Di Sekolah Unggulan : siang jadi siswa, malam jadi santri, besok jadi orang.

6 April 2015 | Dibaca : 925x | Oleh :
M Iqbal Ridha,S.Si (Guru Matematika SMA Al Ma’soem). Orang – orang besar telah banyak bercerita atau diceritakan dalam berbagai media, dalam buku-buku biografi, majalah-majalah terkenal, atau dalam seminar-seminar. Contohnya dalam sebuah buku biografi, Albert Einstein pernah berkata, bahwa sama sekali bukan karena ia orang yang terlahir istimewa,  tetapi ia berada di lingkungan yang tepat untuk mengembangkan diri hingga menjadi orang yang hingga saat ini  dikenal sebagai manusia yang luar biasa dan ilmuan terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Untuk menggenapkan contoh, satu lagi, yakni  sang penemu bola lampu yang penomenal, siapa lagi, murid SD pun tahu, dialah Thomas Alfa Edison. Selain bola lampu ia pun memiliki 1000 hak paten lainnya, semua itu menunjukkan betapa produktifnya ia dalam menciptakan karya-karya yang berguna bagi sesama. Sebagaimana penemuan-penemuannya yang terkenal, Thomas Alfa Edison terkenal pula dengan ungkapan-ungkapannya, dan salah satu  ungkapannya yang paling sohor adalah  bahwa faktor keberhasilannya itu  99%  karena upaya keras dan 1 % mungkin karena ia  jenius. Dari  2 contoh itu, sudah cukup jelas, bahwa jalan terang untuk menghasilkan generasi unggul, harus berupa upaya sadar, nyata dan  unggul dalam sebuah lingkungan yang unggul pula, lingkungan itulah yang membuat Einstein dan Edison muda merasa tertantang untuk mengembangkan diri seperti yang tertulis dalam sejarah. Lembaga pendidikan yang menyadari hal ini tentulah akan berlomba untuk memantaskan diri agar dipandang sebagai lembaga pendidikan yang unggul. Yayasan Pendidikan Al Ma’soem Jatinangor, telah lama menyadari  tantangan itu, sehingga tak pernah ragu untuk mengembangkan program pembinaan generasi unggul melalui program-program unggulan. Program unggulan itu jika dirangkum dalam sebuah kalimat sederhana maka berbunyi: siang jadi siswa, malam jadi santri dan besok jadi orang. Penjelasannya kaliamat itu, kurang lebih sebagai berikut, siang jadi siswa berarti siswa belajar di sekolah formal, pada pendidikan formal prosentasi belajar mata pelajaran umum akan lebih banyak dibandingkan dengan materi lainnya. Sedangkan malam jadi santri, berarti pada malam hari siswa berada dalam suasana pesantren dengan materi-materi keagamaan yang khas membina akhlak mulia. Dengan demikian selain otaknya yang terbina di siang hari, kalbu/ hati nurani siswa terbina pada malam hari. Baik pada pendidikan formal maupun pada pendidikan pesantren siswa diberikan banyak pilihan program untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Pada pendidikan formal terbagi menjadi 3 bidang pokok  : iptek, seni dan olah raga, sedangkan pada pendidikan pesantren siswa dapat mengembangkan minat bakat pada seni budaya Islam, tahfidz, kitab klasik dan sebagainya yang khas pesantren. Sedangkan yang dimaksud besok jadi orang adalah, bahwa di Yayasan Pendidikan Al Ma’soem para peserta didik didorong untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, karena semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, semakin baik pula bekal yang dimiliki untuk menjalani kancah kehidupan nyata. Yayasan Pendidikan Al Ma’soem selain memberikan penghargaan bagi wali kelas dan wali santri yang berhasil membina siswanya untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, juga mengembangkan motto yang sejalan dengan program itu, yakni  sekolah untuk sekolah. Motto itu wajib dipahami dan diamalkan oleh seluruh civitas akademika di Yayasan Pendidikan Al Ma’soem.  Inti pesan dari motto itu adalah, sekolah adalah bekal untuk sekolah lagi pada jenjang yang lebih tinggi, karena itu bersungguh-sungguhlah menempuhnya agar mendapat cukup bekal untuk menempuh jenjang yang lebih tinggi itu, agar engkau tidak mendapat kesulitan nanti. Dan seiring waktu yang terus berputar dan zaman yang berubah, di tengah-tengah masyarakat luas pun semakin banyak pula yang menyadari bahwa pendidikan unggulan itu adalah pendidikan yang lengkap, pendidikan umum, juga belajar agama. Dan pendidikan yang lengkap itu, apabila disimpulkan dalam sebuah kalimat sederhana kurang lebih akan berbunyi,  siang jadi siswa, malam jadi santri, esok jadi orang. Wallahu’alam.
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Tadarus Sebelum KBM di SMA Al Ma'soem Bandung
23 November 2016
Untuk mewujudkan moto Yayasan Al Ma’soem Bandung; cageur, baguer, pinter dan untuk lebih meningkatkan integritas, kejujuran, akhlak, dan pembentukan ...
Candu Media Social yang Mengakar !!
11 Januari 2020
Foto : http://blog.nolimit.id Opini (almasoem.sch.id),- Kecanduan atau kata dasar dari kata CANDU yang artinya adalah ketergantungan akan sesuatu. Biasanya ...
Pembekalan Siswa SMP Al Ma’soem Jelang US dan UN 2017
31 Maret 2017
Para siswa/siswi SMP Al Ma’soem kelas IX, pada hari Jum’at (31/3) kemarin mengikuti kegiatan Pembekalan dan Sosialisasai Ujian Nasional SMP Al Ma’soem ...
Mendengarkan, Salah Satu Kunci Keberhasilan Komunikasi
5 April 2015
“Pusing….denger in ibu ngomong terus…ngerti in kita dong…” (Anak/siswa) “Duh ini anak, sudah diberitahu dan dinasehati berkali kali, masih juga ...
Idul Adha 1438H Yayasan Al Ma'soem
5 September 2017
Jatinangor – Yayasan Al Ma’soem Bandung menggelar Shalat Idul Adha 1437H pada tanggal 1 September 2017 bertempat di Dome Al Ma’soem, Jl. Raya ...

Informasi Pendaftaran

pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang

Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 

+62811224337

E-mail: info@masoem.com

Youtube Chanel : Ma'soem TV

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2020
All rights reserved
Scroll Top