Sekolah Menengah Pertama Al Ma'soem

Penjabaran dari Strategi

1. Pengorganisasian Penerimaan Calon Siswa/Mahasiswa

  • Membentuk kepanitian penerimaan calon siswa/mahasiswa yang bertanggung jawab pada promosi, pelaksanaan penerimaan calon siswa/mahasiswa, dan pelaporan akhir kegiatan.
  • Pendaftaran setiap tahun dimulai pada bulan Agustus
  • Memberikan fasilitas biaya lebih murah jika mendaftar lebih awal
  • Mensyaratkan untuk membaca dua kalimah syahadat dan tes akhlak melalui wawancara
  • Calon siswa tidak bertato atau ada bekas tindik

2. Proses Belajar Mengajar Sesuai Jadwal dan Efektif

  • Tidak ada jam kosong atau pergeseran jam pelajaran. Untuk itu disiapkan beberapa orang guru yang bertanggungjawab mengganti jika terjadi kekosongan jam pelajaran.
  • Tidak diberlakukan pelajaran teori olah raga. Siswa memilih cabang olah raga yang diminati dan praktik langsung di lapangan.
  • KBM mata pelajaran sejarah, PKn, Bhs.Sunda dan KTK dilakukan dengan sistem tutorial mata pelajaran tersebut dilakukan di luar KBM reguler.
  • Masuk dan pulang bersamaan.
  • Setelah ujian tengah semester dan akhir semester (kecuali semester genap) langsung belajar untuk materi selanjutnya, sehingga tidak ada hari “ngambang” menjelang pembagian raport.
  • Tidak diperbolehkan menggunakan waktu istirahat untuk KBM dan evaluasi

3. Suasana Kondusif untuk Lancarnya Kegiatan Belajar Mengajar

  • Gedung milik sendri.
  • Fasilitas perpustakaan, lab IPA, komputer, Internet, dan Bahasa.
  • Fasilitas pendukung KBM lengkap dan representatif.
  • Menciptakan kampus yang teratur, bersih, dan asri.
  • Guru pengajar berpendidikan S1 dan S2 serta bersertifikat.
  • Siswa dizinkan menata dan mendekorasi kelasnya sesuai aturan yang berlaku.
  • Pemanggilan guru dan siswa hanya boleh dilakukan saat pergantian pelajaran.

4. Penegakkan Disiplin Berlaku untuk Seluruh Partisipan
4.1. Untuk Siswa antara lain :

  • Menegakkan tata tertib sesuai aturan secara konsisten dan konsekuen.
  • Pemberian sanksi dengan sistem poin
  • Apabila pelanggaran siswa sudah mencapai 100 poin, siswa yang bersangkutan akan dikembalikan pada orang tuanya.
  • Apabila melakukan pelanggaran yang sama dan berulang, maka yang bersangkutan dikenakan poin yang lebih besar.
  • Batas maksimal ketidakhadiran tanpa keterangan adalah 4% dari total hari belajar efektif semester berjalan. Jika melebihi batas maksimal, siswa tidak diperkenankan mengikuti ujian.
  • Poin 100 tanpa tahapan untuk siswa yang mencontek, terlibat narkoba, asusila, tindak pidana, dan pemukul pertama pada perkelahian.

4.2. Untuk Guru antara lain :

  • Jika terlambat mengajar, tidak diperkenankan mengajar pada  jam keterlambatan.
  • Jika keterlambatan berulang maka tidak diperkenankan mengajar pada hari tersebut. Namun siswa tidak dirugikan karena ada guru yang mengganti.
  • Dilarang menjadikan siswa sebagai objek, misal menjual buku, menerima komisi dari penerbit atas penjualan buku, dan sejenisnya.
  • Tidak diperkenankan melakukan tindakan/ hukuman fisik kepada siswa, proses penanganan siswa diserahkan kepada Wali Kelas dan P2WK.
  • Tidak diperkenankan memarahi dan menghardik siswa sehingga menganggu KBM. Jika ada, kewajiban guru menyerahkan siswa tersebut kepada Petugas Penanganan Wali Kelas (P2WK).
  • Tidak diperkenankan menggunakan waktu istirahat siswa untuk kegiatan KBM dan evaluasi.
  • Tidak diperkenankan melakukan pergeseran jadwal mengajar.

5. Menyediakan Wahana Pengembangan Bakat yang Bervariatif

  • Menyelenggarakan berbagai Kegiatan ekstrakurikuler yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu bidang olah raga, seni, serta bidang Imtak dan Iptek. Masing-masing dikoordinir oleh seorang kordinator. Kegiatannya antara lain : bola basket, bola voli, atletik, sepak bola, berenang, tenis meja, bela diri, wall climbing, degung, vokal grup, paduan suara, drum band, rampak gendang, nasyid, teater, kaligrafi, tilawah al qur’an, paskibra, sablon, grafiti, kelompok ilmiah remaja, kelompok studi islam, jurnalistik, tilawah al qur’an.
  • Memberikan fasilitas bebas DOP dan atau DPP bagi: Ketua OSIS, Ketua MPK, Siswa yang berprestasi dalam bidang olah raga, seni, Imtak dan Iptek.

6.  Sebagai Menara Api dan Menjadi Subjek bagi Lingkungan

  • Menyelenggarakan diskusi, seminar atau lokakarya masalah-masalah yang aktual.
  • Pergeseran hari libur untuk lebih mengefektifkan KBM.
  • Melarang civitas merayakan hari-hari yang tidak sesuai dengan norma Islam (misal Valintine, Ulang Tahun).
  • Menyelenggarakan kegiatan sosial untuk membantu yang terkena musibah, melalui Musa’adatul Ummah.
  • Menyelenggarakan sholat I’dul Fitri, I’dul Adha bersama masyarakat sekitar.
  • Menyelenggarakan perlombaan/ kejuaraan bidang olah raga, seni, Imtak dan Iptek antar SD-SMP-SMA setiap tahun.
  • Fasilitas bebas DOP (Dana Operasional Pendidikan) dan atau DPP (Dana Pengembangan Pendidikan)  bagi siswa yang dinilai memerlukan bantuan

7.  Berharap dan Terbuka Adanya Koreksi

  • Menyediakan media komunikasi langsung bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat yang diterima langsung serta dijawab oleh Ketua Yayasan.
  • Membuka layanan SMS (hotline) 24 jam. SMS diterima langsung oleh Ketua Yayasan.
  • Melakukan dialog periodik ba’da Sholat Jum’at.
  • Secara periodik melakukan pertemuan dengan orang tua/wali siswa.

8.  Kompetitif dalam Memberikan Imbalan dan Layanan

  • Membuat grade/level imbalan mengajar yang berbeda kepada guru atas dasar motivasi, ability, dan result.
  • Memberikan penghargaan materi kepada walikelas yang mampu membentuk siswanya berprestasi secara akademis dan berakhlak baik.
  • Memberikan penghargaan khusus kepada partisipan yang membawa nama baik Al Ma’soem diluar.
  • Memberikan fasilitas bebas DOP untuk siswa teladan atas dasar kriteria akhlak.

9.  Sasaran pada Prestasi IPTEK Disertai IMTAK

  • Menerapkan pembelajaran sistem Full Day.
  • Melakukan tes kemandirian setiap menjelang Ujian Semester.
  • Penentuan siswa teladan berdasarkan 7 (tujuh) kriteria akhlak.
  • Menambah jam pelajaran untuk mata pelajaran eksak.
  • Menyelenggarakan program Akselerasi, klinik Matematika, Fisika, Bahasa Inggris, PHBI dan Kegiatan Keagamaan lainnya.
  • Mewajibkan Shalat Dhuhur berjamaah.

KHAS PENDIDIKAN AL MA’SOEM

Melaksanakan Shalat Jum’at dengan tamban sentuhan model Al Ma’soem.
Sesuai misi Yayasan Pendidikan Al Ma’soem, yakni “menyediakan sekaligus membiasakan sikap hidup disiplin”, maka sikap disiplin diterapkan dalam setiap kegiatan belajar  mengajar.
Diberlakukan kepada seluruh partisipan pendidikan, yaitu siswa, mahasiswa, guru, pengelola, dan pengurus yayasan. Sebagai konsekuensinya diberikan sanksi tegas, terukur, dan konsisten.
Ciri khas lain adalah memberikan perhatian khusus pada pelajaran dan pengamalan agama Islam, antara lain :
Mewajibkan membaca syahadat dan tes baca Al Qur’an saat KPAM, penambahan jam pelajaran agama, mewajibkan sholat dhuhur berjamaah, menyelenggarakan PHBI, dan melaksanakan tes kemandirian sebagai syarat khusus kenaikan kelas, yaitu mewajibkan siswa:

SMA:
Kelas X   ke kelas XI  harus bisa membaca Al Qur’an
Kelas XI ke kelas XII harus bisa menghapal 10 (sepuluh) Ayat suci  Al Qur’an  dan  Asmaul  Husna dengan artinya.

SMP:
Kelas VII ke VIII harus mengerti  fiqih  dan  mengamalkan ibadah sampai tingkatan tertentu
Kelas VIII ke IX  harus bisa membaca Al Qur’an

Popular Posts

Selamat Datang

Selamat datang di website Sekolah Menengah Pertama Yayasan Pendidikan Al-Ma'soem Wahana ...

Everybody can be a T

(Written by Siti Suwarni) “Share what you have, you will get ...

Rangkuman Diseminasi

9 Februari 2015 Juara: Adieb Al Kautsar (Kelas VII C) Yang pertama dikatakan ...

Rangkuman Diseminasi

2 Maret 2015 Juara : Reva Berliana (kelas VII C) Pada saat diseminasi ...

Rangkuman Diseminasi

Peserta Terbaik: 1. Adieb Al Kautsar (kelas VII C) Pada tanggal 2 ...