Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Ada banyak sumber informasi yang berlimpah untuk membantu orang tua dan anak-anak mereka yang ingin sekolah di pondok pesantren untuk bersiap meninggalkan rumah. Salah satu sumbernya menyatakan bahwa banyak daftar hal-hal yang harus dibahas oleh orang tua dengan anak mereka jauh sebelum masa sekolah dimulai, termasuk tips berikut yang telah disederhanakan:
Kehidupan di pondok akan menjadi pengalaman yang sangat berbeda. Anak muda perlu menyadari bahwa sebagai siswa ia akan tinggal bersama dengan siswa lainnya dan melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang diperlukan bersama-sama. Siswa perlu menyadari bahwa dia pasti akan tinggal dan belajar dengan kelompok siswa lain.
Meskipun siswa mungkin sudah menyadari bahwa hidup di pondok pesantren cenderung terstruktur dan disiplin, akan sangat membantu sekali jika dia menyesuaikan diri merubah gaya hidupnya sebelum sekolah dimulai. Masa transisi yang dilakukan di awal akan memudahkan siswa beradaptasi. Misalnya, bangun lebih awal dari biasanya, makan pada waktu tertentu, merencanakan dan mengemas barang-barang yang dibutuhkan untuk keesokan harinya. Mengadopsi aktivitas kebugaran fisik yang konsisten sejak dini juga akan membantu.
Sebelum siswa berangkat ke pondok pesantren, ia harus mempelajari dan mempraktikkan tugas dan fungsi tertentu yang merupakan bagian dari hidup mandiri. Misalnya, merapikan tempat tidur sendiri setiap pagi, mengatur waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas adalah beberapa fungsi yang paling baik dipelajari sejak dini untuk mengoptimalkan pengalaman sekolah berasrama.
Kemungkinan siswa tidak terbiasa berada jauh dari rumah untuk waktu yang lama. Belajar di lingkungan siswa yang jauh dan beragam dari seluruh daerah dapat membuatnya merindukan kenyamanan dan keakraban di rumah. Dukung dia untuk mengambil foto anggota keluarga dan sahabat-sahabatnya serta barang lain yang diperbolehkan yang mengingatkannya pada rumah. Perlu diingat bahwa guru, pelatih, dan administrator sekolah asrama sangat menyadari masalah ini dan mahir membantu siswa baru menghadapi dan mengatasi kerinduan.
Sumber lainnya menambahkan beberapa kiat prapendaftaran untuk membantu memudahkan transisi siswa. Diantaranya adalah:
Siswa didorong untuk mencari kegiatan ekstrakurikuler yang akan membantu mereka sehati dengan teman-temannya yang berpikiran sama. Ini berarti mendorong siswa untuk mengeksplorasi hobi atau aktivitas masa lalu yang mereka sukai sebelum pergi ke sekolah.
Meskipun orang tua disarankan untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka dengan anak-anaknya yang bersekolah di pondok, menelepon siswa setiap malam harus dihindari. Waktu tersebut biasanya dihabiskan untuk pekerjaan rumah atau berinteraksi dan membina hubungan dengan sesama siswa agar menjadi terintegrasi dalam komunitas sekolah. Sebaliknya, siswa harus didorong untuk membuat jadwal yang fleksibel untuk berkomunikasi dengan orang tua dan teman di rumah tanpa jadwal tersebut mendominasi dan mengganggu waktu yang siswa butuhkan untuk membangun hubungan baru.