Penanaman adab sebelum belajar pada siswa sekolah itu sangat penting. Adab belajar di sekolah bisa berbentuk; mendahulukan kebersihan jiwa, menjauhi kesenangan dunia hingga hormat dan takzim pada guru. Siswa yang menjaga adab telah mulia sebelum dapat kemuliaan ilmu.
Adab belajar dalam Islam itu sangat penting karena kemuliaan manusia tidak dilihat dari fisik, harta, kekayaan, jabatan, namun dapat dilihat dari adab dan sopan santunnya pada orang lain.
“Seseorang mulia bukan karena harta, rupa dan jabatan tapi dari akhlak dan budi pekerti”
5 Adab Belajar di Sekolah yang Harus Kamu Tahu
Berikut lima adab siswa di sekolah yang harus diketahui.
1. Mendahulukan Kebersihan Jiwa
Adab belajar yang pertama adalah mendahulukan kebersihan jiwa dari kotoran hati, berupa dengki dan iri hati. Ilmu merupakan sifat mulia yang hanya bersarang dalam hati manusia. Tak ada makhluk Allah selain manusia yang punya sifat ilmu. Jadi, manusia itu mulia karena ilmu, bukan yang lainnya.
Dalam proses kebersihan jiwa, siswa perlu meluruskan niat untuk apa belajar. Tujuan belajar adalah untuk memperoleh rida Allah, menambah ilmu pengetahuan dan menghilangkan kebodohan.
Belajar sungguh-sungguh bukan untuk tujuan yang lainnya. Adapun bila punya ilmu, kemudian memiliki derajat tinggi, memegang jabatan tinggi itu hanya bonus, bukan tujuan utama.
2. Menjauhi Kesenangan Dunia
Dalam proses mencari ilmu dan belajar, siswa perlu menjauhi kesenangan dunia. Ilmu dan kesenangan dunia itu dua hal yang nyaris tidak bisa disatukan. Saat pelajar gemar sesuatu yang bersifat dunia, mereka berpotensi malas belajar dan mendalami ilmu.
Termasuk menjaga dari kesenangan dunia adalah jauh dari ponsel, smartphone, internet dan wi-fi. Di dalamnya berisi kesenangan, hobi yang tidak mendukung pembelajaran. Dalam ponsel, ada banyak games yang potensial membuat pelajar lalai dari kewajibannya untuk belajar.
3. Menjauhi Sifat Sombong
Sifat sombong adalah musuh bagi pelajar yang sedang menuntut ilmu pengetahuan di sekolah. Dalam proses belajar, siswa tak boleh memiliki sifat sombong dalam hatinya. Baik sombong pada teman, sesama pelajar apalagi sombong pada guru yang membimbingnya.
Hati tempat manusia belajar tidak akan mau menerima ilmu bersama dengan kesombongan. Ilmu itu ibarat air, dia hanya akan mendatangi tempat yang lebih rendah. Kemuliaan ilmu tidak akan bersarang dalam hati yang memiliki sifat sombong.
4. Hormat Pada Guru
Hormat pada guru termasuk salah satu akhlak mulia. Dalam hati seorang pelajar harus tertanam rasa hormat (takzim) kepada guru. Para guru memberi ilmu setiap hari, mereka berhak memperoleh penghormatan dari siswanya.
Bentuk hormat pada guru bisa berupa; mengucapkan salam saat bertemu, memberi perhatian, memperhatikan dan mendengarkan, sopan santun saat berbicara, mengerjakan tugas guru dan mendoakan guru.
5. Berdoa Sebelum Belajar
Kebiasaan berdoa sebelum belajar perlu tertanam pada anak sejak dini. Membaca doa sebelum belajar bisa membuat hati tenang dan tentram. Lebih dalam lagi, berdoa sebelum belajar mampu menambah keyakinan siswa untuk bisa menguasai materi dan menjadi orang sukses.
Siswa wajib paham adab belajar di sekolah agar ilmunya barokah dan bermanfaat. Belajar itu bukan sekedar dapat ilmu, naming untuk pengamalan dalam hidup sehari-hari. Adab yang baik pada guru berpotensi membuat ilmu siswa jadi manfaat.
Mau sekolah yang berbasis pesantren dan teruji mencetak santri berprestasi? Saatnya putra-putri Anda meraih prestasi gemilang bersama Al Ma’soem Bandung. Yuk daftarkan putra putri Anda sekarang!

