Dampak Sosial dan Kriminal serta Moratorium UN

29 November 2016 | Dibaca : 1191x | Oleh : Bambang Irawan
img_8543-large Moratorium Ujian Nasional adalah langkah positif yang perlu memperoleh dukungan, pro dan kontra yang sudah lama berkembang selama ini sudah mulai terjawab. Pemberlakuan moratorium tidak lepas dengan diperolehnya data kualitas sekolah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mendapatkan data bahwa hanya 30% sekolah di republik ini yang kualifikasinya berstandar nasional, dengan kata lain 70% lainnya dibawah standar nasional, padahal soal yang dibuat mengacu pada standar nasional. Atas kondisi di atas yang akan jadi korban adalah siswa, karena tidak semua prilaku siswa lurus. Tidak bisa dipungkiri tidak sedikit siswa, karena kesulitan yang dihadapi dalam menjawab soal, mereka berusaha mencari jalan untuk mendapatkan kemudahan sehingga mereka siap menghadapi soal Ujian Nasional. Pihak orang tua memahami kesulitan anaknya turut terlibat mencari jalan mendapatkan bocoran soal, sekalipun harus berhadapan dengan proses hukum, dan rela mengeluarkan koceknya yang tidak sedikit. Penulis kurang mengetahui secara persis, bagaimana caranya mendapatkan bocoran tersebut, yang pasti ternyata Ujian Nasional bertolak belakang dengan target proses pendidikan. Disatu sisi arah pendidikan bertujuan melahirkan generasi yang berintelektual dan berakhlaqul kahrimah, pada sisi yang lain, UN justru mendorong oknum siswa berprilaku curang, dan ditunjang dengan berkembangnya medsos yang semakin pesat semakin membuka lebar kecurangan tersebut. Dari uraian diatas, hal yang perlu disoroti bahwa Ujian Nasional yang seolah-olah di paksakan, secara tidak langsung berdampak pada penyimpangan sosial yang bisa megarah pada aspek kriminal. Penulis sangat setuju jika ujian Nasional di moratorium bahkan mungkin ditutup permanen. Dampak positif yang ditimbulkan untuk para guru adalah kreadibilitas dan eksistensi guru mejadi terangkat, karena guru akan menjadi pihak yang memiliki kewenangan untuk menentukan kualifikasi para siswa. Karena melalui dana yang semula akan dialokasikan untuk UN kini akan dialihkan untuk peningkatan kompetensi guru. Meningkatnya kemampuan guru tertunya akan berkorelasi positif dengan peningkatan kualifikasi siswa. Kedepan tidak perlu lagi ada kasak kusuk demi menghadapi momen UN yang selalu dikesankan menakutkan para siswa. Demikian sisi lain pertimbangan mengapa setuju UN di moratorium. foto-drs-asep-sujana-m-m_crop           Penulis: Drs. Asep Sujana, M.M., Guru dan Dir. Pendidikan Yayasan Al Ma’soem Bandung
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Sambut Tahun Ajaran 2017/2018 dengan Kuliah Umum Industri Kreatif Syariah
5 September 2017
Pembukaan hari pertama perkuliahan AMIK & STIBANKS Al Ma’soem disambut dengan penyelenggaraan kegiatan Kuliah Umum Perdana yang diikuti oleh seluruh ...
4 Siswa/Santri SMA/PSAM Lulus Tes Tahfidz
26 Februari 2020
Beberapa siswa/santri SMA – PSAM Al Ma’soem kembali meraih prestasi yang sangat baik dalam menghafal Al Qur’an (tahfidz) untuk bulan Januari ...
Pendidikan Karakter di Sekolah
18 Agustus 2016
Menurut seorang ilmuan asal Jerman, Friedrich Wilhelm Foerster, tujuan utama dari pendidikan adalah untuk membentuk karakter para peserta didiknya. Lebih ...
40 Mahasiswa STIBANKS Al Ma’soem KKN di Rancabali
25 Juli 2018
Sekolah Tinggi Ilmu Perbankan Syariah (STIBANKS) Al Ma’soem, resmi melepas 40 orang mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Alam ...
Ketika PR (tugas rumah) dijadikan BEBAN
28 Agustus 2019
Masa sekolah merupakan salah satu masa yang indah bagi sebagian siswa. Masa dimana pelajaran menjadi menu setiap hari. Masa dimana bisa berkumpul dengan kawan, ...

Informasi Pendaftaran

pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang

Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 

+628112206666

E-mail: info@masoem.com

Youtube Chanel : Ma'soem TV

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2020
All rights reserved
Scroll Top