Pesantren

PROFILE

Pesantren Siswa Al Ma’soem (PSAM)

Tahun berdiri            : 2000

Kepala Pesantren      : Asep Abdul Halim, S.Sos I

Jumlah Santri            : 887 orang

Jumlah Ustadz           : 27 orang

Total Pengelola          : 41 orang

 

 SEJARAH

Pesantren Siswa Al Ma’soem semula bernama Pesantren Pendidikan Formal, mulai dibangun pada tahun 2000. Berada dibawah naungan badan hukum Yayasan Pendidikan Al ma’soem yang beralamat di Jln. Raya Cipacing No. 22 RT 01 RW 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Sumedang. Komplek yayasan seluas ± 4 hektar yang merupakan jariyah dari almarhum Bapak H. Ma’soem (wafat Syawal 2001), seorang pengusaha muslim sukses asli Jawa Barat, yang didukung sepenuhnya oleh istri dan putera-puterinya. Pada saat itu putera tertua beliau yaitu almarhum Bapa H. Nanang Iskandar Ma’soem (wafat Ramadhan 2014) yang mewakili adik-adiknya merespon dan berjibaku membangun serta membesarkan yayasan sebagai ladang amal. Pembangunan pesantren jauh setelah SMA dan SMP Al Ma’soem. Dimana SMA didirikan tahun 1987, SMP 1988. Adapun biayanya adalah dari dari hasil perusahaan (PT Ma’soem) yang sudah dijalankannya sejak 1971, tanpa ada bantuan dari pihak luar.

Mulanya Peasntren ini akan menerima santri yang berstatus pelajar baik dasar, menengah maupun tinggi, intern Al Ma’soem maupun extern. Hali ini dimaksudkan untuk merespon kebijakan pemerintah bahwa wilayah jatinangor menjadi kota pendidikan. Yang dengan demikian migrasi para pendidik, dosen, mahasiswa dan masyarakat wirausaha akan berduyun-duyun ke wilayah ini, yang tentunya mereka memerlukan lembaga pendidikan yang bagus bagi anak-anaknya, layanan pendidikannya baik, fasilitasnya memadai.

Juli 2001 Pesantren Al Ma’soem menerima santri angkatan pertama berjumlah 49 orang tingkat SMA dengan 14  kamar yang sudah dilengkapi kamar mandi di dalam. Akan tetapi, saat itu santri masih melayani sendiri dalam hal makan dan londry. Adapun pelajaran kepesantrenan saat itu murni menggunakan kitab kuning. Sarana ibadah dan pembelajaran kepesantrenan menggunakan ruangan AMIK (sekarang gedung SD). Bertindak sebagai Pimpinan saat itu Pak H. Abdurrahman Lubis, dibantu oleh 4 orang ustadz.

Seiring dengan perkembangan lingkungan Jatinangor sebagai kota pendidikan dan Rancaekek sebagai kota industri, disamping informasi dari mulut ke mulut tentang Pesantren Pendidikan Formal Al Ma’soem, maka pada tahun-tahun berikutnya santri terus bertambah bukan hanya dari lingkungan Bandung dan Sumedang, melainkan dari daerah lain seperti Karawang, Bekasi, Jakarta, bahkan dari luar pulau Jawa. Hal ini menuntut ditambahnya jumlah kamar dan sarana pendukung lainnya. Maka pada tahun 2005 jumlah kamar menjadi 129 kamar kafasitas 4, 6, dan 8 orang, dengan jumlah santri 550 orang. Tentu diimbangi pula dengan penambahan tenaga pengajar, administrasi, penyedia katering, grup sarana, dll.

Tahun 2007 yayasan memutuskan untuk menerima santri hanya siswa SMP – SMA Al Ma’soem saja, karena ternyata animo masyarakat semakin baik. Pada tahun 2009 Pesantren Al Ma’soem memantapkan dirinya menjadi sebuah pesantren yang tidak identik dengan kumuh, keras, kampungan, gaptek. Penerapan tag line ”disiplin dan islami” menjadi tugas utama pengelola dan siapapun yang terlibat di dalamnya. Hal itu ditandai dengan diperbaharuinya pola pelayanan katering, londry, penanganan kedisiplinan, pola pembelajaran, system informasi-teknologi dan kegiatan-kegiatan kesantrian lainnya. Semua dimaksudkan untuk mewujudkan insan kamil yang kemudian dibahasakan dalam motto Cageur Bageur Pinter. Pembelajaran tidak hanya mengkaji kitab kuning klasik, akan tetapi diberikan juga materi yang sudah disederhanakan ke dalam bahasa Indonesia, tanpa meninggalkan khas kepesantrenannya. Al Ma’soem meyakini alumni yang sudah digembleng dengan pola ini akan mewujud menjadi insan yang beritelektual tinggi dan berakhlakul karimah, sebagaimana visi yang ditanamkan sejak awal berdirinya.