Cara Guru Meminimalisir Perilaku Mencontek Pada Siswa

14 September 2021 | Dibaca : 133x | Oleh : Mohamad Ramdan
Cara Guru Meminimalisir Perilaku Mencontek Pada Siswa

Bentuk perilaku menyontek sering pada setiap tingkatan srata pendidikan bahkan terjadi di berbagai belahan negara, baik di Indonesia ataupun di negara-negara lain.  Perilaku menyontek merupakan hal yang sudah tidak asing lagi. Sejauh ini perilaku menyontek hanya diteliti berdasarkan data statistik dan konsep psikis, belum ada pandangan filosofis yang membedahnya.

Perilaku tersebut membuat pendidik perlu mencari solusi terbaik untuk mengatasinya. Menyontek biasanya dilakukan individu pada saat ujian berlangsung. Padahal ujian sebagai bentuk evaluasi hasil belajar, malah menjadi wahana untuk perilaku menyontek. Di Indonesia, menyontek dilakukan oleh banyak kalangan, bukan hanya pelajar, bahkan hingga guru, dosen, dan kalangan non akademis. Hal tersebut karena menyontek dianggap biasa dan wajar.

Padahal perilaku menyontek tidak termasuk dalam karakter falsafah bangsa kita. Jadi mau itu dianggap wajar sekalipun tetap perilaku tersebut harus di singkirkan. Karena akan merusak moral bangsa kedepannya.  Apalagi di era teknologi saat ini kecendrungan mencontek menjadi lebih besar dengan memanfaatkan smarthphone.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Baylor di Texas, Amerika Serikat menyatakan bahwa sekitar 60 persen mahasiswa dilaporkan telah kecanduan smartphone. Beberapa persen dari mahasiswa tersebut pun mengaku bahwa mereka merasakan kecemasan yang tidak biasa ketika harus berjauhan dari smartphone.

Penyebab menyontek tidak hanya itu di Indonesia dengan bergesernya makna dari hakikat belajar di masyarakat yang mana prestasi menjadi tujuan dari hasil pembelajaran, menjadikan banyak orang mencari cara alternatif yang instan untuk mendapatkan prestasi. Masyarakat tidak lagi memandang proses dari belajar itu sendiri, melainkan hasil konkret dari belajar berupa rangking, nilai yang tinggi, kelulusan, sampai keberhasilan untuk masuk ke sekolah atau perguruan tinggi favorit. Sehingga, menyontek dijadikan cara alternatif untuk mendapatkan semua itu.

Teknik menyontek terdapat dalam tiga kategori menurut Eric M. Anderman dan Tamera B. Murdock, yaitu memberikan atau menerima informasi, menggunakan materi yang dilarang atau membuat catatan, memanfaatkan kelemahan seseorang, prosedur atau proses untuk mendapatkan keuntungan dalam tugas akademik. Walaupun hingga saat ini masih banyak dari kaum terdidik dan pendidik diberbagai jenjang pendidikan di Indonesia yang belum tahu bahwa ada beberapa perilaku saat mengerjakan ujian atau membuat tugas yang masuk dalam ketegori menyontek, kemungkinan banyak yang belum sadar bahwa menyontek itu salah, keliru, dan jahat, bahkan masih banyak yang tidak tahu apa sebab yang membuat seseorang menyontek.

Pandangan Sekolah Terhadap Perilaku Mencontek

Bagi sekolah perilaku mencontek merupakan perilaku yang sangat tidak terpuji bahkan menurut Dir. Pendidikan Al Masoem mengungkapkan bahwa mencontek adalah bibit bibit dari koruptor, maka dari itu bagi kami lembaga Yayasan Al Masoem Bandung, perilaku mencontek adalah prilaku yang sangat kita minimalsir, bahkan sangat kami minimalisir. Bahkan denda atau Punishment bagi siswa yang ketahuan mencontek adalah dikembalikan kepada orang tuanya.

Perilaku mencontek juga adalah bukti kegagalan sekolah atau guru dan staff pengajar dalam memberikan edukasi terhadap siswa/i nya. Karena kalau guru memberikan pelajaran yang baik, dengan cara yang kreatif, dengan pendekatan yang lebih menyenangkan sehingga mudah dipahami siswa, perilaku mencontek ini bisa sangat diminimalisir.

Selain itu juga perilaku mencontek ini bukan budaya Al Masoem. Maka bagi kami, ketika ada siswa yang mencontek maka kami berikan pengarahan dan kami tanyakan apa yang tidak dipahami siswa sehingga siswa tersebut mencontek. Itu juga bisa menjadi bahan evaluasi bagi sekolah, bahwa kami akan lebih giat lagi memberikan Lokalatih terhadap guru, yang biasanya kami laksanakan setiap pergantian tahun pelajaran, menjadi akan lebih sering lagi.

Faktor Penyebab Siswa Mencontek

Perilaku mencontek disekolah merupakan bukti kegagalan guru dalam memberikan pelajaran kepada siswanya. Meskipun begitu ada beberapa faktor lain yang membuat siswa mencontek, seperti :

  • Adanya tekanan untuk mendapatkan nilai yang tinggi. 

Tekanan demi tekanan atau preassure pasti selalu dirasakan siswa, apa lagi jika ada beberapa guru/ orang tua yang kurang bijaksana dalam memberikan edukasi kepada siswa/i atau putra putrinya, seperti mewajibkan anak/siswa untuk mendapatkan nilai yang tinggi.

Rasa ketidakpuasan dari orang tua dan guru, serta tekanan dari guru agar siswa terhindar dari ramedial membuat penekanan penekanan terhadap siswa menjadi tinggi. Selain itu juga demi mendapatkan nilai di atas KKM yang telah ditentukan guru biasanya selalu memberikan tekanan kepada siswa agar berhasil mendapatkan nilai yang tinggi. Padahal faktanya, itu merupakan faktor ekstrenal yang dapat membuat siswa akhirnya tidak percaya diri dan akhirnya melakukan cara yang tidak layak seperti mencontek.

  • Keinginan untuk menghindari kegagalan.

Sudah menjadi sifat alami manusia untuk menghindari kegagalan, maka jalan paling mudah untuk menghindari itu adalah dengan membuat contekan atau bertanya kepada teman disaat ujian berlangsung. Padahal siswa yang bijaksana adalah mempelajari materi yang sudah diajarkan guru dan bertanya kepada guru dan teman lainnya yang lebih memahami materi tersebut dan anda lakukan latihan sendiri dirumah. Namun hal seperti itu akan sulit dilakukan jika siswa tersebut sudah terbiasa dengan sikap malas.

Dampak Negatif Siswa Menyontek

Perilaku mencontek akan berdampak buruk terhadap masa depan siswa, seperti dikutip dari berbagai jurnal, dapat saya simpulkan, berikut beberapa dampak negatif siswa mencontek :

  • Siswa menjadi malas untuk belajar

Kebiasaan mencontek membuat siswa jadi malas belajar, pola pikir yang berubah dari "nanti bagaimana" menjadi "gimana nanti" merupakan salah satu faktor kenapa siswa yang mencontek menjadi malas belajar. Karena mereka lebih memilih cara cepat dan lebih mudah yaitu mencontek.

  • Siswa menjadi lebih terbiasa berbohong

Mencontek adalah kegiatan yang tidak jujur begitu juga dengan kebohongan. Hasil contekan adalah hasil kebohongan yang anda dapatkan yang tidak bisa anda banggakan. Memiliki nilai tinggi yang tidak bernilai, membuat mereka yang mencontek akan merasa tidak memiliki prestasi apapun. Siswa yang biasa mencontek juga akan menjadi lebih terbiasa berbohong. Dan yang paling parah adalah, kebiasaan berbohong itu akan menjadi berakar akar. Karena prinsipnya satu kebohongan akan ditutupi dengan kebohongan yang lainnya. Dan itu akan terus menerus hingga akhirnya akan menjadi ribuan kebohongan yang berlanjut.

  • Siswa menjadi terbiasa menghalalkan segala cara

Dampak buruk dari perilaku mencontek adalah membuat siswa menjadi lebih memililih melakukan berbagai cara untuk menggapai apa yang mereka inginkan, bahkan jika itu menggunakan cara yang kotor. Dan kebiasaan ini akan berlanjut hingga dewasa yang dimana ketika seseorang sudah terbiasa melakukan hal yang kurang terpuji seperrti ini akan berdampak buruk, tidak hanya akan merugikan dirinya sendiri tapi juga akan merugikan orang lain.

  • Siswa menjadi ikut terlibat, sehingga perilaku mencontek bisa menular ke siswa yang lain

Dampak jangka pendek dalam perilaku mencontek adalah dapat menular kepada siswa lainnya. Perilaku mencontek yang diketahui oleh siswa lain yang iman nya kurang kuat dan melihat hasil sang pencontek tinggi, membuat mereka yang iman nya kurang kuat bakal ikut ikutan mencontek. Dan efek domino ini bukan hanya bualan belaka. Bahkan beberapa kasus, ada beberapa siswa yang memiliki nilai tinggi akan tetapi mereka merasa tidak percaya diri dengan hasilnya akhinrya mereka ikut melakukan perilaku mencontek, hanya demi "mensamakan" jawaban dari yang mereka punya dengan teman temannya.

  • Siswa menjadi tidak percaya dengan dirinya sendiri

Butterfly effect dari perilaku mencontek adalah siswa menjadi tidak percaya diri dengan dirinya sendiri. Rasa minder pasti akan terasa apa lagi bagi siswa yang hanya "menyamakan" jawabannya dengan jawaban teman teman lainnya. Perilaku ini juga dapat merusak mental siswa menjadi down.

Cara Guru Meminimalsir Perilaku Mencontek Pada Siswanya

Ada berbagai cara ayng dilakukan sekolah untuk meminimalsir perilaku mencontek kepada siswanya, terutama cara meminimalisir perilaku mencontek yang harus dilakukan guru kepada siswanya. Karena mau bagaimana pun guru merupakan tombak utama dalam pendidikan, dan gurulah yang langsung terjun ke medan pendidikan. Maka dari itu berikut beberapa cara guru untuk meminimalsir perilaku mencontek siswanya selama disekolah :

  • Jelaskan dampak buruk dari mencontek

Dengan berbagai macam pendekatan, guru/walikelas harus bisa menjelaskan dampak buruk dari perilaku mencontek. Karena mau bagaimanapun walikelas adalah orang tua kedua yang ada disekolah (pengganti orang tua) maka dari itu dengan memberikan edukasi tentang dampak buruk dari mencontek seharusnya walikelas harus lebih bisa dipahami dan lebih mudah diikuti oleh siswa/inya.

  • Menanamkan nilai nilai kejujuran kepada siswa

Menanamkan nilai nilai kejujuran kepada siswa merupakan hal yang sulit, tapi saya yakin dan percaya diri bahwa guru guru Al Masoem terutama guru yang terpilih sebagai walikelas di Al Masoem lebih mudah untuk memberikan atau menanamkan nilai nilai kejujuran kepada siswanya. Ada banyak waktu yang dapat dilaksanakan walikelas di Al Masoem dalam menanamkan nilai nilai kejujuran kepada siswanya. Yaitu pada saat KPAM atau jam dimana khusus walikelas memberikan edukasi kepada siswanya (biasanya dilaksanakan selama satu jam pelajaran dalam satu minggu) dan juga saat keputrian (pada saat siswa dan santri sedang melaksanakan shalat jum'at).

Menanamkan nilai nilai kejujuran kepada siswa secara rutin dapat membuat siswa berfikir lebih realistis apa lagi dampak mencontek yang sangat merugikan siswa itu sendiri dan orang lain dapat lebih dipahami siswa ketika mereka sudah memiliki nilai nilai kejujuran.

  • Memberikan soal dan pertanyaan atau memberikan sesi tanya jawab saat KBM berlangsung

Sebenarnya banyak Metode Pembelajaran yang dapat dilaksanakan oleh guru. Namun tetap sebagai seorang guru dan staff pengajar, sudah selayaknya jika setiap KBM berlangsung guru memberikan sesi tanya jawab jika ada siswa yang tidak paham akan materi yang mereka bahas. Tentu hal ini sudah sering dilaksanakan di Al Masoem, namun ada beberapa murid yang introvert yang dimana mereka lebih menurup diri dan lebih malu untuk bertanya secara langsung. Sebagai guru yang bijaksana, sudah selayaknya anda memberikan waktu luang anda untuk memberikan edukasi kepada siswa introvert yang malu untuk bertanya didepan teman temannya.

Maka dari itu berilah waktu kepada mereka yang introvert untuk menanyakan kepada anda secara langsung disaat jam KBM selesai. Tapi perlu anda garis bawahi, setiap guru di Al Masoem dididik dan diberikan SOP untuk bisa memberikan edukasi kepada siswa yang seperti ini, tentu saja tanpa memandang rendah siswa yang tidak paham pada sekali edukasi. Karena pada dasarnya, setiap guru Al Masoem selalu dilatih untuk bisa lebih sabar menghadapi berbagai macam siswa yang ada di Al Masoem. Dan menariknya lagi, tidak ada satupun guru Al Masoem yang bisa memandang rendah siswa, jika memang ada. Kami sebagai lembaga sekolah akan memberikan skors atau punishment kepada guru yang melakukan hal tidak terpuji seperti itu.

  • Memberikan pujian kepada hasil yang diraih siswa meskipun belum memenuhi standar

Pujian meskipun ungkapan terimakasih atau kata selamat merupakan hal yang sangat bisa membuat seseorang bahagia. Apalagi jika pujian bisa berupa reward semua orang pasti akan sangat bahagia. Pujian ini selain dapat meningkatkan imun kebahagiaan seseorang juga dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk menggapai sesuatu yang lebih tinggi lagi, mungkin itu adalah beberapa alasan kenapa di Al Masoem setiap pencapaian siswa pasti akan mendapatkan reward. Karena itu adalah tanda terima kasih dari sekolah atas pencapaian siswanya.

Memberikan pujian kepada hasil yang diraih siswa meskipun belum memenuhi standar merupakan cara bijak dari walikelas untuk meninggikan motivasi siswa agar mereka bisa menggapai hal yang lebih tinggi lagi. 

  • Jadilah guru yang tegas

Menjadi guru atau walikelas yang tegas, tegas disini bukan berarti galak atau kasar. Tapi lebih tegas dalam mendidik siswa seperti menjauhkan tempat duduk atau menyingkirkan segala catatan dan gadget saat ujian berlangsung.

Selain itu juga jangan pilih kasih terhadap siswa yang melakukan aksi pencontekan, jika ingin memberikan pelajaran kepada siswa, cukup ambil kertas ujiannya dan jangan biarkan siswa ikut ujian pada saat itu, maka siswa akan jera untuk melakukan aksi pencontekan lagi.

Fenomena menyontek ini harus segera di entaskan agar manusia atau warga Negara Indonesia bisa kembali ke hitohnya sesuai dengan karakter falsafah bangsa yang memiliki integritas yang tinggi dengan cara pemerintah mensosialisasikan dan mengedukasi bersinergi dengan semua lapisan masyarakat untuk membimbing baik dalam pendidikan formal maupun informal, menjadikan perilaku menyontek adalah hal yang memalukan.

Dengan hal tersebut diharapkan perilaku mencontek akan sedikit-demi sedikit hilang agar perilaku sumber daya manusianya bermartabat guna menyongsong kemajuan peradaban yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur falsafah bangsa.

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

18 Februari 2017
SD Al Ma’soem kembali menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Olimpiade Sains Kuark untuk siswa/siswi tingkat sekolah dasar. Tercatat sekitar 246 orang murid sekolah dasar yang berasal dari 7 sekolah di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi dan Sumedang mengikuti babak penyisihan ...
Sistem Libur Siswa di Al Masoem
12 Februari 2021
Almasoem.sch.id,- Sekolah Fullday School dari jam 7 sampai Ba'da Ashar, Lanjut Pelajaran Keagamaan dari Fiqih Tahfidz, Tahsin dan kitab Kuning dari ...
28 Februari 2017
JATINANGOR – Salah satu sarana untuk mengasah kreativitas dan inovasi para peserta didik adalah dengan menyediakan fasilitas pengembangan minat, bakat dan potensi melalui kegiatan ekstrakurikuler. Di Yayasan Pendidikan Al Ma’soem untuk membentuk peserta didik yang kreatif, inovatif, mandiri, ...
3 November 2016
Pesantren Siswa Al Ma’soem – Divisi Kesantrian Pesantren Siswa Al Ma’soem (PSAM) bersama dengan Konselor Yayasan Al Ma’soem Bandung, selama beberapa hari kemarin menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Bimbingan Konseling Kelompok untuk para wali santri PSAM. Kegiatan ...
Prestasi siswa AL Masoem
16 Februari 2021
Almasoem.sch.id,- Bahasa Inggris adalah bahasa semua keilmuan; sains, penerbangan, komputer, diplomasi bahkan pariwisata. Berdasarkan fakta tersebut, ...

Informasi Pendaftaran

podcast bu dewi
PCS 2022/2023
png
SMP SMA
sd
tk

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang

Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448
info@masoem.com

 0811224337 (Ayi Miraz)
 081122700227 (Humas/Kantor)
 08112194421 (Sri Hanipah)

 

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2021
All rights reserved
Scroll Top