA.g Today there are many schools claim as an excellent school to get students as many as possible , what is the criteria of the excellent ...
Raih Prestasi Impresif di Kejuaraan Pencak Silat
20 April 2016
Lagi, para siswa SMA Al Ma’soem torehkan prestasi yang impresif dengan meraih delapan medali emas dan dua medali perak pada kejuaraan pencak silat yang ...
Pembekalan SMA Kelas XII
24 Maret 2016
Kamis (24/3) bertempat di masjid Pesantren Siswa Al Ma’soem, SMA Al Ma’soem menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi siswa dan siswi kelas XII yang akan ...
12 Siswa SMP Lulus Tes Tahfidz Bulan Agustus
25 September 2018
12 siswa/santri SMP – PSAM Al Ma’soem berhasil dinyatakan lulus tes tahfidz (menghafal Al Qur’an) untuk gelombang ke-4 di tahun 2018 ini. ...
thfdz
PGRI
MEssa
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top