Boarding School - Sebuah Alternatif Di Era Globalisasi

1 April 2015 | Dibaca : 2081x | Oleh : admiral
Oleh: Ani Sopyani Apa itu boarding school (sekolah berasrama)? Seiring dengan perkembangan jaman, saat ini terdapat banyak pilihan bagi para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Mulai dari sekolah formal, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah atau yang lebih dikenal dengan sekolah negeri, maupun sekolah-sekolah swasta yang berada dibawah naungan yayasan tertentu, hingga sekolah non formal(informal) seperti kursus, sekolah kesetaraan ataupun home schooling. Dan diantara banyaknya pilihan sekolah tersebut, ada sekolah yang menggabungkan antara pendidikan formal dan informal sekaligus, yaitu sekolah berasrama atau yang lebih populer dengan sebutan Boarding School. Sekolah berasrama(boarding school) ini, pada umumnya dilaksanakan oleh sekolah-sekolah swasta. Apakah yang dimaksud dengan boarding school tersebut? Berdasarkan Oxford: Advanced Learner’s Dictionary, Boarding school is a school where some or all of the pupils live during the term yang berarti bahwa sekolah berasrama adalah sekolah yang beberapa atau seluruh siswanya tinggal di lingkungan sekolah selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam istilah bahasa Indonesia, sekolah berasrama ini telah lama dikenal dengan nama pesantren atau pondok. Bagaimanakah boarding school itu? Lantas, seperti apakah boarding school(sekolah berasrama) tersebut? Secara fisik bangunan, boarding school sedikit berbeda dengan sekolah formal. Pada umumnya, mereka menyediakan gedung khusus sebagai tempat tinggal bagi para siswa yang memilih untuk tinggal di lingkungan sekolah selama proses pembelajaran, yang biasa dikenal dengan nama “asrama” atau “pemondokan”yang  lokasinya tidak terlalu jauh dari gedung sekolah. Fasilitas gedung yang disediakan sebagai tempat tinggal siswa ini, biasanya disesuaikan dengan visi dan misi boarding school tersebut. Ada boarding school yang menyediakan gedung pemondokan yang berupa bangsal dengan fasilitas pendukung  seadanya. Pada boarding school semacam ini, para siswa biasanya tinggal dalam satu ruangan yang cukup luas secara bersama-sama, bahkan bisa terdiri lebih dari sepuluh orang siswa. Dan fasilitas lain yang disediakan pun pada umumnya digunakan bersama-sama oleh seluruh penghuni pondok.  Ada pula boarding school yang menyediakan gedung pemondokan yang representatif dengan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk kenyamanan, kelancaran serta keberhasilan belajar para siswanya. Boarding school model ini biasanya menempatkan tidak lebih dari enam orang siswa dalam satu kamar dengan fasilitas tempat tidur, lemari dan meja belajar masing-masing bagi tiap siswa serta dilengkapi dengan toilet di dalam kamar. Sementara fasilitas pendukung lainnya berupa penyediaan ruang kesehatan, ruang makan, aula, hingga mini market dan ruang multi media yang dilengkapi jaringan internet. Secara pelayanan pendidikan, boarding school (sekolah berasrama) pada umumnya adalah sekolah yang selain memberikan fasilitas pendidikan formal seperti sekolah-sekolah lainnya, juga menyediakan pendidikan plus atau tambahan bagi para siswanya, terutama bagi mereka yang tinggal di asrama/pondok. Dan seperti halnya fasilitas gedung, fasilitas pendidikan tambahan yang ditawarkan pun berbeda-beda. Ada yang menyediakan pendidikan plus yang hanya menunjang bidang akademis sekolah formal saja, ada yang memberikan pendidikan tambahan bidang keagamaan saja. Namun demikian, ada pula boarding school yang menyelaraskan pemberian pendidikan tambahan antara bidang akademis dan keagamaan serta tambahan-tambahan lainnya, seperti tambahan dalam bidang seni dan olah raga. Masih dalam hal pelayanan pendidikan,  ada sekolah berasrama( boarding school) yang menyediakan tenaga pengajar yang sama antara pengajar sekolah formal dan pengajar tambahan di pondok, dengan kata lain, para pengajar sekolah formal juga merangkap sebagai pengajar di pondok. Namun ada juga sekolah berasrama yang secara profesional membedakan antara pengajar di sekolah formalnya dengan pengajar di pondok. Masing-masing model pelayanan pendidikan dalam hal ketenaga-pengajaran memiliki kelebihan. Pada model boarding school yang pengajarnya merangkap antara pengajar sekolah formal dan pondok, memiliki kelebihan dalam hal interaksi antara pengajar dan para siswa yang lebih intens karena guru berada bersama-sama dengan siswa selama hampir 24 jam atau sehari semalam. Sementara itu, pada boarding school yang pengajarnya terpisah antara pengajar sekolah formal dan pondok, memiliki kelebihan dalam hal keprofesionalisme-an serta kefokusan pengajar pada tugasnya masing-masing sehingga para siswa dapat terlayani dengan lebih baik, optimal, dan profesional. Mengapa boarding school? Sistem layanan pendidikan sekolah-sekolah berasrama(boarding school), baik dari segi fasilitas pendidikan mau pun dari segi lingkungan sekolah, menawarkan alternatif lain bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka di jaman globalisasi saat ini. Seperti kita ketahui bahwa di era globalisasi, kemajuan teknologi dan informasi  selain membawa dampak positif, juga memberikan pengaruh-pengaruh negatif dalam segala bidang, terutama dalam tatanan kehidupan sosial budaya.  Tatanan kehidupan sosial budaya yang terjadi di masyarakat saat ini sudah sangat mengkhawatirkan bagi para orang tua, terutama mereka yang memiliki anak remaja. Hal tersebut dapat diidentifikasi dari maraknya berita tentang para remaja yang melakukan tindakan-tindakan kekerasan seperti tawuran antar sekolah, pemerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh  geng motor, hingga remaja-remaja yang melakukan pergaulan bebas, yang diindikasikan dengan tingginya tingkat aborsi dikalangan muda-mudi. Kenyataan ini, sedikit banyak, telah menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi para orang tua, terutama yang  berkarier di luar rumah sehingga mereka tidak memiliki cukup waktu untuk mengawasi putra-putrinya.  Sementara itu, menurut teori perkembangan manusia, pada masa remajalah seseorang mengalami tahapan perubahan pola pikir dan tingkah laku yang cukup ekstrem dan yang akan menentukan kehidupannya di masa yang akan datang. Perubahan pola pikir dan tingkah laku ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat mereka bergaul, terutama teman-teman sebayanya.  Maka, kehadiran sekolah-sekolah berasrama dengan berbagai fasilitas pendidikan yang dimiliki menjadi jawaban bagi kekhawatiran sebagian orang tua ini. Dengan memilih sekolah berasrama, para orang tua dapat menjamin bahwa anak-anak mereka selain memperoleh pendidikan, juga terawasi dan terkontrol dengan baik karena mereka tinggal dan bergaul dilingkungan yang kondusif. Bahkan, melalui berbagai fasilitas plus yang ditawarkan oleh sekolah-sekolah berasrama, anak-anak mereka akan dapat menyalurkan bakat dan minatnya dengan lebih baik. Tidak hanya itu, siswa-siswi yang bersekolah di sekolah berasrama dan notabene tinggal berjauhan dengan orang tua mereka, secara tidak langsung dilatih untuk dapat hidup mandiri. Mereka dituntut untuk dapat melakukan dan menyelesaikan pekerjaan mereka sendiri, setidaknya untuk melakukan hal-hal kecil namun bermanfaat bagi kehidupannya kelak, seperti: menjaga kebersihan dan kerapihan kamar, tempat tidur serta lemari; mengatur jadwal kegiatan harian mereka secara mandiri; menjaga dan bertanggung jawab terhadap barang-barang yang mereka miliki hingga bagaimana mereka terampil dalam mengelola uang jajan. Siswa-siswi yang tinggal di asrama juga belajar bagaimana untuk bersosialisasi dengan teman-teman sekamar, mau pun teman-teman seasrama yang tentunya berasal dari daerah berbeda dengan latar belakang yang berbeda pula. Proses sosialisasi yang dilakukan pasti tidak akan  sama jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan keluarga. Ketika tinggal bersama orang tua dan keluarga, siswa-siswi tentunya akan memperoleh perlakuan yang istimewa sebagai anak. Sebagai contohnya, orang tua atau sanak keluarga akan dengan mudah memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh anak mereka, dengan atau tanpa permintaan maaf dari sang anak. Begitupun jika sang anak sedang dalam keadaan tidak stabil secara emosional (istilah gaulnya, sedang galau atau bete), keluarga, tanpa diminta, akan memaklumi keadaan tersebut. Namun tidak  demikian halnya dengan kehidupan di lingkungan asrama. Setiap individu harus mau dan mampu memberikan pengertian kepada orang lain terlebih dahulu sebelum menuntut pengertian untuk dirinya sendiri. Sehingga secara tidak langsung, mereka yang tinggal di asrama akan belajar bagaimana mengelola dan menempa kestabilan emosional mereka yang pada akhirnya akan berdampak kepada kematangan kepribadian. Dan melalui keberagaman latar belakang yang para siswa dapatkan di lingkungan asrama, maka pengetahuan dan kemampuan beradaptasi siswa pun akan lebih baik. Demikianlah mengapa boarding school (sekolah berasrama)menjadi alternatif yang tepat bagi para orang tua untuk memberikan pendidikan yang lebih baik, berkualitas dan optimal bagi anak-anak mereka di era modern ini. Selain fasilitas pendidikan, pengawasan dan pengontrolan serta lingkungan yang kondusif, pengembangan kecakapan(skill) dan kepribadian(personality) siswa-siswi pun akan lebih terasah dan terarahkan sehingga diharapkan mereka akan menjadi seorang yang siap dan mampu menghadapi segala tantangan jaman di masa yang akan datang.
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Pelatihan Kurtilas Pengajar SMA Al Ma’soem
25 Juli 2016
Jatinangor – Sabtu (23/7) kemarin dalam rangka untuk menyambut tahun ajaran baru 2016/2017 bertempat di ruang seminar Al Ma’soem Bandung, para guru ...
Pembukaan Piala AMIK 2017
23 April 2017
Yayasan Al Ma’soem Bandung melalui BEM AMIK dan STIBANKS Al Ma’soem kembali menyelenggarakan program kegiatan tahunan untuk mendukung perkembangan minat, ...
SMA Al Ma'soem Selenggarakan UTS Semester Genap
27 Februari 2017
Selama satu pekan kedepan SMA Al Ma’soem akan menyelenggarkan Ujian Tengah Semester tahun pelajaran 016/2017 bagi seluruh peserta didiknya. Menurut Wakil ...
Komunitas Pengajar Al Ma'soem Ikuti Latihan Tahfidz
13 Desember 2017
Jatinangor – Yayasan Al Ma’soem Bandung hari ini melangsungkan Pelatihan (TOT) Menghafal Al Qur’an Metode Tikror dengan pemateri; Master ...
201 Pelajar SD Ikuti Semi-Final Olimpiade Sains KUARK 2018 di SD Al Ma'soem
2 Mei 2018
Jatinangor – Setelah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2018 babak penyisihan pertama, SD Al Ma’soem Bandung kembali ...
MEssa
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top