Pengaruh Kehadiran Sesorang Terhadap Lingkungannya (Sebuah Tinjauan singkat)

3 September 2015 | Dibaca : 331x | Oleh : Ari Nugraha

Manusia sebagai makluk sosial saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.  Pengaruh dari interaksi ini kadang membawa kebaikan  kadang juga berdampak buruk pada orang disekitarnya. Kadang terpikirkan, bagaimana kondisi diri ini dan sejauh apa berpengaruh pada lingkungan? Kalau pengaruh yang baik mungkin menyenangkan tapi kalau tanpa sadar kehadiran diri membawa pengaruh buruk untuk sekitar alangkah ruginya hidup ini.

 

Tulisan ini berangkat dari ketertarikan  pada postingan Esthi Susanti Hudiono di media facebook beberapa bulan yang lalu berjudul “Aura Vampir atau Dalai Lama?”. Dalam tulisan tersebut, secara umum Esthi mengungkapkan adanya orang yang membuat kita merasa nyaman ketika bertemu atau hanya ketika melihatnya, tapi ada juga orang yang membuat kita merasa terpuruk hanya setelah bercakap-cakap dengan mereka. Menurut Esthi hal ini disebabkan karna aura atau yang lebih dikenal dengan energi yang dimiliki dan dibawa oleh orang tersebut.

 

Menurut beberapa sumber di “Google”, Aura merupakan sebuah energi daya tarik yang berada dalam diri manusia, sehingga aura ini bagaikan medan elektromagnetik yang mengelilingi tubuh manusia (Human Energy Field, HEF) untuk menarik setiap energi yang ada disekitarnya, seperti magnet yang menarik besi. Jadi menurut Esthi, orang yang memiliki “aura vampir” (dalam hal ini lebih dikenal sebagai energi negatif), ini mampu menyedot energi  orang-orang disekitarnya.

 

Orang yang memiliki aura negatif ini sering kali tidak menyadari namun efeknya mampu dirasakan  oleh orang disekitarnya. Orang yang memiliki aura negatif   memiliki ciri mudah meledak amarahnya hanya dengan persoalan sepele, cenderung sibuk dengan energi negatifnya ketika berbicara dengan orang lain. Biasanya orang ini belum menyelesaikan banyak urusan/masalah di masa lalunya. Karena itu ketika dia hadir saat ini dia membawa beban itu dan sibuk dengan bebannya sendiri sehingga saat berinteraksi dengan sekelilingnya justru menimbulkan masalah baru.

 

Energi yang terpancar pada diri sesorang sangat dipengaruhi oleh kondisi spiritualnya, pola pikir dan gaya hidupnya. Menurut Esthi, orang yang terampil melakukan detoks jiwa dan spirit lah yang akan memiliki aura positif yang mampu mengangkat jiwanya atau mengeluarkan hal-hal terbaik dari dirinya. Tapi yang paling baik adalah menjadi orang yang mampu  mengeluarkan hal-hal terbaik dari diri orang lain.

 

Menurut sumber di “Google” Energi positif bisa didapat dan diperkuat dengan:

  • Menjalani gaya hidup sehat dan mengkonsumsi makanan yang baik dan sehat
  • Berpikir positif tidak mudah berprasangka buruk
  • Selalu menambah wawasan pengetahuan
  • Gaya bicara yang sopan, perlahan dan jelas
  • Menghilangkan penyakit hati seperti dendam, iri dengki dan benci
  • Dan yang paling penting adalah menjadi sebaik-baik diri kita sendiri.

 

Di akhir tulisannya, Esthi menegaskan bahwa orang-orang di sekeliling kita bisa mempengaruhi produktifitas, karena itu bersamalah dengan orang-orang yang mampu mengeluarkan hal-hal terbaik dari dalam diri dan menghindari orang-orang yang membuat kita stress.

 

Dari tinjauan ini  ada dua hal penting yang dapat digaris bawahi:

  1. Kondisi seseorang secara keseluruhan yang menyangkut pola pikirnya, gaya hidupnya, sikap, dan kondisi emosionalnya akan  mempengaruhi orang-orang disekitarnya baik disadari atau tidak.
  2. Pentingnya memilih lingkungan dan teman yang baik karena hal ini akan berimbas pada produktifitas dalam kehidupan kita cepat atau lambat, sekarang atau nanti.

 

Mengutip pernyataan seorang pakar agama di Bandung, Aam Aminuddin, “ Menjauh dari seseorang tidak selalu merupakan wujud dari memutuskan silaturahmi. Menghindar untuk kebaikan lebih baik dari seringnya bertemu yang menghasilkan kemudlaratan”. Kalau dihubungkan dengan tulisan ini, hal ini mengindikasi pentingnya memilih teman yang baik dan menghindari teman yang perperilaku buruk. Ada sebuah ungkapan yang cukup populer “Kalau ingin melihat siapa orang tersebut, lihatlah siapa temannya”.


Tapi walau pun begitu, semua orang disekitar kita memiliki arti tersendiri dan kehadiran mereka tidak sia-sia dalam kehidupan ini, seperti kutipan motivasi berikut ini: “Never blame anyone in your life. Good people give you happiness. Bad people give you experience. Worst people give you a lesson and Best people give you memories” (QuotesGate, www.quotesgate.com. )

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Raih Juara dalam Pandawa Taekwondo Championship 2016
30 Maret 2016
Siswa dan siswi SMA Al Ma’soem yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler Taekwondo kembali menorehkan prestasi dalam kompetisi bergengsi. Kali ini dua ...
Usai UAS Siswa SMA Al Ma'soem Selenggarakan PORSAK 2017
12 Desember 2017
Jatinangor – OSIS SMA Al Ma’soem mulai Senin (11/12) kemarin menyelenggarakan Pekan Olahraga, Seni dan Kreasi antar Kelas (PORSAK) 2017 yang ...
71 Siswa SMA AL Ma’soem Diterima Jalur SNMPTN Naik 19% Dari Tahun Lalu
8 Juni 2015
Hari sabtu tanggal 9 mei 2015 jam 17.00 WIB telah diumumkan hasil seleksi siswa melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). ...
Raih Prestasi di FLS2N Tingkat Kabupaten
14 April 2016
Kejuaraan FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat Kabupaten Sumedang baru saja selesai diselenggarakan beberapa waktu yang lalu (31 Maret ...

Informasi Pendaftaran

Banner Pendaftaran
Banner Almasoem
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 0811224337
E-mail: info@masoem.com

 

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2018
All rights reserved
Scroll Top