Benarkah Bumi Itu Datar?

5 September 2019 | Dibaca : 38x | Oleh : Bilal M. Ramdan
Benarkah Bumi Itu Datar?

Ilmu pengetahuan,- sudah lama perdebatan tentang bumi datar dan bumi bulat. bahkan yang lebih lucu lagi ada pendukung Fanatik bumi datar yang berkata bahwa bumi itu berbentuk seperti donat (mungkin dia suka makan d*nkin) dan itu membuat saya sendiri hanya bisa menggaruk garuk kepala karena bingung. sebelum ke inti bahasan mari kita menelaah sedikit tentang sejarah mengapa ada teori konspirasi tentang "Flat Earth".

jadi awal cerita pada abad ke-19 seorang yang bernama Samuel Birley Rowbotham. Salah satu percobaan yang dilakukan oleh Rowbotham adalah Bedford Level Experiment di tahun 1838, Bedford adalah nama sebuah sungai di Norfolk Inggris. Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan apakah bumi bener-bener bulat seperti bola dan untuk menentukan dimana batas jarak lengkungan bumi (curvature). Di sungai Bedford terdapat saluran air yang panjang panjang banget dan lurus, tiap 6 mil (9.7 km) terdapat jembatan. Jika Bumi bulat, maka perahu di salah satu jembatan ga akan terlihat di jembatan satunya. Berdasarkan para ahli yang mengatakan bahwa total keliling bumi adalah 25.000 mil, seharusnya dalam jarak 6 mil (9.7 km) sudah ada lengkungan (curvature).

Rowbotham mencoba melihat kapal setinggi 5 kaki menggunakan teleskop yang setinggi 8 inch yang ditaruh di atas air sungai Bedford. Setelah kapal tersebut melewati jarak lebih dari 6 mil (9.7 km), ternyata kapal tersebut masih bisa terlihat dengan jelas melalui teleskopnya. Harusnya kalau emang benar bumi itu berbentuk bulat ga mungkin donkkapal tersebut yang sudah melewati jarak 6 mil masih bisa terlihat walaupun pakai teleskop karena sudah berada di balik lengkungan bumi. Rowbotham pun menerbitkan buku yang berjudul Zetetic Astronomy: Earth Not a Globe  yang menyatakan Bumi merupakan piringan datar yang berpusat di Kutub Utara dan dibatasi sepanjang tepi selatannya oleh dinding es, Antartika, dengan Matahari dan bulan berada 3.000 mil (4.800 km) di atas permukaan Bumi. (sumber zenius.net) nah dari seseorang yang bernama Rowbotham itu lah akhirnya "flat earth" menjadi sebuah komunitas yang mempercayai teorinya. 

jauh dari ilmu pengetahuan yang selama ini kita pelajari di sekolah mari sedikit berlogika bahwa "flat earth" itu hanya ilusi dari kesalahan seorang Rowbotham dalam mengungkapkan teorinya. dan berikut adalah fakta dari logika bahwa pada dasarnya bentuk bumi itu seperti makanan favorit kita yaitu "Bakso".

1. Jika Bumi itu datar pasti ada seseorang yang menemukan "ujung Dunia"

ada yang pernah menonton film "the god must Be crazy?" tokoh utamanya yang bernama XI seorang pedalaman ingin mencari ujung dunia untuk membuang benda "jahat"  yang ia temukan di dekat pemukimannya. dari cerita itu dapat dipahami bahwa Xi berhasil menemukan "ujung dunia" itu. tetapi jika menelaah lebih jauh "ujung Dunia" yang Xi temukan itu hanya ujung dari sebuah jurang bukan ujung bumi. nah sedikit berlogika jika misalkan memang bumi itu datar? dengan dua kutub sebagai ujung dari bumi tersebut maka pernahkah ada seseorang penjelajah yang pernah menemukan ujung bumi? jawabannya dari semua buku sejarah yang pernah saya baca tidak ada. dan itu membuktikan bahwa bumi itu seperti bakso !!

2. Jika Bumi datar yakinlah air laut akan akan terkuras habis dan berjatuhan di ujung Bumi

mari sedikit memutar otak kiri dan sedikit berlogika. bayangkan jikalau ada ujung dunia maka air laut akan tumpah disetiap ujungnya. ok komunitas Flat earth berkata "air tidak akan berjatuhan karena adanya gravitasi dari bumi. OK, sekarang sediktit melihat ke prinsip dan sifat air, air akan mengalir ke tempat yang lebih rendah dan itu sudah pasti. meskipun ada gravitasi yang menarik air akan tetap mengalir karena itlah sifat dasar air. dan bayangkan jika bumi memang datar maka air laut akan habis terkuras. kecuali memang ada sumber air yang menghasilkan air laut dan itu pun masih belum bisa di buktikan secara ilmu pengetahuan.

3. Jika Bumi datar maka tidak akan ada pasang surut air laut dan juga tidak akan ada gerhana bulan maupun matahari

gerhana bulan/matahari terjadi karena ada persimpangan antara bulan dengan matahari. dimana posisi mereka sama dan segaris lurus. nah para komunitas flat erath memiliki prinsip bahwa di flat eatrh matahari dan bulan itu saling bergantian menynari bumi. logikanya bulan dan matahari mengelilingi bumi kita yang datar sehingga tidak akan ada persimpangan seperti demikan. maka tanpa ada persimpangan seperti itu dapat diartikan bahwa gerhana tidak akan terjadi.

4. Tidak akan ada zona waktu 

Zona waktu terjadi sebagai akibat dari cahaya matahari yang menyinari bagian bumi. Karena bumi bentuknya bulat, maka matahari ga bisa nih nyinarin semua permukaan bumi secara bersamaan, mesti gantian. Akibatnya tiap daerah punya waktu yang berbeda-beda di saat yang bersamaan. Hal ini cuma bisa dijelaskan apabila bumi berbentuk bulat.

5. Gravitasi akan menarik semua benda ke pusatnya

Nah ini yang paling lucu, bayangkan jika bumi memang datar. maka pusat bumi adalah ditengahnya. lalu apa yang terjadi dengan kehidupan kita? nah jika memang bumi datar maka tidak akan ada sepak bola, tidak akan ada olah raga basket dan olah raga bola bola lainnya. alasannya cukup simpel jika pusat gravitasi memang berada di inti bumi (tengah) dan sepak bola berada di negara sebelah selatan inti bumi maka bola yang ditendang ke arah gawang sebelah selatan akan kembali terus ke inti bumim (ke arah barat) dan akan terus seperti itu. logikan lainnya jika kita sedang makan bakso dan bakso kita jatuh maka dia tidak akan jatuh ke bawah melainkan akan menggelinding terus ke pusat bumi. begitu juga dengan main kelereng dan lain sebagainya.

nah pada dasarnya setiap manusia memiliki hak untuk mencetuskan sebuah teori. namun teori flat earth merupakan teori yang tidak bisa di ambil oleh logika manusia. teori ini juga bertnentangan sangat jauh dengan ilmu pengetahuan kita selama ini. sedikit menambahkan tentang cerita Rowbotham. 

Tahun 1870, salah seorang pendukung fanatik Flat Earth, John Hampden, mengadakan taruhan buat siapa aja yang bisa membuktikan bumi bulat dan mematahkan hasil Bedford Experiment, dengan iming-iming hadiah $500. Kalo dihitung pake inflation calculator, maka uang $500 di tahun 1870 setara dengan uang $9457 di tahun 2015. Uang $9457 kalo dirupiahkan dengan asumsi kurs dollar Rp13.000 jadinya senilai Rp122.941.000. Banyak juga ya?

Alfred Russel Wallace yang merupakan penulis buku “The Malay Archipellago” dan kita kenal sebagai ilmuwan Biologi & eksplorer yang revolusioner sebagai salah satu penggagas teori evolusi (bersama Charles Darwin) pun tertarik dengan taruhan tersebut. Jika lo inget pelajaran IPS SD tentang garis Wallace dan garis Weber, yang dimaksud Wallace adalah Alfred Russel Wallace ini. Saat itu profesi scientist masih sangat langka, ga seperti sekarang. Hasil royalti buku Wallace dan penjualan beberapa koleksi burung tropis dan kupu-kupu yang dia kumpulkan selama petualangannya ga memberikan pemasukan yang memadai. Berbeda dengan Darwin yang berasal dari keluarga yang berada, Wallace berasal dari keluarga yang biasa-biasa aja. Oleh karena itu Wallace memutuskan buat ikutan taruhan itu karena pikirnya bisa dapet duit secara gampang sekaligus berharap “may stop these foolish people”.

Kekeliruan dari percobaan Rowbotham tidak menghitung pembiasan cahaya oleh uap air laut yang pasti terjadi ketika temperatur sangat tinggi. Mengingat percobaan ini dilakukan saat musim panas, maka penguapan air laut pasti terjadi, dan akibatnya adalah pembiasan cahaya (pembelokan cahaya) oleh uap air laut. (By the way, lo bisa tonton video tentang pembiasan optik di zenius.net)

Karena Wallace adalah ilmuwan beneran yang tau tentang hal tersebut, dia memastikan untuk menghindari efek pembiasan cahaya oleh uap air laut. Maka dia melakukan percobaan yang sama tetapi pada ketinggian titik pengamatan 4 meter. Hasil dari percobaan ini membuktikan bahwa bagian bawah kapal menghilang, hasil yang berlawanan dengan yang diperoleh pada awal eksperimen Rowbotham. Hasil ini diakui oleh juri yang membuat Wallace memenangkan taruhan ini. Di kemudian hari eksperimen yang sama telah dilakukan oleh orang lain dan memberikan hasil sesuai dengan eksperimen Wallace. (sumber zenius.net) 

nah percayakan bahwa bumi kita itu berbentuk seperti Bakso? 

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

4 Siswa SMP Al Ma'soem Raih Juara di Kejuaraan Taekwondo Nasional
18 September 2018
Peserta didik SMP Al Ma’soem yang tergabung dalam tim taekwondo kembali menorehkan prestasi yang gemilang dalam kejuaraan taekwondo, tidak ...
Comming SOON Al Ma'soem Islamic Fair On October 2019
20 September 2019
Menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2019 mendatang, para santri Pesantren Siswa Al Ma’soem (PSAM) memperingatinya dengan ...
3 Taekwondoin SMP Al Ma'soem Raih Prestasi di Kejuaraan Tingkat Jabar
10 Oktober 2018
Peserta didik SMP Al Ma’soem yang tergabung dalam tim taekwondo kembali menorehkan prestasi yang gemilang dalam kejuaraan yang mereka ikuti, kali ini ...
PKM UNPAD di SD Al Ma'soem
19 Agustus 2016
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (FIKOM – UNPAD) pada Jum’at (19/8) mengadakan program kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD ...
Mengenal Budaya Bangsa di Culture Days SD Al Ma'soem
14 Desember 2016
Yayasan Al Ma’soem Bandung (13/12) – Mengawali minggu selepas menghadapi Ujian AKhir Sekolah (UAS) Semester I tahun ajaran 2016/2017, para peserta didik ...
Messa
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top