City Tour Kelas Super SMP Al Ma'soem

24 Februari 2017 | Dibaca : 516x | Oleh : Bambang Irawan
oleh Silvana Sauma Alhanda - VIII Super IMG_0588_edit (Large) Aku berangkat bersama dengan teman-teman didampindi oleh Bu Sativa, Bu Siti, Pak Anang dan Pak Ridwan bagai domba-domba yang digembala oleh pemiliknya. Langkah kaki mulai menaiki tangga bus aku mulai mencari tempat dimana tubuhku harus diletakkan. Ku lihat kursi kosong disamping temanku, akupun duduk disampingnya. 1 jam berlalu tiba-tiba saja bus berhenti, ternyata rombongan kami telah sampai di Situ Ciburuy. Kami akan berkunjung ke tiga tempat yaitu Situ Ciburuy, Stone Garden dan Guha Pawon. Situ Ciburuy merupakan tempat pertama yang kami kunjungi, suasananya bersih, sehat, asri, nan indah. Tempat ini merupakan bendungan yang sangat luas. Keunikan dari Situ Ciburuy ini ternyata termasuk ke dalam lirik lagu sunda, yaitu lagu “Bubuy Bulan, dan terdapat rumah makan di tengah-tengah situ. Kat pak Anang, air yang ada di Situ Ciburuy ini ada yang dari penduduk sekitar dan juga dari mata air bukit-bukit yang ada di sana. Selanjutnya, kami pergi menuju ke Stone Garden. Stone Garden ini terletak di gunung, lumayan tegang pergi kesana karena kami menaiki bus, aku membayangkan hal-hal negatif sampai jantungku berdebar-debar. Alhamdulilahnya kami selamat tidak ada kejadian buruk selama perjalanan menuju Stone Garden. IMG_0433_edit (Large) Di tempat ini, kami murid kelas 8 super memulai sejarah baru. Pak Yadi (pembimbing di Stone Garden) mengajak kami ke gerbang batu. Mengapa disebut gerbang batu? Karena terdapat batu yang sangat besar dan itu merupakan batu yang menandakan bahwapengunjung telah memasuki kawasan Stone Garden. Dahulu kawasan Stone Garden merupakan wilayah laut purba yang membentang dari Padalarang, Sukabumi, Ciletuk, sampai Saguli. 70% fosil dari museum yang terdapat di Bandung berasal dari Stone Garden. Mengapa Stone Garden terbentuk padahal dulunya merupakan lautan purba? Jawabannya adalah air di laut purba menyusut dan membentuk suatu dataran rendah, dibuktikan dengan adanya fosil-fosil hewan yang hidup di laut asin. Setelah menyusut mulailah timbul kehidupan manusia. Stone Garden diresmikan menjadi tempoat penelitian pada tanggal 27 september 2014. Tempat ini dikelola oleh sekolompok pemuda yang membentuk suatu organisasi, yang disebut Pok Darwis. Keunikan dari Stone Garden, yaitu gerbang batu dahulu adalah dapurnya Dayang Sumbi dan Sangkuriang. Selanjutnya Pak Yadi mengajak kami mendaki bukit. Terlihat batu-batu yang menyambut kami. Salah satu dari kami ada yang bertanya ‘Pak, ini batu apa?’ Pak Yadi menjawab ‘Ini adalah batu tali air’. Mengapa disebut batu tali air? Karena betuk batu tersebut diakibatkan oleh gesekan air. Adapula fosil-fosil hewan dan tumbuhan yang sudah membatu. Dahulu, sebelum tempat ini  dirawat dan dilindungi, banyak sekali orang-orang yang mengambil batu-batu untuk bahan tambang. Di sana terdapat juga terumbu karang dan batu koral atau nama lainnya ‘batu gangga’. IMG_0621_edit (Large) Tak lama kemudian kami berada di puncak Stone Garden. Terlihatlah pemandangan yang sangat indah. Di sana kami dapat melihat indahnya alam, Pasir Bukur dan Tangkuban Perahu pun terliahat. Sebelum Stone Garden dijadikan tempat penelitian, dahulu tempat ini adalah tempat untuk bercocok tanam. Banyak sekali tanaman lantoro (pete cina, kacang-kacangan, cabe rawit, dll. Tanahnya sangat subur, tapi sayang di sini banyak sekali hama monyet yang merusak tanaman, jumlahnya sampai ratusan. Tiga tahun yang lalu, di sini belum ada batu-batuan. Mengapa kini ada batu? Diakibatkan dengan adanya pengikisan tanah/erosi. Pihak Stone Garden sangat mengantisipasi erosi dengan banyak menanam pohon bambu. Di sana terdapat batu kramat yang tidak boleh disentuh oleh siapapun (menurut para sesepuh). Batu tersebut dipagari oleh kayu-kayu dan terdapat sebuah tulisan. “ Dilarang: * Bicara ngawur * Mengonsumsi miras * Berbuat asusila * Merusak fasilitas * Merusak objek batu Pok Darwis” Saat pengarahan selesai, kami menikmati indahnya batu serta pemandangan. Di sana kami foto kelas, selfie, dll. IMG_0557_edit (Large) Pagi berlalu, berubah menjadi siang. Mulailah kita meninggalkan Stone Garden dan beranjak pergi mengunjungi Guha Pawon. Lokasi dari Stone Garden ke Guha Pawon lumyan dekat, tidak perlu naik bus, tetapi cukup dengan berjalan kaki. Di sana kami disambut oleh pak Hendi selaku pembimbing kami selama di Guha Pawon. Saat masuk Guha Pawon banyak sekali kelelawar kurang lebih jumlahnya sampai 300 kelelawar. Dahulu di sana terdapat dua masa yaitu masa lautan dan masa hunian. Ternyata dahulu juga terjadi gempa tektonik dan terdapat tersir kala oligosen. Batu-batu di sini terbentuk saat di laut, Gua inilah yang termasuk batu tersebut diatasnya terdapat stalaktit dan dibawahnya terdapat stalakmit. Batu bisa menyerap air dengan pelan. Dr. lutfi memukan 4 kerangka manusia pada zaman dahulu diantaranya mesolitikum (pertengahan), neolitikum, dll. Siangpun berganti menjadi sore, setelah pak Hendi memberikan penjelasan serta ilmu yang diberikannya kami menikmati indahnya suasana di Guha Pawon dan melihat jendela pada gua tersebut. IMG_0649_edit (Large) Karena suasana sedang hujan maka kami tidak bisa berlama-lam di sini. Kami pun pulang dan sempet mampir juga ke masjid Al-Irsyad di Kota Baru Parahiyangan. Setelah itu kami pulang menuju sekolah kami tercinta yaitu SMP Al-Masoem. Alhamdulillah kami selamat, tidak ada kendala apa-apa. Inilah sejarah baru kami, suka duka kami, ilmu baru yang kami dapat hari ini tanggal 8 februari 2017 tak akan pernah terlupakan sampai malaikat merenggut nyawa kami.  
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

AMIK Al Ma’soem Resmi Berubah Menjadi STKOM Al Ma’soem
13 November 2017
AMIK – Akademi Manajemen Ilmu Komputer Al Ma’soem telah resmi berubah menjadi STKOM – Sekolah Tinggi Komputer Al Ma’soem setelah ...
Seminar Pendidikan di Australia
28 Oktober 2016
Yayasan Al Ma’soem Bandung menyelenggarakan seminar mengenai pendidikan di Australia pada Kamis (27/10). Bekerjasama dengan Australian Study dan ...
Pelatihan Karyawan Al Ma’soem
27 April 2016
Dengan semakin berkembangnya perkembangan teknologi yang ada saat ini, semakin mendukung seluruh aspek perkembangan masyarakat kita. Penggunaan teknologi ...
Tim Robotik SMP Al Ma'soem Kembali Raih Prestasi
17 Januari 2018
Jatinangor – KIR ASIC (Al Ma’soem Science Club) SMP Al Ma’soem Bandung membuka awal tahun 2018 ini dengan sederetan prestasi yang ...
Dampak Sosial dan Kriminal serta Moratorium UN
29 November 2016
Moratorium Ujian Nasional adalah langkah positif yang perlu memperoleh dukungan, pro dan kontra yang sudah lama berkembang selama ini sudah mulai terjawab. ...

Informasi Pendaftaran

Banner Pendaftaran
Banner Almasoem
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 0811224337
E-mail: info@masoem.com

 

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2018
All rights reserved
Scroll Top