Santri (custom)

Cara untuk Mengembangkan Karakter Santri di Pesantren Putri Al Masoem

Para guru dan pengajar di Pesantren Putri Almasoem memiliki cara untuk mengembangkan karakter santri di asrama. Dengan metode yang dilakukan untuk para peserta didik yang diamanahkan oleh para orang tua wali, diharapkan bisa menjadikan santri sebagai sosok yang berakhlak mulia, santun, dan tetap baik kepada siapa saja.

Cara Mengembangkan Karakter Santri di Pesantren Putri Al Masoem

Adapun beberapa upaya yang bisa dikembangkan dalam mengembangkan karakter baik para santri adalah sebagai berikut.

1. Mengembangkan Karakter Mandiri

Kehidupan di asrama akan membuat santri berpikir dan teredukasi secara pengalaman untuk hidup lebih mandiri. Mencuci pakaian sendiri, menyetrika baju sendiri, harus bisa membagi waktu untuk segala aktivitas, tentu akan membuat santri berpikir lebih baik dalam kemandirian.

Keseharian dan rutinitas di asrama dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan karakter santri di Pesantren Putri Almasoem dengan lebih baik. Budaya antri makan, antri mandi, dan tenggang rasa dengan sesama penghuni asrama lainnya akan menciptakan karakter menghargai dan simpati dari para santri.

2. Mengembangkan Karakter Leadership

Sekolah berbasis asrama adalah tempat yang baik untuk mengembangkan karakter leadership. Di dalamnya terdapat organisasi sekolah dan pesantren yang akan membuat para santri bisa belajar tentang kepemimpinan secara lebih nyata. Santri yang terpilih untuk menjabat akan diberikan kewenangan untuk bisa mengembangkan potensinya di bidang organisasi.

Dibantu dengan para pengajar dan ustazah, ini bisa menjadi bagian dari cara untuk mengembangkan karakter santri di Pesantren Putri Almasoem. Pendampingan akan dilakukan sembari para santri berupaya untuk memaksimalkan kemampuannya dalam mengurus sebuah organisasi kelompok, meski masih dalam lingkup yang kecil.

3. Mengembangkan Karakter Bertanggung Jawab

Sekolah berasrama atau sistem boarding school seperti Pesantren Putri Almasoem merupakan lokasi terbaik untuk bisa mengembangkan karakter bertanggung jawab pada anak. Mulai dari bertanggung jawab atas kebutuhannya sendiri, hingga pada tanggung jawab yang lebih besar seperti organisasi.

Adanya beragam pilihan kegiatan di sekolah adalah cara untuk mengembangkan karakter santri di Pesantren Putri dengan lebih baik, karena mereka akan fokus untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki. Hal ini tentu juga akan melatih tanggung jawab atas nilai dan kesempatan belajar yang telah diberikan sekolah kepada para santri.

4. Mengembangkan Karakter Sosial dan Memiliki Empati Tinggi

Almasoem juga mengajarkan para santri untuk tetap terlibat dalam kegiatan sosial di luar asrama. Hal ini akan membuat mereka lebih dekat dengan masyarakat, serta melatih jiwa sosial yang kerap diabaikan. Membentuk karakter satu ini memang tak bisa hanya dilakukan dalam satu malam. Harus berkesinambungan.

Menanamkan empati dan simpati bisa dimulai dari lingkungan keseharian mereka di asaram, di kamar, di sekolah, bahkan kepada guru dan pengajar. Simpati dan empati yang baik akan membuat siswa menjadi lebih stabil secara emosi.

5. Memberikan Contoh kepada Santri

Usaha dari pesantren kepada santri tak terbatas pada sistem pendidikan saja. Melainkan juga dengan kualitas sumber SDM dari pengajar dan ustazah yang akan menjadi pendamping para santri dalam menjalani keseharian di asrama. Contoh dan keteladanan dari para guru tentu akan menjadi salah satu hal yang akan dilihat santri.

Oleh karena itu, para guru dan pendamping di Pesantren Putri Almasom juga wajib menaati segala aturan yang telah dicanangkan. Ini adalah cara untuk mengembangkan karakter santri agar terbentuk secara naluriah dan tidak ada unsur keterpaksaan dalam menjalankannya.

6. Memberikan Fasilitas yang Mumpuni

Upaya selanjutnya yang bisa dikembangkan oleh Pesantren Putri Al Masoem yakni dengan menyediakan aneka fasilitas penunjang di sekolah dan asrama. Dengan terpenuhinya kebutuhan pokok para santri, tentu hal ini akan memudahkan mereka dalam belajar dan mengupayakan prestasi terbaik di bidang masing-masing.

  1. Mendukung segala prestasi santri

Sekolah yang baik adalah tempat yang bisa dijadikan sandaran untuk terus berkarya. Maka, Almasoem menjadikan segala hal yang ada di sekolah dan pesantren sebagai bagian dari langkah mencerdaskan calon generasi bangsa dan bisa mendukung prestasi yang ditorehkan.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan adanya pemberian beasiswa untuk para santri dan siswa yang bisa memenuhi syarat tertentu. Umumnya, siswa akan dibebaskan untuk pembayaran semester dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan prestasi yang ditunjukkan.

  1. Menyediakan asrama yang layak

Menyediakan asrama yang layak tentu menjadi salah satu bagian dalam memberikan hak santri dengan baik. Ketika hak mereka telah terpenuhi, maka cara untuk mengembangkan karakter santri di Pesantren Putri Almasoem akan disambut gembira. Asrama yang layak tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan kamar tidur, kamar mandi, akses yang mudah untuk berpindah dalam satu waktu, dan lainnya.

  1. Menyediakan hak pendidikan dan logistik yang baik

Tujuan para orang tua santri untuk menyekolahkan anaknya di Almasom tentu beragam. Namun, hal itu tak menjadikan asrama dan pesantren bisa bertindak semaunya. Pesantren wajib memberikan hak pendidikan dan hak logistik para santri sesuai dengan fasilitas awal yang disepakati bersama.

4. Pemberian Hukuman yang Setimpal dengan Perbuatan

Karena Almasoem merupakan salah satu lembaga pendidikan yang juga memiliki standar kurikulum dan aturannya sendiri, maka para santri wajib mengikuti segala hal yang menjadi aturan. Bila terjadi pelanggaran, maka harus bersedia mendapatkan hukuman.

Beruntung, di Al Masoem tidak memberlakukan hukuman fisisk, melainkan dengan sistem poin. Kesalahan dan poin yang diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Semakin besar kesalahan yang dilakukan, maka semakin besar pula poin yang akan Anda dapatkan.

Memaksimalkan cara untuk mengembangkan karakter santri di Pesantren Putri Almasoem akan membuat para orang tua wali bangga pada buah hati mereka. Jika karakter santri terbentuk dengan baik, maka hal ini tentu akan terbawa dalam kehidupan keseharian mereka selama di rumah, bukan?