Almala Fest 2023 (3)

5 Tips Membuat Santri Betah Berada di Pesantren

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang berbasis asrama. Santri yang tinggal di pesantren harus siap menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi fisik maupun mental. Oleh karena itu, penting bagi pesantren untuk menerapkan berbagai tips agar santri betah tinggal di pesantren.

Konsep santri betah, orang tua tenang merupakan salah satu prinsip yang selalu dikemukakan di pesantren siswa Al Ma’soem. Salah satu pondok pesantren yang ada di Jawa Barat yang terkenal dengan sistem pendidikannya yang tidak menganut hukuman fisik kepada para siswanya. Tapi uniknya sistem pesantren ramah anak ini membuat santri senang selama di pesantren. Kenyamanan dan kesenangan siswa selama di pesantren akan membuat santri betah, rasa betah ini yang membuat santri tidak mau pulang ke rumah dan lebih bisa fokus belajar di pondok pesantren tanpa sedikitpun paksaan. Meskipun tetap saja lingkungan menjadi faktor pertama dan kesanggupan dan minat dari santri yang menjadi penentu utamanya.

5 Cara Membuat Santri Betah Berada di Pesantren

Setidaknya dari pengalaman kami selama puluhan tahun dalam pengelolaan pondok pesantren, ada beberapa cara efektif dalam membangun rasa senang dan betah santri selama di pondok pesantren dan berikut ini adalah beberapa tips membuat santri betah dan senang di pesantren:

  • Tujuan dan niat yang kuat

Santri yang memiliki tujuan dan niat yang kuat untuk menuntut ilmu di pesantren akan lebih mudah untuk betah tinggal di pesantren. Tujuan dan niat yang kuat akan menjadi motivasi bagi santri untuk terus belajar dan berkembang. Pada dasarnya hal utama yang akan menjadi penentu seorang santri akan betah atau tidaknya adalah tekad dan tujuan mereka selama akan mondok. Beberapa santri tidak betah karena mereka merasa dipaksa untuk mondok, berbeda dengan santri yang memang diberikan pendekatan terlebih dahulu walau dipaksa dan mereka yang memiliki niat tersendiri untuk bisa mondok di pesantren. Mereka yang memiliki niat untuk mondok akan memiliki motivasi yang lebih tinggi dibandingkan yang dipaksa apalagi yang dipaksa tanpa pendekatan yang bagus. Meskipun seiring berjalannya waktu mereka yang dipaksa akan terbiasa dan pasrah menjalaninya tapi waktu mereka dalam membentuk diri untuk menerima itu yang akan sedikit lama dibandingkan dengan mereka yang diberikan pendekatan secara baik dan mereka yang memang memiliki kehendak mereka sendiri tanpa paksaan dari orang tua atau pihak ketiga.  

  • Lingkungan yang kondusif

Lingkungan yang kondusif akan membuat santri merasa nyaman dan betah tinggal di pesantren. Lingkungan yang kondusif dapat diciptakan dengan suasana yang tenang, bersih, dan tertib. Suasana kondusif seperti ini jelas tidak bisa dibangun dengan mudah hanya dalam waktu sehari saja. Disini perlu kedisiplinan dari semua pihak baik dari santri hingga pengelola pesantren yaitu ustadz dan kepala pondok pesantren. Lingkungan kondusif bukan berarti lingkungan yang memiliki banyak fasilitas yang memadai tapi juga lingkungan yang tidak hanya dapat mewadahi setiap minat dan bakat santri tapi juga lingkungan yang jauh dari kata kotor, kumuh dan jauh dari berbagai macam hal yang dapat menjadi sebuah ancaman bagi santri seperti tempat yang mudah dijadikan tempat bullying dan berbagai macam hal yang tidak diinginkan lainnya.

  • Fasilitas yang memadai

Fasilitas yang memadai akan menunjang kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari santri. Fasilitas yang memadai dapat berupa ruang belajar, ruang ibadah, lapangan olahraga, dan fasilitas kesehatan. Al Ma’soem merupakan sekolah berasrama yang paham akan hal seperti ini. Maka dari itu konsep pesantren modern yang kami ambil memiliki berbagai macam fasilitas memadai yang membuat santri tidak akan jenuh selama di pesantren tapi mereka akan memiliki kegiatan kegiatan positif selama ada di asrama yang berakibat mereka tidak hanya akan mendapatkan pelajaran tapi juga memiliki softskill yang berguna bagi masa depan mereka. 

  • Kegiatan yang beragam

Kegiatan yang beragam akan membuat santri tidak merasa jenuh dan bosan tinggal di pesantren. Kegiatan yang beragam dapat berupa kegiatan akademik, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keagamaan. Kami juga selalu membuat event event tiap satu bulan satu kali baik itu Dewan santri yang mengadakan ataupun pihak sekolah. Kegiatan yang beragam ini menciptakan lingkungan yang sehat bagi santri, karena peraturan pondok yang rata rata tidak memperbolehkan santri untuk keluar lingkungan pondok maka dengan adanya kegiatan yang beragam mereka bisa menghilangkan rasa jenuh itu dengan prestasi. 

  • Bimbingan dan motivasi dari pengasuh dan guru

Bimbingan dan motivasi dari pengasuh dan guru akan membantu santri untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Bimbingan dan motivasi dapat diberikan dalam bentuk pengajian, ceramah, dan konseling.

Dengan menerapkan berbagai tips di atas, diharapkan santri dapat betah tinggal di pesantren dan dapat meraih cita-cita mereka. Dan alhamdulilah dalam track record kami sebagai lembaga pendidikan dengan konsep seperti ini 58% santri kami diterima ke perguruan tinggi negeri favorit dan setiap tahun ada berapa santri yang bisa kuliah dan lanjut studi ke luar negeri. Bagaimana dengan anda? Anda tertarik?