Belajar Bagian dari Proses Hidup

27 Maret 2015 | Dibaca : 582x | Oleh : admiral
Oleh: Siti Suwarni BELAJAR..apa sih itu? Banyak orang yang langsung alergi mendengar kata “belajar” terutama pelajar, ibarat mendengar sesuatu yang menakutkan, menjemukan dan  harus dihindari. Seakan belajar adalah hantu yang menakutkan, mengerikan dan juga membosankan. Kok bisa ya?   Belajar, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah usaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu. Belajar juga berarti berubahnya tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Jadi intinya proses belajar itu menyebabkan adanya perubahan tingkah laku. Kalau begitu, berarti belajar adalah bagian dari proses yang berlangsung seumur hidup dan tidak terbatas hanya pelajaran-pelajaran sekolah saja tapi seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Lantas kenapa  banyak siswa yang langsung  antipati jika disuruh belajar? Apakah ada yang salah dengan pola asuh, pola pendidikan dan pemikiran selama ini?   Yuk kita coba lihat apa yang terjadi disekitar kita. Tanpa sadar pendidikan/ proses belajar yang berlangsung selama ini cenderung mengarah pada pencapaian nilai semata yang berorientasi pada kelulusan seorang siswa dan juga sedikit kecenderungan mengabaikan aspek kecerdasan pelajar dalam hal sosial, seni,  olah raga dan keterampilan. Padahal sejatinya  setiap pelajar  adalah individu unik yang dilahirkan dengan bakat dan kemampuan yang berbeda.   Ada satu fenomena yang berkembang tanpa disadari yaitu jika seorang pelajar tidak pintar pada mata pelajaran “tertentu” maka ada penghakiman bahwa pelajar tersebut “bodoh”, sehingga pelajar dipaksa untuk belajar mata pelajaran tersebut berjam-jam walau mereka terlihat tersiksa. Padahal keberhasilan seorang pelajar dalam kehidupannya nanti tidak hanya ditentukan bisa atau tidaknya dia menguasai mata pelajaran “tertentu” itu, tetapi lebih pada bagaimana dia bersosialisasi dengan orang lain, memiliki sikap dan prinsip hidup yang baik serta kemampuan dan keterampilan dalam menghadapi dan mengatasi setiap masalah yang terjadi dalam kesehariannya. Kondisi seperti ini  akhirnya menyebabkan seorang anak yang sebenarnya memiliki bakat dan kemampuan dibidang seni, olahraga, dan keterampilan tertentu tapi karena mereka dipaksa untuk duduk berjam-jam mempelajari pelajaran “tertentu” sehingga yang terjadi bukan hasil yang baik tapi timbulnya persepsi yang salah tentang belajar itu sendiri. Parahnya tidak hanya disekolah mereka menerima hal ini, di rumah pun kondisi tidak jauh berbeda. Banyak orang tua yang menilai anaknya cerdas atau tidak hanya berdasar pada nilai nilai pelajaran tertentu. Kalau sudah begini siapa yang bisa disalahkan? (Dalam hal ini bukan berarti pelajaran “tertentu” itu tidak penting, tapi kemampuan dalam penguasaan pelajaran “tertentu” itu hanya salah satu aspek kemampuan pelajar. Jadi jika anak tidak pintar di satu mata pelajaran “tertentu” bukan berarti mereka tidak  memiliki kecerdasan pada aspek lainnya. )   Keberhasilan suatu proses belajar tidak hanya tergantung pada kemampuan seorang pelajar, banyak faktor yang bersifat menyeluruh, karna itu adanya kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan juga masyarakat sekitar sangat dibutuhkan.   Mengacu pada belajar adalah perubahan tingkah laku dan berlangsung seumur hidup, berarti belajar tidak hanya dilakukan di sekolah tapi bisa terjadi dimana saja dan apa yang dipelajari pun bisa bermacam-macam tergantung tujuan dan minat. Tentu saja proses belajar akan berhasil lebih maksimal jika apa yang dipelajari sesuai dengan minat.   Untuk itu marilah kita bersama-sama mencoba berpikir lebih bijak dalam menghadapi kemampuan setiap pelajar yang berbeda, sehingga bisa meminimalisir terjadi kesalahan persepsi tentang “BELAJAR”.
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Everyday is English Day
14 Januari 2016
This is 2016, the year where the AEC (ASEAN Economic Community) is supposed to start to roll. This is the year where every member of ASEAN will engage in a ...
SMA Favorit di Bandung
18 Maret 2015
Oleh: Ir. Tonton Taufik, MBA SMA Favorit di Bandung – sebagai orang tua, pastilah kiranya kita menginginkan putra putri kita mendapat semua hal terbaik, ...
LDKS SMP Al Ma'soem: Latih Kemandirian & Kepemimpinan
27 November 2016
Yayasan Al Ma’soem Bandung, Sabtu (26/11) – SMP Al Ma’seom menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS dan MPK bagi para peserta ...
Seminar Pendidikan di Australia
28 Oktober 2016
Yayasan Al Ma’soem Bandung menyelenggarakan seminar mengenai pendidikan di Australia pada Kamis (27/10). Bekerjasama dengan Australian Study dan ...
Silaturahmi Jokowi ke Kampus Al Ma’soem
8 Agustus 2016
Jatinangor – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri untuk melaksanakan kunjungan ke Yayasan Al Ma’soem Bandung disela-sela ...
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top