Moto SMP-SMA Al Ma’soem Jatinangor : Cageur, Bageur, Pinter

11 Maret 2015 | Dibaca : 459x | Oleh : admiral
Oleh : Asep Sujana Dalam ilmu kependidikan sasaran penyelenggaraan pendidikan adalah terjadinya perubahan pada diri peserta didik, ada tiga target perubahan yang diharapkan dari proses belajar mengajar yaitu Kognitif (kecerdasan), Afektif (sikap) dan Psikomotor (keterampilan), oleh Kalangan lembaga penyelenggaran pendidikan, target tersebut di namakan Taksonomi Bloom, sesuai dengan nama penemu dari konsep ini. Beberapa praktisi dan pemerhati budaya sunda sering mengungkapkan bahwa pewarisan generasi hendaknya melahirkan  generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Sepintas hal ini lebih melebar dari Taksonomi Bloom karena bukan hanya mendidik generasi yang cerdas, berprilaku baik dan berketampilan, tetapi juga didalamnya mengharapkan generasi yang jujur dan rajin serta  cekatan, melalui kata bener dan singer. Pandangan lain penulis mengutip penyataan H. Nanang Iskandar Ma’soem Ketua Yayasan Pendidikan Al Ma’soem yang menyatakan bahwa sasaran pendidikan  adalah membentuk  generasi yang Cageur, Bageur dan Pinter. Sasaran tersebut bukan hanya menjadi target proses pembelajaran tetapi juga dijadikan moto di Yayasan Pendidikan yang dipimpinnya ,yang  terdiri dari pendidikan TK,SD, SMP, SMA,  Akademi serta Pesantren Siswa Al Ma’soem. Dalam pandangan beliau tidak adanya kata bener dan singer, karena  sebetulnya sudah include dengan kata yang lain, seperti Bener  sudah terangkum dalam kata Bageur Karena siswa yang bageur pasti berprilaku bener,  sedangkan singer  terangkum dalam kata pada kata Bageur dan Pinter karena siswa yang rajin dan cekatan adalah siswa yang berprilaku baik dan memiliki kecerdasan yang tinggi dalam penyelesaian masalah dan antisipatif menghindari timbulnya masalah. Elaborasi konsep Cageur dalam konsep pendidikan di Al Masoem adalah siswa  dibina untuk menjadi generasi yang sehat secara jasmani dan rohani, sehingga aplikasinya proses pembelajaran pendidikan jasmani lebih ditekankan pada praktek bukan teorinya, memberikan reward tertentu pada siswa yang berangkat ke sekolah bersepeda, mengawasi dengan ketat puluhan kantin yang ada dan membuat MoU dengan mereka untuk tidak menjual dagangan yang menggunakan pewarna bukan untuk makanan dan makanan menggunakan pengawet, melakukan pembinaan berkesinambungan melalui konsep Konvergensi Perilaku Model Al Ma’soem dan Diseminasi  massal setiap 2 (dua) minggu, didalamnya termasuk pembinaan kesehatan jasmani dan rohani. Sementara Bageur dimaksudkan, bahwa proses pendidikan haruslah mengarah pada terbentuknya siswa berakhlaqul karimah, sebagian besar orang tua menitipkan anaknya pada lembaga pendidikan yang Full Day dan berasrama hakekatnya, menginginkan agar putera/puterinya terbebas dari pengaruh lingkungan yang kurang baik khususnya menyangkut sikap dalam pergaulan sehari-hari. Berbagai metoda aplikatif diterapkan untuk mendukung kearah ini, diantaranya dengan penegakkan disiplin yang ketat dan tanpa pandang bulu untuk seluruh partisipan termasuk guru dengan menggunakan sistem point, pembinaan melalui kegiatan ekstra kurikuler yang bervariatif, pemberian beasiswa dengan dasar kriteria ahlaq, pengembangan konsep otonomi wali kelas , diantaranya memberikan reward khusus dalam bentuk insentif pada wali kelas yang mampu menahan siswa untuk taat pada aturan dan tidak kena sanksi point, sanksi tegas (100 Point langsung dikembalikan pada orangtuanya) untuk para pelaku pelangggaran Nyontek, pemukul pertama pada perkelahian, keluar kampus dalam kondisi berseragam di jam sekolah, Narkotika, Asusila dan Tindak pidanya lainnya. Pinter dalam pandangan masyarakat umum adalah target utama proses pendidikan, sehingga sasaran terbentuknya siswa yang berinlektual tinggi menjadi bagian pendidikan yang sangat memerlukan perhatian khusus, diantaranya melalui pemilihan guru yang kompeten, penggunaan metoda yang relevan dan mudah dipahami, penyediaan sarana yang mendukung kelancaran, seperti teknologi Informasi, multi media, laboratorium dan perpustakaan. Aplikasi lain,dihindari adanya jam kosong karena ketidakhadiran guru, sehingga disiapkan guru pengganti dan pengembangan konsep otonomi wali kelas , seperti  memberikan reward khusus berupa insetif untuk  wali kelas yang mampu mengantar siswa masuk perguruan tinggi negeri, memiliki nilai tertinggi dalam UN dan bisa mendorong siswanya menjadi juara dalam kompetisi bidang akademis.   Asep Sujana, Guru dan Pengelola Yayasan Pendidikan Al Ma’soem Bandung asep sujana    
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Siswa SMP Al Ma'soem dipanggil Pra-Seleksi Timnas U-15
2 Maret 2017
Para peserta didik Yayasan Pendidikan Al Ma’soem merupakan generasi yang dibina untuk tidak hanya dapat bersaing dan unggul dalam segi akademis saja, tapi ...
SD Al Ma’soem Students Celebrates Creativity Day & English Day
2 Oktober 2017
Jatinangor – The students of Sekolah Dasar (elementary school) of Yayasan Al Ma’soem Bandung, got their chance to spend their Monday morning ...
1 Januari 1970
...
SMA Al Ma’soem sebagai SMA Swasta Bandung
14 Maret 2015
Oleh: Ir. Tonton Taufik, MBA SMA swasta Bandung - SMA Al Ma’soem Bandung merupakan salah satu SMA swasta Bandung yang terletak di Jl. Raya Cipacing No. 22 ...
Kamar Mandi Bersih ala Pesantren Al Ma'soem (PSAM)
20 Juni 2016
An-nazhaafatu minal iimaan Salah satu peribahasa atau kata mutiara yang baik atau Islami yang singkat tapi sangat penting dan penuh dengan makna dalam ...

Informasi Pendaftaran

Banner Pendaftaran
Banner Almasoem
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 0811224337
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2018
All rights reserved
Scroll Top