Dampak Positif Dan Negatif Media Sosial Bagi Siswa Sekolah

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Siswa Sekolah

Di era globalisasi saat ini, segala hal di dunia ini dapat terhubung satu sama lain. Hanya dengan menggerakan layar smartphone, kita bisa mengetahui banyak hal, baik tingkat nasional hingga mancanegara. Terlebih dengan keberadaan media sosial yang bisa mengajak interaksi dengan orang lain di belahan dunia manapun. Namun, bila tidak digunakan dengan bijak maka media sosial dapat menjerumuskan pada hal-hal negatif atau tidak bermanfaat, khususnya bagi siswa sekolah. Kira-kira apa saja dampak positif dan negatif media sosial bagi siswa?

Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi Siswa Sekolah

Seperti yang telah diketahui, akses media sosial bisa dilakukan oleh siapa saja. Walaupun memang pada beberapa media sosial, untuk mendaftarkan akun diberikan batasan usia remaja. Termasuk para siswa-siswi sudah bisa mengaksesnya, mengarungi dunia konten media sosial. Penggunaan media sosial bagi mereka dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Mari simak bersama beberapa dampak positif dan negatif media sosial bagi siswa sekolah.

  1. Membuka Wawasan Baru

    Dengan mengakses media sosial, banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh setiap siswa, salah satunya dapat membuka wawasan baru yang belum pernah diketahui sebelumnya. Media sosial bisa menjadi tempat belajar yang bermanfaat dan juga mampu mengasah keterampilan. Misalnya saja, mengikuti tutorial tentang fotografi, membaca postingan tempat wisata favorit di Bandung dan lain sebagainya.
    Walaupun begitu, orang tua tetap perlu mengawasi anak-anak mereka ketika mengarungi dunia maya, khususnya media sosial. Guru pun juga bisa memantau perkembangan para siswa agar tidak keluar dari koridor tata tertib sekolah.

  2. Lebih Mudah Mendapatkan Informasi

    Media sosial menjadi salah satu pintu informasi yang akan terus berisi dengan informasi terkini. Informasi yang muncul bisa tentang berbagai hal, mulai dari informasi teman maupun hal umum lainnya. Tak jarang pada beberapa media sosial populer menyediakan tempat bagi penggunannya untuk berbagi ilmu maupun tips n’ trik yang dapat berguna bagi banyak orang yang membacanya.

  3. Belajar Otodidak Secara Online

    Sesuai penjelasan di atas, beberapa media sosial memberikan kesempatan bagi para penggunanya untuk berbagi informasi penting. Setiap orang yang mengaksesnya dapat terbantukan dengan informasi-informasi baru, terlebih bagi para siswa sekolah. Dengan menggunakan smartphone, masing-masing siswa bisa berfokus mencari informasi baru yang diinginkan atau sesuai minatnya, mencoba hal baru dan lain sebagainya.
    Selain itu, sempat muncul fenomena umum yaitu belajar online ketika pandemi melanda. Jadi setiap siswa dan guru perlu menyesuaikan kegiatan belajar mengajar melalui bantuan akses internet, menggunakan platform media sosial. Ini adalah salah satu bentuk penyesuaian yang harus dirasakan oleh mereka, agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan walaupun tidak dilakukan secara tatap muka.

  4. Menumbuhkan Sifat Malas

    Salah satu yang dikhawatirkan oleh orang tua maupun guru adalah anak menjadi malas dengan mengakses media sosial. Anak yang menjadi siswa sekolah ini memiliki tanggung jawab untuk belajar, namun media sosial bisa menjadi penghambat untuk hal itu. Mereka akan fokus pada smartphonenya saja, istilah lainnya hanya scroll-scroll saja, mengabaikan aktivitas lain yang lebih bermanfaat. Memang media sosial terlihat lebih menyenangkan, tetapi itu juga dapat membuat penggunanya terlena.

  5. Tidak Peduli dengan Sekitar

    Penggunaan media sosial yang dilakukan secara berlebihan dapat menghadirkan perasaan acuh tak acuh kepada sekitar. Hal ini disebabkan penggunanya terlalu fokus pada apa yang ingin diketahui atau apa yang ingin didengar. Perasaan ini bisa menimbulkan sifat egois dan tidak peduli dengan sekitar. Mereka hanya fokus pada pemuasan konten atau update status yang terkesan tidak bermanfaat.

  6. Kesulitan Dalam Berkomunikasi

    Media sosial memang mampu menghubungkan orang-orang secara online, namun dengan konsumsi yang tidak bijak dapat menganggu kehidupan sosial. Siswa yang ‘rajin’ bermain media sosial akan kurang memerhatikan penulisan kata ataupun ejaan bahasa, hanya menggunakan bahasa gaul saja. Mereka jadi kurang memahami aturan-aturan baku yang selayaknya sudah mereka ketahui namun terlupakan. Padahal keterampilan ini sangat penting dimiliki ketika dewasa nanti. Pada akhirnya, ini juga berdampak pada cara komunikasi yang tidak sesuai standar yang berlaku di masyarakat.

Itulah beberapa dampak positif dan negatif media sosial bagi siswa sekolah. Mari ajak anak Anda untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Jadikan itu sebagai wadah untuk mengaktualisasikan diri dan juga belajar hal-hal baru yang mampu menunjang impian mereka. Kita sebagai orang tua maupun guru tetap perlu mengawasi perkembangan mereka dan tetap percaya atas keputusan yang mereka ambil, selama itu bisa dipertanggung-jawabkan.

 

Penulis: Gumilar Ganda