Dampak Sosial dan Kriminal serta Moratorium UN

29 November 2016 | Dibaca : 1292x | Oleh : Bambang Irawan
img_8543-large Moratorium Ujian Nasional adalah langkah positif yang perlu memperoleh dukungan, pro dan kontra yang sudah lama berkembang selama ini sudah mulai terjawab. Pemberlakuan moratorium tidak lepas dengan diperolehnya data kualitas sekolah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mendapatkan data bahwa hanya 30% sekolah di republik ini yang kualifikasinya berstandar nasional, dengan kata lain 70% lainnya dibawah standar nasional, padahal soal yang dibuat mengacu pada standar nasional. Atas kondisi di atas yang akan jadi korban adalah siswa, karena tidak semua prilaku siswa lurus. Tidak bisa dipungkiri tidak sedikit siswa, karena kesulitan yang dihadapi dalam menjawab soal, mereka berusaha mencari jalan untuk mendapatkan kemudahan sehingga mereka siap menghadapi soal Ujian Nasional. Pihak orang tua memahami kesulitan anaknya turut terlibat mencari jalan mendapatkan bocoran soal, sekalipun harus berhadapan dengan proses hukum, dan rela mengeluarkan koceknya yang tidak sedikit. Penulis kurang mengetahui secara persis, bagaimana caranya mendapatkan bocoran tersebut, yang pasti ternyata Ujian Nasional bertolak belakang dengan target proses pendidikan. Disatu sisi arah pendidikan bertujuan melahirkan generasi yang berintelektual dan berakhlaqul kahrimah, pada sisi yang lain, UN justru mendorong oknum siswa berprilaku curang, dan ditunjang dengan berkembangnya medsos yang semakin pesat semakin membuka lebar kecurangan tersebut. Dari uraian diatas, hal yang perlu disoroti bahwa Ujian Nasional yang seolah-olah di paksakan, secara tidak langsung berdampak pada penyimpangan sosial yang bisa megarah pada aspek kriminal. Penulis sangat setuju jika ujian Nasional di moratorium bahkan mungkin ditutup permanen. Dampak positif yang ditimbulkan untuk para guru adalah kreadibilitas dan eksistensi guru mejadi terangkat, karena guru akan menjadi pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan kualifikasi para siswa. Karena melalui dana yang semula akan dialokasikan untuk UN kini akan dialihkan untuk peningkatan kompetensi guru. Meningkatnya kemampuan guru tertunya akan berkorelasi positif dengan peningkatan kualifikasi siswa. Kedepan tidak perlu lagi ada kasak kusuk demi menghadapi momen UN yang selalu dikesankan menakutkan para siswa. Demikian sisi lain pertimbangan mengapa setuju UN di moratorium. foto-drs-asep-sujana-m-m_crop           Penulis: Drs. Asep Sujana, M.M., Guru dan Dir. Pendidikan Yayasan Al Ma’soem Bandung
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Tadarus Sebelum KBM selalu di laksanakan siswa SMP Al Ma'soem
26 September 2020
Almasoem.sch.id,- Untuk mewujudkan moto Yayasan Al Ma’soem Bandung; cageur, baguer, pinter dan untuk lebih meningkatkan integritas, ...
Membawa lagi mendali emas ke Al Ma'soem
22 Juli 2019
Upacara pertama SMA Al Ma’soem dimulai pada hari ini, Senin 22 Juli 2019. Sebuah kebanggaan ketika Upacara pertama harus diakhri dengan pengumuman dari ...
Tata Boga atau Ilmu Perasaan
17 Juni 2019
                Tata Boga adalah adalah suatu disiplin ilmu terkait dengan seni ...
Berkompetisi di LPSN Tingkat Nasional
23 September 2016
Lomba Penelitian Siswa Nasional – LPSN merupakan suatu kegiatan penelitian siswa dalam bidang pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni – IPTEKS, ...
Al Masoem berlokasi strategis dan akses jalan yang sangat mudah
14 Januari 2021
Almasoem.sch.id,- Al Masoem atau yayasan Al Masoem Bandung merupakan lembaga pendidikan yang berdiri kokoh di jalan raya Cipacing no.22. tepatnya di jalan ...

Informasi Pendaftaran

sd
Fullday School atau Boarding School?!
Brocure SMP SMA
Brocure SMP SMA
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang

Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 

+6281122700227

E-mail: info@masoem.com

Youtube Chanel : Ma'soem TV

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2021
All rights reserved
Scroll Top