AL MA'SOEM

Apr
02

Cageur – Bageur – Pinter

Total 529 viewed

Oleh : Mohamad Mustadjab

Beberapa gejala-gejala penyakit sosial di dunia pendidikan atau masyarakat pada umumnya yang perlu dicermati :

  1. Berkecamuk penyakit tuna susila di kalangan siswa, seperti bullying, tawuran, video porno, geng motor sampai ke begal motor.
  2. Agama mengajarkan ilmu itu ada di hati, bukan di kepala. Paradigma lama (kontemporer) mengajarkan ilmu di otak saja. Akibatnya muncullah kaum pelajar fotokopiis yang pinter menjalankan mesin hitung, tapi tidak bisa berpikir
  3. Sains, pada ilmu ekonomi mengajarkan bahwa tujuan hidup manusia adalah kepuasan konsumtif, sehingga muncullah tipe manusia konsumeris, tipe manusia tuyul yang menerapkan asas “mendapatkan rezeki atau sesuatu sebanyak-banyaknya kalau perlu tanpa bekerja atau berusaha.
  4. Guru-guru yang ketularan penyakit pikiran itu, menular kepada murid-muridnya, karena berlaku :”Guru kencing berdiri, murid-murid berak berlari”
  5. Moral cenderung dihapal diluar kepala, seperti orang menghapal ilmu aljabar. Muncullah ilmu retorika yang menjulang ke langit, yang tidak ada hubungannya dengan perbuatan nyata.

Gejala-gejala penyakit diatas, dapat diakibatkan oleh landasan pendidikan yang tidak agamis, atau tidak berlandaskan pada nilai – nilai luhur yang berdasarkan kepada agama. Bisa juga orientasi pendidikan hanya mementingkan kognitif semata, sehingga tak heran akan muncul fenomena penyimpangan perilaku.

 

Jika kita mau menengok ke belakang sejenak saja, para karuhun kita ternyata memiliki filosofi pendidikan yang luhur. Filosofi pendidikan tersebut telah berhasil membawa kemakmuran pada jamannya. Bahkan menurut Stephen Openheimer dalam bukunya yang berjudul Sundaland, Tatar Sunda merupakan salah satu pusat peradaban di dunia. Adapun filosofi pendidikan yang dimaksud adalah cageur, bageur, bener, pinter tur singer. 

Para pendiri Yayasan Pendidikan Al ma’soem (YPAM) merasa perlu untuk menyederhanakan filosofi pendidikan itu, maka jadilah motto YPAM menjadi Cageur – Bageur – Pinter   

 

Cageur mengandung arti bahwa anak harus sehat secara jasmani dan rohani. Dalam hal ini pendidikan harus mampu membentuk insan yang sehat secara lahir maupun batin. Adapun bageur mengandung arti bahwa pendidikan diarahkan untuk membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia. Para pendiri YPAM menyadari betul pentingnya penanaman nilai-nilai akhlak sejak dini. Bagi mereka, akhlak peserta didik merupakan pondasi awal yang harus dibangun sebelum anak diberikan ilmu pengetahuan maupun keterampilan.

Kata pinter mengandung makna bahwa anak haruslah memiliki pengetahuan yang memadai sebagai bekal dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat nanti. Artinya selain memiliki kecerdasan akademik, anak juga dituntut untuk memiliki pemahaman agama yang memadai.

 

YPAM dengan konsep pesantrennya, bertujuan mempesantrenkan pendidikan modern dan  memodernkan pesantren. Karena pesantren berfungsi sebagai lemari es dalam mempertahankan nilai-nilai agama dalam zaman modern sekarang ini. Oleh karena itu motto YPAM Cageur Bageur Pinter, dan Pesatren pendidikan formalnya, merupakan lembaga pendidikan sebagai pilihan  alternative, yang diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi penyakit-penyakit sosial yang berkembang di masyarakat.

Mohamad Mustadjab  adalah Pengajar Matematika SMA Al Ma’soem.

Bagikan:
Categories: Artikel

Hit Counter provided by costa mesa dentist